Chapter · marriedlife · romance

Everlasting part 19

Nara berhenti menonton tv ketika rasa lapar menyerangnya. Dia ingin memakan ramyun. Segera dia menelfon Kyuhyun untuk menanyakan jam berapa suaminya itu akan pulang. Dan tak lama kemudian senyum kegirangan tercetak jelas di wajahnya. Kyuhyun pulang sekitar 3 jam lagi, jadi Nara mempunyai waktu untuk membuat ramyun dan memakannya.

Memang hari ini Kyuhyun meninggalkan Nara di rumah sendiri. Tentunya dengan pengamanan yang sudah diperketat untuk rumahnya. Dan memastikan Nara tidak akan keluar dari rumah barang sejengkal pun. Untuk makan siang ibu Kyuhyun yang membawakannya dari rumah besar.

Nara berjalan menuju dapur. Membuka laci tempat dia menyembunyikan ramyun agar tidak dibuang Kyuhyun. Dia terus bersenandung saat memasak ramyun. Merasa sangat bahagia karena bisa memakan ramyun kesukaannya.

“buang makanan itu!” seru Kyuhyun membuat Nara berjengit kaget.

“o.. oppa sudah pulang?” Nara tergagap, dia menyembunyikan ramyun dibelakang tubuhnya.

“jangan makan itu Ra-ya!”

“memangnya kenapa? Aku tidak akan mati hanya karena memakan ramyun.”

Tanpa berkata apapun lagi Kyuhyun mendekati Nara. Mengambil mangkuk berisi ramyun lalu membuang isinya ke tempat sampah. Ia tak pernah main-main dengan perkataannya. Dulu dia pernah berjanji mengizinkan Nara memakan ramyun 2 kali dalam sebulan. Namun ini sudah ketiga kalinya Nara membuat ramyun dalam bulan ini dan Kyuhyun tak bisa mentolerirnya.

Nara menghentakkan kakinya kesal. Dia menginginkan makan ramyun di sore seperti ini. Nara beranjak pergi, tapi baru beberapa langkah Kyuhyun mengenggam pergelangan tangannya. menuntun Nara untuk duduk di kursi.

Sementara Kyuhyun memasak, Nara terus memandangi suaminya itu. Kyuhyun, masih menggunakan stelan kerjanya. Bahkan dasinya pun masih tersimpul rapi di lehernya, namun sekarang sudah ia sampirkan di pundaknya. Lengan kemejanya juga ia lipat hingga siku agar tidak mengganggu acara memasaknya.

Nara tersadar jika akhir-akhir ini telah terlalu banyak merepotkan Kyuhyun. Ah bukan akhir-akhir ini, melainkan sejak kehamilanya. Dia menjadi tambah manja dan sering marah hanya karena hal sepele. Seharusnya dia bersyukur mempunyai suami seperti Kyuhyun yang mencintainya. Namun Nara malah selalu merepotkan suaminya.

“oppa” panggilan Nara dibalas dengan gumaman Kyuhyun.

“oppa marah padaku?”

“tidak” jawab Kyuhyun singkat. Ia masih fokus menaruh pancake buatannya kedalam piring dan menambahkan beberapa buah strawberry segar.

Nara yang tidak tahan akhirnya turun dari kursinya, mendekati Kyuhyun lalu memeluk suaminya dari belakang. “maaf.. maafkan aku karena telah membuat oppa berada di waktu yang sulit untuk menghadapi sifat kekanakanku” sesal Nara.

Kyuhyun mengulum senyumnya tanpa Nara ketahui. Ia melepas pelukan Nara. Berjalan pergi begitu saja lalu duduk di meja makan dengan membawa sepiring pancake buatannya. Ia menatap Nara yang masih berdiri di dapur dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Istrinya terlihat sangat menggemaskan.

“kemarilah” Kyuhyun menepuk pahanya. Sebuah perintah pada Nara untuk duduk dipangkuannya.

“aku tidak marah padamu.” Ucapnya saat Nara sudah duduk dipangkuannya. “jangan menangis”

“sekarang habiskan pancakenya. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan setelah ini.” lanjutnya.

Apa? Nara bertanya lewat tatapannya. Kyuhyun yang megerti arti tatapan Nara langsung memajukan wajahnya. Mengecup bibir istrinya sebentar. “nanti selesai kau menghabiskannya”

Nara mengambil potongan kecil lalu memasukan ke mulutnya. Untuk beberapa detik dia terpaku merasakan kenikmatan pancake buatan Kyuhyun. Sangat lembut dan manis. Dia melanjutkan makannya dengan tenang, tak lupa Nara juga menyuapi Kyuhyun. Hingga tak terasa sudah potongan pancake terakhir.

“sekarang katakan padaku apa yang ingin oppa katakan.” Tuntut Nara tanpa menatap suaminya. Dia mengambil buah strawberry dengan tangannya lalu memakannya.

Kyuhyun mendengus kesal. Istrinya benar-benar mengabaikannya jika sudah berhadapan dengan makanan. Terlebih itu buah strawberry. “lusa aku harus ke Daegu selama 3 hari”

Sontak Nara menaruh strawberry ke piring dan menatap Kyuhyun sedih. Daegu? Kyuhyun akan ke daegu lusa? Haruskah suaminya meninggalkannya disaat sudah memasuki bulan terakhir? “aku akan melahirkan” lirihnya. Nara berusaha menahan air matanya.

“dokter Kang mengatakan kau akan melahirkan sekitar 10 hari lagi, dan aku akan pulang seminggu sebelum hari itu sayang.”

Nara tidak menjawab. Dia memilih untuk diam dan memeluk Kyuhyun. Menyembunyikan wajahnya diceruk leher suaminya.

“setelah itu aku berjanji untuk tidak bekerja hingga kau melahirkan”

Nara mengangguk. Janji Kyuhyun terdengar sangat meyakinkan. Lagipula dia hanya harus menahan rasa rindunya selama 3 hari, dan setelahnya dia bisa menghabiskan watku bersama suaminya seraya menunggu hari persalinan.

“aku sudah bilang pada eomma kau akan menginap di rumah besar selama aku pergi.”

“kenapa?”

“kau akan lebih aman di rumah besar. Aku juga percaya eomma akan memperhatikanmu.” Entah kenapa Kyuhyun merasa begitu. Padahal keamanan di rumahnya sudah semakin diperketat. Tapi ia tetap merasa istrinya akan aman di rumah besar.

 

..

 

Seharian ini Nara terus mengekori Kyuhyun. Menemani Kyuhyun meeting, meskipun dari kejauhan. Dan menemaninya bekerja di kantor. Seperti sekarang, Nara tertidur dipangkuan Kyuhyun yang sedang membaca dokumen penting. Pria itu tidak keberatan Nara tidur dipangkuannya, walaupun harus menahan berat tubuh istrinya. Jangan lupakan tubuh Nara yang gemuk dan perutnya yang besar karena mengandung 2 bayi.

“sssssst” Kyuhyun mengelus punggung Nara saat perempuan itu sedikit terusik dengan suara Henry.

“kecilkan suaramu!”

“baiklah aku tidak akan bicara panjang lebar. Ini berkas yang kau minta untuk besok.” Henry menaruh berkas itu di meja, melambaikan tangannya lalu pergi begitu saja. Ia memang sudah kebal melihat Kyuhyun dan Nara yang selalu bermesaraan. Terlebih sejak Nara hamil.

Kyuhyun kembali fokus pada dokumen-dokumen yang ada di meja kerjanya. Ia berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan pekerjaannya sebelum mengambil cuti berkepanjangan untuk menemani Nara. bagaimanapun ia sudah berjanji untuk tidak bekerja sepulangnya dari Daegu.

“sayaang” panggil Kyuhyun seraya mengelus pipi tembam istrinya.

Nara melenguh, perlahan dia membuka matanya, tersenyum manis saat matanya bertemu dengan mata Kyuhyun. Sebuah kecupan dia dapatkan daru suaminya itu.

“bangunlah, kita pulang sekarang”

Nara berdiri dari pangkuan Kyuhyun. Matanya terbelalak sempurna ketika melihat jarum jam yang menunjukan pukul 4 sore. Dia tertidur sejak siang tadi dipangkuan suaminya. Kyuhyun menopang tubuhnya yang gendut seperti sapi itu selama 4 jam. Tiba-tiba saja perasaan bersalah menghinggapinya.

“jangan melihatku seperti itu. Aku tidak apa-apa. Lagipula kau tidak bisa tidur nyenyak semalam.” Ucap Kyuhyun menyadari tatapan Nara yang aneh padanya.

Lagi-lagi Nara dibuat mempunyai banyak kupu-kupu diperutnya. Kyuhyun memang sangat mencintainya. Dia memajukan tubuhnya, menumpukan kedua tangannya pada kursi kebesaran Kyuhyun dan mulai mencium bibir suaminya. Kecupan demi kecupan hingga lumatan dia berikan pada suaminya. Tentu saja Kyuhyun tidak serta merta pasrah begitu saja. Ia turut andil dalam ciuman mereka. Tanpa nafsu, hanya rasa cinta.

 

..

 

Malam ini Nara berdandan sangat cantik karena dia ingin mengajak Kyuhyun untuk makan malam di restaurant. Nara menggunakan dress sepanjang bawah lutut dengan lengan Sabrina yang memperlihatkan lehernya yang indah karena rambut perempuan itu di ikat setengah. Nara sudah melakukan reservasi sejak pagi tadi untuknya dan Kyuhyun. Dia juga meminta meja mereka dihias seindah mungkin. Dan di sinilah mereka sekarang, duduk di meja yang terletak dipinggir dan berdekatan dengan piano. Kaca yang berada di sampingnya menyajikan pemandangan malam kota Seoul yang indah.

Kyuhyun tersentuh, ia tak menyangka Nara akan menyiapkan makan malam romantis ini. Mengingat sejak kemarin Nara selalu menempel padanya. Harusnya Kyuhyun mengetahui niat Nara ini, tapi istrinya sangat pandai menyembunyikan semuanya.

Mereka menghabiskan makanannya dengan obrolan ringan. Membahas hal-hal sederhana yang terjadi maupun rencana mereka selama beberapa hari kedepan setelah Kyuhyun kembali dari Daegu. Setelah makanan mereka habis, dua orang pelayan mengambil piring kotor dan memberikan sebotol wine termahal juga semangkuk buah strawberry dan jus.

“waah, kau memang tak terduga nyonya Cho. Bahkan kau memberikan wine termahal untukku.” Puji Kyuhyun.

Nara terkikik pelan. “apa oppa tersentuh? Aku telah menyiapkan makan malam romantis ini.” Kyuhyun mengangguk.

“masih ada satu hal lagi yang ingin kuperlihatkan pada oppa. Tunggu di sini” Nara berdiri, berjalan menuju sebuah piano yang ada dibelakangnya. Dia melemaskan jari-jarinya sebentar sebelum mulai menyentuh balok-balok berwarna hitam putih itu dan menghasilkan irama yang sangat indah.

 

Geudae nareul barabol ttae

Nareul bomyeo miso jil ttae nan simjangi meomchul geot gatayo nan

Keudaen eotteongayo

Nan jeongmal gamdanghagi himdeungeol

Onjongil keudae saenggakhae

Jogeum meolli uri dorawassjiman

Jigeummirado nan gwaenchana..

Everytime I see you

Keudae nuneul bol ttaemyeon

Jakku gaseumi tto seolleyeowa

Nae unmyeongijo.. sesang kkeutirado

Jikyeojugo sipeun dan han saram

We are always together

I love you…

 

Nara langsung kembali ke tempat duduknya setelah menyelesaikan lagunya. Dia meminum habis jus strawberrynya. Jujur saja ini pertama kalinya setelah sekian lama Nara tidak bernyanyi seraya memainkan piano. Terlebih kali ini dia bermain untuk suaminya. “aku sudah lama tidak memainkannya.”

“permainanmu masih bagus. Aku benar-benar tersentuh. Bisakah kau mengatakan lagi lirik terakhir?”

Pipi Nara merona, dia malu. “I love you”

“aku juga sangat mecintaimu Ra-ya. Terima kasih untuk semuanya.” Kyuhyun memajukan tubuhnya untuk mengecup bibir Nara.

 

**

 

Malam ini Kyuhyun dan Nara tidur di rumah besar. hal ini dikarenakan Kyuhyun harus berangkat lebih pagi besok, sehingga tidak memungkinkan jika dia harus mengantar Nara ke rumah besar lebih dahulu sebelum berangkat ke daegu.

Kyuhyun membuka matanya saat merasakan ranjangnya  kembali bergerak. Nara sudah berulangkali merubah posisinya untuk menemukan posisi tidur yang nyaman. Namun tiada hasil, dan malah membuat suaminya terbangun.

“aku membangunkan oppa? Maaf” sesal Nara.

Kyuhyun menggeleng pelan. “ada apa?”

“mereka terus bergerak, seolah tidak mengizinkanku untuk tidur.” perempuan itu mengelus perutnya yang besar.

Kyuhyun melihat jam kemudian mendesah pelan. Sudah pukul 11 malam dan Nara belum juga tertidur. “sayang, kenapa kalian tidak tidur? eomma sudah mengantuk saat ini’ Kyuhyun mengelus perut Nara. menenangkan calon bayinya yang terus bergerak di rahim Nara.

“oppa, aku akan keluar sebentar. Oppa tidur saja” Nara bergerak turun, keluar dari kamar dan menuju ke dapur. Tiba-tiba saja dia ingin membuat cokelat hangat.

“ingin menonton film?”

Nara kaget saat mendengar suara Kyuhyun yang sudah ada dibelakangnya. Kyuhyun memang mengikuti Nara keluar dari kamar. Ia tidak tega membiarkan Nara terjaga sendiri. Bagaimanapun ia juga turut andil dalam pembuatannya, otomatis ia juga harus menemani istrinya yang tidak bisa tidur karena ulah kedua calon bayinya dan melupakan rasa kantuknya.

“aku tidak apa-apa. Oppa tidurlah”

“aku tidak mengantuk”

Nara terkekeh, menyesap kembali cokelat hangatnya. “wajahmu tidak bisa berbohong. Oppa terlihat kelelahan dan mengantuk.”

Alih-alih menjawab, Kyuhyun malah mengalihkan pembicaraan. “film apa yang ingin kau lihat? Frozen? Beauty & the beast? Atau Cinderella?”

“kita kembali ke kamar saja. Aku akan membaca novel scifi agar aku cepat tertidur.” jawab Nara. Dia tidak mau merepotkan suaminya. Terlebih Kyuhyun harus pergi ke daegu besok pagi.

Mereka kembali ke kamar Kyuhyun. setelah memilih novel yang akan di abaca, Nara menyusul Kyuhyun yang sudah duduk bersandarkan punggung ranjang. Sedangkan Nara duduk bersandarkan punggung Kyuhyun. Posisi ini mempermudah Kyuhyun untuk memeluk istrinya. Sesekali ia tersenyum ketika merasakan perut istrinya yang bergerak.

Benar yang dikatakan Nara. Tak lama setelah dia membaca novel scifi, dia pun tertidur. Dengan hati-hati Kyuhyun membenarkan posisi tidur Nara dan menaruh beberapa pbantal untuk mengganjal tubuh Nara agar tidurnya semakin nyaman.

“mimpi indah sayang” Kyuhyun mengecup kening Nara sebelum menyusul istrinya ke alam mimpi.

 

Keesokan harinya Nara bangun lebih pagi dari Kyuhyun. Dia membenarkan selimut suaminya sebelum turun dari ranjang perlahan agar tidak membangunkan suaminya. Nara ingin segera membersihkan dirinya dan membantu Jung ahjumma menyiapkan sarapan. Dia ingin membuatkan sarapan untuk Kyuhyun.

Sekitar 20 menit kemudian, Nara sudah berada di dapur membantu Jung ahjumma dan 2 pelayan lainnya. Meskipun Jung ahjumma sudah berusaha keras melarang Nara, tapi dia tetap berkutat di dapur dengan perutnya yang sangat besar itu.

“ini hampir selesai, lebih baik nyonya membangunkan tuan sekarang.” ujar salah satu pelayan.

Nara mengangguk. “jangan lupa siapkan susu. Aku tidak mengizinkan suamiku minum kopi pagi ini.” ucapnya sebelum meninggalkan dapur.

Nafas Nara terengah hanya karena menaiki tangga. Ia merutuki letak kamar Kyuhyun yang berada di ujung lantai 2. Rumah ini jauh lebih besar daripada rumahnya dan Kyuhyun. Maka dari itu Nara kelelahan. Ibu hamil itu berhenti sejenak seraya mengusap perutnya sebelum berjalan mendekati suaminya yang masih tertidur pulas.

“oppa bangunlah ini sudah pagi.” Nara mendesah kesal saat Kyuhyun hanya menggeliat.

“kalau tidak bangun sekarang, kau tidak termaafkan Cho Kyuhyun! aku sudah membuatkanmu sarapan”

Mendengar itu Kyuhyun membuka matanya. Ia menatap penampilan Nara yang sudah memakai dress berwarna pink dengan rambut yang diikat keatas. “morning kiss” tuntut Kyuhyun.

Nara berdecak. “oppa tidak lihat seberapa besarnya perutku sekarang? aku tidak bisa membungkuk untuk memberikan morning kiss.”

Secepat kilat Kyuhyun bangun dari tidurnya dan langsung mencium bibir Nara.

“susu strawberry” gumam Kyuhyun saat melepaskan ciumannya.

“cepat mandi, aku akan menunggu di bawah.”

Kyuhyun mengecup bibir Nara kembali lalu pergi ke kamar mandi.

Tak membutuhkan waktu yang lama Kyuhyun sudah keluar dari kamar mandi dengan rambut yang belum sepenuhnya kering. Ia menatap Nara menyelidik. Tadi istrinya bilang akan menunggunya di bawah, tapi sekarang Nara masih duduk di ranjang seraya memegangi perutnya dan memejamkan matanya.

Kyuhyun duduk di depan Nara, rahangnya mengeras. Ia tahu apa yang terjadi pada Nara. “kelelahan?!”

Nara membuka matanya kaget. Sejak kapan suaminya duduk didepannya? “ti.. tidak” Nara tergagap. Ketara sekali jika dia sedang berbohong.

Kyuhyun menggendong Nara menuju ruang makan. Rasanya ia tidak mau meninggalkan istrinya. bagaimana jika  Nara kelelahan lagi seperti ini? “aku akan meninggalkanmu selama 3 hari. Berjanjilah tidur dengan nyenyak dan jangan sampai kelelahan seperti ini.” ucap Kyuhyun saat menuruni tangga.

Nara mengangguk. Dia mengeratkan lingkaran tangannya di leher Kyuhyun dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher suaminya. Menghirup wangi tubuh suaminya yang akan pergi selama 3 hari.

Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika merasakan Nara bermain di lehernya. “Kau harus menjelaskan pada eomma jika membekas.”

Nara hanya terkekeh senang seraya melihat tanda merah hasil perbuatannya di leher Kyuhyun.

Ibu Kyuhyun sudah menunggu di meja makan. Beliau sudah duduk di kursinya, tersenyum ramah melihat putra dan menantunya memasuki ruang makan.

“selamat pagi eommonim.” Sapa Nara.

“apa kakimu membengkak lagi?”

“kakinya selalu bengkak, dia kan gajah” celetukan Kyuhyun membuat Nara mendesis. Tega sekali pria itu mengatai Nara gajah. Memangnya Nara segendut itu?

“Kyu jangan seperti itu.” tegur ibu Kyuhyun. “apa kau ada rencana untuk pergi hari ini? aku ingin mengajakmu bertemu dengan teman-temanku sore ini.” lanjutnya.

“siang ini aku ingin ke rumah sakit. Bona di rawat di rumah sakit semalam, dan siang ini aku ingin menjenguknya sebentar.” Nara melirik Kyuhyun sebentar. “sore harinya aku bisa menemani eommonim.”

Kyuhyun meletakan kembali sendok dan garpunya. Ingin sekali ia berteriak memarahi Nara. baru beberapa menit lalu Nara berjanji untuk menjaga dirinya agar tidak kelelahan. Namun sekarang dia malah ingin pergi seharian.

Melihat itu Nara menggenggam tangan Kyuhyun. Memberinya sedikit remasan yang meyakinkan Kyuhyun bahwa dia akan baik-baik saja. “habiskan makanannya, aku yang membuat sup ini dengan cinta yang kumiliki padamu.” Nara menyuapi Kyuhyun. “enak bukan?” Kyuhyun mengangguk “Kalau begitu habiskan.”

Ibu Kyuhyun tersenyum melihat tingkah laku putra dan menantunya. Nara memang mempunyai cara tersendiri untuk meredakan amarah Kyuhyun. Menantunya benar-benar mengesankan. Tidak salah dulu Kyuhyun lebih memilih Nara daripada Yeonbi. Nara lebih bisa merawat Kyuhyun, dan sejak kehamilannya aura keibuannya keluar. Ibu Kyuhyun bisa merasakan itu.

**

 

Jarum jam telah menunjukan pukul 11 siang. Nara bergegas ke rumah sakit agar bisa segera pulang dan mengantar ibu Kyuhyun untuk bertemu teman-temannya. Jarak rumah sakit dan rumah besar memang lumayan. Butuh waktu 30 menit untuk bisa sampai di rumah sakit.

Nara merasakan keanehan saat dia berjalan melalui lorong rumah sakit. seorang berpakaian perawat mengikutinya seraya membawa kursi roda. Ketakutan Nara bertambah ketika orang itu juga masuk ke dalam lift yang sama. Pasalnya di dalam lift ini hanya ada Nara dan orang itu.

Tanpa menunggu lama orang itu mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan membius Nara. mendudukan Nara di kursi roda lalu menyelimutinya hingga menutupi semua tubuh Nara. orang itu membawa Nara keluar dari pintu belakang. Di sana sudah ada mobil yang menunggunya. Terlihat senyum kemenangan dari wanita yang duduk di kursi kemudi.

 

Pusing dan pengap, itulah yang Nara rasakan pertama kali ketika dia membuka matanya. Nara merasa tak asing dengan tempat di mana dia berada sekarang. Dia mendesah pelan, menahan rasa sakit yang masih menyerang kepalanya. Juga rasa sakit pada pergelangan tangannya saat perempuan itu menggerakan tangannya. Tangannya terikat.

Nara mengedarkan pandangannya. Tempat ini adalah tempat di mana dia di sekap Park Yeonbi di hari pernikahanya dulu. Dan tak lama kemudian, munculah seseorang berpakaian serba hitam. Dia adalah Park Yeonbi.

“Kau sudah sadar rupanya” Yeonbi tertawa meremehkan.

“lepaskan aku!”

Tawa Yeonbi semakin menggelegar. “kau berani memerintahku ha?!” dia menarik kasar rambut Nara.

“apa yang akan dilakukan Cho Kyuhyun jika mengetahui istrinya mati?” Yeonbi menghentikan kalimatnya sejenak untuk tertawa layaknya psikopat. “ia pasti akan menikahiku”

“Kyuhyun tidak akan pernah menikahimu” desis Nara

Plak!!

Satu tamparan keras mendarat di pipi Nara, membuat ujung bibirnya mengeluarkan darah.

“Dia akan menikahiku!  Dan kau gadis bodoh. Kau harus menerima pembalasanku karena telah membuat adikku mendekam di penjara.” Yeonbi melepaskan ikatan tangan Nara di kursi lalu mendorongnya keras hingga tubuh Nara tersungkur di lantai.

“kau juga harus merasakan bagimana rasanya tidur di lantai yang dingin seperti Sena! Nikmatilah penjaramu ini Hwang Nara!” Yeonbi menendang punggung Nara sebelum keluar dari gudang yang sudah tak dipakai ini.

Nara mendesah lega, pasalnya Yeonbi tidak menendang di bagian punggung bawahnya sehingga tidak membahayakan bayinya. Saat terjatuh tadi Nara juga berusaha melindungi perutnya dengan menumpukan tangannya terlebih dahulu.

Air matanya terus mengalir. Dia harus keluar dari gudang ini untuk menyelamatkan nyawa kedua anaknya. Sebentar lagi dia akan melahirkan, tidak seharusnya anaknya yang tidak berdosa ikut menanggung semua ini. dan lebih parahnya tidak bisa melihat indahnya dunia.

Nara menggeleng, menyingkirkan pikiran-pikiran buruk itu. Dia berusaha melepaskan ikatan pada tangannya.

Setelah menahan rasa perih untuk beberapa saat. Akhirnya Nara bisa melepaskan ikatan pada tangannya itu. Segera Nara melepaskan ikatan kakinya dan mencari celah untuk keluar dari ruangan ini. Namun ketika dia akan berdiri, lampu di gudang ini mati. Gelap dan pengap.

Tubuh Nara terduduk lemas dan bergetar ketakutan. Jangan lupakan jika Nara memiliki claustrophobia. Lebih parah lagi, nafas perempuan itu menjadi sesak. Paru-parunya terasa terikat oleh tali yang sangat erat.

 

 

Sementara itu Kyuhyun terlihat gusar dan sibuk melacak keberadaan Nara melalui ponselnya. Beberapa saat yang lalu, ibunya menelfon.

‘apa Nara menghubungimu? Ini sudah sore dan Nara belum juga pulang, ponselnya juga mati. Tidak biasanya dia mengingkari janjinya seperti ini.  Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya.’

Itulah yang dikatakan ibu Kyuhyun hingga membuat pria itu sangat khawatir. Ponsel Nara memang mati, beruntung Kyuhyun memasangkan alat pelacak pada cincin pernikahan yang dipakai Nara. Sehingga ia bisa mengetahui keberadaan istrinya dengan cepat. Ia sudah menghubungi Heechul dan beberapa orangnya, namun ia tetap tidak bisa tenang dan menyerahkan pada mereka begitu saja.

Rahangnya mengeras mengetahui tempat Nara berada. Gudang tak terpakai bekas pabrik milik keluarga Park. Rupanya apa yang dikatakan Sena jika kakaknya berhasil kabur dari rumah sakit jiwa beberapa hari yang lalu benar terjadi. Meskipun Kyuhyun sudah memeprketat keamanan rumahnya dan rumah besar. tapi tetap saja selalu ada celah untuk Yeonbi mencelakai Nara.

“bisakah kau menyetir lebih cepat?!” itu bukan kalimat tanya, melainkan perintah yang harus dilakukan Henry. Tanpa harus di suruh dua kali, Henry mempercepat laju mobil yang mereka tumpangi. Ia pun tidak memikirkan peraturan tentang laju kendaraan. Persetan dengan peraturan itu dan jika nanti ada polisi yang mengejar mereka. Sebenarnya Henry juga khawatir, mengingat Nara sudah dianggapnya sebagai adiknya sendiri.

“kenapa kau harus pergi ke rumah sakit” erang Kyuhyun mengusap wajahnya kasar. Bahkan matanya sudah berkaca-kaca. Ia sangat khawatir dengan keadaan istrinya sekarang, juga kedua calon anaknya. Hanya tinggal beberapa hari Nara akan melahirkan. Andai saja ia tidak meninggalkan Nara demi urusan bisnis itu, hal ini tidak akan terjadi.

**

 

Nara kembali tersentak mendengar suara pintu terbuka. Penerangan mulai ada, dan perlahan dia bisa mengendalikan dirinya. Nara menatap Yeonbi nyalang. Menyembunyikan rasa takutnya dibalik keberanian yang dia paksakan. Kilauan dari belati yang dibawa Yeonbi menyadarkan Nara agar dia tidak menantang Yeonbi. Bagaimanapun juga perempuan gila itu membawa senjata yang bisa melukainya dan calon anaknya kapan saja, jadi Nara harus lebih berhati-hati.

Yeonbi mengikat tangan Nara lalu menarik rambut Nara kebelakang. “jika Kyuhyun menyukaimu karena kau cantik, bagaimana jika ada bekas luka di wajahmu?” ucapan Yeonbi berakhir dengan ujung belati yang dia goreskan pada pipi Nara. Saat itu juga darah segar mulai keluar dari pipi Nara.

Tak elak Nara pun meringis menahan perih. Air matanya kembali menangis ketika merasakan calon anaknya menendang-nendang perutnya. Dia takut ini adalah akhir dari segalanya.

“waah wajahmu berlumuran darah. Aku harus membuat di tempat lain.” Yeonbi tertawa, matanya menatap Nara berbinar bagaikan dia baru saja mendapat mainan baru. Dia kembali menggoreskan belatinya pada lengan Nara.

Dengan tenaga yang tersisa, Nara menendang Yeonbi hingga tersungkur. Secepatnya Nara melarikan diri. Berlari menuju pintu yang terbuka. Mungkin ini hari sial Nara. Gudang ini memiliki sekat sekat ruangan. Dan ada beberapa barang tak terpakai. Nara tidak tahu harus pergi ke mana. Dia hanya berlari menjauhi Yeonbi selagi dia bisa. Dan bersembunyi dibalik tumpukan besi. Pengap dan bau korosi yang sangat menyengat membuat Nara semakin lemas. Lama kelamaan dia pun tak sadarkan diri. Tersungkur dilantai berdebu seraya memegangi perutnya.

Sementara itu Heechul dan beberapa anak buah Kyuhyun mengejar Yeonbi yang berusaha melarikan diri. Awalnya Yeonbi akan mengejar Nara, menangkapnya dan menyiksanya lebih kejam. Namun semua rencananya gagal saat melihat Heechul berdiri jauh darinya. Dia pun berlari menjauh, menaiki tangga untuk menuju atap gudang. Yeonbi berniat menyembunyikan dirinya di sana.

Langkah Yeonbi semakin pelan hingga salah satu anak buah Kyuhyun mampu menyusulnya sebelum Yeonbi menutup pintu. Yeobi terus terdesak hingga akhirnya dia jatuh dari atap gedung. Sudah dapat dipastikan jika Yeonbi tewas karena kepala belakangnya terbentur batu dan mengeluarkan darah yang banyak.

Heechul dan anak buah Kyuhyun segera turun untuk mencari Nara. Mereka menyebar, mencari dengan teliti keseluruh penjuru gudang lama tak terpakai ini.

“Hyung, di mana Nara?” tanya Kyuhyun begitu melihat Heechul di tengah gudang.

“kami belum menemukannya, sepertinya dia bersembunyi tidak jauh dari gudang ini.”

Tanpa berkata apapun lagi Kyuhyun keluar dari gudang. Ia mencari Nara dibagian luar gudang. Kyuhyun terus meneriakan nama istrinya. Jangan ditanya bagaimana tampilan Kyuhyun sekarang. Sudah bisa ditebak jika sekarang ia terlihat sangat kacau.

“dasar bodoh” gerutu Heechul. Kyuhyun terlalu gegabah hingga tak menggunakan pikirannya. Saat akan keluar, mata Heechul melihat bercak darah di lantai. Ia terus berjalan mengikuti bercak darah itu. dan akhirnya ia mendengar sebuah rintihan.

“Ra-ya!” Heechul membantu Nara berdiri. Ia sangat prihatin dengan keadaan Nara saat ini. Darah yang mengering di pipi dan lengannya. Juga rintihan kesakitannya itu, membuat hati semua orang yang mendengarnya akan ikut merasakan kesakitannya.

Heechul memapah Nara keluar dari gudang. Nara tidak mau digendong, maka dari Heechul hanya bisa membantu memapahnya.

Nara sedikit tersenyum ketika melihat Kyuhyun berada di depan pintu gudang. Dia menahan rasa sakitnya demi berjalan lebih cepat agar bisa memeluk suaminya. Mencari ketenangan untuk hatinya. “oppa” lirihnya.

“sayang, jangan menangis. Ada aku di sini” rahang Kyuhyun mengeras melihat Nara terluka.

“Kyu cepat bawa Nara ke mobil. Kita harus membawanya ke rumah sakit sekarang.” ucapan Heechul menyadarkan Kyuhyun. Segera ia menggendong istrinya dan masuk ke dalam mobilnya. Membaringkan istrinya dan menaruh kepala Nara di pahanya.

“cepatlah Henry-ya!” geram Kyuhyun.

“oppa.. sakit… perutku terasa sangat sakit” rintih Nara.

Mata Kyuhyun terbelalak sempurna melihat darah yang keluar mengalir di paha istrinya. Secepatnya dia mengambil ponselnya lalu menghubungi dokter Kang.

“Moo Yeon-aa. Sepertinya Nara akan melahirkan. Siapkan semuanya aku akan segera tiba!” singkat, padat, dan Jelas. Kyuhyun hanya mengatakan itu.

“sayang bertahanlah” suara Kyuhyun bergetar

“aku tidak kuat oppa.. ini sangat menyakitkan” Nara meremas tangan Kyuhyun hingga memutih.

Kyuhyun mencium bibir Nara. “bertahanlah demi anak kita sayang. Aku mohon padamu”

Remasan tangan Nara melonggar. Tangannya menjadi lemas hingga tidak mampu menggenggam tangan suaminya lagi. “aku harus kuat” lirih Nara disela tangisnya.

“Kyu, jangan biarkan Nara tertidur. dia harus sadar sampai mendapat penanganan dari dokter Kang.” Henry memperingatkan.

Namun terlambat, Nara sudah memejamkan matanya sebelum kalimat Henry selesai.

“Ra-ya!!” Kyuhyun menepuk pipi Nara yang tidak terluka. “Ra-ya bangunlah!” suaranya meninggi. Ia kembali panik melihat Nara memejamkan matanya.

 

 

Annyeong~

Mian slow update. Bener-bener lagi sibuk (main). Kkk

Akhir-akhir ini juga males ngetik everlasting, malah lanjutin Time Machine TT

Besok beneran part terakhir dah. Ngga bohong lagi kali ini. dan kayanya part terakhir bakal aku protect.

See you on last part. Kisskiss

 

With Love,

Chokyulate

Advertisements

28 thoughts on “Everlasting part 19

  1. Uhhhh please
    Jgn terakhir dong

    Mau liat masa2 mereka besarun anaknya

    Udh jauh perjalanan mereka
    Masa iya baru bahagia udh end

    Please jgn cepet2 end chingu

    Liked by 1 person

  2. Nara terlalu keras kepala dan selalu melanggar perintahnya kyuhyun, tapi semoga aja dia dan calon anak kembarnya bisa diselamatkan.
    Terus nanti minta pwnya dimana yaa? Di FB boleh nggak?

    Liked by 1 person

  3. Yess akhirnya keluar jugaa kangen banget sm ff ini 😭😭😭
    Kasihan yoonbi kena karma juga kan situ yg jahat sm orang sekarang malah kena ajal.
    Aa tolong selamatkan nara semoga nara baik” saja jangan tinggalkan kita nara eonni terutama kyuhyun. Semoga lahirannya slamat dan lancar yaaa amin butuh happy ending

    Makasih eonni untuk post part 19 ditunggu endingnya wkwkwk 😍😍😍

    Liked by 1 person

  4. Akhir’y di update juga ka udah lama banget nungguin’y.. Hihi
    Syukur dech yuh perempuan gila dah mati moga aja gak ada lagi perempuan gila yang lain’y…
    Itu nara baik” aja kan ka gak mati kan ka aduh plisss selamatkan nara ka jangan di bikin kaya di time machine…

    Liked by 1 person

  5. Akhirnya eonni update juga wkwk
    Wah berarti yg ngejahatin nara waktu itu juga yeonbi, semoga nara bisa selamat sama bayinya juga
    Ditunggu next part endnya eonni
    Keep writing 😊

    Liked by 1 person

  6. duh itu gak kakak gak adek kerjaannya nyakitin org mulu, semoga bayinya strong ya, biar jadi happy ending, bcs gasuka sad ending akutuu wkwk 😂😂😂

    Liked by 1 person

  7. gila yoenbi gak kapok kapok ya bener bener dah.
    next part harapannya gak lama diupdate ya kak dan Nara please selamat juga anak anaknya. Penuh liku kehidupan Nara semenjak nikah sama Kyuhyun. gak bisa kayaknya gak ada yang ganggu kehidupan mereka :×

    Liked by 1 person

  8. Gue ga pernah bosen sama cerita ini selalu bagus dan feeling nya juga kerasa .suka deh typo juga ga keliatan sma skali.
    Next chapt nya ditunggu !

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s