Chapter · marriedlife · romance

Everlasting part 18

Nara berusaha menyembunyikan rasa tidak enaknya karena banyak dari mereka melayangkan tatapan sinis padanya. Bagaimana tidak, Nara dan Bona memakan tempat sendiri saat menonton konser. Ya, Kyuhyun memang mengizinkan Nara untuk menonton konser bersama Bona. Asal dijaga ketat oleh para bodyguardnya. Nara dan Bona hanya menduduki 2 kursi, tapi 8 kursi yang mengelilingi mereka kosong dan ada 8 orang-orang Kyuhyun yang mengelilingi Nara dan Bona setelah kursi kosong tersebut. Wajar jika para fans lain melihat mereka sinis. Nara juga tidak tahu bagaimana Kyuhyun bisa mendapatkan semua kursi ini, karena tiket konser langsung habis dalam hitungan menit.

Nara mendesah kesal ketika mendengar dengan jelas beberapa orang mengumpatnya karena membeli kursi terlalu banyak dan tidak diduduki. Apalagi Nara duduk di barisan paling depan kursi VIP. Suaminya memang keterlaluan, tapi daripada tidak menonton, Nara memilih untuk menuruti apa yang dimau suaminya. Meskipun harus mendapatkan caci maki dan tatapan tajam penonton lainnya.

Berulang kali Bona menyuruh Nara untuk menghiraukan mereka. Dia mempunyai tugas khusus dari Kyuhyun untuk menjaga Nara. Dan berkat itu juga Bona bisa menonton konser idolanya secara gratis. Karena saat malam penjualan tiket itu Bona tidak mendapatkannya. Dan Nara hanya bisa mendapatkan satu tiket saja. Memang Bona sudah menyerah, beruntung dia memiliki Nara yang mempunyai suami dengan banyak koneksi.

Konser pun dimulai. Para penonton mulai bersorak. Meneriakan nama idol mereka, dan meneriakan fanchant tatkala idolnya sedang bernyanyi. Begitu juga dengan Nara, dia juga ikut berteriak hingga terkadang dia harus memegang lehernya karena tenggorokannya terasa sakit. Seakan melupakan kenyataan bahwa dia sedang hamil tua, Nara berteriak layaknya para gadis remaja yang sedang mabuk asmara terhadap idol mereka.

Andai Kyuhyun melihat tingkah istrinya. Pastinya ia tak segan untuk menarik Nara keluar dari konser karena cemburu.  Berulang kali Nara menyatakan cintanya pada idol favoritenya di BTS yang bernama Kim Taehyung.

Tak terasa 2 jam 30 menit telah berlalu. Suara Nara sudah habis, begitu juga dengan Bona. Mereka segera keluar untuk membeli minum. Berharap bisa mengembalikan suara mereka yang hilang dan menyembuhkan tenggorokan yang sakit.

“sudah puas bersenang-senangnya nyonya Cho?”

Nara menoleh saat mendengar suara bass milik pria yang tak asing baginya. Betapa terkejutnya dia melihat Kyuhyun berdiri di belakangnya. Kyuhyun memakai kaos yang dipadukan dengan cardigan dan celana jeans. Meski terlihat sangat lelah, namun Kyuhyun juga terlihat sangat tampan. Jangan lupakan jika seharian ini Kyuhyun ada meeting dengan rekan bisnisnya. “oppa..”

“selamat malam presdir” Bona menyapa Kyuhyun dengan sedikit membungkukan badannya.

“terimakasih telah menjaga istriku” Bona mengangguk.

“aku ada sesuatu untukmu. Ikut aku” Kyuhyun merangkul Nara. “kau juga boleh ikut dengan kami Bona-ssi” tawar Kyuhyun, tapi Bona memilih pulang lebih dulu. Dia tidak ingin menganggu Kyuhyun dan Nara.

 

Lagi-lagi Nara dibuat terkejut oleh Kyuhyun. Pasalnya sekarang dia berada di ruang yang digunakan idolnya untuk beristirahat. Semua member pun lengkap berkumpul di sini. Dan sedang tersenyum melihatnya. Oh tuhan! Bagaimana penyesalan Bona jika tahu dia sudah menolak kesempatan emas yang diberikan Kyuhyun untuk lebih dekat dengan idolnya. Bahkan sangat dekat dan bisa berfoto bersama.

“selamat malam, tuan Cho dan nyonya Cho” sapa mereka.

“maaf mengganggu waktu istirahat kalian, tapi istriku sangat ingin bertemu dengan kalian.”

“tidak apa-apa, kami juga sangat senang bisa bertemu dengan tuan dan nyonya Cho”

“hentikan tampang bodohmu itu sayang” Kyuhyun berbisik pada Nara yang sedari tadi hanya diam dan menatap kagum 7 pria tampan di depannya.

“ah panggil saja nuna” Nara tersenyum. Dia melepas tautan tangannya pada lengan Kyuhyun. Maju selangkah agar lebih dekat dengan member BTS.

“siapa member favorite nuna di bangtan?” tanya Jungkook.

“Kim Taehyung!” jawab Nara mantap seraya menatap Taehyung.

“kalau yang paling tampan?”

“tentu saja Taehyung. Tapi walaupun begitu, suamikulah yang tertampan dan aku sangaaaat mencintainya.” jawaban Nara dibalas oleh tawa renyah orang-orang yang di sana. Saat Nara mengatakan hal itu terlihat sangat polos dan menggemaskan. Seperti anak TK yang tak bisa berbohong.

Tanpa disadari, jawaban Nara membuat Kyuhyun bangga dan lebih mencintai istrinya. Memang Nara tergila-gila pada idol group ini. Namun dia tetap rasional. Tetap memilih suaminya walaupun yang lebih muda dan lebih tampan ada di depannya.

Mereka mengambil beberapa foto. Tak lupa Nara juga berselfie dengan setiap member bangtan. Ia akan melihatkannya pada Bona besok saat dia ikut ke kantor.

“nuna pulang dulu. beristirahatlah. Kalian telah bekerja keras. Akan kupastikan untuk menonton konser kalian lagi tahun depan. Bersama anak-anakku”

“kami akan merasa senang jika nuna datang ke konser kami” ucap Seokjin. Mereka sedikit membungkuk ketika Nara dan Kyuhyun berpamitan dan keluar dari ruangan.

 

 

Sepanjang perjalanan pulang, Nara terus menempel pada Kyuhyun. Merindukan suaminya? Sudah pasti iya. Seharian ini dia tidak melihat suaminya. Nara menonton konser, sedangkan Kyuhyun meeting dengan rekan bisnisnya.

“aku tidak menyangka oppa akan menjemputku. Terlebih membawaku bertemu dengan anak-anak bangtan.” Nara memecah keheningan diantara mereka dengan suaranya yang serak.

Kyuhyun berdecak. “tenggorokanmu pasti sakit sekali”

Nara menggeleng cepat. Dia berdusta. Sangat sakit memang, tapi Nara tidak mau menunjukannya pada Kyuhyun dan membuatnya khawatir.

“besok pagi aku ada meeting.” Keluh Kyuhyun sedih.

“bukankah besok hari minggu?”

Kyuhyun mengangguk. “ini project besar untuk melebarkan perusahaanku di Amerika”

“besok aku akan menemani oppa”

“tidak perlu. Kami akan meeting di café. Di sana tidak ada tempat tidur jika kau lelah”

“tidak ada penolakan tuan Cho. Sekarang tidurlah, oppa harus istirahat” Nara menepuk pahanya. Menyuruh Kyuhyun untuk tidur di pangkuannya. Tak lupa dia juga menyuruh pak Kang untuk lebih pelan agar Kyuhyun bisa tidur dengan nyenyak diperjalanan mereka ke rumah.

 

҉҈

 

Twosome Café

 

Kyuhyun terlihat sangat serius ketika bicara pada rekan bisnisnya di ruangan khusus yang dipisahkan kaca. Terhitung sudah satu jam lebih 25menit Kyuhyun berada di sana bersama rekan bisnisnya. Meninggalkan Nara sendiri di meja paling ujung dengan beberapa makanan.

Nara mengambil ponselnya. Memfoto suaminya yang terlihat sangat-sangat tampan jika sedang serius seperti ini. Terlebih Nara melihat Kyuhyun dari samping. “Ayah kalian sangat tampan” gumamnya seraya mengelus perutnya yang besar.

Menit demi menit pun telah berlalu. Ini sudah satu jam sejak Nara mengambil foto suaminya. Nara kembali meminum milkshake strawberrinya hingga habis. Setelahnya dia meminta kertas kosong dari pelayan.

Kertas? Untuk apa? Tentu saja untuk menghilangkan kejenuhan Nara saat menunggu suaminya yang tak kunjung selesai.

“apa yang sedang kau lakukan?” tanya seorang pria dengan suara khasnya satu jam kemudian.

“menggambar monster” jawab Nara tanpa menghentikan kegiatan menggambarnya.

Satu detik… dua detik… tiga detik… empat detik….

“oppa?!” akhirnya Nara tersadar jika yang bertanya adalah suaminya. Ia menatap Kyuhyun dengan mata yang berbinar. “oppa sudah selesai?”

Kyuhyun mengangguk, ia duduk di samping Nara. Melirik sekilas gambar istrinya. “gambar anak TK saja masih lebih bagus daripada punyamu.”

“jika aku pintar menggambar? Pastinya aku sudah menjadi pelukis sekarang” Nara berdecak. “kita pulang sekarang?”

Kyuhyun mengangguk. “aku tidak ingin istriku mati kebosanan di sini” Kyuhyun tertawa renyah.

Nara berdiri dari duduknya. Mengambil tasnya lalu berjalan menuju kasir seraya memegang perutnya.

Tanpa Nara ketahui, Kyuhyun mengambil kertas gambar Nara dan memasukannya ke dalam agendanya. Entah kenapa Kyuhyun sangat menyukai gambar Nara. Meskipun hanya doodle biasa, namun itu sangat lucu karena menggambarkan saat pernikahan mereka tak lupa Nara Cho Kyuhyun dan Hwang Nara tertulis di bagian atas.

҉҈

 

Kyuhyun berjalan menuju halte bus. Seharian ini Nara izin untuk pergi bersama Hani dan ingin menaiki bus. Jadi sore ini Kyuhyun berjalan menuju halte di mana Nara akan turun dari bus. Dan tepat setelah Kyuhyun memarkirkan mobilnya, Nara terlihat turun dari bus dengan beberapa paper bag ditangannya.

Sementara itu tubuh Nara membeku melihat seseorang yang sedang berdiri di halte dengan pakaian berwarna hitam. Mulai dari hoodie, kacamata, masker, celana, dan sepatunya. Semua berwarna hitam. Tunggu, yang ada di depannya bukan malaikat maut kan? Batin Nara bergejolak. Dia merasa takut sekarang.

Kyuhyun berjalan cepat. Namun belum juga ia sampai di dekat Nara, tubuhnya sudah membeku. Dunianya runtuh saat itu juga. Bagaikan dihempas ke dasar jurang paling dalam, Kyuhyun merasakan hatinya nyeri.

Nara. Nara tertabrak mobil setelah orang berpakaian serba hitam itu mendorongnya. Dia tertabrak hingga terpental beberapa meter dari tempatnya semula hingga tergeletak tak jauh dari Kyuhyun. Darah segar keluar dari kepala dan sela-sela kakinya. Mewarnai jalanan yang berwarna abu-abu menjadi merah.

Kyuhyun mendekati Nara. Dengan sangat hati-hati ia membawa Nara kedalam pelukannya. Tangan kanannya terus mengusap perut Nara, berharap calon bayi mereka baik-baik saja. Kyuhyun menjerit meminta tolong, tapi tidak ada seorangpun yang menolongnya. Orang yang mencelakai Nara tadi juga telah hilang menjauh dari tempat ini. Pria itu semakin terisak oleh tangisnya tatkala Nara memuntahkan darah yang banyak dan akhirnya tak sadarkan diri.

 

Nara tersentak dari tidurnya saat tangan Kyuhyun mengenai perutnya. Bukan mengelus, tapi seperti menjatuhkannya dengan kasar. Nara terbangun, dia mendesis ingin marah. Namun kemarahannya meluap hilang tatkala melihat suaminya sangat gelisah dalam tidurnya. Bahkan keringat dingin telah membasahi dahi dan lehernya.

“oppa bangunlah… oppaa!!” Nara mengusap dahi dan pipi Kyuhyun.

Kyuhyun membuka matanya dan langsung mengambil posisi duduk. Memeriksa semua bagian tubuh istrinya. Terlihat sekali Kyuhyun sangat ketakutan dan panik. “kau baik-baik saja kan sayang?” tanya Kyuhyun sarat akan kekhawatiran yang mendalam.

“oppa bermimpi buruk?” kyuhyun mengangguk. Nara memeluk suaminya. “tenanglah oppa. Itu hanya bunga tidur. oppa jangan terlalu memikirkannya” dan lagi, Kyuhyun hanya menjawab Nara dengan sebuah anggukan.

Benar yang dikatakan Nara. itu hanya mimpi, bunga tidur yang bisa datang ke siapapun. Namun mimpi itu terasa sangat nyata dan membuat Kyuhyun merasa kesakitan jika hal itu benar terjadi. Kyuhyun tak bisa membayangkan apa yang terjadi padanya jika Nara benar-benar meninggalkannya.

“tubuh oppa hangat. Besok tidak usah bekerja”

“aku harus berangkat sayang. Bukankah sudah kukatakan padamu jika aku sedang melebarkan perusahaanku di Amerika?” Kyuhyun diam sejenak. “besok aku ada meeting penting di perusahaan” ucapnya berbisik.

“serahkan saja pada Henry oppa.”

“ia tidak bisa menanganinya sendiri” Kyuhyun melepaskan pelukan Nara. Kembali membaringkan dirinya di kasur, dan menggunakan paha Nara sebagai bantal.

“jangan menelfon Henry dan meminanya untuk menggantikanku. Aku masih bisa pergi ke perusahaan besok.” Ujar Kyuhyun saat melihat istrinya mengambil ponsel dan mulai mengetik sesuatu.

“aku hanya menset alarm agar aku bisa bangun lebih pagi dan membuatkanmu sarapan.”

“panggil beberapa pelayan di rumah besar untuk memasak dan membersihkan rumah kita besok pagi”

“tapi aku…” Nara menghentikan kalimatnya ketika Kyuhyun menatapnya tajam. Jelas sekali Kyuhyun tidak ingin Nara memasak dan membuatnya kelelahan. “baiklah, aku akan memberitahu eommonim untuk mengirimkan beberapa orang.”

Kyuhyun kembali memejamkan matanya, tak lama kemudian ia sudah tertidur. Berbeda dengan Nara yang terus memandangi wajah tampan suaminya. Jemari lentiknya menyingkirkan helaian rambut Kyuhyun yang menutupi dahi suaminya.

҉҈

 

 

Cho Group

 

Dengan mata yang masih mengantuk, Nara berjalan di samping Kyuhyun memasuki perusahaan. Memang Kyuhyun memaksa Nara untuk ikut dengannya ke perusahaan. Meskipun tadi pagi Nara sudah merengek agar di rumah saja karena dia ingin tidur. Kyuhyun melakukan hal ini karena ia tidak ingin Nara berada jauh darinya sebelum orang yang ingin mencelakakan Nara tertangkap.

Saat sarapan tadi pagi Kyuhyun teringat akan mimpinya. Tentang orang yang mendorong Nara ke jalanan. Orang itu sama seperti orang yang berada di cctv yang merusak mobil Nara. Oleh karena itu Kyuhyun memaksa Nara untuk ikut dengannya. Setidaknya Kyuhyun bisa mengawasi istrinya secara langsung.

Sesampainya di ruangan Kyuhyun. Pria itu mengantar Nara ke kamar rahasianya. Membantu melepas coat yang dipakai Nara. Setelah mandi tadi pagi, Nara memang memakai pakaian yang di gunakan untuk tidur karena dia berniat untuk tidur di rumah. Namun apa daya saat Kyuhyun memaksanya ikut ke kantor, dengan penuh keterpaksaan dia menuruti keinginan suaminya tanpa mengganti baju. Terlalu malas untuk berganti. Itulah jawabannya. Toh Nara juga akan tidur di kamar rahasia Kyuhyun.

“tidurlah yang nyenyak. Aku akan segera kembali” Kyuhyun mencium kening Nara sebelum keluar dari kamar rahasia itu.

 

҉҈

 

Pikiran Kyuhyun terbagi menjadi dua, antara meeting dengan koleganya dan juga keselamatan istrinya. Sampai sekarang dia belum tahu siapa yang berusaha mencelakai Nara. Orang-orang suruhannya belum berhasil. Tadi pagi, Henry juga mengatakan jika ia belum bisa menghubungi Heechul. Hal ini membuat Kyuhyun sangat marah.

Dua jam terasa sangat lama bagi Kyuhyun. Ia mendesah lega ketika meeting berakhir. Segera ia berjalan ke ruangannya untuk menemui Nara.  Pasti istrinya sudah lapar karena ini sudah waktunya dia memakan snack. Ah bukan snack, mungkin bisa disebut sarapan kedua.

“sayang?” panggil Kyuhyun saat membuka pintu kamarnya. Ia mulai panik ketika tak menemukan Nara di tempat tidur, bahkan di kamar mandi pun tidak ada.

Ia mengambil ponselnya cepat. Menekan speed dial angka 1 seraya berjalan menuju lift. “Kau di mana?” sentaknya.

“Aku ingin membeli churros di café depan.”

“berhenti, aku akan menyusulmu” Kyuhyun menutup sambungan telefonnya. Ia menekan tombol lift tak sabaran.

Sementara itu Nara tidak mengindahkan perkataan Kyuhyun. tadi saat suaminya menelfon dia baru saja keluar dari lift. Dan sekarang dia berjalan keluar gedung perusahaan untuk ke café. Nara berfikir lebih baik menunggu Kyuhyun di café dari pada di depan lift. Banyak pegawai yang menatapnya aneh namun tetap menyapanya dengan ramah. Dasar muka dua, desisnya. Jangan lupakan jika tampilan Nara hari ini benar-benar seadanya. Meskipun dia tetap terlihat sangat cantik.

Kyuhyun menggeram saat tidak menemukan Nara di loby perusahaannya. Ia berlari keluar gedung dan akhirnya menemukan Nara sedang berjalan menuju jalan, bersiap untuk menyebrang.

“Hwang Nara!!” triaknya seraya mencengkram pergelangan tangan Nara erat. “bukankah sudah kukatakan untuk menungguku” itu bukan pertanyaan.

Untuk beberapa saat Nara menatap Kyuhyun takut. Nara mundur selangkah begitu Kyuhyun melepaskan pergelangannya. “aku hanya pergi ke café depan.” Lirihnya. “kenapa oppa seperti ini?” suaranya mulai meninggi. “apa karena mimpi buruk semalam? Itu hanya mimpi. Tak akan menjadi nyata!”

Kyuhyun memejamkan matanya sejenak untuk menormalkan emosianya. Ia menatap kesamping dan saat itu juga tangan kanannya reflek menarik Nara kepelukannya dan memutar tubuhnya. Sebuah mobil melaju sangat kencang dan hampir menabrak Nara jika Kyuhyun tidak menariknya. “hampir saja mimpi itu menjadi kenyataan.” Lirih Kyuhyun sangat pelan. Nara bisa merasakan ketakutan Kyuhyun melalui suara suaminya yang bergetar.

Nara merasa menyesal telah membentak suaminya. Akhir-akhir ini Kyuhyun bekerja hingga lupa waktu, ia kelelahan. Juga harus mengalami mimpi yang sangat buruk. Suaminya kelelahan, tapi Nara malah membentaknya tadi. “maafkan aku.”

“jangan pergi sendirian. Jangan menjauh dari jangkauanku Ra-ya” Kyuhyun bersungguh-sungguh mengatakan itu.

Nara mengangguk. Dia melonggarkan pelukan Kyuhyun untuk menatap wajah suaminya. Dan benar saja, terlihat jelas jika ketakutan, kekhawatiran, kemarahan dan kesedihan bercampur menjadi satu. Mata suaminya juga memerah. Oh tidak, apakah suaminya akan menangis?

“lebih baik kita pulang. Oppa tampak kelelahan” ucap Nara lalu mencium bibir suaminya. Hanya menempel untuk beberapa saat, seakan ingin mmeberitahu bahwa suaminya tidak perlu khawatir.

 

 

Dikit? Iya tau emang dikit. Udah nunggu lama tapi cuma dikasih cerita pendek banget. Pengen bunuh aku yaa? Kkk

Oiyaa jangan panggil aku author yaa. Aku 95L, jadi bisa panggil unnie, adik, kakak, nama ku asli atau chokyu (kek temen-temen kampus manggil aku)

See you on next part. If you wanna ask something just ask me on my instagram: Citraariska

Kisskiss

 

With love,

 

Chokyulate

Advertisements

12 thoughts on “Everlasting part 18

  1. Yea ampun aku kira itu beneran si nara ketabrak sampe syok sendiri tapi tau’y cuma mimpi doang…
    Tapi emang perlu hati” juga sih karna si cewe jahat itu belum ketangkep juga…
    Oh iya si heechul gak jadi penghianat kyuhyun kan cz’y dia mencurigakan gak bisa di hubung”n

    Like

  2. Yeahh akhirnya yg ditunggu” kluar juga 😊😊😊 haduh untung si nara slamat mimpinya kyuhyun hampir jadi nyata. Eonni kasihan mreka sampau kapan mreka di teror terus, mulai dr pacaran hingga mau punya anak mreka slalu ada rintangan entah diculik atau apa kasihann sm calon dedek bayinya 😣😣 semoga cepet ketemu siapa dia sebenarnya.. Gak sabar untuk next partnya eonni cepet yaaa #tabokmulutku wkwkwk

    Liked by 1 person

  3. Yaampun itu mimpinya berasa kenyataan, tp untungnya cuman mimpi, trus pas lagi nonton konsernya kurang di jelasin eonni aku penasaran gimana tuh nonton sambil ada bodyguard yg ngelilingin 😁😂
    Lagi seru-seru baca tiba-tiba udh ada note dari unnie huhu :((
    Makin serruu bgt, ditunggu nextnya unnie
    Keep writing 😊

    Liked by 1 person

  4. sempet kaget baca nya aku kira beneran untung cuma mimpi lalu siapa org misterius itu apa park yonbi atau ada org yg lin yg membenci nara dan kyuhyun siapun org itu aku harap semoga semua rencana jahatnya gagal

    Liked by 1 person

  5. gemes jg ama nara, dia kelewat polos apa gimana sih, udh tau pernah ngeliat yeonbi, dan skrg lgi hamil pula, tpi kerjaannya ngelayap mulu, kan kalo knp2 ai jg jadi spot jantung kkk :”

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s