Chapter · romance · short story · Uncategorized

Time Machine part 10

tittle : Time Machine part 10

character :

  • Cho Kyuhyun
  • Hwang Nara (OC)

 

Rumah Cho Kyuhyun

Kyuhyun dan Nara sedang berada di ruang tengah. Sepulang dari kencan, mereka memilih menghabiskan malam ini dengan menonton film di rumah. Saat Kyuhyun ke kamar untuk mengambil selimut, ponselnya bergetar pertanda ada pesan yang masuk.

Nara menatap sekilas layar ponsel milik Kyuhyun yang berada di sampingnya. Nara membelalakan matanya saat melihat nama pengirim pesan pada layar ponsel pintar itu. Hatinya tiba-tiba saja terasa sangat nyeri. Minyoung, pengirim pesan itu adalah Minyoung. Sahabatnya yang merangkap menjadi selingkuhan suaminya.

Nara tahu perbuatannya saat ini sangatlah tidak sopan, membuka ponsel suaminya tanpa ijin. Tapi dia sangat ingin mengetahui isi pesan Minyoung. Maka dari itu dengan ragu-ragu Nara membuka pesan Minyoung. Air matanya jatuh tak terbendung setelah membacanya. Tubuhnya bergetar kencang dan pikirannya kacau sekarang.

Dari : Minyoung

Oppa, kenapa pulang tidak membangunkanku lebih dahulu? Maaf aku tertidur, aku sangat lelah karena terperangkap di kamar denganmu sejak siang hingga malam.

Hati dan pikiran Nara sangat tidak baik sekarang. Dan yang terpenting wanita itu sedang tidak ingin melihat suaminya. Nara berjalan cepat keluar rumah tanpa memperhatikan penampilannya saat ini yang hanya memakai baju santai. Walaupun baju santainya panjang, tapi tetap saja bisa membuatnya mati kedinginan jika dia berada di luar rumah terlalu lama.

Nara berjalan semakin menjauh dari rumahnya dengan air mata yang terus mengalir. Bahkan ketakutannya pada tempat gelap dan sepi menghilang begitu saja. Dia tidak peduli jika ada penjahat yang membunuhnya sekarang. Hatinya sudah sangat hancur ketika mengetahui suaminya kembali menjalin hubungan dengan selingkuhannya.

Tega sekali suaminya itu. Ia sudah tahu jika sebentar lagi Nara akan mati. Haruskah ia berhubungan kembali dengan selingkuhannya sekarang? tak bisakah ia menahannya sebentar lagi? bukankah sebentar lagi ia akan menjadi duda? Kenapa ia sama sekali tidak memikirkan perasaan istrinya? toh sebentar lagi istrinya akan meninggalkannya.

Nara duduk di taman yang ada di kompleks perumahannya. Dia menangis tersedu di sana. Nara agak beruntung karena Dennis masih menginap di rumah neneknya sehingga Nara tidak ragu untuk keluar dari rumah sekarang ini. Nara tersenyum miris saat menyadari jika permintaan maaf Kyuhyun hanyalah sebuah bualan. Mungkin suaminya senang saat mendengar vonis dokter jika Nara menderita kanker kelenjar getah bening.

.

.

Kyuhyun panik mencari Nara di seluruh penjuru rumahnya. Saat sampai di ruang tengah ia tidak menemukan Nara dan melihat ponselnya tergeletak di lantai. Ia menggeram marah setelah membaca pesan dari Minyoung. Kyuhyun yakin Nara sudah membacanya dan sekarang istrinya sedang berusaha kabur darinya.

Mata Kyuhyun melebar saat melihat gerbang rumahnya terbuka. Nara keluar dari area rumahnya di saat salju turun seperti ini. Kyuhyun kembali khawatir saat mengingat pakaian yang di kenakan Nara malam ini. Baju rumah yang tipis, dan parahnya lagi istrinya sedang sakit. Bukan penyakit kankernya, melainkan demam. Ya, sepulang dari sungai han badan Nara memang sedikit panas.

Kyuhyun mengambil jaket Nara dan selimut lalu memasukannya kedalam mobil. Dia memutuskan mencari Nara dengan mobil karena jika terjadi sesuatu pada istrinya, ia bisa langsung membawanya ke rumah sakit.

Kyuhyun menghentikan mobilnya saat melihat Nara duduk di bangku taman. Dengan serampangan Kyuhyun mengambil jaket Nara dan berlari mendekati istrinya. istrinya yang saat ini menggigil hebat. Bukan menggigil karena menangis, tapi menggigil karena kedinginan.

Nara menepis tangan Kyuhyun saat memakaikan jaket padanya. “tidak usah berakting khawatir seperti itu. Bukankah kau akan senang jika aku mati?kau… kau bisa leluasa dengan wanita jalang itu jika aku mati” tangis Nara mulai membuncah. Namun tak lama kemudian dia tak sadarkan diri.

Kyuhyun membawa Nara masuk ke dalam mobil. Ia menambah suhu pemanas yang mobilnya setelah membungkus badan Nara yang masih menggigil dengan selimut. Kyuhyun mencium bibir Nara cukup lama lalu berpindah ke kursi kemudi untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas batas.

Seoul Hospital

Jarum jam sudah menunjukan pukul 05:30 pagi dan Nara belum membuka matanya. Hal itu membuat Kyuhyun semakin merasa bersalah. Jika saja dia tidak mengikuti saran Henry, pasti Nara tidak akan tebaring di ranjang rumah sakit sekarang. Kyuhyun terus memandang istrinya dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Tatapan sedih, bersalah, dan kesakitan menjadi satu di tatapan Kyuhyun.

Sejak dokter Park memberitahu hasil pemeriksaannya pada Kyuhyun. pria itu menjadi sangat kacau seperti sekarang. Terlalu banyak pikiran, gejala hipotermia dan sel-sel kanker yang semakin berkembang. Apalagi jika Kyuhyun terlambat membawa istrinya ke rumah sakit. Dokter Park mengatakan hal itu akan berakibat kematian pada Nara. Saat itu juga Kyuhyun bersumpah akan menyusul Nara jika istrinya tak terselamatkan.

“sayang, bangunlah. Kumohon cepat buka matamu” Kyuhyun menggenggam tangan Nara semakin erat.

Nara membuka matanya perlahan. Tubuhnya membeku saat matanya bertemu dengan mata Kyuhyun. Tatapan Kyuhyun yang baru kali ini dilihatnya. Tatapan kesakitan suaminya yang membuat hatinya ikut merasakan betapa sakit hati suaminya sekarang.

Nara belum mengalihkan tatapannya pada Kyuhyun. Dia menelisik wajah suaminya yang terlihat sangat kacau. Mata tajam milik Kyuhyun berubah menjadi sendu penuh ketersiksaan. Hidung Kyuhyun yang memerah, Nara yakin jika suaminya menangis. Dan warna kehitaman di bawah mata Kyuhyun menunjukan bahwa sumainya tidak tidur semalaman. Oh tidak. Apa semalaman Kyuhyun terjaga untuk menjaganya dan menangisinya? Perasaan Nara luluh, ingin sekali dia memeluk suaminya sekarang. Tapi pikiran Nara berubah ketika mengingat pesan dari Minyoung. Pasti semalaman suaminya terjaga karena berdoa agar Nara cepat mati.

“jangan berfikir jika aku akan senang jika kau mati. aku sudah bilang akan memukulmu jika kau bicara tentang kematian dan aku serius tentang hal itu. Bahkan jika kau bicara tentang kematianmu sekarang, aku benar-benar akan memukulmu tak peduli dengan kondisimu yang sedang sakit.” ujar Kyuhyun dengan suara beratnya

“aku mohon dengarkan aku. Jangan alihkan pandanganmu dariku” perintah Kyuhyun tak terbantahkan. Seakan terkena hipnotis, Nara melakukan apa yang Kyuhyun katakan. Sebenarnya dia juga penasaran dengan penjelasan yang akan Kyuhyun utarakan.”aku akan mulai ceritanya dari awal agar kau tahu semuanya…..”

Flashback

Hari masih pagi tapi Kyuhyun sudah sangat marah. Bagaimana ia tidak marah jika seluruh berkas saham perusahaannya hilang. Dan yang terpenting adalah berkas yang akan ia gunakan untuk membentuk kerja sama dengan perusahaan terhebat di amerika 3 minggu lagi. Seingatnya dia sudah menyuruh sekretarisnya untuk memasukannya di almari besi yang ada di perusahaannya. Namun hari ini saat Kyuhyun ingin memindahkan berkas itu ke lemari besi yang ada di rumahnya, ternyatat berkas-berkas saham itu tidak ada.

Minyoung, pasti ini ulah Minyoung karena hanya dia yang mengetahui kata sandi berankas Kyuhyun yang ada di perusahaan. Tak menunggu lama pria itu langsung menyuruh orang-orangnya untuk endatangi rumah Minyoung yang ada di desa. Kyuhyun tahu wanita itu ada di desa karena hanya itu rumah yang menurutnya paling aman.

“begitu saja tidak bisa. Bukankah aku sudah mengatakan kau boleh melakukan apapun?” Kyuhyun menggeram marah

“kita sudah mencarinya si semua penjuru rumahnya, tapi berkas itu tidak ada” jelas Henry

“apa kau sudah mengancam untuk membunuhnya?”

“sudah, dan dia malah menantang agar aku melakukannya karena jika dia mati maka saham perusahaan ini akan jatuh ke tangan pacarnya”

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya ke kursi kebesarannya. Ia menghela nafasnya kasar. Ternyata seluruh surat saham perusahaan di bawa oleh Minyoung, dan wanita licik itu menyembunyikannya.

“ada satu cara bagaimana mendapatkan saham itu kembali” ucapan Henri mampu menyita perhatian bosnya itu. Kyuhyun menatap Henry dengan tatapan meminta penjelasan.

“kau harus kembali menjadi pacarnya, perlakukan dia dengan baik dan aku yakin dia pasti akan memberitahumu dimana dia menyimpan berkas-berkas itu”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya “tidak. Aku sudah berjanji pada Nara untuk tidak menghianatinya lagi” ia bersungguh-sungguh tentang tidak akan menghianati istrinya kembali. Hati Kyuhyun pun memberontak tidak suka saat Henry mengajukan usulannya.

“kau tidak melakukannya atas dasar suka. Kau hanya ingin mendapatkan berkas itu kembali. Itu berbeda” tegas Henry. “kita melakukan rencana ini di belakang Nara. Sembunyikan hal ini darinya dan semua akan aman”

Tapi mengingat semua berkas pentingnya ada di tangan Minyoung. Akhirnya pria itu menyetujui usulan Henry. lagipla ini hanya sebentar dan Nara tidak mengetahuinya. Setelah ia mendapatkan berkasnya, ia berjanji akan membereskan Minyoung. “tapi Minyoung sudah mempunyai pacar. Apa dia masih tertarik dengan ketampananku?”

“aku sudah mencari tahu semua info tentang mantan selingkuhanmu itu. dia penggila seks, aku yakin dia masih mau denganmu” Henry menyerahkan beberapa lembar kertas berisi data tentang Minyoung.

Kyuhyun menatapnya tajam. Mantan selingkuhan? Yang benar saja. Berani-beraninya Henry berkata seperti itu. Walaupun Henry adalah teman Kyuhyun, tapi tetap saja ia bawahan Kyuhyun yang seharusnya menghormati atasannya.

Hari peringatan pernikahan Kyuhyun dan Nara

“Kyu.. ah maksudku sajangnim, Minyoung ingin bertemu denganmu lagi hari ini” ujar Henry pada Kyuhyun yang masih sibuk membaca berkas di mejanya.

“hotel Zeus lantai 14 nomer 4499. Dia telah menelfonku tadi” sambung Kyuhyun jengah. Dia tidak tahan dengan sikap manja Minyoung yang menurutnya sangat menjijikan. Jika bukan karena kelangsungan nasib perusahaannya, sudah dapat di pastikan jika Kyuhyun tidak akan sudi berhubungan dengan Minyoung lagi.

Hotel Zeus

Kyuhyun memesan beberapa botol vodka. Rencananya hari ini adalah membuat Minyoung mabuk hingga Minyoung mau menyerahkan berkas itu padanya. Setelah itu Kyuhyun akan membuang Minyoung di desa yang terpencil, jauh dari Seoul.

Namun rencana Kyuhyun ternyata bergerak sangat lama. Perlu menghabiskan beberapa botol vodka untuk membuat Minyoung mabuk. Kyuhyun terus menuangkan vodka kedalam gelas Minyoung, sedangkan dirinya hanya berpura-pura meminum cairan memabukan itu. Kyuhyun teringat dengan istrinya yang tidak suka jika Kyuhyun meminum minuman beralkhohol itu.

Minyoung sudah hampir mabuk parah. Namun sekarang dia malah tidak mau minum lagi. Minyoung meletakan gelasnya lalu menempelkan tubuhnya pada tubuh Kyuhyun. wanita itu membuka tiga kancing teratas kemejanya untuk menggoda Kyuhyun. Wanita itu merindukan Kyuhyun berada di dalamnya. Dia mengakui jika Kyuhyunlah yang paling bisa memberinya kepuasan.

“kita pindah keranjang” ucapan Kyuhyun disambut gembira oleh Minyoung. Wanita itu menyusul Kyuhyun yang kini telah duduk di ranjang bersandarkan dasboard tanpa melepas pakaiannya.

Kyuhyun kembali menyodorkan botol vodka yang ada di atas nakas kepada Minyoung. Wanita itu mengambilnya dengan sedikit merajuk. “habiskan ini lalu kita mulai pergulatan panas diatas ranjang”

Minyoung mengangguk, dia kembali menegak cairan itu. bahkan kali ini langsung dari botolnya. Setelah habis, wanita itu mulai menelanjangi dirinya sendiri lalu mencumbu Kyuhyun yang berpura-pura masih meminum vodka dari botol.

Tangan Kyuhyun sama sekali tak menyentuh Minyoung. Hanya wanita itu yang bekerja malam ini. “kau simpan di mana berkas-berkas itu?” tanya Kyuhyun

“di loker penitipan stasiun gangnam. Kunci lokernya ada di dalam tasku” Minyoung mulai terengah dengan kegiatannya.

Sudah dua jam Minyoung berada di atas Kyuhyun, dan selama itu juga Kyuhyun menyumpah serapahinya. Kyuhyun terus memaksa Minyoung untuk minum agar wanita itu cepat ambruk dan bertepatan habisnya botol terakhir vodka yang Kyuhyun pesan, Minyoung ambruk di atas Kyuhyun.

Pria itu menggulingkan Minyoung dari atas tubuhnya begitu saja lalu menjawab telepon dari Henry.

“Kyuhyun-aa, kenapa lama sekali? Aku sudah berada di depan kamarmu sejak tadi. Dan bukankah hari ini kau ada janji dengan istrimu?” suara Henry terdengar sangat kesal. Tentu saja ia kesal karena telah berdiri di depan kamar sewaan Minyoung selama berjam-jam.

“sial, karena wanita sialan ini aku melupakan janjiku dengan istriku. Bawakan pakaian dan alat mandiku sekarang” perintah Kyuhyun.

Henry langsung masuk setelah menutup sabungan teleponnya. Henry bisa masuk begitu saja karena Kyuhyun memberinya kunci kamar ini. Henry berdecak ketika melihat botol0botol vodka yang tergeletak sembarangan di meja dan di lantai. Ia kembali berdecak saat melihat Kyuhyun sedang melepas pengaman yang baru saja bekerja untuknya.

“apa kau menikmati jalang itu?”

“sialan kau. Hubungi kangin untuk mengurusnya besok” Kyuhyun merebut paperbag yang dibawa Henry dan segera membersihkan dirinya dari sentuhan Minyoung. Tidak mungkin Kyuhyun menemui Nara dengan bekas sentuhan wanita itu masih tertempel di tubuhnya. setelah merasa dirinya bersih kembali, Kyuhyun melajukan mobilnya dengan cepat menuju sungai Han.

Flashback end

“semua yang diceritakan Kyuhyun itu benar. Setiap Kyuhyun menemui wanita sialan itu, aku selalu bersamanya” Henry menyambung cerita Kyuhyun. Entah dari kapan ia berdiri di dekat sofa kamar inap Nara.

“percayalah padanya Nara-aa. Sekarang suamimu sudah tidak akan menemui Minyoung karena misinya telah berhasil. Aku ke sini hanya untuk memberikan berkas ini pada Kyuhyun. pagi-pagi sekali aku ke setasiun untuk mengambilnya” lanjutnya

“bukankah aku sudah menyuruhmu mengambilya malam tadi? Kenapa baru diambil sekarang? bagaimana jika pacar wanita sialan itu mengambilnya dulu?” Kyuhyun marah pada Henry. sekretarisnya begitu ceroboh.

“tapi nyatanya aku mendapatkannya lebih dulu Kyu, tenanglah” Henry menaruh berkas itu di sofa lalu berjalan mendekati Nara. “cepat sembuh Nara-aa. Dan percayalah semua perkataan Kyuhyun. Aku yakin suamimu akan gila jika kau marah padanya. Aku pulang dulu”

“apa kau percaya padaku?” tanya Kyuhyun saat Henry sudah keluar dari kamar inap Nara. “aku bahkan tidak merasakan gairah apapun saat dia berada di atasku. Tubuhku hanya bereaksi pada tubuhmu sayang” kata-kata vulgar Kyuhyun mampu membuat pipi Nara merona tapi itu tak bertahan lama.

Hati Nara sakit setelah mendengar perkataan Kyuhyun. ‘dia berada di atasku’ itu berarti suaminya melakukan seks dengan Minyoung. Air mata Nara menetes deras. Melihat itu Kyuhyun tergerak untuk mencium bibir istrinya. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Nara.

Nara mendorong dada Kyuhyun yang sedang mencium bibirnya. Dia tidak ingin di sentuh Kyuhyun. Semuanya bekas Minyoung, dan Nara tidak mau itu.

Seakan tahu apa yang dipikirkan Nara, Kyuhyun menarik sedikit tubuhnya dari istrinya. “aku sudah membersihkan diriku setelah aku bertemu dengannya. Aku telah menggosok semua bagian tubuhku yang di sentuhnya” ujar Kyuhyun dengan nada tersiksa.

“maafkan aku karena telah melakukan ide bodoh ini. Sebelumnya anak buahku telah mengobrak-abrik rumahnya untuk mencari berkas-berkas itu, namun mereka tidak menemukannya. Maafkan aku… aku mohon maafkan aku” sesal Kyuhyun

Kyuhyun sangat menyesal, sekarang dia memilih lebih baik kehilangan perusahaannya daripada kehilangan istrinya. Kyuhyun sangat mencintai Nara dan tidak mau menyakiti hati wanita itu lagi.

“aku mengerti, sekarang oppa pulanglah. Aku ingin istirahat sendiri”

“meninggalkanmu dengan pikiran yang masih kacau? Tidak akan!”

“lalu apa yang akan oppa lakukan? Tetap di sini dan membuatku mengingat jika oppa pernah berselingkuh?” Nara menangis. Lama kelamaan dia semakin terisak oleh tangisnya.

Kyuhyun merasakan hatinya sangat sakit ketika melihat Nara yang menangis. Terlebih air matanya keluar karenanya. Tanpa disadari air mata Kyuhyun pun ikut menetes keluar membasahi pipi pria itu. Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Nara yang sedang menutup mata. Ia mencium Nara, hanya menempelkan bibirnya diatas bibir Nara. Membiarkan Nara juga merasakan betapa sakitnya Kyuhyun saat ini.

“hapuslah jejak Minyoung yang ada di tubuhku” ujar Kyuhyun di atas bibir Nara sebelum kembali menciumnya.

Tangisan Nara terhenti saat merasakan air mata Kyuhyun membasahi pipinya. Suaminya juga sangat tersiksa, seharusnya dia tidak bersikap egois. Nara membalas ciuman Kyuhyun untuk beberapa saat.

Nara memeluk erat suaminya yang berada di atas tubuhnya. Kyuhyun serius dengan semua ucapannnya. Semua yang dikatakan Kyuhyun adalah kebenaran. Maka dari itu Nara bertekad melupakan kejadian ini.

“aku mempercayaimu oppa, tapi untuk sekarang aku mohon tinggalkan aku sendiri. Pulanglah dan istirahat. Minta Jung ahjumma ke rumah untuk memasak” pinta Nara

Kyuhyun tak mempunyai pilihan lain selain meninggalkan istrinya. Nara sudah memohon, itu artinya Kyuhyun harus memenuhi permintaannya. Kyuhyun mengangguk paham, mencium kening Nara lalu keluar dari ruang inap Nara.

Advertisements

8 thoughts on “Time Machine part 10

  1. tetep aja apapun alasan kyuhyun itu sangatlah menyakitkan
    makin menambau beban pikiran nara
    Semoga ada keajaiban buat nara

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s