Chapter · romance

Guardian Angel

annyeong~

sampai lupa ada ff ini, terakhir post taun lalu hehe

yang lupa sama cerita sebelumnya bisa dibaca ulang part 2nya

https://withchokyulate.wordpress.com/2016/12/30/guardian-angel-part-2/

if u wanna ask something, feel free to ask me on my instagram citraariska

happy reading!!

 

Setelah menempuh perjalanan hampir 3 jam, kini para murid sudah tiba di camping ground yang akan mereka tempati tiga hari kedepan.  Mereka mulai memasuki tenda yang sudah dipersiapkan sesuai dengan kelompok. Nara tergabung dengan Jihyo, Hyunji dan juga Hyemi.

Setelah meletakan ranselnya, Nara duduk di kursi yang ada di depan tendanya. Dia terkejut ketika merasakan tangan menyentuh bahunya. Laki-laki itu, ia yang menawarkan pekerjaan sebagai model padanya.

“aku tak tahu ternyata kita satu sekolah” ujar laki-laki itu seraya duduk di kursi kosong di samping Nara.

“aah photographer”  Nara tersenyum.

“kemarin kita belum sempat berkenalan. Aku Kim Taehyung”

“hwang Nara. Senang bisa bertemu denganmu lagi. Maaf untuk kejadian kemarin”  sesal Nara.

“tidak apa-apa. Itu hal biasa, ia memang harus melindungi pacarnya yang sangat cantik”

“kau berkata seperti itu seolah kau menjadi orang jahat di sini” canda Nara. “dan Kyuhyun bukan pacarku”

Mereka terlibat dalam percakapan yang menyenangkan dan dalam waktu yang cukup lama. Hingga akhirnya Taehyung menjauh dari Nara saat Taehyung melihat Kyuhyun sedang menatapnya dengan tatapan tajam mematikannya.

Satu jam adalah waktu yang diberikan kepada para murid untuk menata barang mereka dan beristirahat. Dan sekarang, waktu satu jam itu sudah berakhir. Para murid berkumpul di lapangan tak jauh dari tenda mereka untuk kegiatan pertama mereka. Siang ini mereka akan bermain dengan salah satu fasilitas yang disediakan camping ground ini, paintball. Mereka terbagi menjadi dua kelompok. Nara mendesah lega ketika namanya terpanggil di dalam kelompok yang berbeda dengan Kyuhyun. hal yang berbeda dirasakan Kyuhyun. Ia merasa kesal karena Nara berada satu kelompok dengan Taehyung. Jemari Kyuhyun mengepal erat tatkala melihat Taehyung tersenyum meremehkannya. Ingin rasanya ia menghajar Taehyung sekarang juga.

Setelah diberi pembekalan dan berganti pakaian, mereka sudah siap memulai permainan. Para murid menyebar ke semua penjuru area permainan untuk menyelamatkan diri dari lawan, ataupun memburu lawan. Sementara itu Kyuhyun terus saja mencari Nara. Ia tidak ingin menembak Nara agar kelompknya menang, justru ia ingin melindungi Nara. Sudut bibirnya mengembang saat melihat gadis yang dicarinya sedang duduk bersandar pada pohon besar.

“akhirnya aku menemukanmu.” ucapan Kyuhyun mengagetkan Nara.

“jika kau akan menembakku, segera tembaklah aku. Aku tak akan menghindar”

“kau tidak takut jika kelompokmu kalah?”

“aku tidak peduli. Aku hanya ingin istirahat.” keluh Nara.

“kalau begitu istirahatlah. Aku akan menjagamu” Kyuhyun tersenyum. ‘menjagamu dari si brengsek Taehyung’ lanjutnya dalam hati.

 

-ʛɅ-

 

Acara untuk hari kedua ini adalah lintas alam. Para siswa harus melintasi jalur sesuai dengan peta yang telah diberikan. Hari ini Nara terlihat bersemangat setelah kemarin dia beristirahat sepanjang hari. Kyuhyun menepati ucapannya untuk menjaganya. Selama permainan paintball, dia tertidur dibawah pohon dengan Kyuhyun berada disampingnya. Hal itu mengembalikan energi Nara yang sempat hilang karena perjalanan yang lama.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kelompok Nara bisa menjawab pertanyaan yang diberikan dan diperbolehkan untuk mulai perjalanan mereka. Keempat gadis itu terlihat antusias. Bahkan mereka terlihat seperti mengejek temannya yang masih duduk untuk menunggu giliran mereka berjalan. Langkah Nara sempat terhenti ketika mendengar suara Kyuhyun. ‘hati-hati. Jangan sampai terpisah dari teman-temanmu’. Begitulah ucapan Kyuhyun, padahal Kyuhyun hanya menatapnya sembari tersenyum, namun kalimat itu terdengar begitu jelas seperti Kyuhyun sedang berbicara di depannya. Seperti terhipnotis, Nara mengangguk dan tersenyum ke arah Kyuhyun.

Setelah berjalan selama 20 menit, akhirnya Nara, Jihyo, Hyunji dan Hyemi menemukan kertas berisi clue untuk memenangkan permainan ini. Sepanjang perjalanan mata keempat gadis itu terus memeriksa sekitar. Mencari kertas petunjuk lainnya. Meskipun tidak berambisi untuk menang, mereka tetap melakukan yang terbaik untuk permainan ini. Karena permainan ini juga keempat gadis itu bisa melihat pemandangan dalam hutan yang ternyata indah dan udaranya sangat segar.

Nara terlalu fokus mencari kertas petunjuk hingga tidak menyadari jika ketiga temannya sudah berjalan terpaut jauh darinya. Nara yang panik akhirnya berlari mengejar kelompoknya. Namun tanpa disadari, Nara mengambil jalan yang salah. Jalan yang diambilnya menuntunnya masuk ke hutan lebih dalam. Ke jantung hutan yang sangat sepi.

Gadis itu terus berjalan mengikuti nalurinya, berharap instingnya tepat dan bisa membawanya kembali ke area perkemahan. Dia berjalan selama berjam-jam, dan masih saja di dalam hutan. Sedangkan hari sudah mulai sore dan bertambah dingin. Nara yang mulai lelah dan pasrah akhirnya duduk dibawah pohon, menyandarkan tubuh lelahnya pada batang pohon. Dan tak lama kemudian dia mulai terisak dengan tangisnya. Ketakutan semakin menyelimutinya. Dia kelaparan, lelah, dan tidak membawa apapun. Dia juga menitipkan ponselnya pada Jihyo karena tidak ada saku pada jaketnya. Itu adalah kebodohan yang amat sangat disesali Nara saat ini.

‘cho Kyuhyun, tolong aku’ batin Nara. Dia ingin keluar dari hutan ini. Tangisnya semakin menjadi ketika kegelapan datang menyelimutinya.

“Nara-ya?”

Nara menoleh ke arah suara. Seketika itu juga dia langsung berhambur kepelukan pemilik suara itu. Kyuhyun, Cho Kyuhyun datang untuk menyelamatkannya. Nara sangat bersyukur Kyuhyun menemukannya dengan cepat. Tadi Nara hanya memikirkannya dan berharap Kyuhyun akan menolongnya. Dan sekarang dia sudah berada dipelukan Kyuhyun, meminta kehangatan dari laki-laki itu untuk tubuhnya yang kedinginan.

Rintik hujan jatuh ke bumi seiring dengan Nara yang melepas pelukannya. Segera Kyuhyun melepas jaketnya dan memakaikannya pada Nara. “kau tidak boleh kedinginan” Kyuhyun menarik Nara untuk berlindung dibawah pohon yang rindang. Meskipun Kyuhyun tahu cepat atau lambat daun-daun pohon itu tak mampu menampung air hujan. Dan air hujan akan membasahi tubuh mereka. tapi setidaknya mereka bisa berlindung dari air hujan untuk beberapa saat.

Kyuhyun duduk dibelakang Nara, memeluk tubuh Nara yang menggigil dari belakang agar tidak terlalu kedinginan. Namun pertahanan Nara runtuh ketika hujan turun semakin lebat. Nara pingsan. Mengetahui itu, Kyuhyun semakin memeluk erat tubuh Nara. berusaha menyembunyikan tubuh Nara dari air hujan.

Kyuhyun memejamkan matanya sesaat, dan tak lama kemudian sayap yang besar berwarna putih keluar dari punggungnya. Sayap itu menyatu didepan tubuh Nara. Menjadi tameng yang melindungi tubuh mungil Nara dari guyuran air hujan dan terpaan angin yang dingin. Kyuhyun menjadi payung untuk Nara di saat hujan.

-ʛɅ-

 

Suara binatang-binatang kecil yang ada di hutan membangunkan Kyuhyun dari tidurnya. Keadaan di dalam hutan ini sangat lembab karena kabut tebal masih setia menyelimuti. Sayap Kyuhyun menghilang seiring dengan kesadaran pria itu. Ia menunduk, melihat Nara yang masih terlelap di pelukannya. Tangannya mengusap pipi Nara dengan lembut. “Nara bangunlah” ujarnya pelan, sangat pelan dan hampir tidak terdengar. Ia tidak tahu kenapa suaranya mengecil begitu saja.

Niat Kyuhyun untuk membangunkan Nara hilang begitu saja ketika melihat wajah damai Nara saat tertidur. Kyuhyun merasakan sesuatu yang aneh pada hatinya, jantungnya pun berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Ia merasa bahagia hanya dengan melihat Nara yang terlelap. Wajah Nara memang sangat cantik, namun lebih cantik lagi jika Nara sedang tidur. Terlihat tidak memiliki beban apapun, sangat damai.

Nara mengerjapkan matanya, sinar matahari pagi mengusik tidurnya. Kesadarannya belum sepenuhnya kembali, dan rasanya Nara ingin kembali tidur. Tubuhnya merasa sangat lelah dan lapar. Dirinya hanya makan pagi kemarin, itupun tidak banyak.

“kita harus kembali ke perkemahan sekarang. Kau harus makan” ucapan Kyuhyun membuat kesadaran Nara kembali sepenuhnya.

Gadis itu melihat sekeliling. Dia tidak berada di dalam rumah orang tuanya yang hangat dan nyaman. Nara terkejut mendapati jika dirinya berada dipelukan Kyuhyun. Apakah posisi mereka seperti ini semalaman? Kyuhyun memberinya kenyamanan yang seperti rumah. Membuatnya merasa berada di dalam rumahnya yang nyaman dan hangat.

Kyuhyun melepaskan pelukannya lalu berjongkok didepan Nara. “naiklah, kita harus kembali sekarang sebelum mereka menyadari kau hilang”

Nara menurut begitu saja. Dia naik kepunggung Kyuhyun. Nara juga tidak mengerti kenapa dia sangat menurut pada ucapan Kyuhyun. Sebenarnya dia tidak menginginkan Kyuhyun menggendongnya karena pasti Kyuhyun juga lelah. Namun pikirannya tidak sejalan dengan kemauannya sekarang. Meski dia tidak ingin, tapi tetap saja Nara naik kepunggung Kyuhyun. Mendadak Nara merasa tidak enak pada Kyuhyun. Dia terlalu merepotkan Kyuhyun.

 

Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya mereka sampai di area perkemahan. Keadaan di sini masih sangat sepi, semua orang masih terlelap. Kyuhyun menurunkan Nara di depan bekas api unggun dengan asap yang masih ada. Menyuruh agar Nara duduk dengan tenang. Kyuhyun sangat cekatan dalam menghidupkan api. Tanpa menunggu waktu lama api itu sudah membakar kayu yang baru saja diletakan Kyuhyun. “tunggulah di sini, aku segera kembali” Nara mengangguk, melihat Kyuhyun berjalan menjauh.

Kyuhyun kembali membawa dua cup ramyun instan yang telah diseduh dan dua botol susu. “makanlah ini untuk mengganjal rasa laparmu. Sebentar lagi mereka akan menyiapkan sarapan”

Nara menerima cup ramyun dan susu itu dengan gembira. Akhirnya dia bisa makan. “terimakasih” ucapnya. Kyuhyun tersenyum melihat Nara yang sangat menikmati makananya walaupun hanya satu cup ramyun biasa.

Sepasang mata tajam milik seorang siswa terus mengamati Nara dan Kyuhyun dengan amarah yang meluap. Dari kejauhan laki-laki itu terus menatap tajam mereka berdua. Mungkin jika tatapanya mengandung panas, Kyuhyun dan Nara sudah meleleh. Sementara itu Kyuhyun hanya tersenyum mengejek.

Advertisements

10 thoughts on “Guardian Angel

  1. agak semi gaib ya dear ceritanya disini

    bukan manusia seutuhnya

    semacam dewa penolong gitu kaya judulnya ^^

    great job dear

    walau aku ga baca dari awal, aku enjoy baca ini ^^

    semangat terus yaaa nulisnyaa xoxo

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s