Chapter · romance · short story · Uncategorized

Time Machine part 11

tittle : Time Machine part 11

character :

  • Cho Kyuhyun
  • Hwang Nara (OC)

Seoul Hospital

Kyuhyun mematuhi perintah Nara untuk keluar dari ruang inapnya, tapi ia tidak pulang. Ia duduk di Kursi yang berada di depan kamar Nara. Menatap nanar pintu kamar itu seraya menyesali perbuatannya. Berselingkuh dengan Minyoung adalah hal yang paling ia sesali, terlebih ia melakukan sex dengan Minyoung hanya untuk mendapatkan berkas-berkas sahamnya. Sekarang Kyuhyun berfikir lebih baik dia kehilangan perusahaannya daripada dijauhi istrinya seperti ini. Andai saja ada mesin waktu, pastinya Kyuhyun akan kembali ke masa lalu dan memilih untuk tidak tergoda rayuan Minyoung. Memperhatikan istrinya sejak dulu agar kankernya bisa ditangani sesegera mungkin. Namun itu hanya keinginan yang tidak mungkin terjadi. Tidak ada mesin waktu yang akan membawa Kyuhyun kembali. Yang ada hanya penyesalan yang akan terus membayangi Kyuhyun.

Pagi datang begitu lama untuk Kyuhyun. seakan malam ikut menghukumnya untuk tidak segera menemui istrinya. Kyuhyun bertekad akan menemui istrinya saat pagi datang. Walaupun Nara menyuruhnya untuk tidak menemuinya, tapi Kyuhyun akan menemui istrinya segera setelah matahari terbit.

.

.

Matahari dengan semangat menggantikan bulan. Cahayanya yang hangat masuk ke dalam kamar wanita yang sudah membuka matanya sejak satu jam yang lalu. Nara melihat taman rumah sakit dari jendela. Tangannya saling bertautan diatas selimut yang membungkus setengah badannya. Tatapan wanita itu kosong, entah apa yang sedang dia pikirkan sekarang.

Suara pintu terbuka menyadarkan Nara dari lamunannya. Terlihat seorang pria dengan tampilan yang sangat kacau mendekatinya. Kyuhyun, suaminya yang dia larang untuk menemuinya sekarang masuk ke kamar inapnya. Nara yakin semalam Kyuhyun tidak pulang seperti apa yang diperintahkannya. Baju pria itu masih sama dan muka pria itu terlihat sangat lelah.

“bukannya aku sudah menyuruh oppa untuk pulang? Aku sedang tidak ingin bertemu denganmu” ujar Nara terkesan sinis. Padahal dia sedang berusaha mati-matian menyembunyikan rasa khawatirnya terhadap Kyuhyun.

“pergi sekarang atau aku akan melayangkan gugatan cerai”

Kyuhyun menghentikan langkahnya. Perasaan Kyuhyun bagai tersambar petir saat Nara berkata seperti itu. Cerai? Istrinya akan menggugat cerai dirinya jika ia tidak pulang. “akan lebih baik jika kau membunuhku daripada kita bercerai”

“kalau begitu pergi. Aku tidak mau bertemu denganmu sekarang” suara Nara tercekat. Dia ingin menangis sekarang.

“aku tidak menerima perintah Hwang Nara!”

“kalau begitu aku akan mati sekarang juga” tubuh Nara mulai bergetar, dia akan menangis.

“kapan?” tanya Kyuhyun lirih “sampai kapan kau tidak mau bertemu denganku?”

“aku akan pulang ke rumah saat aku ingin bertemu denganmu. Aku akan memberimu kebebasan untuk bertemu Minyoung saat kita berjauhan” Nara menangis, tubuhnya bergetar hebat. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Tidak ingin melihat wajah menyedihkan suaminya. “sekarang pergi tinggalkan aku. Oppa harus pulang sekarang”

Kyuhyun mematung. Ingin sekali ia memeluk istrinya sekarang, tapi tidak bisa. Nara akan bertambah histeris jika Kyuhyun menyentuhnya sekarang. Kyuhyun mengusap air matanya lalu berjalan keluar dari ruang inap Nara. Kali ini Kyuhyun akan mematuhi perintah istrinya. Ia akan pulang ke rumah seperti apa yang dikatakan Nara. meninggalkan istrinya sendirian untuk menenangkan hatinya.

Rumah Kyuhyun

Sudah tiga hari Kyuhyun tidak bertemu dengan Nara, dan selama itu juga Kyuhyun seperti mayat hidup. Berdiam diri di kamarnya betemankan beberapa botol wine. Ia duduk di lantai tepat di samping kasur. 3 botol wine kosong tergeletak tak jauh dari 2 botol wine yang masih utuh. Kembali Kyuhyun memasukan cairan itu untuk mengisi lambungnya lalu melemparkan botol yang digenggamnya ke tembok hingga pecah berkeping-keping. Kyuhyun yang merasakan kesakitan kembali menangis. Bukan menangis karena rasa sakit terkena pecahan botol wine, tapi menangis karena rasa sakit yang menyerang perasaannya sejak 3 hari yang lalu.

Jangan tanyakan tentang keadaan kamarnya. Sebelum Kyuhyun berdiam diri seperti mayat hidup, ia sudah memporak-porandakan isi kamar mereka. membanting vas-vas bunga dan hiasan yang terbuat dari Kristal. Kyuhyun juga memecahkan cermin dengan tangannya hingga membuat tangannya berdarah. Bantal-bantal yang mengiasi sofa kamarnya juga sudah berserakan di lantai. Kamar ini sangat mirip dengan kapal yang baru saja terkena badai dan pecah karena ombak besar.

.

.

Hari ini Ahra berkunjung ke rumah Kyuhyun karena memiliki perasaan buruk tentang keadaan adiknya itu. Perasaan khawatirnya semakin bertambah saat melihat betapa sepinya rumah Kyuhyun. Dia menyusuri semua ruangan hingga berakhir pada kamar Kyuhyun dan Nara yang pintunya sedikit terbuka.

Ahra terkejut mendapati keadaan kamar yang jauh dari kata rapi. Dia semakin terkejut setelah masuk. Ahra melihat adiknya seperti mayat hidup. Duduk di lantai dengan wajahnya sangat pucat. Matanya sembab dengan air mata yang terus keluar. Darah yang mengering terlihat menutupi kulit tangannya. serta pecahan botol tertancap di kaki kanannya.

“Ya Tuhan, Kyuhyun-aa kenapa kau seperti ini?” Ahra berlari mendekati Kyuhyun. memeriksa semua luka yang ada di tubuh adiknya itu.

“aku berdosa noona” ujar Kyuhyun yang mulai menangis. “aku menghianatinya. Aku menyakiti hatinya sampai hancur”

Ahra memeluk tubuh adiknya yang bergetar karena menangis. Mengusap punggungnya dengan kasih sayang “aku akan mengambil kotak obat untuk mengobati lukamu”

“tidak, rasa sakit ini tidak seberapa dengan apa yang Nara rasakan” Kyuhyun merasakan pelukan Ahra melonggar.

Ahra melepaskan pelukannya dan menggengam tangan kiri Kyuhyun yang tidak terluka. Ahra menatap mata Kyuhyun seakan meminta penjelasan tentang semua maksud perkataan adiknya itu. Kyuhyun menghela nafas sebentar sebelum memulai menceritakan semuanya kepada Ahra.

Tamparan keras mendarat di pipi Kyuhyun tepat setelah pria itu menyelesaikan ceritanya. Ahra sangat terkejut dengan apa yang dilakukan adiknya. “kau obati sendiri lukamu sebelum Nara pulang ke rumah. Aku akan menjemput Dennis dan mengajak anak-anak makan siang”

Ahra melenggang pergi meninggalkan Kyuhyun yang semakin terisak dengan tangisnya. Sebenarnya hati Ahra sangat pedih melihat adiknya seerti itu, tapi Kyuhyun harus menerima hukuman atas perbuatannya yang keji itu. Ahra memantapkan hatinya untuk keluar dari rumah Kyuhyun. ada sesuatu yang harus dia bereskan sekarang juga.

Seoul Hospital

Nara sedang membereskan barang-barangnya dibantu oleh ibu Kyuhyun saat Ahra masuk ke kamar inapnya. Kedua wanita berparas cantik itu saling bertatapan untuk beberapa detik. Sebagai sesama wanita, Ahra bisa merasakan betapa pedihnya perasaan Nara. Walaupun adik iparnya itu selalu tersenyum, tapi kenyataannya hati Nara sangat hancur.

Di sisi lain, Nara merasakan ada sesuatu yang aneh pada kakak iparnya. Sikapnya tak seperti biasanya. Jika biasanya dia akan langsung menyapanya dengan riang, sekarang Ahra hanya memandangnya sedih. Nara tahu jika dia akan segera mati, tapi haruskah kakak iparnya bersedih sekarang?

“Ah Ahra-aa, hari ini Nara sudah diperbolehkan pulang” ujar ibu Kyuhyun yang menyadari suasana diantara kedua anak perempuannya.

“apa eomma bisa menjemput Dennis? Biar aku yang mengantar Nara pulang. Ada sesuatu yang harus aku bicarakan padanya.” Ahra mengusir ibunya secara halus. Ahra tidak ingin ibunya tahu semua kebejatan putranya sekarang. Lagipula dia hanya ingin bicara berdua dengan Nara.

“ya, eomma akan menjemput Dennis dan mengajaknya jalan-jalan bersama yi Kyung”

“kau pandai sekali menyembunyikan semuanya dariku. Berhentilah bersikap tegar dan menanggung semua masalahmu sendiri.” Ujar Ahra saat ibunya sudah keluar dari kamar inap Nara.

“apa maksud eonni?” tanya Nara ragu.

“kenapa kau tidak menceritakan semua tingkah laku adikku yang berengsek itu? kau bisa berbagi denganku. Mungkin aku tidak bisa menyelesaikan masalahmu, tapi setidaknya bisa mengurangi beban di dadamu”

“eonni?” Nara mulai rapuh. Ingatan buruk yang ingin dia lupakan mulai berputar di kepalanya lagi. Nara duduk di sofa agar tubuhnya yang tiba-tiba lemah itu tidak terjatuh.

“kyuhyun sudah menceritakan semuanya padaku tadi pagi” Ahra duduk di samping Nara. “sekarang, bagaimana perasaanmu pada Kyuhyun? apa kau membencinya?”

Nara menggeleng “aku tidak akan membencinya, dia suamiku dan aku sangat mencintainya”

“aku akan mengantarmu pulang. Setelah itu, selesaikan masalahmu dengan Kyuhyun. aku akan menunda kepulanganku untuk menjaga Dennis” ujar Ahra tegas.

Nara terhanyut akan pikirannya tentang Kyuhyun. Apa saja yang suaminya lakukan selama ia di rumah sendirian?

Ketukan pintu yang di susul dengan masuknya dokter Park ke kamar inap Nara menarik Nara dari lamunannya.

“Cho Ahra, apa aku bisa bicara denganmu sebentar?” ujar dokter Park

“bicara di sini saja dokter. Aku juga harus tahu bagaimana keadaanku sekarang” ujar Nara cepat sebelum Ahra mengiyakan ajakan dokter Park. Nara merasa dia berhak tahu atas keadaan tubuhnya sekarang. mengingat kemarin dia terus muntah dan tubuhnya semakin lemah.

Ahra mengangguk mantap saat dokter Park menatapnya seakan meminta persetujuan. ” Tubuh nyonya Cho menolak semua obat-obatan yang dimasukan saat kemoterapi. Hal ini memang sering terjadi pada penderita kanker. Kami para dokter tahu jika hanya Tuhan yang menentukan kematian, tapi jika dilihat dari sisi medis presentase kesembuhan nyonya Cho hanya 30%.”

Nara mengangguk paham. Dia tidak terkejut mengingat keadaannya 3 hari ini yang menurutnya bertambah parah. Ini adalah salah satu alasan kenapa dia memaksa Kyuhyun untuk pulang, karena Nara tidak ingin suaminya melihatnya sangat kesakitan dan lemah.

“dokter Park, bisakah kau ke rumah Kyuhyun sekarang? atau menyuruh perawatmu ke sana. Kyuhyun sangat membutuhkan perawatan sekarang.” Ahra mengalihkan topik pembicaraan.

“ya, aku akan segera ke sana sekarang” ujar dokter Park sebelum keluar dari kamar inap Nara.

Nara menatap Ahra bingung. Kyuhyun membutuhkan perawatan dokter? Apa suaminya sakit? “apa yang terjadi padanya?” tanya Nara. kenyataan pahit tentang dirinya yang tidak mungkin hidup lama lagi hilang begitu saja saat mendengar pekataan Ahra.

“Nara-aa, bagaimana mungkin kau mengkhawatirkan si brengsek itu saat dirimu sendiri sakit parah?” Ahra kesal

“dia suamiku eonni. Apa yang terjadi padanya?” desak Nara tidak sabaran.

“tadi pagi aku ke rumah kalian. Ia terlihat seperti mayat hidup dengan luka di tangan dan kakinya” jelas Ahra.

Nara langsung mengajak Ahra untuk pulang saat itu juga. Rasa khawatir terhadap Kyuhyun sangat besar, hingga yang ada di pikiran Nara sekarang hanya suaminya itu.

Rumah Kyuhyun

Ahra menepati perkataannya, membiarkan Kyuhyun dan Nara hanya berdua untuk menyelesaikan masalah di antara mereka. Nara di sambut dengan Jung ahjumma yang terlihat membawa sprei kotor dari kamarnya.

“maafkan aku ahjumma, karena aku ahjumma harus bekerja di sini dan di rumah besar” ucap Nara menyesal

“tidak apa-apa nyonya, pekerjaan di rumah besar sudah dikerjakan yang lainnya” Jung ahjumma tersenyum pada Nara yang masih terlihat sangat khawatir.

“tuan sedang di periksa dokter Park di kamar” lanjut Jung ahjumma seakan mengerti tatapan Nara.

Nara mengangguk lalu berjalan menuju kamarnya. Keadaan kamarnya sudah rapi dan bersih. Pasti Jung ahjumma bekerja sangat keras untuk membereskan kamar ini dengan cepat. Nara mendekati dokter Park yang telah selesai memeriksa Kyuhyun.

“tuan Cho akan sadar beberapa jam lagi. Ia hanya kelelahan dan perutnya kosong. Sepertinya selama beberapa hari ini tuan Cho hanya meminum wine” jelas dokter Park.

Nara mengangguk “terima kasih dokter Park”

“Anda juga jangan sampai kelelahan. Jaga kesehatanmu baik-baik Nara-ssi” dokter Park menoleh kearah seorang perawat yang memasukan semua alat-alat ke dalam tas dan mengangguk. Memberi isyarat kepada perawat itu agar segera berdiri.

“kalau begitu kami permisi. Kami harus kembali ke rumah sakit” pamit dokter Park

“maaf sudah merepotkan anda dokter Park. Sekali lagi terima kasih” Nara membungkukan badannya sedikit sebelum dokter Park berjalan melaluinya. Meninggalkannya di kamar bersama Kyuhyun yang masih menutup matanya.

Nara menatap sedih suaminya. Kyuhyun yang sedang terbaring tak berdaya. Nara tahu bagaimana kacaunya Kyuhyun tiga hari ini. Bahkan sampai sekarang Kyuhyun belum mengganti bajunya. Dan bau alkohol yang menyengat dari tubuh Kyuhyun membuat Nara membenci wine saat itu juga. Nara keluar kamar untuk mengambil air hangat dan handuk kecil. Dia ingin membersihkan tubuh Kyuhyun.

Tak lama kemudian Nara masuk. Dengan hati-hati dia melepas baju Kyuhyun lalu mengusap tubuh suaminya itu dengan handuk kecil yang sudah di basahi oleh air hangat. Air mata Nara menetes karena tak bisa melihat kondisi suaminya yang sangat menyedihkan ini.

“aku baru meninggalkanmu 3 hari. Bagaimana jika aku mati nanti? Apa oppa akan seperti ini lagi?” tanya Nara lirih.

Selesai menyeka tubuh Kyuhyun dan mengganti pakaiannya, Nara menyelimuti Kyuhyun lalu duduk di sampingnya. Nara tidak bisa melepaskan pandangannya dari Kyuhyun. keadaan Kyuhyun yang seperti ini membuat hatinya sangat sakit. Dia ingin Kyuhyun sehat seperti biasanya, terlihat dingin dan selalu mendominasi. Tidak lemah seperti ini. Di dalam hatinya Nara terus berdoa untuk suaminya itu.

.

.

Malam datang begitu cepat. Jung ahjumma pun sudah pulang ke rumah besar. Rumah Kyuhyun dan Nara terlihat sangat sepi karena dari tadi siang Kyuhyun belum juga sadar dan Nara tertidur di samping suaminya.

Suara ketukan pintu berhasil membangunkan Nara dari tidurnya. Dia melirik jam, sudah pukul 10 malam. Siapa yang berkunjung ke rumahnya malam-malam begini? Nara turun untuk membukakan pintu. terlihat Dennis menangis di gendongan Ahra.

“badannya agak hangat dan terus memanggilmu. Jadi aku mengantarkannya” ujar Ahra seraya memindahkan Dennis ke gendongan Nara.

“terima kasih eonni, maaf merepotkan”

“eonni, berjanjilah padaku untuk tidak mengatakan hasil dokter kepada Kyuhyun maupun eomma” lanjut Nara

Ahra diam untuk sesaat lalu mengangguk “apa kau sudah bicara dengannya?” tanya Ahra penasaran yang di balas dengan gelengan kepala Nara

“oppa masih tertidur. Ia belum membuka matanya sejak siang tadi” jawab Nara

Ahra mengangguk paham lalu pergi menuju mobilnya. Wanita itu harus segera pulang ke rumah besar karena Yi Kyung akan menangis jika terbangun tanpa melihat ibunya.

“bisakah aku tidur bersama mama malam ini?” tanya Dennis di sela sesunggukan tangisnya.

“tentu saja. Mama juga sangat merindukan Dennis”

“tadi Dennis bermimpi mama akan meninggalkan Dennis dan papa. Aku ingin selalu bersama mama”

Sontak perkataan Dennis membuat Nara teringat akan penyakitnya yang bertambah parah. Dia memeluk Dennis semakin erat. “Dennis tidak boleh memikirkan itu lagi”

Nara membaringkan Dennis di samping Kyuhyun. Dia membawa Dennis ke kamarnya agar bisa mengawasi kedua orang yang paling dicintainya secara bersamaan. Nara ikut bebaring di samping Dennis lalu memeluk putranya yang telah memasuki dunia mimpi itu.

Tanpa sadar Nara meneteskan air matanya. Tak terasa putranya sudah tumbuh besar, menjadi anak laki-laki yang tampan seperti ayahnya. Dennis sangat beruntung karena kecerdasan Kyuhyun juga mengalir padanya. Tatapan Nara beralih kepada seorang pria yang tidur di samping Dennis. Cho Kyuhyun yang sudah menaklukan hatinya, membuatnya jatuh sejatuh jatuhnya untuk mencintai Kyuhyun. membuat hidup Nara hanya berpusat padanya sejak mereka pacaran. Nara sangat bahagia mempunyai mereka di hidupnya. walaupun Kyuhyun pernah berselingkuh, tapi itu tidak menjadi masalah yang besar untuk Nara. Suaminya telah menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatan kejinya itu, jadi tidak ada yang perlu Nara takutkan lagi.

Untuk beberapa menit Nara menjadi egois. Bisakah Tuhan memberikan kehidupan yang lebih lama lagi? bisakah Tuhan menyembuhkan penyakitnya? Nara masih ingin bersama dengan keluarga tercintanya. Nara terlalu larut dalam pikirannya hingga dia tertidur.

.

.

Saat pagi tiba, Kyuhyun membuka matanya. Ia tersenyum mendapati anak dan istrinya terlelap di sampingnya. Pria itu merasa pagi datang begitu lama hingga ia sangat merindukan keluarga kecilnya. Berbeda dengan Kyuhyun, Nara merasakan pagi datang begitu cepat. Rasanya baru saja dia menutup mata untuk tidur dan sekarang dia harus bangun untuk menyiapkan sarapan.

“sejak kapan oppa bangun? Aku akan membuat sarapan dengan cepat” Nara menyibakan selimutnya lalu beranjak dari tempat tidur perlahan agar tidak membangunkan Dennis.

Nara keluar dari kamarnya lalu di susul oleh Kyuhyun. Pria itu merasa jika mereka harus bicara. Menyelesaikan masalah beberapa hari lalu yang masih menggantung tanpa kejelasan. Entah Nara masih marah padanya atau tidak. Kyuhyun harus memastikannya.

Nara sedang memilih bahan masakan di kulkas ketika Kyuhyun memasuki area dapur. “apa yang sedang kau lakukan?” tanya Kyuhyun retoris

“hari ini kita akan sarapan nasi” jawab Nara seraya mengeluarkan sayuran dan satu pak daging.

Nara terkesiap ketika Kyuhyun mengangkatnya lalu mendudukannya ke counter dapur secara tiba-tiba. “kita harus bicara” ujar Kyuhyun tak terbantahkan. Tangan pria itu berada kedua sisi pinggul Nara. mengunci wanitanya agar tidak bisa menghindar.

“ya. Kita harus bicara” Nara memastikan “tentang kau dan sahabatku yang menjadi selingkuhanmu”

“aku tidak ada hubungan apapun dengan Minyoung”

“jangan sebut namanya” Nara menatap mata Kyuhyun sinis.

“kau masih tidak percaya dengan perkataanku? Aku hanya mencintaimu. Sangat mencintaimu”

“aku percaya padamu dan aku tahu itu. Sekarang aku yang bertanya, kenapa oppa bersikap menyedihkan seperti kemarin? Bukankah aku sudah bilang urus dirimu dengan baik selama kita tidak bertemu?”

“kau menyuruhku pergi tanpa memberi kepastian, dan kata-katamu tentang perceraian yang membuatku seperti itu. Aku takut kehilanganmu” Kyuhyun mengecup bibir Nara sekilas

“mulai dari kemarin aku membenci wine dan membuang semua koleksi wine-mu”

Kyuhyun terkejut, namun tak lama kemudian ia bisa merelakan semua koleksi wine-nya dibuang begitu saja oleh Nara. “aku tidak akan minum wine lagi. Maafkan aku” Kyuhyun memeluk Nara erat.

“berjanjilah padaku untuk tidak mengulangi kelakuan bodohmu seperti kemarin” Nara membalas pelukan Kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk “aku berjanji” ujarnya. Mendengar janji Kyuhyun membuat hati Nara sedikit lega. Setidaknya saat dia meninggal nanti, Kyuhyun tidak akan terpuruk seperti kemarin.

“biar aku yang membuat sarapan. Kau baru saja keluar dari rumah sakit” Kyuhyun melepaskan pelukannya

“aku sudah sehat. Bukankah di sini oppa yang sedang sakit?” Nara menggenggam tangan Kyuhyun yang diperban.

“ya, kau sangat sehat sampai bisa menggantikan bajuku. Hmm, apa saja yang kau lakukan pada tubuhku semalam? Apa kau mencuri kesempatan di saat aku tak sadarkan diri?” Kyuhyun tersenyum jahil. Sementara pipi Nara langsung merah padam.

“aku hanya membersihkan tubuhmu dan mengganti pakaianmu. Tidak lebih” ujar Nara cepat.

Kyuhyun tersenyum gemas seraya mengacak rambut Nara. bagi Kyuhyun sekarang tingkah Nara seperti anak kecil. Sikap Nara memang tidak pernah berubah setiap Kyuhyun menjahilinya. Selalu menggemaskan. “ya, aku tahu. Kau bukan wanita yang seperti itu. kau tidak akan memulainya jika aku tidak memulai lebih dulu”

Bluuuussh

Lagi-lagi pipi Nara merona karena perkataan Kyuhyun. Dia memeluk Kyuhyun agar suaminya tidak melihat wajahnya yang memerah. “aku mencintaimu” bisik Nara

“aku lebih mencintaimu. Jangan pernah berfikir untuk meninggalkanku” ujar Kyuhyun.

~

Annyeong, maaf ya kalo part ini dikit 😦
Feel free to follow my instagram : citraariska

Advertisements

7 thoughts on “Time Machine part 11

  1. Yuhuuu~ apa part 12 akan end ?!
    Akhirnya masalah sedikit demi sedikit selesai yah ,
    Aku penasaran ,minyoung bakal sembuh atau sebaliknya
    Hihi satu part lagi tanggung ,lanjut baca yah

    Like

  2. Pengkhianatan itu satu hal yang paling tidak.akan bisa dilupakan atau diabaikan selama beberapa waktu hingga mati sekalipun akan tetap tertanam dihati

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s