Chapter · marriedlife · romance

Everlasting part 17

if u wanna ask something, feel free to follow my instagram citraarsiska

happy reading!!

 

Kyuhyun sudah keluar dari rumah sakit seminggu yang lalu. Keadaannya terlihat sangat baik kecuali tangan kirinya yang masih digips. Memang perbaikan untuk tulang retak membutuhkan waktu yang lumayan lama. Meskipun korea memiliki alat yang canggih, kesembuhan total juga membutuhkan waktu.

Selama Kyuhyun sakit, Nara berusaha menjadi istri yang siaga. Menyiapkan segala kebutuhan suaminya. Bahkan membantu suaminya saat memakai baju. Memang Kyuhyun sudah melarang hal itu karena bisa membuat Nara kelelahan. Tapi Nara tetaplah Nara. Dia keras kepala dan susah diatur. Tidak mau menuruti perkataan Kyuhyun begitu saja. Selalu melakukan apapun yang dia inginkan. Seperti saat ini, Nara memasak untuk makan siang mereka meskipun Kyuhyun telah melarangnya.

Perempuan itu bergerak ke sana kemari. Nara sedang merebus sesuatu dan juga menyiapkan bumbu untuk masakan lainnya. Sesekali dia berhenti seolah sedang istirahat seraya memegangi perutnya.

“aku kan sudah bilang untuk memanggil Jung ahjumma.” Kyuhyun mendekati Nara yang sedang  memotong paprika. Membawa helaian anak rambut Nara yang tidak terikat kebelakang telinga. “kau kelelahan”

Nara menggeleng cepat. “tidak sama sekali. Oppa tunggu saja di meja makan. Sebentar lagi selesai”

“aku bantu” tawar Kyuhyun. ah bukan tawaran, lebih tepatnya kalimat perintah.

Nara mendorong Kyuhyun keluar dari area dapur. Menarik kursi meja makan dan menyuruh suaminya untuk duduk di sana. “sebentar lagi aku akan selesai. Tunggulah di sini” Nara mengecup bibir Kyuhyun, lalu kembali ke dapur untuk menyelesaikan masakannya.

҉҈

 

Mereka makan dalam diam. Tidak ada yang membuka topik pembicaraan terlebih dahulu. Sesekali Nara melirik suaminya yang makan lebih lamban dari biasanya. Kyuhyun belum terbiasa makan dengan satu tangan. Meskipun begitu, pria itu menolak saat Nara akan menyuapinya. Bukan bermaksud apa-apa, hanya saja Kyuhyun tidak mau semakin merepotkan Nara dan membuat istri tercintanya itu bertambah lelah.

Melihat hal itu Nara memotong daging menjadi potongan kecil dan menaruhnya di samping piring suaminya. Kyuhyun tersenyum, perlakuan sederhana dari Nara membuat perutnya diisi ribuan kupu-kupu. Ia sangat bahagia. Tentu saja karena ia bisa merasakan cinta Nara yang begitu besar padanya.

Kyuhyun menyuruh Nara beristirahat setelah menyelesaikan makan siang mereka. bahkan Kyuhyun melarang keras istrinya saat ingin mencuci piring. Ia telah memanggil beberapa pelayan rumah besar untuk membersihkan rumah mereka dan mencuci piring.

Mereka berdua menghabiskan waktu di kamar. Nara sibuk dengan novelnya, sementara Kyuhyun sibuk dengan ponselnya. Kyuhyun terlihat sangat serius tatkala berkirim pesan dari Henry. Ia sedang menyuruh Henry untuk mencari seseorang yang membuatnya celaka. Kyuhyun bukanlah orang bodoh yang menganggap kejadian itu sebagai kecelakaan murni. Ia sangat yakin jika ada yang ingin menyelakai istrinya. karena semua mobilnya selalu dalam keadaan baik. Selalu diperiksa dan tidak pernah telat saat melakukan service.

Lalu kenapa ada kecelakaan? Sebenarnya siapa yang berniat mencelakai istrinya? Kyuhyun mendesah kasar. Ia tidak sabar ingin mengetahui dalang dibalik kecelakaannya. Ia ingin membuat perhitungan tersendiri untuk orang itu.

“ada apa?” tanya Nara, dia menutup novelnya dan menatap Kyuhyun penuh rasa ingin tahu.

“tidak ada apa-apa”

Nara mendekatkan tubuhnya pada Kyuhyun. “jangan berbohong”

Jangan berbohong! Haruskah Kyuhyun memberitahu semua dugaannya pada Nara? menambah pikiran istrinya?

“pekerjaanku menumpuk karena aku tidak ke kantor” Tentu saja Kyuhyun berbohong. Ia tidak ingin membuat istrinya ketakutan karena ancaman dari orang yang belum jelas. “aku akan berangkat ke kantor besok”’ ucapnya, membuat Nara menatapnya tajam. Terlihat sekali jika dia jengah dengan sifat Kyuhyun.

Ke kantor? Dengan tangan yang masih di gips? Suaminya belum sembuh total. Bisakah Kyuhyunnya istirahat di rumah dengan tenang? Inilah yang dia benci dari sifat suaminya yang pekerja keras. Selalu memikirkan pekerjaan walaupun sedang sakit.

“kau bisa ikut ke kantor jika mengkhawatirkan keadaan suami tampanmu” tawar Kyuhyun dalam nada bercanda. Tapi sebenarnya ia serius dengan ucapannya. Dengan ikutnya Nara ke kantor, Kyuhyun bisa mengawasi istrinya sendiri. Ia tidak akan merasa khawatir saat bekerja nanti.

“Aku memang harus memastikan suamiku tidak bekerja terlalu keras” Kyuhyun terkekeh mendengar jawaban istrinya yang tak terduga.

҉҈

 

Cho Group

 

Nara benar-benar ikut ke kantor hari ini. Dengan dress berwarna pink yang panjangnya dibawah lutut, dia bejalan memasuki gedung beriringan dengan suaminya. Berbeda dengan Kyuhyun yang memasang wajah tegas dan dinginnya, Nara tersenyum menyapa orang-orang yang berpapasan dengannya meskipun matanya terlihat sedikit sembab.

Sembab? Ya, semalam Nara menangis. Bukan karena suaminya, melainkan karena maknae idol group kesayangannya akan melakukan wajib militer bulan depan. Hampir semalaman juga Kyuhyun tidak tidur karena istrinya terus menangis. Tak jarang Kyuhyun mengutuk maknae super junior yang akan wamil itu saat menenangkan istrinya.

Kyuhyun mengira Nara sudah tidak menjadi fangirl karena sejak menikah Kyuhyun tidak pernah melihat satupun foto idol di ponselnya. Terkadang Nara masih mendengarkan lagu-lagu super junior, khususnya maknae super junior. Tapi itu jarang sekali, hingga Kyuhyun dapat menyimpulkan jika istrinya telah bosan. Tapi nyatanya Nara masih mencintai dan memuja super junior.

Senyum Nara mengembang tatkala melihat sahabatnya sedang berdiri di depan lift.

“Bona-ya! kemari” Nara mengajak Bona masuk ke lift yang di khususkan untuk Kyuhyun. Gadis itu menjawabnya dengan menggelengkan kepala. Selain dia takut pada Kyuhyun, dia juga tidak enak dengan pegawai lain yang sedang menunggu lift.

Kyuhyun menyingkirkan tangan Nara yang menekan tombol agar pintu lift tetap terbuka. “dia tidak mau” Ucapnya seraya menekan tombol agar pintu tertutup lalu menekan tombol nomor lantai di mana ruanganya berada.

Nara mendesis kesal. Tidak seharusnya Kyuhyun menutup pintu lift begitu saja. Bahkan dia tidak memunyai kesempatan untuk sekedar tersenyum pada Bona. “pantas saja jika tangan oppa seperti itu. mungkin itu adalah ganjaran untuk orang yang seenaknya sendiri” sindirnya.

“kau tidak melihat bagaimana reaksi Bona tadi? Lagipula akan ada banyak orang yang iri padanya nanati, dan lebih parahnya dia akan menjadi korban pembully-an” jelas Kyuhyun pada istrinya.

Memang benar apa yang dikatakan Kyuhyun. Nara tidak memikirkan akibatnya sampai sejauh itu.

Setibanya di ruangan Kyuhyun, Nara menjatuhkan tubuhnya di sofa. Dia merasa sedikit lelah. Kedua tangannya mengelus perut besarnya. Hamil anak kembar tidaklah mudah baginya.

“istirahatlah di dalam, kau tampak kelelahan” ucapan Kyuhyun langsung dituruti Nara begitu saja. Dia pindah ke kamar rahasia yang ada di dalam ruangan Kyuhyun. Merebahkan dirinya di kasur seraya menonton film frozen melalui laptop.

Kamar minimalis ini telihat sangat maskulin dengan desain interiornya. Sungguh menggambarkan karakter pemiliknya. Kamar ini hanya untuk beristirahat sebentar. Jadi tidak banyak barang-barang yang ada di sini. Hanya ada sebuah kasur dan almari yang berisi beberapa pakaian ganti Kyuhyun. Tidak ada TV atau sejenisnya.

Di waktu yang sama, Kyuhyun mulai pekerjaannya dengan membaca beberapa dokumen laporan dari pada pegawainya. Namun hal itu tak bertahan lama. Henry masuk dengan membawa kabar tentang pelaku yang menyebabkan ia kecelakaan.

“bagaimana bisa kau tidak berhasil menemukan pelakunya?” Kyuhyun menggeram marah, tapi tetap menjaga suaranya agar tidak terdengar Nara.

“pelakunya memakan hodie hitam kebesaran, kacamata hitam, dan juga masker. Tidak ada bagian tubuhnya yang terlihat, semua tertutup pakaian hitam.”

“apa kau tidak meminta bantuan dari Heechul?”

“detektif itu mempunyai pekerjaan di luar negeri. Belum tahu kapan ia akan kembali ke korea.”

Kyuhyun mendesah dan membanting tubuhnya kepunggung kursi kebesarannya. “apa kau sudah meningatkan keamanan perusahaan? Pastikan tidak ada yang bisa memasuki gedung ini selain pegawai dan tamu penting”

“sudah aku lakukan hyung, aku juga sudah menugaskan beberapa orang untuk menjaga keamanan rumahmu.”

“bailah, kau boleh pergi.” Kyuhyun kembali membaca dokumen yang sempat ia tinggalkan tadi. “ah, atur jadwalku, untuk 3 hari ini aku tidak ingin ada meeting.”

“oke hyung

҉҈

 

Nara dan Kyuhyun pulang dari kantor sekitar jam 5. Setelah makan siang Nara menemui Bona karena gadis itu mengatakan bahwa pekerjaannya sudah selesai. Mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol seraya memakan cake di cafe perusahaan Kyuhyun sampai sore hari. Sedangkan Kyuhyun terlalu asik menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk hingga lupa waktu. Bahkan ia tidak ingat jika membawa Nara ke kantor. Kyuhyun ingat ketika istrinya masuk ke dalam ruangannya setelah pergi meninggalkannya selama beberapa jam.

Sepasang suami istri itu baru memasuki rumah sekitar beberapa menit yang lalu karena mereka mampir untuk makan malam terlebih dahulu. Sesampainya di rumah, Kyuhyun langsung membersihkan dirinya. Sedangkan Nara berkutat dengan laptopnya. Dia terlihat sangat serius melihat laptopnya.

“lihatlah siapa yang sangat sibuk hari ini” sindir Kyuhyun. Ia merasa agak kesal karena diabaikan istrinya sejak perjalanan pulang. Sesama perjalanan Nara terus memainkan ponselnya. Berkirim pesan dengan Bona. Dan sekarang, istrinya kembali mengabaikannya karena sibuk berkutat dengan laptopnya.

Bukannya membalas ucapan Kyuhyun, Nara malah berteriak kegirangan. “YASS!!! Aku dapat!” triknya. Segera dia meraih ponsel untuk mengabari Bona.

“kau benar-benar melupakan suamimu? Kau bahkan tidak membantuku memakai pakaian” Kyuhyun menatap Nara tak percaya.

“ah oppa mianhae.”sesal Nara. “tapi aku harus berperang dengan jutaan orang yang juga akan menonton konser BTS diluar sana”

“Konser? Kau akan datang ke konser? Tidak Ra-ya!!” suara Kyuhyun meninggi, ia mengusap wajahnya kasar saat melihat istrinya mulai menangis.

“selama ini aku selalu di rumah. Aku hanya ingin pergi untuk melihat Wings Tour. Kenapa oppa malah melarangku? Ini tidak adil.”

“ini bukannya konser piano classic ataupun jazz. Kau bisa kelelahan. Ini konser idol group di mana akan ada banyak orang yang bisa mendesakmu dan membuat tubuhmu sakit, bahkan kau bisa terjatuh.”

“Tapi ini keinginan anak kita untuk melihat konser BTS”

“jangan menggunakan mereka sebagai alasan Hwang Nara” Kyuhyun menekankan perkataannya.

Nara mulai terisak dengan tangisnya. “aku ingin melihat BTS” rengeknya.

“aku akan mempertemukanmu dengan mereka”

Untuk sesaat Nara merasa senang akan dipertemukan dengan member BTS. Namun pada detik berikutnya, ia kembali merengek agar diizinkan menonton konser. Memang kesempatan langka bisa bertemu dengan member BTS, tapi Nara ingin melihat mereka di atas stage juga. Menikmati mereka bernyanyi dan menarikan koreo lagu mereka yang sangat keren.

Kyuhyun tetap pada pendiriannya melarang Nara. Tapi hatinya juga tidak kuat melihat istrinya sedih seperti ini. Haruskah Kyuhyun mengizinkannya? Tapi akan ada banyak orang di sana. Bagaimana jika pelaku yang membuat Kyuhyun kecelakaan berada di sana juga? Dan lebih buruknya berhasil mencelakai Nara. Kyuhyun tidak akan membiarkan istrinya berada dalam bahaya.

Kyuhyun bertarung dengan pikirannya sendiri. Ia mendesah kesal karena Nara tidak bisa meninggalkan dunia fangirl seutuhnya. Benar apa kata orang-orang, sekalinya masuk dunia fangirl, akan sulit untuk keluar.

Haruskah Kyuhyun mengizinkan Nara? tapi Kyuhyun tidak ingin melakukan hal itu. Apa yang harus ia lakukan agar istrinya tidak bersedih dan tidak datang ke konser sialan itu? Kyuhyun duduk di sofa yang ada di depan Nara. Matanya tak pernah lepas dari istrinya yang masih menangis sesunggukan agar diberikan izin.

 

Tbc…

 

Annyeong~

Cuma dikit sih tapi tetep aku post biar ngga ada tagihan lagi, apalagi malem minggu pasti banyak yang nanyain. Apalagi votenya udah lebih dari 300.  Kkk~

Di part ini aku belum mau bongkar siapa pelakunya karena baru aja kemarin Kyuhyun sakit L tangannya juga masih di gips. Jadi mungkin part depan baru aku kasih tau siapa pelakunya.

Aku bakal post part selanjutnya kalo votenya udah 400 an yaa, karena yang baca juga banyak.

Oiyaa di sini siapa yang ngelive BTS juga? See you on BSD. Hehe

Eh see you on next part ^^ kisskiss

 

With Love,

Chokyulate

Advertisements

11 thoughts on “Everlasting part 17

  1. Aduhhh kyuuuuu
    Cepet hubungin heechul deh

    Kayaknya itu pria yg selalu bantu nara deh
    Mngkin aja dia cm pura2 sbg sahabat nara
    Soalny serba kebetulan
    Kebetulan ada dia terus

    Duhhhhhh hamil besar dtg ke konser ga kebayang ntar sakit perut, sakit kaki
    Blm lama antri

    Tp cb deh gunain kekuasaannya si kyu

    Liked by 1 person

  2. Dari pada bingung mending kyuhyun juga skalian nonton biar impas nara aman dan dia gak khawatir sm nara wkwkwkwk
    Aduh siapa sih pelakunya, cepat tangkap pelakunya jangan ganggu nara sm kyuhyun lagi mreka sudah mau bahagia eh ada aja masalahnya. Semoga pas anaknya gak ada masalah apa” dan menjadi keluarga bahagia aminn

    Liked by 1 person

  3. aduh nara untung kau punya suami kayak kyuhyun jujur aja kalau aku hamil dan pengen nonton konser suju lalu suamiku memilih utk bertemu langsung dgn mereka tanpa menonton konser mereka aku sich bakalan memilih ktemu mreka langsung kapan llagikan kkkkk….
    tp dasr nara keras kepalanya lbih parah dr kyuhyun apa ini kerjaan calon baby cho utk ngerjai ayah mereka hehehe……

    Liked by 1 person

  4. Aduhh nara keras kepala bener si udah tau dia lagi hamil besar eh mau nonton konser bts. Apa kabar sama perutnya kalo dia nekat pergi nonton konser bts. Udah tau kyuhyunnya khawatir terus kasian juga sama baby cho’nya

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s