Chapter · romance

Guardian Angel part 7

Annyeong~ mian mian baru update.

Oiyaa, aku mau menjawab pertanyaan tentang malaikat penghulu. Mereka ada malaikat yang bertugas mengatur dan mengawasi para malaikat pelindung. Kaya polisi gitu, hehe. Kalo ada yang melanggar peraturan, langsung ditindak sama mereka.

Dan part ini menceritakan kisah sebelum Nara dicekik Taehyung di atap sekolah yaa.

Happy reading ^^

 

 

Langit sore yang begitu indah, sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Nara duduk di balkon kamarnya, menikmati suasana sore hari yang tenang seraya ditemani dengan secangkir cokelat panas. Sudah lumayan lama Nara tinggal bersama Kyuhyun. Gadis itu sudah tahu kebiasaan Kyuhyun. Mulai jam ia pergi ataupun jam pulangnya. Namun akhir-akhir ini Nara merasa Kyuhyun menjauh. Bahkan sudah dua hari ini dia tidak melihat kekasihnya itu.

Sedikit demi sedikit Nara juga sudah mengetahui tentang malaikat pelindung, malaikat terbuang, dan tentunya tentang dirinya, seorang nephil. Kayla yang selalu datang ke rumah Kyuhyun memberikan kesempatan Nara untuk menggali lebih dalam tentang hal itu. Mantan kekasih Kyuhyun itu juga sering menemani Nara agar dia tidak merasa bosan.

Namun entah kenapa, akhir-akhir ini mereka berdua sulit untuk ditemui. Kyuhyun tidak pulang ke rumah, begitupun dengan Kayla yang tidak datang ke rumah Kyuhyun. Beberapa pikiran buruk tentang keduanya yang menjalin hubungan kembali terlintas dipikiran Nara. Bukan salahnya jika dia berfikir seperti itu mengingat sikap Kayla yang manja pada Kyuhyun. Mungkin pacarnya itu telah membuka hatinya lagi untuk Kayla.

Nara kembali mendesah. Dadanya terasa sesak memikirkan hal itu. Sebisa mungkin Nara memupuk kepercayaannya pada Kyuhyun dan meyakini jika Kyuhyun hanya mencintainya.

Suara motor sport milik Kyuhyun yang memasuki halaman rumah menyadarkan Nara. Segera gadis itu turun untuk menyambut kekasihnya yang sudah 2 hari tidak dilihatnya. Langkahnya memelan, sebelum akhirnya terhenti di ruang tengah. Matanya menatap nanar lengan Kyuhyun yang sedang merangkul Kayla erat.

‘kembali ke kamarmu sekarang.’ Kyuhyun bicara lewat pikiran Nara. Namun gadis itu masih tetap diam.

‘masuk ke kamar sekarang Hwang Nara!’ Suara Kyuhyun terdengar meninggi meskipun bibir pria itu tetap tertutup rapat.

Nara menutupi kedua telinganya. Dia tidak ingin diperintah Kyuhyun sekarang. Di saat mereka harus bicara tentang hubungan yang sedang mereka jalani. “Berhenti memainkan pikiranku.”

“Masuk sekarang Ra-ya. Aku akan menyusulmu setelah ini.” Ucap Kyuhyun lembut. Ia berjalan masih dengan merangkul Kayla erat. Melewati Nara menuju kamar tamu di lantai 1.

Nara tidak bergerak sama sekali. Dia menatap Punggung Kyuhyun dan Kayla yang menghilang seiring tertutupnya pintu kamar. Air matanya sudah mengumpul di pelupuk matanya, bersiap tuk menetes.

Kyuhyun keluar dari kamar tamu. Dengan terburu ke dapur, mengambil air minum. “Kenapa masih di sini? Pergi Ra-ya.” Ucap Kyuhyun saat melewati Nara dan kembali masuk ke dalam kamar tamu.

Air mata Nara benar-benar menetes sekarang. Dia sudah tidak mampu menahannya lagi. Baru saja Kyuhyun membentaknya dan menyuruhnya pergi. Ragu-ragu Nara melangkahkan kakinya. Membuka pintu utama rumah Kyuhyun dan memandang keluar. Matahari sudah sepenuhnya tenggelam sekarang. Hari mulai gelap. Haruskah dia pergi sekarang? Namun Kyuhyun sudah menyuruhnya pergi tadi.

Nara menghirup oksigen sebanyak-banyaknya lalu menghembuskannya perlahan. Dia memantapkan hatinya untuk keluar dari rumah Kyuhyun seiring melangkahkan kakinya keluar. Melewati halaman rumah Kyuhyun, dan terus berjalan keluar.

Tempat tujuan? Nara tidak punya tujuan. Dia hanya akan terus berjalan seraya memikirkan tempat untuk dia menginap.

Gadis itu berdesis kesal tatkala rintik hujan mulai turun. Haruskah hujan turun sekarang? disaat dia hanya memakai kaos dan celana, tanpa membawa payung, ataupun memakai jaket untuk menghangatkan tubuhnya.

Segera Nara berlari menuju playground yang ada di taman. Dia berteduh di bawah seluncuran.

Sementara itu, Kyuhyun terlihat panik saat tidak menemukan Nara di penjuru rumahnya. Ia mengambil payung, bergegas keluar rumah mencari Nara. Mata tajamnya terus mencari Nara dengan teliti di sela hujan yang turun. Langkahnya berhenti di depan taman. Ia melihat seorang gadis berjongkok di bawah seluncuran seraya memeluk kedua kakinya. Tangan kanannya mengadah ke atas, menangkap air hujan yang turun.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Pertanyaan Kyuhyun mengagetkan Nara. terlihat gadis itu sedikit tersentak. Mata sendunya menatap Kyuhyun nyalang.

Kesal? Ya, sangat. Nara merasa sangat kesal pada Kyuhyun yang menyuruhnya pergi. dan juga kesal pada hujan yang turun hingga Kyuhyun menemukannya dengan mudah.

“Berdiri.” Kyuhyun menarik tangan Nara hingga gadis itu berdiri lalu membawanya mendekat supaya bisa berlindung dibawah payung.

“Kenapa kau keluar?”

“kau yang menyuruhku pergi!” Sinis Nara.

Kyuhyun menghela nafasnya. “Mana yang tidak kau mengerti dengan kalimat masuklah ke kamarmu?”

Nara terdiam. Dia merutuki otaknya yang selalu tidak bisa bekerja setiap bersama Kyuhyun. Sungguh menyebalkan.

“Aku menyuruhmu pergi ke kamar. Bukan keluar rumah seperti ini.” Ucap Kyuhyun yang tak mendapatkan jawaban dari Nara.

“Aku membencimu Cho Kyuhyun.” Cebik Nara.

Kyuhyun menggendeng tangan Nara. “Aku sangat mencintaimu. Ayo pulang, Kayla sendirian di rumah.”

Langkah Nara terhenti. Kayla lagi dan lagi. Yang ada di pikiran Kyuhyun hanyalah Kayla.

“Buanglah rasa cemburumu itu. Aku hanya tidak mau Kayla sendirian terlalu lama, dia sedang sakit.”

Alih-alih menjawab Nara melangkahkan kakinya hingga Kyuhyun harus sedikit berlari agar dapat memayungi Nara. “payungi aku yang benar. Dasar malaikat pelindung tak berguna.” Nara berdecak.

Kyuhyun meraih pinggang Nara lalu menariknya hingga tubuh mereka menempel. Tapi bukannya Nara tersipu atau kemarahannya menghilang. Gadis itu malah semakin kesal pada Kyuhyun.

Begitu sampai di rumah, Nara langsung masuk ke kamarnya. Mengganti bajunya dengan baju kering yang lebih tebal untuk menghangatkan tubuhnya. Setelahnya, dia pergi ke dapur untuk membuat cokelat hangat.

Kekesalan hatinya bertambah tatlaka melihat Kyuhyun sedang memasukan bubur buatannya ke dalam mangkuk. Sudah dapat dipastikan jika bubur itu untuk Kayla.

“sayang, bisakah kau mengantarkan ini untuk Kayla?”

“Kenapa tidak kau saja?”

“aku ingin berganti baju dulu. Kau tidak kasihan melihat pacarmu ini memakai baju yang basah?”

“Salahmu sendiri tidak mengganti baju dulu sebelum memasak. Kau terlalu mementingkan Kayla.” Meskipun nada Nara terkesan ketur dan tidak mau. Namun nyatanya gadis itu tetap mengambil nampan berisi bubur dan air minum lalu mengantarnya ke kamar Kayla.

Tanpa mengetuk pintu, Nara masuk ke kamar tamu. Dia melihat Kayla sedang duduk di ranjang bersandarkan 2 bantal yang menyangga punggungnya. Terlihat sangat pucat dan tidak bertenaga.Entah sakit apa yang diderita Kayla sekarang, hingga membuatnya terlihat begitu menyedihkan.

Nara duduk di pinggiran ranjang dan meletakan nampan itu dipangkuan Kayla. “makanlah selagi masih hangat.”

“terimakasih” jawab Kayla pelan. Kayla memang terlihat sangat lemah.

“ini buatan Marcus?” Taya Kayla setelah menelan suapan pertamanya.

Nara mengangguk. “Ya, Kyuhyun yang membuatnya.”

Tidak ada percakapan lagi diantara mereka. Kayla lebih memilih menghabiskan buburnya. Sedangkan Nara memperhatikan Kayla yang makan dengan lambat.

“Kenapa pacarmu tidak ke sini untuk merawatmu?” Nara memecah keheningan diantara mereka.

“aku sudah putus dengannya. Aku baru tahu jika ia adalah  pria brengsek.”

“Kau terlihat sangat mencintainya dulu.”

“ya, sebelum aku menyadari jika Marcus yang terbaik.”

Nara diam sejenak. Perkataan Kayla seolah mengatakan jika dia ingin kembali menjalin hubungan dengan Kyuhyun. “Kau tahu? Aku merasa iri dengan gadis yang mudah sakit sepertimu. Ibuku melahirkanku sebagai anak yang sehat hingga aku jarang sekali sakit.”

“Kau adalah anak dari nephil terkuat.” Kayla mengingatkan.

“Kau benar. Karena aku kuat, aku bisa melakukan semuanya sendiri.” Nara kembali diam. Dia mengambil nampan dari pangkuan Kayla saat gadis itu sudah menghabiskan makanannya.

Nara berdiri dari duduknya “tidurlah, ini sudah malam.”

“Di mana Marcus?”

“mungkin sudah tidur.” Nara tidak menoleh ke arah Kayla lagi. Dalam hatinya dia mengumpat Kayla yang menanyakan Kyuhyun. Apa dia berniat menyuruh Kyuhyun untuk menemaninya tidur?

Nara menaruh mangkuk kotor di wastafel. Tanpa mencucinya terlebih dahulu, dia langsung kembali ke kamarnya. Bahkan dia melupakan niatnya ke dapur yang ingin membuat cokelat hangat.

Dia terkejut melihat Kyuhyun yang sedang berdiri dikamarnya. Menatap kearah luar. “Apa yang kau lakukan di sini? Keluarlah” Tanya Nara tanpa melihat Kyuhyun. Dia langsung duduk di atas ranjangnya. Bersiap untuk tidur.

Kyuhyun duduk di depan Nara. Menatap mata Nara intens. “minumlah ini agar tubuhnya hangat.”

Nara menatap cokelat hangat yang ditawarkan Kyuhyun. “Minum sendiri atau aku yang meminumkannya dengan caraku?”

Tanpa babibu Nara langsung mengambil gelas dari tangan Kyuhyun dan meminumnya hingga habis tak tersisa. Dia tahu yang dimaksud Kyuhyun. Dulu Kyuhyun pernah melakukannya. Meminumkan cokelat hangat menggunakan mulutnya. Harus Nara akui jika dia juga menyukai cara itu. Tapi tidak untuk sekarang. Hatinya masih kesal dengan Kyuhyun dan perkataan Kayla barusan.

Nara meletakan gelas kosong di atas nakas. “sudah habis. Keluarlah, aku ingin tidur.” dia memrebahkan tubuhnya.

Seolah tidak mendengar perintah Nara, Kyuhyun malah ikut berbaring di samping Nara. Membawa gadis itu ke dalam pelukannya. “Tidurlah, aku akan menjagamu.”

Satu menit

Dua menit

Tiga menit

Empat menit.

“Sudah tidur?” tanya Kyuhyun yang dibalas dengan gelengan kepala Nara dipelukannya.

“Sayang, dengarkan aku. Jika ada sesuatu yang terjadi, aku sudah meminta Yesung hyung untuk menemanimu. Aku mohon padamu, percayalah padanya dan turuti semua yang ia katakan.”

Lagi-lagi Nara tidak menjawab. Dia larut ke dalam pikirannya sendiri. Apa Kyuhyun mengatakan kalimat perpisahan? Apa ia akan kembali bersama Kayla? Apa yang akan terjadi dengannya dan Kyuhyun? Semua itu memenuhi pikiran Nara sampai gadis itu tertidur karena lelah memikirkan kemungkinan yang ada.

 

Keesokan harinya, Nara terlihat sangat tergesa-gesa. Dia kesiangan. Memang ini salahnya, terlalu nyaman tidur dipelukan Kyuhyun hingga bangun pukul tujuh pagi. Beberapa kali dia mengumpati Kyuhyun yang tidak membangunkannya. Padahal Kyuhyun bangun lebih pagi darinya.

“Ra-ya, makan sarapanmu.” Triak Kyuhyun melihat Nara menuruni tangga terburu.

“aku tidak ada waktu untuk itu.”

Kyuhyun membawakan segelas susu. Dia menggenggam pergelangan tangan Nara. menyuruhnya untuk berhenti. “setidaknya habiskan susumu.”

Dan ketika Nara sedang menghabiskan suusnya, Kyuhyun memasukan bekal makanan ke dalam tas Nara. “makan ini, setelah sampai di sekolah nanti.” Ucapnya seraya menutup kembali tas Nara.

“kau tidak masuk lagi?”

“aku harus menjaga Kayla, dia masih-.”

“cukup! Jangan diteruskan.”

“kau tidak perlu sakit untuk mendapatkan perhatianku aku mencintaimu Ra-ya.” Kyuhyun mencium bibir Nara lembut. Semalam Kyuhyun mendengar percakapan Nara dengan Kayla.

“Sekolah yang benar. Jangan macam-macam. Kau tidak akan telat hari ini, jam pertama akan kosong.” Kyuhyun membenarkan poni Nara.

“aku berangkat.”

“hmm, hati-hati.” Pria itu menatap punggung gadis yang sangat dicintainya.

 

-ʛɅ-

 

Di sekolah Nara sedikit bersantai. Memang benar apa yang dikatakan Kyuhyun. Jam pertama kosong, Nara punya kesempatan untuk memakan bekal yang disiapkan Kyuhyun ditemani Jihyo yang duduk di sampingnya. Saat Kyuhyun tidak berangkat sekolah seperti sekarang ini, Jihyo akan duduk sebangku dengan Nara.

Ponsel Nara bergetar pertanda ada sms masuk. Pesan itu dari Kim taehyung yang menyuruhnya ke atap sekolah. Ia ingin bicara dengan Nara. Dengan pikiran positive-nya, Nara pergi kea tap sekolah begitu saja tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun. Mungkin dia lupa dengan ang dikatakan Kyuhyun jika Taehyung adalah malaikat terbuang yang mengincar namanya.

“Taehyung, kenapa kau menyuruhku ke sini?”

“aku tahu Kyuhyun brengsek itu telah menceritakan semuanya padamu.”

“menceritakan apa?” tanya Nara polos. Dia benar-benar tidak ingat apa yang dikatakan Kyuhyun.

“jangan berbohong. Kita sudahi saja sekarang. Aku juga sudah lelah berpura-pura baik padamu.” Tangan kanan Taehyung mulai mencengkram leher Nara kuat. Mencekik Nara hingga gadis itu susah bernafas.

Nara memejamkan matanya. “Cho Kyuhyun tolong aku” Lirihnya dalam hati. Dia tidak mau mati ditangan Taehyung. Terlebih Nara belum mengatakan jika dia juga sangat mencintai Kyuhyun, mengingat Nara tidak pernah membalas saat Kyuhyun mengatakan bahwa pria itu sangat mencintainya.

Tak lama kemudian Kyuhyun datang. Entah darimana, tapi sekarang ia berdiri tak jauh dari Taehyung dan Nara seraya menggeram marah melihat Nara yang tercekik dan siap untuk dijatuhkan dari atap sekolah. “LEPASKAN NARA!!” Triaknya.

Taehyung tersenyum mengejek. “lepaskan? Baiklah aku akan melepaskannya.”  Pada detik berikutnya ia melepaskan tangannya. Membiarkan Nara terjatuh dari atap.

“Cho Kyuhyun, aku mencintaimu” batin Nara tatkala tubuhnya terhempas jatuh dari atap.

Secepat kilat Kyuhyun mengepakan sayapnya. Menangkap Nara lalu membawanya terbang kembali ke atap. Ia meletakan tubuh Nara yang masih bergetar ketakutan di ujung. Mencium dahinya sejenak. “tenanglah, aku tak akan membiarkan ia menyakitimu lagi.”

Emosi Kyuhyun meluap. Segera ia menghampiri Taehyung dan memukulinya. Kekuatan Taehyung tak sebanding dengan milik Kyuhyun. sudah jelas jika Kyuhyun berkali-kali lebih kuat darinya. Memang sebuah kesalahan Taehyung menjadikan Nara sebagai mangsanya.  Akhirnya Kyuhyun mencekik Taehyung. Menekan leher Taehyung dengan seluruh kekuatannya sampai Taehyung menghembuskan nafasnya pendek-pendek dan tak sadarkan diri. Ia sekarat ditangan dingin Cho Kyuhyun.

 

 

Kyuhyun menghampiri Nara. Menenangkan gadis itu dengan pelukannya. Sesekali Kyuhyun juga memberinya kecupan kecupan ringan pada bibir maupun dahi Nara. Tangannya menyingkirkan helaian rambut Nara yang menutupi leher. Ia menatap memar yang ada di leher Nara dengan seksama. Dan pada detik berikutnya ia menghembuskan nafasnya lega. Beruntung, itu hanya luka memar biasa yang akan menghilang dalam satu atau dua hari.

Setelah dirasa Nara cukup tenang, Kyuhyun membantu Nara untuk berdiri. Ia harus mengantarkan Nara pulang agar gadisnya itu bisa beristirahat dengan nyaman.

Langkah Kyuhyun dan Nara berhenti ketika melihat beberapa penghulu malaikat berdiri di depan mereka. Kyuhyun langsung menyembunyikan Nara di balik tubuhnya.

“kau harus menemui ayahmu sekarang marcus!” ujar salah satu penghulu malaikat.

Kyuhyun berbalik. Mata hitamnya bertemu dengan mata sendu kecokelatan milik Nara. “pulanglah dan jaga dirimu baik-baik.”

“jangan pergi.” lirih Nara. Air matanya mulai berkumpul dipelupuk matanya.

“aku akan menemuimu setelah ini.”

“kau tidak akan kembali jika pergi bersama mereka. Aku tidak mau berpisah denganmu.” Nara menggenggam tangan Kyuhyun erat. Dia tidak peduli dengan tangan Kyuhyun yang memutih karena genggamannya yang erat. Yang Nara inginkan hanya Kyuhyun tidak meninggalkannya.

Dua penghulu malaikat menarik paksa Kyuhyun. Membawanya pergi menjauh dari Nara hingga akhirnya mereka tak terlihat. Meninggalkan Nara sendiri yang terisak dengan tangisnya.

Seorang pria berjalan mendekati Nara. Memakaikan jasnya pada Nara lalu membantu gadis itu berdiri. “Marcus menyuruhku untuk mengantarmu pulang.” ucapnya pada Nara.

Gadis itu tidak berkata apapun. Dia hanya menurut dan mengikuti pria itu sampai ke parkiran mobil. Nara ingat jika semalam Kyuhyun berkata jika akan ada yang menemaninya saat Kyuhyun tidak ada. Dia percaya jika pria ini adalah orang yang dimaksud Kyuhyun.

 

Yaah udah laper. Segini dulu yaa, aku lanjutin besok lagi. Mau makan dulu. Kkkk

If you wanna ask something, feel free to ask me on my instagram : citraariska

See you~ kisskiss

 

1st August 2017

With Love,

Chokyulate

Advertisements

3 thoughts on “Guardian Angel part 7

  1. Gpp eonni dikit, ceritanya makan menarik, bikin orang penasaran tes gimana kisah nara sm kyuhyun semoga baik” saja 😢😢😢
    Dtunggu next part nya

    Liked by 1 person

  2. Ya ampun untung kyu cepat dtg

    Klw nggak kan gawat

    Gmn nanti taehyung udh cekik nara

    Kyu dibawa pergi
    Penggati kyu bisakah bner2 ngejaga nara

    Please chingu jgn pisahin nara n kyu

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s