Chapter · marriedlife · romance

Everlasting Part 20

Nara berjuang melahirkan dengan cara normal. Sebelumnya Kyuhyun sudah menolak ide gila itu mengingat dokter Kang pernah mengatakan Nara rentan terhadap pendarahan. Namun setelah dokter Kang memastikan Nara akan baik-baik saja dan Nara pun juga menginginkan melahirkan secara normal, akhirnya pria itu setuju.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya, sesekali ia mencium kening istrinya yang sedang kesakitan itu. Ia tidak mempermasalahkan tangannya yang digenggam sangat erat oleh Nara. Rasa sakitnya tidak sebanding dengan apa yang di rasakan Nara sekarang. Kyuhyun terus memacu Nara dengan ucapan manisnya. Menyemangati istrinya yang sedang berjuang melahirkan anak mereka.

Tak lama kemudian terdengarlah suara tangisan bayi. Tapi perjuangan Nara belum berakhir, masih ada satu bayi lagi yang harus dia lahirkan.

“oppa, aku lelah.” Lirih Nara, air matanya kembali mengalir deras. Tubuhnya sudah remuk hingga sakitnya tak lagi terasa. Hanya lemas, itulah yang dirasakan Nara. dia kelelahan.

“sekali lagi. Kau harus kuat sayang. Aku tahu kau pasti bisa.” Kyuhyun mengecup bibir Nara sekilas lalu kembali menatap mata Nara untuk meyakinkan istrinya.

“Ra-ya, sekali lagi, hanya sekali dorongan dalam hitungan ketiga” ucap dokter kang sebelum mulai menghitung. Kepala bayi kedua Nara sudah terlihat, hanya dengan satu dorongan bayi itu akan keluar.

Nara kembali meremas tangan suaminya ketika mendorong bayinya keluar. Dan benar saja, hanya sekali dorongan suara tangisan bayi kedua mereka langsung terdengar.

“kau berhasil sayang” Kyuhyun tersenyum bahagia. Dibalas dengan kedipan mata Nara, bibirnya agak tertarik ke atas sebelum dia memejamkan matanya. Lalu terdengar suara memekakan telinga dari alat EKG yang ada di samping ranjang operasi.

Kyuhyun kembali panik, begitupun dengan dokter Kang yang tak menyangka hal ini akan terjadi. Dokter kang segera menyerahkan bayi kedua Nara pada suster untuk dibersihkan sebelum kembali mendekati Nara. Mengecek keadaan Nara sebentar sebelum berteriak menyuruh Kyuhyun untuk keluar.

 

Awalnya Kyuhyun tidak mau meninggalkan Nara. Butuh dua orang perawat untuk memaksanya keluar dari ruang bersalin itu. Sekarang ia duduk di depan ruangan itu, menunggu dokter Kang keluar dengan kabar baik. Terlihat sesekali ia meremas rambutnya frustasi. Yang ada dipikirannya saat ini hanya Nara, bahkan ia melupakan kedua bayinya yang baru saja lahir.

Setelah hampir 15 menit dokter kang keluar dari ruangan itu. Kyuhyun berdiri lalu mendekati dokter kang.

“tadi, tiba-tiba saja terjadi pendarahan. Kami sudah berhasil mengatasinya, namun sampai sekarang Nara belum sadarkan diri. Dia koma, aku akan terus memantaunya.”

Kyuhyun mencengkram pergelangan dokter Kang erat. “kau mengatakan istriku akan baik-baik saja!” triaknya.

“itu terjadi tiba-tiba. Awalnya kesehatan Nara memungkinkan untuknya melakukan persalinan normal.” Dokter kang sedikit merintih. Cengkraman Kyuhyun sangat kuat seakan melampiaskan emosinya di sana. “tolong lepaskan aku Cho Kyuhyun! kau bisa menemui istrimu setelah dipindahkan di ruang rawat”

Dokter Kang melihat tangannya yang memerah setelah Kyuhyun melepaskan cengkramannya. “Nara akan baik-baik saja. Aku berjanji akan merawat dan mengusahakan yang terbaik untuk istrimu” ucap dokter Kang sebelum kembali masuk.

Kyuhyun berbalik, ia menendang tulang kering ketua bodyguard yang menjaga Nara. Tak lupa ia juga menonjok muka laki-laki berbadan kekar itu. “ini semua karenamu! Bukankah aku sudah bilang untuk tetap berada disisi Nara?! Kenapa kau menuruti keinginannya untuk menunggu dimobil saja?!!” Triak Kyuhyun.

“Hentikan Kyu, ini rumah sakit” Ibu Kyuhyun memeluk Kyuhyun, mencoba menenangkan putranya. Tadi dia dijemput oleh Henry setelah pria itu mengantar Kyuhyun dan Nara ke rumah sakit.

“Eomma.. dia koma” lirih Kyuhyun disela tangisnya.

“Nara akan baik-baik saja. Dia anak yang kuat. Lagipula Nara ditangani oleh Moo Yeon. Bukankah dia dokter yang hebat?” Hanna menepuk punggung Kyuhyun. “Nara akan baik-baik saja.”

 

**

Sehari telah berlalu dengan Nara yang masih memejamkan matanya. Sementara Kyuhyun duduk di samping ranjang pasien dengan keadaan yang lebih kacau dari hari kemarin. Pria itu belum tidur ataupun hanya sekedar berganti baju. Ia terus berada di samping istrinya meskipun ibunya telah berulangkali menyuruhnya untuk pulang ataupun hanya sekedar makan.

Kondisi Nara memang sudah stabil, bahkan dia juga sudah menghabiskan 4 kantong darah untuk mengembalikan kondisinya seperti semula. Namun meskipun begitu, dia tak kunjung membuka matanya. Nara masih betah tertidur dan membuat Kyuhyun semakin kacau.

Bahkan sampai sekarang, Kyuhyun belum melihat kedua buah hatinya di ruang bayi. Ia ingin menemui bayinya bersama Nara. Lagipula bukankah sudah seharusnya Nara memberi ASI pada bayinya? Nara harus sadar secepatnya.

“apa kau akan terus menutup matamu seperti ini? apa kau tidak ingin melihat bayi kita?” Lirih Kyuhyun seraya menggenggam erat tangan Nara.

“baiklah karena ini hampir malam, aku akan mengizinkanmu tidur sampai besok pagi. Tapi bangunlah besok pagi sayang. Kau harus memberikan asupan untuk bayi kita” Kyuhyun mencium kening Nara. Ia terus menggenggam tangan Nara hingga Kyuhyun tertidur seiring berjalannya waktu.

Sekitar pukul 5 pagi Nara membuka matanya. Dia menoleh ke samping saat merasakan tangannya tergenggam. Dan benar saja, suaminya tertidur dalam posisi duduk seraya menggenggam tangannya. Nara meneliti kembali wajah Kyuhyun. Suaminya tampak kelelahan, kemeja hitamnya sudah kusut dan terlipat hingga siku.

Oh Tuhan, bukankah ini kemeja yang dipakai suaminya sebelum berangkat ke Daegu? Sudah berapa lama dirinya tak sadarkan diri hingga Kyuhyun terlihat sangat kacau?

“maaf” lirih Nara, dia mulai menangis mengingat kebodohannya yang sering membuat Kyuhyun khawatir hingga tidak memperdulikan dirinya sendiri. Harusnya Nara tahu jika Kyuhyun sangat mengutamakan dirinya hingga suaminya itu tidak pernah peduli dengan dirinya sendiri jika sesuatu terjadi pada Nara.

Dan sekarang Nara telah membuat Kyuhyun terlihat kacau untuk kesekian kalinya. Dia semakin terisak menyesali kebodohannya.

Kau memang bodoh Hwang Nara!

 

Kyuhyun terbangun ketika mendengar isak tangis Nara. Segera ia berdiri dan mendekatkan wajahnya pada wajah Nara. “apa ada yang sakit?” tanyanya sarat akan kekhawatiran.

Nara menggeleng, dia masih terisak.

“jawab aku Ra-ya. Apa yang sakit? kenapa kau menangis seperti ini?” Kyuhyun menggeram.

“aku.. maafkan aku oppa. Aku benci pada diriku sendiri yang selalu membuatmu khawatir. Aku benci melihat suamiku tampak kacau seperti ini. Aku berjanji akan menuruti semua perintah oppa setelah ini.” di sela tangisnya Nara memaksakan untuk bicara.

Kekhawatiran Kyuhyun menguap begitu saja. Hatinya juga merasa bahagia setelah mendengar perkataan Nara. Kyuhyun mebih membungkuk agar bisa memeluk istrinya. Menenangkan istrinya agar berhenti menangis. “sssst, jangan menagis lagi. Kau seorang ibu sekarang, apa kau akan berlomba menangis dengan anakmu nanti?” Kyuhyun terkekeh.

Ah iya benar! Bayinya!

“di mana mereka sekarang?”

“di ruang bayi, nanti pukul 6 mereka akan dibawa ke sini.” Kyuhyun duduk dipinggiran ranjang. Mengusap pipi Nara untuk menghapus air matanya. “aku sangat merindukanmu”

Nara teringat akan Yeonbi yang menggores pipinya menggunakan pisau. Dia meraba perban dipipi kanannya. “ini akan membekas” lirihnya.

“kau tetap perempuan tercantik untukku.” Kyuhyun mengecup kening Nara. “mau makan sesuatu?”

Nara menggeleng. “aku tidak akan makan sebelum oppa makan.” Dia yakin jika suaminya belum makan. “apa oppa berniat membuatku terlihat sangat gendut jika berjalan denganmu?”

Kyuhyun terkekeh. “kau babi yang sangat lucu”

“oppa, bersihkan badanmu dan pakai baju bersih yang ada di dalam paperbag itu” Nara menunjuk paperbag biru di atas sofa. “Aku akan memesan makanan untuk oppa.” Lanjutnya.

“Lihatlah, kau baru saja sadar dan sudah berani memerintahku?”

“aku belajar darimu. Bantu aku duduk” rengek Nara, Dia mengulurkan tangannya ke arah Kyuhyun. Setelah membantu Nara, barulah Kyuhyun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. sementara itu Nara berkutat dengan ponsel Kyuhyun, memesankan makanan untuk suaminya tercinta.

 

**

Kyuhyun terus berada di samping Nara ketika istrinya menjalani pemeriksaan. Dokter Kang tampak teliti memeriksa tubuh Nara setelah membaca catatan medis yang dibawa salah satu perawat. Sedangkan Nara terus menggenggam tangan Kyuhyun, dia ketakutan melihat jarum suntik yang dibawa perawat lainnya.

“keadaanmu sudah membaik Ra-ya. Setelah ini aku akan menyuruh staff untuk membawakanmu makanan. Kau harus menghabiskannya agar kau cepat keluar dari rumah sakit.” Dokter Kang melirik Kyuhyun sekilas. “aku tidak ingin kesehatanmu memburuk dan suamimu mengamuk seperti kemarin lusa.”

“diamlah” singkat, padat, dan jelas. Hanya itulah yang dikatakan Kyuhyun.

“kau lihat kan betapa mengerikannya suamimu?” dokter Kang meminta persetujuan Nara. Sementara itu Nara hanya tertawa kecil. Suaminya seperti itu karena mencintainya.

“baiklah, aku akan pergi sekarang sebelum suamimu memakanku. Cepat sembuh Ra-ya.”

Masih menggenggam tangan Nara, Kyuhyun duduk di pinggiran ranjang  pasien saat dokter Kang dan dua perawat itu pergi. Raut mukanya tidak sekhawatir tadi. Sekarang Kyuhyun sudah kembali seperti biasanya. Keadaan istrinya sudah membaik.

Tak berselang lama, seorang staff yang mengantar makanan masuk. Disusul oleh dua suster masuk ke ruang rawat Nara dengan mendorong ranjang bayi. Meletakan ranjang bayi tak jauh dari ranjang Nara. Bahkan hanya dengan menegakan tubuhnya Nara bisa melihat kedua bayinya yang sedang tertidur pulas.

“nanti jika sudah bangun, pastikan mereka mendapatkan asupan ASI pertama. Dari kemarin mereka belum diberi susu”

“selama dua hari ini anakku tidak diberi apapun?” tanya Kyuhyun kaget tak percaya. 2 hari bukanlah waktu yang singkat. Bagaimana bisa bayi yang baru saja lahir tidak diberi asupan apapun?

“ASI pertama sangatlah penting untuk kekebalan imun bayi anda. Jika kita memberinya susu formula terlebih dulu, khasiat ASI pertama tidak berguna.”

“jadi, jika aku tidak segera sadar, bayiku akan terus dibiarkan kelaparan?” sekarang Nara pun ikut bicara. Dia merasa bersalah pada kedua bayinya karena sempat koma dan tak sadarkan diri selama 2 hari.

“batas waktunya 3 hari. Tapi dokter Kang sudah memastikan bahwa anda akan segera sadar. Maka dari itu beliau juga melarang kami untuk memberi asupan apapun.”

Nara mengangguk mengerti. Berbeda dengan Kyuhyun yang menggeramkan nama dokter Kang kesal.

“Dokter Kang juga berpesan agar anda menghabiskan makanannya karena dokter Kang sendiri yang menyiapkannya sesuai dengan kebutuhan tubuh anda.” lagi-lagi Nara hanya mengangguk. “kami permisi.”

“aku ingin menggendongnya.” Nara yang bersiap untuk turun dari ranjang langsung dicegah Kyuhyun.

“kau harus memakan makananmu dulu.”

“tapi oppa..” Nara menghentikan kalimatnya. Dia menatap Kyuhyun dengan tatapan memohon.

“nanti atau tidak sama sekali!” ancam Kyuhyun. Ia ingin istrinya makan terlebih dahulu sebelum menggendong bayinya. Lagipula sekarang kedua bayinya masih tertidur pulas. Dan juga, bukankah Nara harus menyusui bayinya? Oleh karena itu Nara harus mendapat asupan makanan yang cukup terlebih dahulu.

Nara menurut begitu saja, tanpa membantah barang sekatapun karena memang dia sudah berjanji untuk tidak merepotkan suaminya lagi. Tidak seperti biasanya yang selalu merengek hingga berdebat lebih dahulu sebelum menuruti perkataan suaminya. Hal itu membuat Kyuhyun senang. Ia terus memperhatikan Nara yang sedang makan.

Selesai makan, Kyuhyun mengambil putra pertama mereka dan menyerahkannya pada Nara. Ia pun mengambil putrinya, ia bawa ke dalam pangkuannya agar Nara bisa melihat kedua bayi mereka secara dekat.

“mereka sangat lucu” Nara mengagumi kedua bayinya bergantian. “Cho Hyuno” gumamnya melihat nama di gelang putranya. Mata Nara mulai berkaca-kaca. Dia tidak percaya telah melahirkan kedua bayi yang sangat lucu. Hyuno sangat mirip dengan Kyuhyun. Sangat tampan. Sedangkan Hyuna, mungkin mirip dengannya. Karena terlihat sangat cantik.

“dan putri kita bernama Cho Hyuna” sambung Kyuhyun.

Hyuno terbangun dari tidurnya. Dan saat itulah Nara semakin mengagumi putranya. Mata hitamnya yang bulat sangat mirip dengan Kyuhyun. Hyuno adalah duplikat dari Kyuhyun. Semua yang ada di wajah Hyuno mirip dengan Kyuhyun. Sekarang rasa penasaran Nara bertambah, dia ingin melihat mata indah putrinya.

Melihat Hyuno yang mengeluarkan lidahnya seakan kehausan, Nara melepas 2 kancing teratas baju rumah sakitnya. Dia mulai menyusui Hyuno dengan penuh rasa haru. Pandangannya tak lepas dari putranya. Hingga akhirnya Hyuno melepaskan payudara Nara dan kembali tidur.

“jangan menatapku seperti itu” desis Nara melihat arah tatapan Kyuhyun. Tentu saja pria itu melihat payudara berisi milik Nara.

“aku yang membuatnya besar, tapi mereka yang menikmatinya. Dan sekarang aku harus mengalah mereka” ujar Kyuhyun disusul dengan tawa Nara. Bagaimana bisa suaminya berfikir seperti itu.

Perlahan Nara merebahkan Hyuno di sampingnya. “berikan Hyuna padaku. Dia juga harus minum.”

Terjawablah rasa penasaran Nara saat Hyuna membuka matanya. Walaupun wajah putrinya mirip dengannya, namun mata putrinya sama seperti milik suaminya. Dan Nara menyukai itu. Putrinya terlihat sangat menggemaskan dengan mata hitam bulat milik Kyuhyun. Benar-benar seperti boneka.

“Hyuna lebih kecil, tapi dia tak kalah menggemaskan seperti Hyuno.” Jari telunjuk Nara membelai pipi putrinya lembut. Tak salah dulu dia mempertahankan janin Hyuna. Sekarang terbukti jika Hyuna bisa terlahir tanpa kurang apapun. Nara sangat bersyukur untuk itu.

“kau ibu yang hebat.” Puji Kyuhyun memandang kagum istrinya. Dulu istrinyalah yang bersikeras mempertahankan mengandung dua janin sekaligus dan mempertaruhkan nyawanya. Kyuhyun tidak bisa membayangkan jika Nara menyetujui mengambil satu janinnya. Pasti ia tidak akan mendapatkan putri yang cantik ini.

Nara tersenyum, dia memajukan wajahnya. Kyuhyun yang mengerti pun langsung mengecup bibir Nara. Hanya mengecupnya sebentar karena Hyuna masih menyusu. Tentu saja mereka tidak mau bayi mereka mendengar suara-suara yang dihasilkan jika mereka berciuman. Mereka tidak mau meracuni bayi-bayi polos itu dengan sesuatu yang belum pantas dilihat atau didengarnya.

 

**

Seorang gadis berpakaian serba hitam berjalan melewati koridor rumah sakit untuk menuju kamar inap Nara. Sore ini terasa damai, seperti perasaan gadis itu. Meskipun dia baru saja dari makam kakaknya. Dia mengetuk pintu kamar inap Nara dua kali sebelum membukanya.

Gadis itu menyunggingkan senyumnya, tapi tidak terlalu ketara. Ah bukan, bahkan senyuman itu mungkin tidak terlihat.

Nara yang semula hanya fokus kepada dua bayinya pun terkejut melihat gadis yang sudah berdiri tak jauh darinya. “Sena?”

“Hai. Bagaimana keadaanmu?”

“aku baik-baik saja.” Nara tersenyum.

Sena berjalan lebih dekat hingga berdiri di samping Nara. Melihat bayi Kyuhyun dan Nara yang sangat menggemaskan. “mereka sangat lucu”

“terima kasih” lagi-lagi Nara kembali tersenyum. Namun kali ini tidak bertahan lama. “aku turut berduka. Aku tidak menyangka kalau Yeonbi terjatuh dari atap gedung dan nyawanya tidak tertolong.”

“terima kasih. Aku ke sini untuk meminta maaf atas perbuatan kakakku” Sena menatap mata Nara yang teduh. “aku juga ingin mengucapkan terima kasih karena Kyuhyun oppa telah mengeluarkanku dari penjara.”

“kau tidak perlu minta maaf. aku sudah memaafkan kakakmu.  Dan kau memang tidak sepenuhnya bersalah.” Nara menggenggam tangan Sena. “mungkin jika aku menjadi dirimu, aku juga akan membalasnya karena kakakku menjadi gila”

“kau tidak akan seperti itu.” Sena tersenyum getir. Dia sangat yakin dengan ucapannya. Nara sangat baik, tidak mungkin dia melakukan hal keji sepertinya.

“kau terlalu yakin.” Nara berdecak “aku juga manusia biasa, sama sepertimu.”

Sena tidak menjawab, dia hanya terkekeh kecil. Lalu kembali menatap bayi Kyuhyun dan Nara secara bergantian.

“apa rencanamu setelah ini?”

“aku akan ke jeju. Tinggal bersama temanku dan membantu mengurus bisnis restorannya.”

“kami akan ke Jeju kalau mereka sudah besar” Ucap Kyuhyun yang antah sejak kapan sudah berada di ruangan ini. Kyuhyun mendekati Nara, mencium dahi istrinya sebelum duduk di sebelah Nara.

“aku akan menunggu kalian datang. Aku rasa aku harus pergi sekarang. Penerbanganku satu jam lagi.”

Nara dan Kyuhyun mengangguk bersamaan. “hati-hati Sena-ya. Jaga dirimu baik-baik” Kyuhyun  mengusap kepala Sena yang sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri.

“hmm.. aku pergi” Sena melambai sebelum menghilang dibalik pintu.

Baik Kyuhyun maupun Nara menaruh rasa iba pada Sena. Sekarang gadis itu hidup sebatang kara. Orangtuanya dan kakaknya telah meninggal. Di dalam hati Nara mendoakan agar Sena selalu diselimuti kebahagiaan dalam kehidupannya ini.

**

 

Sudah seminggu ini Nara selalu diam di depan cermin setiap pagi. Sejak kepulangannya dari rumah sakit sampai sekarang, ibu dua anak itu masih saja memikirkan bekas luka di pipinya. Bahkan karena itu Nara tidak mau keluar rumah dengan suaminya. Dia juga tidak pernah mengikat rambutnya walaupun berada di rumah. Nara tidak ingin membuat Kyuhyun malu dengan keadaannya. Bekas lukanya sangat panjang. Dari bawah mata hingga tulang rahangnya.

“sayang?” panggilan Kyuhyun menarik Nara dari lamunannya.

Nara memaksakan senyumnya. “bekas luka ini tidak akan hilang.”

“semuanya akan hilang. Aku sudah membuat janji dengan dokter kulit terhebat yang akan menghilangkan goresan ini” Kyuhyun membelai pipi Nara. Baru saja ia akan mencium istrinya, tapi Nara langsung menjauh saat mendengar bayi mereka menangis.

Kyuhyun mendesah kesal. Sekarang ia sering merasa diabaikan oleh Nara. Istrinya itu juga sering bersama bayi mereka daripada menghabiskan waktu dengannya.

Oh Tuhan, apakah ia cemburu pada bayinya sendiri?

Kyuhyun mengikuti Nara ke kamar bayi melalui pintu penghubung di kamar mereka. Ia melihat Nara sedang  berusaha menidurkan mereka kembali. Kyuhyun duduk di sofa, matanya tidak pernah lepas dari Nara. Ia merasa bangga karena sifat keibuan Nara. Sekarang istrinya itu juga tidak semanja saat masa mengandung. Namun hal ini juga membuat Kyuhyun merindukan masa-masa ketika Nara hamil. Ia ingin Nara sering bermanja-manja dengannya. Bukannya seperti sekarang yang selalu menomor duakannya.

“oppa tidak bekerja?” tanya Nara yang melihat Kyuhyun malah duduk bersantai di sofa seraya memeluk bantal berbentuk awan.

“bukankah aku sudah mengatakannya padamu jika kau harus ke dokter hari ini?”

Nara menatap Kyuhyun bingung.

“astaga sayang, kenapa berfikirmu masih lama?”

Nara berdecak tidak terima olokan suaminya.

“hari ini aku akan menjaga mereka sementara kau ke dokter untuk menghilangkan bekas lukamu itu.”

“aku harus meninggalkan mereka?” entah kenapa tiba-tiba saja Nara merasa sedih jika harus berpisah dengan bayi-bayinya. Di sisi lain dia juga tidak terlalu yakin suaminya itu bisa mengurus bayi mereka dengan baik.

“hanya sebentar. Mungkin hanya 3 atau 4 jam. Eomma dan Ahra noona juga akan ke sini, jadi tidak usah khawatir.”

“baiklah, aku akan meninggalkan beberapa botol asi.”

“bolehkah aku yang mengeluarkan asinya?”

“tidak!” tolak Nara cepat.

“untuk apa menggunakan pumping jika suamimu bisa membantumu memerasnya?”

Nara segera menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya untuk menyembunyikannya dari tatapan Kyuhyun. “memangnya aku sapi?!” Dia berlalu begitu saja. Melewati Kyuhyun seraya membawa alat pumping dan beberapa botol kaca untuk menyimpan asinya nanti.

 

Setelah 30 menit bersiap-siap, Nara kembali masuk ke ruang bayi dengan raut mukanya yang sedih. Rasanya berat sekali meninggalkan bayi mereka.

“ugh putri besarku, jangan menangis. Kau hanya akan meninggalkan mereka sebentar” Kyuhyun memeluk Nara.

“pengisian energi” ucap Kyuhyun seraya menunduk. Mencium Nara untuk beberasa saat. Lumatan tanpa suara.

Nara menatap Kyuhyun setelah berciuman. “aku sudah meninggalkan 4 botol di freezer. Jangan lupa untuk mengecek temperaturnya sebelum meminumkannya.” Dia memeluk suaminya kembali.

“aku tahu. Kau harus berangkat sekarang sebelum terlambat.”

Nara mengangguk. Kyuhyun menggandengnya sampai di pintu depan. Mengantarkannya sampai Nara masuk ke mobil. “hati-hati dan jangan ceroboh. Aku mencintaimu” pesan Kyuhyun pada Nara. kali ini ia telah mengurangi pengamanan rumahnya, juga tidak ada orang-orangnya yang terus mengikuti Nara kemanapun.

Keadaan telah kembali seperti sedia kala. Tanpa bayang-bayang terror dari Park Yeonbi. Tidak ada lagi yang ingin mencelakai Nara. Hal ini membuat Kyuhyun bernafas lega, namun ia tidak serta merta langsung melepaskan Nara dari pengawasannya begitu saja. Kyuhyun masih selalu memantau Nara melalui kejauhan.

 

**

 

Membutuhkan waktu 3 jam utuk Nara melakukan semua langkah demi menghilangkan bekas lukanya. Memang tidak langsung hilang karena menghilangkan bekas luka pun mebutuhkan waktu tersendiri meskipun sudah ditangani oleh dokter yang hebat dan mahal. Sekarang bekas luka Nara sudah memudar. Dokter yang menangai Nara tadi berkata hanya membutuhkan 2 kali lagi treatment untuk membuat bekas lukanya benar-benar menghilang.

Kedua ujung bibir Nara terangkat tatkala melihat suaminya berdiri di depan klinik kecantikan tersebut.  Kedua tangannya terbuka. Tak lama kemudian Nara berlari memeluk suaminya. “hyuna dan hyunno?”

“mereka bersama eomma dan noona. Kau menginginkan sesuatu sebelum kita pulang?”

Nara menggeleng. “aku hanya ingin melihat Hyuna dan hyunno”

“buka maskermu. Aku ingin menciummu” perintah Kyuhyun tak terbantahkan. Nara pun menurutinya begitu saja. Dia melepas satu kaitan maskernya sebelah kiri, hingga pipi kanannya masih terttup masker yang menggantung.

Kyuhyun mencium Nara membabi buta. Seakan melampiaskan hasrat terpendamnya selama ini. memang sudah lama Kyuhyun tidak mencium istrinya seperti ini karena Nara lebih memperhatikan dan menghabiskan waktu bersama bayi mereka.

Setelah cukup lama, barulah Kyuhyun melepaskan ciumannya. “aku sangat sangat sangaaaat mencintaimu. Terimakasih telah memberiku kebahagiaan yang tak terhingga, dan terimakasih telah berjuang melahirkan Hyuna dan Hyunno. Memberiku sepasang bayi yang sangat menggemaskan sepertimu”

Mata Nara mulai berkaca-kaca. Kalimat Kyuhyun memang sederhana, tapi mampu membuat hatinya tersentuh. Dia senang dan juga terharu mendengar pengakuan suaminya. “aku lebih mencintaimu Cho Kyuhyun.”

 

 

END!!

 

Udah beneran end. Happy ending kan? Aku menepati janjiku yaa. Kkk

Oiya aku ngrasa part ini maksa banget, ngga ada feelnya, dan ngebosenin. Mianhae, aku bikin ini Cuma beberapa jam tanpa edit.

Jadi aku berniat bakal merevisi part 20 ini kalo udah ada ide. Entah kapan, kkkk

Selamat idul fitri bagi yang merayakannya. Maafin chokyu yaa~ sering buat kalian nunggu lama, nyusahin kalian karena ada part yang di password, dan kadang phpin gajadi posting. Maaf banget loo.

Selamat makan opor ayam!

 

With Love,

Chokyulate

Advertisements

8 thoughts on “Everlasting Part 20

  1. Aduhhh bneran end ya

    Masih ga rela harus end skrg
    Udh jauh amat perjuangannyaaa

    Pengen liat mereka ngebesarin anak2nya

    Pengen liat gmn cara orang tua muda yg manis nge didik anaknyaaaaa

    Liked by 1 person

  2. Rasanya gak tega kalau harus end
    Pasangan paling romantis dan konyol dan penasaran banget gimana kyuhyun dan nara sama anak” nya nanti wkwkwk
    Gpp end masih ada ff di blog ini tentang kyuhyun dan nara.
    Menantikan Guardian Angel
    Semangat eonni

    Liked by 1 person

  3. Finnaly the end juga ya dear 🙂 manis deh, aku enjoy banget ^^. Selamat hari raya Idul Fitri yaaa, mohon maaf lahir batin dear, maafin kalau ada kataku yang kurang berkenan 🙂

    Selalu semangat ya dear xoxo

    Liked by 1 person

  4. Syukur deh,, akhirnya nara bisa selamat dan melahirkan kedua anak mereka dgn selamat dan bisa hidup bahagia.
    Sebenarnya msh nggak rela kalo sdh end, msh pengen lihat nara yg manja2 ke kyuhyun.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s