Chapter · romance · short story · Uncategorized

Time Machine part 9

tittle : Time Machine part 9

character :

  • Cho Kyuhyun
  • Hwang Nara (OC)

 

 

Hari masih pagi ketika Nara sibuk menyamarkan mata sembabnya dengan make up. Dia tidak ingin Dennis melihat matanya yang sembab. Anak itu pasti akan bertanya penyebab Nara menangis hingga matanya sembab.

Setelah matanya tidak terlihat sembab, Nara berjalan ke ranjang untuk membangunkan Kyuhyun yang masih tertidur. Sebenarnya Nara tidak tega membangunkan Kyuhyun karena pria itu ikut terjaga semalaman ketika Nara menangis. Ia sama sekali tidak mau tidur terlebih dahulu walaupun matanya sudah sangat berat.

“oppa” panggil Nara pelan tepat di telinga Kyuhyun

Kyuhyun hanya menggeliat. Nara mendengus kesal karena tingkah suaminya itu. Dia tahu jika suaminya sudah terbangun. Sejak pertama kali mereka menikah, Nara selalu membangunkannya seperti itu dan Kyuhyun selalu langsung bangun dari tidurnya.

“aku akan membencimu jika terus berpura-pura masih tidur” Nara yang awalnya duduk di pinggiran kasur sebelah Kyuhyun sekarang mulai berdiri.

Hampir saja Nara melangkah keluar jika tangan Kyuhyun tidak menariknya hingga dia terjatuh di atas tubuh Kyuhyun. “masih terlalu pagi untuk memakai make up. Mau pergi ke mana?”

“aku tidak ingin Dennis mengetahui jika semalam aku mena..” Nara belum menyelesaikan kalimatnya saat Kyuhyun mencium bibirnya. Kyuhyun melakukan itu karena ia tidak ingin mengingat kejadian menyedihkan semalam. Nara terus menangis dan memikirkan kemungkinan negative tentang penyakitnya, dan hal itu membuat perasaan Kyuhyun lebih sakit berlipat-lipat.

“lupakan semuanya. Kau harus optimis untuk sembuh. Jangan menyerah karena aku dan Dennis selalu bersamamu. Kami akan selalu mencintaimu sayang” ujar Kyuhyun setelah melepaskan ciumannya. Ia mengecup bibir Nara sekilas sebelum beranjak dari ranjang untuk mandi dan bersiap bekerja.

.

.

Nara baru saja akan membangunkan Dennis, tapi saat Nara membuka pintu kamar putranya dia terkejut dengan pemandangan yang di lihatnya. Dennis sudah rapi dengan seragam sekolahnya dan saat ini anak itu sedang memasukan buku-buku sekolahnya untuk hari ini ke dalam tas punggung bergambar buzz.

Dennis menoleh ke belakang saat merasakan seseorang berdiri di belakangnya. “selamat pagi mama”

“selamat pagi sayang” Nara memeluk putranya yang berlari ke arahnya.

“jagoan mama hebat sekali menyiapkan semuanya sendiri” lanjutnya

“Dennis kan sudah besar ma” ujar Dennis bangga

“maaf, hari ini mama tidak bisa memasak omelet. Dennis mau sarapan roti panggang dan selai? Apa kita sarapan di luar saja?”

“kita sarapan roti panggang dan selai saja. Papa pasti tidak suka jika kita membeli makanan cepat saji” ujar Dennis. Walaupun Dennis masih kecil, tapi jangan lupakan sikapnya yang sangat perhatian kepada keluarganya. Dia juga tidak pernah melanggar aturan yang Kyuhyun buat untuknya.

Nara berjalan menuju dapur dengan Denis yang menggandeng tangannya. Sementara Nara menyiapkan sarapan, Dennis menunggunya di ruang makan sambil bermain ipad miliknya.

“selamat pagi jagoan papa” sapa Kyuhyun ketika memasuki ruang makan. tampilannya kini sudah rapi dengan kemeja dan celana kainnya.

“papa, bolehkah Dennis menginap di rumah nenek? Yura akan menginap di rumah nenek selama seminggu”

“Ahra eonni pulang?” tanya Nara seraya meletakan piring berisi roti panggang di meja makan.

“Ya, Siwon hyung melakukan perjalanan bisnis seminggu ke depan, jadi Ahra noona memutuskan untuk pulang ke korea” jelas Kyuhyun

“baiklah, nanti siang mama yang akan menjemput Dennis dan mengantarkan Dennis ke rumah nenek” ucapan Nara di sambut oleh tatapan tajam Kyuhyun. Sejak Nara sakit, Kyuhyun melarangnya untuk berpergian keluar rumah jika tidak bersamanya.

“aku akan menjemput kalian berdua di sekolah Dennis” ujar Kyuhyun tak terbantahkan. Selanjutnya tidak ada percakapan lagi. Mereka memulai sarapannya setelah Dennis memimpin doa.

.

.

Siang harinya Nara pergi ke sekolah Dennis menggunakan bus. Walaupun Kyuhyun sudah menyuruhnya untuk menunggu di rumah, namun wanita itu tetap saja pergi ke sekolah putranya sendiri.

Nara duduk di bangku yang terletak di bawah pohon saat menunggu Dennis keluar dari kelasnya. Tempat biasa jika dia menjemput Dennis. Taman sekolah ini cukup indah, banyak bunga berwarna-warni menghiasi taman sekolah ini. Jadi para orang tua yang sedang menunggu anaknya pulang sekolah tidak terlalu merasa bosan.

Seorang pria datang menghampiri Nara yang sedang melamun sambil mendengarkan lagu melalui earphone-nya. “bukankah aku sudah bilang untuk menungguku di rumah?” suara beratnya mengalihkan perhatian Nara.

Nara menoleh ke samping lalu tersenyum manis tanpa dosa. Dia tahu jika Kyuhyun marah padanya karena dia tidak mendengarkan perkataan suaminya itu. “maaf. Apa oppa sudah pulang ke rumah sebelum ke sini?”

“aku langsung ke sini saat melihat gps-mu berjalan menuju sekolah Dennis” Kyuhyun duduk di samping Nara

Nara menatap ponselnya seraya mengangguk mengerti. Tidak heran jika Kyuhyun tahu keberadaannya karena ia selalu melacak keberadaan Nara dengan gps ponselnya. Nara mencium pipi Kyuhyun “jangan marah, walaupun aku sakit tapi aku masih bisa menjaga diriku sendiri”

Kyuhyun menatap datar istrinya “Kau memang keras kepala”

“papa.. mama” panggil Dennis yang sedang berlari kea rah Nara dan Kyuhyun. Akhirnya Dennis keluar dari kelasnya.

Nara menghembuskan nafas leganya saat melihat putranya. Setidaknya dia tidak terlibat percakapan tidak menyenangkan dengan Kyuhyun lebih lama. Nara menggandeng tangan Dennis saat berjalan menuju mobil Kyuhyun.

“oppa, bisakah kita makan di restaurant cepat saji?” tanya Nara hati-hati yang dibalas oleh tatapan tajam Kyuhyun

“sekali ini saja” pinta Nara.

Kyuhyun mengangguk lalu tersenyum sebentar sebelum melajukan mobilnya menembus jalanan yang cukup ramai. Mobil Kyuhyun berhenti di restaurant cepat saji yang terkenal dengan happy meal-nya. Nara memesan 3 ayam dan 3 coke, tak lupa membeli es krim untuk penutup makan siang mereka.

“membeli makan dapat mainan, benar-benar menyenangkan” Nara tertawa kecil.

“hanya sekali ini” tegas Kyuhyun. Ia tidak mau keluarganya menjadi pecandu makanan cepat saji. Sedangkan Nara hanya mengangguk mengerti.

Selesai makan Dennis terlihat asik sendiri dengan mainan barunya. Ia tidak tertarik dengan obrolan orang tuanya. Tak terasa sudah dua jam mereka duduk di restaurant itu. jika Dennis tidak menginterupsi obrolan orang tuanya, mungkin mereka masih di restaurant itu sekarang.

Seperti permintaan Dennis, mulai hari ini hingga seminggu kedepan ia akan menginap di rumah neneknya. Oleh karena itu Kyuhun dan Nara mengantarkannya ke rumah besar. begitu mereka masuk ke dalam rumah, Ahra langsung menyambut Nara dan menanyai keadaan Nara saat ini.

“aku mendengar semuanya dari eomma. Bagaimana sekarang?” tanya Ahra cemas

“aku baik-baik saja eonni. Mereka sedang mencarikan donor yang pas denganku, tidak perlu khawatir” jawab Nara menenangkan, ditambah lagi dengan senyum Nara yang sangat hangat membuat Ahra percaya begitu saja.

Kyuhyun dan Nara tidak langsung pulang. Karena seminggu kedepan mereka tidak akan bertemu Dennis, maka dari itu mereka memutuskan untuk berada di rumah besar hingga malam tiba.

Han Ga

Hari ini adalah hari pernikahan Kyuhyun dan Nara. Tak terasa mereka sudah menikah selama 10 tahun. Saat sore tiba, Nara pergi menuju namsan tower karena dia akan berkencan dengan suaminya. Tadi pagi Kyuhyun menyuruh Nara untuk menunggunya di pinggir sungai han, tempat yang di gunakan untuk kencan pertama mereka. Dan hari ini mereka akan kencan lagi di sini.

Tepat pukul 18:20 Nara sampai di sungai han. Dia memakai dress berwarna putih dan coat berwarna pink. Tak lupa heels berwarna pink menghiasi kakinya. Wajahnya di hiasi dengan senyuman bahagia. Dia tak sabar untuk makan malam bersama suaminya.

Satu jam telah berlalu, namun Kyuhyun tak juga menampakan dirinya. Nara kembali berdiri dari tempat duduknya. Wanita itu berjalan mondar-mandir di bawah lampu yang menyinarinya. Kegelisahan tampak

jelas di raut wajahnya sekarang. Tak biasanya Kyuhyun telat seperti ini. Ini sudah satu jam dan Kyuhyun tak menjawab teleponnya.

.

.

Sementara itu di tempat lain. Terlihat sepasang lelaki dan wanita sedang melakukan percintaannya di atas ranjang kamar hotel yang mewah. Ah bukan percintaan, lebih tepatnya seks. Hanya hubungan badan tanpa melibatkan perasaan dan gairah sang pria. Sudah terhitung 3 hari ini Kyuhyun kembali menjalin hubungannya dengan Minyoung. Berkat informasi dari Henry ia mendapatkan semua informasi tentang wanita itu.

Kyuhyun menghubungi Minyoung kembali bukan karena ia masih menyukai wanita itu, tapi ia memiliki alasan yang mengharuskannya untuk kembali berhubungan dengan Minyoung. Sebenarnya Kyuhyun juga merasa sangat enggan ketika menghubungi wanita itu kembali.

.

.

Berkali- kali Nara menempelkan telapak tangannya pada lehernya untuk menghangatkan telapak tangannya yang terasa sangat dingin. Berkali-kali juga dia melihat ponselnya, tidak ada kabar dari Kyuhyun dan sekarang jam digital di layar ponselnya menunjukan pukul 22:00.

Nara terus mensugesti dirinya agar tidak merasakan dingin yang menerpanya. Hangat, hanya kehangatan yang menyelimutinya. Walaupun begitu tak dapat dipungkiri jika rasa dingin tetap menyergap tubuhnya.

Tentu saja itu tidak bisa memudarkan tekadnya yang sangat kuat untuk menunggu sumainya. Kyuhyun sudah bilang jika hari ini mereka akan merayakan pernikahan mereka hanya berdua. Maka Nara harus menunggu di sini hingga suaminya tiba.

Nara menggelengkan kepalanya, pikiran tentang Kyuhyun yang sedang bersama Minyoung tiba-tiba muncul begitu saja. Mengingat perubahan sikap Kyuhyun saat pria itu berselingkuh dengan Minyoung. Sejak Kyuhyun bersama Minyoung, ia selalu telat menepati janjinya.

Nara yang berdiri di bawah lampu menunduk saat air matanya menetes. Entah kenapa perasaan tidak enak itu memenuhi runag di hatinya. Dia hampir mengangkat kepalanya saat melihat sepasang sepatu hitam mengkilap di depannya. Tangannya dengan cepat menghapus air matanya lalu mengangkat kepalanya untuk melihat pemilik sepatu itu. Kyuhyun, suaminya sudah ada d hadapannya sekarang dengan raut wajah bersalahnya.

Kyuhyun mengambil tangan Nara yang sangat dingin. “tanganmu membeku. Kau menungguku sejak sore? Apa kau bodoh? Di cuaca dingin begini kau tetap di sini hanya untuk menungguku? Harusnya kau pulang ke rumah” Cerca Kyuhyun sarat akan emosi. Ia marah dengan Nara yang masih menunggunya. Hatinya terasa sangat nyeri saat melihat wajah Nara yang pucat.

Lihatlah, walaupun ini salahnya tapi Kyuhyunlah yang marah di sini. Ia menyekap dirinya di kamar hotel bersama Minyoung sejak siang hingga melupakan janji dengan istrinya. Beruntung Henry segera menelfonnya tadi. Setelah menerima telfon dari Henry, dengan serampangan ia membersihkan dirinya dan memakai baju yang Henry bawakan. Tentu saja baju yang ia gunakan saat bersama Minyoung dibuang di tempat sampah.

“aku menunggu suamiku untuk merayakan pernikahan kita bersama” jawaban Nara membuat hati Kyuhyun mencelos. Hanya dengan satu kalimat yang keluar dari mulut Nara membuat hati Kyuhyun seperti sedang di lindas oleh tank. Sangat sakit sampai tidak bisa diutarakan dengan kata-kata.

“ya Tuhan sayang. Tapi tetap saja kesehatanmu sangat penting” Kyuhyun memakaikan coatnya pada Nara. bahkan ia mengancingkan dia kancing coatnya agar tidak terlepas dari tubuh istrinya itu.

“apakah oppa menemui Minyoung?”

DEG. Dan lagi, Kyuhyun terkejut dengan perkataan yang keluar dari mulut manis Nara. “kenapa kau membahas wanita sialan itu di hari pernikahan kita?” alih-alih menjawab Kyuhyun malah bertanya pada Nara.

“aku tidak mau kita membahasnya. Lebih baik kita segera ke restaurant untuk makan. aku yakin kau belum makan sejak tadi” lanjut Kyuhyun

Nara diam, dia hanya menatap Kyuhyun dengan tatapan meminta jawaban.

“maafkan aku telah terlambat di hari penting kita. Kejadian ini tidak akan terulang lagi” Kyuhyun mencium bibir Nara. bibir yang kini terasa sangat dingin sama seperti telapak tangannya. di dalam hati Kyuhyun menyumpah serapahi dirinya yang membiarkan istrinya menunggunya sangat lama untuk suami bejat sepertinya.

“aku tahu. Ini tidak akan terulang lagi” Nara tersenyum menenangkan. Dia berhambur kepelukan Kyuhyun untuk menyerap kehangatan yang dimiliki oleh pria itu.

Kyuhyun membawa Nara menuju restauran yang berada tak jauh dari sungai Han. Ia sudah memesan tempat untuk makan malam romantis bersama Nara. Sebuah meja VIP yang jauh dari keramaian letaknya di ujung, tepat di samping kaca yang memperlihatkan indahnya sungai Han saat malam hari. Bunga-bunga mawar pink dan putih turut menghiasi area VIP yang disewa Kyuhyun ini.

Setelah menghabiskan makan malam mereka. Beberapa pelayan datang mendekati mereka, menyingkirkan piring dan gelas kotor dari atas meja dan menggantinya dengan sebotol wine dan kue ulang tahun pernikahan. Kue itu di hias dengan lilin berjumlah 10 yang menandakan jika sekarang adalah ulang tahun pernikahan mereka yang ke sepuluh.

Kyuhyun dan Nara mengatakan bahwa mereka saling mencintai sebelum meniup lilin-lilin itu bersama. Nara merasa sangat senang sekarang, bahkan dia sudah melupakan soal Minyoung yang tadi sempat muncul di pikirannya.

“aku akan menunjukan sesuatu padamu. Tapi jangan tertawa” Kyuhyun berjalan menuju piano yang terletak tak jauh dari meja mereka. Ia menatap Nara cukup lama lalu mulai menggerakan jemarinya di atas tuts piano.

If you are in affliction, I will comfort you

If you are feeling sad, I will be your tears

On a dark night when you’re walking through a dangerous road, I will be your light

When you are feeling empty and lonely, I will be your friend

I am your husband forever, I am your friend

I am your husband forever, I am your joy

Kyuhyun menyanyikan lagu milik penyanyi legendaris korea Yoon bok hee yang berjudul Yeorobun. Dengan mengubah sedikit lirik lagu ini, Kyuhyun berharap Nara kan lebih mengerti jika dia memiliki suami yang bisa diandalkan. Karena akhir-akhir ini tak jarang Kyuhyun menemukan Nara berdiam diri dengan tatapan kosong yang membuat hati Kyuhyun nyeri. Nara mempunyai Kyuhyun, suaminya yang akan selalu menemaninya dan juga Dennis, anaknya yang selalu bisa menghiburnya. Itulah pesan dari lagu yang Kyuhyun nyanyikan.

Nara tersentuh dengan lagu yang dinyanyikan Kyuhyun. suara Kyuhyun yang tak kalah bagus dengan penyanyi professional dan lagu yang indah membuat Nara terbuai akan nyanyian Kyuhyun. dia sangat bahagia saat ini. Memiliki Kyuhyun sebagai suaminya dan Dennis sebagai anaknya adalah anugrah terindah yang Tuhan berikan padanya. Memang Kyuhyun pernah melukai hatinya dengan berselingkuh dengan Minyoung. Tapi diantara kesalahannya itu, masih banyak kebaikan Kyuhyun yang membuatnya semakin mencintai suaminya.

.

.

Rumah Cho Kyuhyun

Kyuhyun dan Nara sedang berada di ruang tengah. Sepulang dari kencan, mereka memilih menghabiskan malam ini dengan menonton film di rumah. Saat Kyuhyun ke kamar untuk mengambil selimut, ponselnya bergetar pertanda ada pesan yang masuk.

Nara menatap sekilas layar ponsel milik Kyuhyun yang berada di sampingnya. Nara membelalakan matanya saat melihat nama pengirim pesan pada layar ponsel pintar itu. Hatinya tiba-tiba saja terasa sangat nyeri. Minyoung, pengirim pesan itu adalah Minyoung. Sahabatnya yang merangkap menjadi selingkuhan suaminya.

Nara tahu perbuatannya saat ini sangatlah tidak sopan, tapi dia ingin mengetahui isi pesan Minyoung. Dengan ragu-ragu Nara membuka pesan itu. air matanya jatuh tak terbendung setelah membacanya. Tubuhnya bergetar kencang dan pikirannya kacau sekarang.

Dari : Minyoung

Oppa, kenapa pulang tidak membangunkanku lebih dahulu? Maaf aku tertidur, aku sangat lelah karena terperangkap di kamar denganmu sejak siang hingga malam.

Advertisements

8 thoughts on “Time Machine part 9

  1. Jadi apa alasan cho kyuhyun selingkuh lagi untuk kali ini ?!
    Mwoya ,aku g nyangka -_-
    Nara udah skit begitu tapi kyu malah nyari kesenengan lain diluar
    Bener bener!!
    Apa karna kebutuhan biologisnya g terpenuhi? Seharusnya dy bilang sama nara kan
    Btw ada nc nya g sih 😀

    Next, mau baca selanjutnya dulu hihi

    Like

  2. astaga kyuhyun ini bodoh atau apa sich masih aja mau jatuh kelubang yang sama
    Dasar pria brengsekk dia gk pantes mendapatkan maaf dari nara seharusnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s