Chapter · marriedlife · romance

Everlassting Part 16

Kyuhyun mengemudikan mobilnya melewati jalanan Seoul. Sesekali ia tersenyum mengingat tingkah lucu istrinya yang membuatnya gemas.  Namun tiba-tiba saja ia tak bisa mengendalikan mobilnya. Rem mobilnya juga tidak berfungsi dengan baik. Hingga pada akhirnya Kyuhyun membanting stirnya ke kiri. Ia tidak tahu jika ada mobil dengan kecepatan penuh sedang melaju di sisi kiri hingga pada akhirnya menabrak mobilnya dan membuat mobilnya terseret beberapa meter hingga terbalik.

Darah segar mengalir dari pelipis Kyuhyun. Tubuhnya terlalu sakit hingga ia tak mampu merasakan apapun lagi pada tubuhnya, seolah mati rasa. Dengan sisa tenaganya Kyuhyun melepas sabuk pengaman, membuat tubuhnya terbanting ke bawah. Ia berusaha merangkak keluar, tapi usahanya sia-sia karena tangan kirinya tidak bisa ia gerakan. Kyuhyun diam, membiarkan tubuhnya tergeletak di dalam mobil dan berharap akan ada orang yang segera menolongnya. Tiba-tiba saja Kyuhyun teringat dengan perkataan Nara. “hati-hati menyetirnya, aku tak mau menjadi janda’. Hatinya terasa nyeri, air matanya pun keluar tanpa di suruh. Apa ini akhir hidupnya? Apa ia akan meninggalkan Nara? Di saat istrinya hamil besar dan membutuhkannya?. Dalam hati Kyuhyun terus berdoa agar seseorang segera menolongnya. Ia ingin menghabiskan hari tua bersama Nara. Bukan meninggal di jalanan karena kecelakaan seperti ini. Lama-lama matanya terpejam. Kesadaran Kyuhyun hilang.

 

Di tempat lain, Nara semakin gelisah ketika sampai di rumah besar. Nara tidak langsung masuk ke dalam rumah, malainkan malah mondar-mandir seraya memainkan jemarinya di depan pintu. Dia terlihat sangat bingung dan gelisah. Ingin sekali Nara menyusul Kyuhyun. Terus bersama suaminya untuk memastikan tidak ada sesuatu yang buruk menimpa suaminya.

“Ra-ya, kenapa tidak masuk?” pertanyaan ibu Kyuhyun membuyarkan pikiran Nara.

“ah eommonim, aku baru saja akan masuk”

Ibu Kyuhyun merangkul Nara, berjalan beriringan menuju sofa ruang tengah. “kau sedang memikirkan apa?”

“Aku memikirkan Kyuhyun oppa, perasaanku tidak tenang. Aku takut jika terjadi sesuatu padanya” tanpa Nara sadari, air matanya telah mengalir membasahi pipi tembamnya.

“Bukankah dia ke Busan untuk bekerja? Kau ingat apa yang Kyuhyun katakan apa padamu?”

“jangan mengkhawatirkannya, ia bisa menjaga dirinya sendiri”

“eomma sangat mengenal Kyuhyun. Ia memang bisa menjaga dirinya sendiri Ra-ya. Sudah jangan menangis” ibu Kyuhyun menghapus air mata Nara. “eomma akan dimarahi Kyuhyun kalau ia tahu kau menangis seperti ini”

“istirahatlah di kamar. Eomma akan memasakan sesuatu untukmu. Kyuhyun bilang kau belum makan siang”

“di mana Ahra eonni?”

“dia sedang menidurkan Yi Kyung. Mungkin sebentar lagi dia akan menemuimu”

“kalau begitu aku akan duduk di sini saja. Aku terlalu lelah untuk naik ke atas”

Ibu Kyuhyun tersenyum lalu mengangguk. Dia tidak akan memaksa Nara untuk beristirahat di kamar, melihat kaki Nara yang membengkak. Pastinya akan melelahkan jika berjalan lumayan jauh, terlebih menaiki tangga. “ah itu Ahra sudah turun. Eomma tinggal dulu ya” setelah melihat Nara mengangguk, ibu Kyuhyun berjalan ke dapur.

“YA! Kau menangis?” tanya Ahra ketika sudah duduk di samping Nara.

“aku terus saja mengkhawatirkan oppa. Perasaanku tidak tenang”

“ia baik-baik saja. Jangan khawatir. Bagaimana keadaan mereka? perutmu sangat besar” Ahra mengalihkan topik pembicaraan.

“mereka sehat. Mungkin akhir bulan depan aku akan melahirkan”

“kau harus menjaga kesehatanmu agar kau bisa melahirkan dengan mudah”

“baik eonni”

Ponsel Ahra berdering. Dia menatap layarnya bingung. Ahra ditelfon oleh nomor tak dikenal. “halo” sapanya setelah menggeser tombol hijau pada layar ponsel.

“Apa benar ini saudara dari pasien bernama Cho Kyuhyun?”

“i.. iya, benar. Ada apa?” Ahra tergagap mendengar kata pasien dan nama adiknya disebut.

“Kami hanya ingin memberitahu bahwa tuan Cho Kyuhyun mengalami kecelakaan lalu lintas satu jam yang lalu, sekarang dia berada di rumah sakit Seoul.” Ahra terdiam. Dia menatap Nara yang menunduk dan sesekali menghapus air matanya.

“baik, aku akan ke sana”

“Ra-ya” Nara menoleh, menatap Ahra dengan matanya yang sudah sembab. “aku harus pergi menemui temanku, dia mengatakan ada masalah penting. Maaf aku tak bisa menemanimu”

“tidak apa-apa eonni, ada eommonim di sini”

“aku juga titip Yi Kyung ya.” Ahra berjalan cepat menuju dapur. Dia merasa ibunya harus tahu dengan apa yang terjadi pada putra kesayangannya.

Ahra menoleh kebelakang, memastikan Nara tidak mengikutinya. “eomma, aku baru saja mendapat telefon dari rumah sakit. Kyuhyun kecelakaan.”

Kedua mata ibu Kyuhyun membulat sempurna. Sedikit tak percaya dengan apa yang dikatakan putrinya itu.

“aku akan ke rumah sakit. Eomma di rumah saja menemani Nara, dan jangan sampai dia tahu masalah ini. Aku yakin Kyuhyun tidak ingin Nara tahu karena aku yang ditelfon oleh suster itu, bukannya Nara.”

Ibu Kyuhyun mengangguk mengerti. “ikatan batinnya sangat kuat terhadap suaminya” gumam ibu Kyuhyun. Ahra mengangguk mengiyakan. Pasalnya yang dikhawatirkan Nara emang benar terjadi. Sesuatu yang buruk telah menimpa Kyuhyun.

 

Seoul hospital

 

Ahra berjalan cepat menuju ruang ICU. Dia khawatir dengan keadaan Kyuhyun. Dulu adiknya pernah kecelakaan mobil sampai koma. Hal itu membuat luka tersendiri di ingatan Ahra, dan dia tidak ingin hal itu terjadi lagi pada adiknya.

“Kyu” Lirih Ahra melihat Kyuhyun terbaring diatas ranjang pasien. Dia masih menggunakan pakaiannya dengan noda darah dibeberapa tempat. Pelipisnya di perban, begitu juga dengan tangan kirinya.

“wali dari pasien Cho Kyuhyun?”

“Ya, saya. Bagaimana keadaan adik saya?”

“kami baru saja melakukan melakukan pemeriksaan Lab dan MRI, dan sedang menunggu hasilnya.” Dokter itu menghentikan kalimatnya ketika melihat seorang suster memberinya hasil MRI Kyuhyun. Ia terdiam beberapa saat untuk membaca kertas itu.  “tulang pada lengan kirinya retak dan kehilangan darah lumayan banyak. Anda bisa mengurus kelengkapan administrasinya terlebih dahulu sembari menunggu adik anda dipindahkan ke ruang rawat.”

Ahra mengangguk mengerti. Dia berlalu meninggalkan ruang ICU untuk mengurus administrasi adiknya. Pikirannya tidak bisa tenang sekarang. Ahra berharap agar Kyuhyun cepat sadar dan cepat sembuh. Dia tidak ingin Nara mengetahui kabar buruk ini. karena hal ini juga akan memperburuk kondisi Nara.

Setelah semua proses administrasi selesai, Ahra berjalan menuju ruang VIP tempat di mana Kyuhyun di rawat. Seorang suster terlihat sedang membenarkan infus, sedangkan suster lainnya membenarkan selimut Kyuhyun.

“kapan ia akan sadar?” Tanya Ahra lirih.

“tidak lama lagi, tuan Cho tidak mengalami kecelakaan yang cukup fatal” jelas seorang suster yang merapikan selimut Kyuhyun. Tiba-tiba suster itu menyerahkan benda persegi pada Ahra. “ini milik tuan Cho. Ia sadar sesaat sampai di sini dan memintaku agar menghubungi kakaknya dan tidak menghubungi istrinya.”

Ahra menerima ponsel Kyuhyun. “terima kasih suster”

“kami permisi, jika ada sesuatu anda bisa langsung memanggil kami” kedua suster itu sedikit membungkukan tubuhnya sebelum berjalan keluar.

Ahra duduk di kursi samping ranjang pasien. Dia terus menatap wajah pucat milik adiknya. Sebenarnya ke mana bibir merah Kyuhyun? dan kenapa Kyuhyun masih memejamkan matanya? jujur saja Mata dan bibir milik Kyuhyun adalah kesukaan Ahra. Dia senang melihat mata bulat dan bibir merah milik adiknya. Sekarang perasaannya bagai tercabik melihat adiknya terbaring seperti ini.

Dalam hati Ahra terus mendoakan Kyuhyun agar cepat sadar.

҉҈

 

Sedangkan di rumah besar, Nara merasakan perasaannya semakin buruk. Dia sangat mengkhawatirkan Kyuhyun sekarang, terlebih suaminya belum memberi kabar padanya. Nara duduk di atas ranjang dengan bersandar pada punggung kasur. Kepalanya terasa sakit, sepertinya dia demam.

“Ra-ya, makan ini. sup gingseng akan membantumu cepat pulih” ucap ibu Kyuhyun masuk ke dalam kamar Kyuhyun.

“aku tidak bisa makan. Aku tidak tahu apakah Kyuhyun oppa sudah makan atau belum.”

“Kyuhyun pasti sudah makan. Makanlah sedikit eoh? Ingat di dalam tubuhmu juga ada mereka” ibu Kyuhyun menyuapi Nara. Akhirnya Nara pun membuka mulutnya. Namun rasanya sangat susah hanya untuk menelan daging ayam itu.

“kau terlihat pucat Ra-ya. Makanlah yang banyak” hati ibu Kyuhyun terenyuh melihat menantunya. Dia juga percaya jika menantunya sangat mencintai Kyuhyun hingga ikut merasakan apa yang Kyuhyun rasakan sekarang. Ibu Kyuhyun tidak bisa membaayangkan apa yang akan terjadi pada Nara jika tahu keadaan suaminya yang terbaring tak sadarkan diri di rumah sakit.

Beberapa saat lalu, Ahra memberi tahu keadaan Kyuhyun. Ingin sekali ibu Kyuhyun menyusul anaknya. Namun dia harus menundanya karena harus menjaga Nara dan Yi Kyung. Ahra akan pulang besok pagi. Otomatis Nara dan Yi kyung menjadi tanggung jawabnya.

Nara tersentak saat tangan ibu Kyuhyun membawa kaki Nara kepangkuannya. Perlahan perempuan paruh baya itu mengoleskan cairan pada kaki Nara. “ini akan membantu kakimu agar tidak terlalu bengkak. Kau pasti lelah”

“eommonim, aku bisa melakukannya sendiri” cegah Nara. Dia merasa tidak enak jika ibu mertuanya memegang kakinya. Bukankah ini tidak sopan namanya?

“tidak apa-apa. Eomma senang melakukan ini padamu. Dulu ketika eomma mengandung Kyuhyun, kaki eomma juga menjadi bengkak seperti ini. Tubuh Kyuhyun selalu melebihi ukuran yang seharusnya ketika berada di rahim eomma. Dia gemuk” ibu Kyuhyun terkekeh mengingat masa kehamilannya. Kyuhyunnya memang gemuk saat berada dirahimnya. Ketika lahir pun ukuran bayi Kyuhyun melebih bayi pada umumnya.

“kau harus ingat jika di dalam tubuhmu ada mereka Ra-ya. Mereka membutuhkan nutrisi yang cukup dari ibunya. Kalau ibunya saja tidak mau makan, bagaimana mereka akan makan?” ibu Kyuhyun memberi pengertian agar menantunya makan. Nara mengangguk sebentar, lalu kembali memasukan potongan ayam ke dalam mulutnya. Susah payah Nara menghilangkan rasa tidak ingin makannya. Ibu mertuanya benar, dia tidak sendiri. Ada kedua calon anaknya yang harus makan. Namun rasa kenyang yang melanda Nara membuat dia tidak menghabiskan makanannya.

“eommonim, aku tidak bisa makan lebih banyak lagi.”

Ibu Kyuhyun mendesah melihat sup ayam gingsengnya yang masih sangat banyak. Nara hanya memakan secuil ayamnya dan beberapa sendok kuahnya. “kalau begitu tidurlah. Jangan pikirkan Kyuhyun, mungkin ia sedang sibuk.”

Nara berbaring setelah ibu mertuanya pergi. Dia merapatkan selimutnya sebatas dada. Kembali mengecek ponselnya untuk kesekian kali. Tidak ada pesan maupun telfon dari suaminya. Nara mendesah panjang, diletakannya ponsel itu di atas nakas. Pandangan mata indahnya tertuju pada sebuah foto yang besar di dinding kamar Kyuhyun. Foto pernikahannya. Nara tersenyum miris. “oppa, apa kau tak merindukanku?” lirihnya, air matanya kembali keluar. Dia terus menangis hingga akhirnya tertidur dengan sendirinya.

 

Keesokan harinya Nara bangun lebih pagi dengan mata sembabnya. Setelah membersihkan dirinya dan memoles make up tipis pada wajahnya agar tak terlihat menangis semalaman, Nara bergegas ke dapur. Dia ingin membantu Jung ahjumma memasak untuk mengalihkan kekhawatirannya pada Kyuhyun.

Langkahnya terhenti ketika melewati kamar Ahra. Melalui celah pintu yang tidak tertutup rapat, Nara bisa melihat ibu Kyuhyun menangis sesunggukan. Dia lebih mendekat, ingin masuk ke dalam dan bertanya kenapa. Tapi langkahnya kembali terhenti ketika Ahra menyebut nama Kyuhyun.

“Kyuhyun kehilangan banyak darah eomma. Sampai aku pulang tadi ia belum sadar. Dokter mengatakan…”perkataan Ahra terhenti. Dia melihat Nara terduduk di depan pintu kamarnya seraya menangis sesunggukan.

“Nara?” Ahra berlari menuju adik iparnya. Membantunya berdiri dan memapahnya agar duduk di sofa yang terletak tak jauh dari tempat mereka.

“apa yang terjadi pada Kyuhyun oppa?” suara Nara bergetar. Dia sudah menangis.

“hei jangan menangis, suamimu baik-baik saja.”

“eonni mengatakan dia belum sadar. Jangan berbohong padaku lagi eonni.”

Ahra terlihat berfikir sejenak. Mengambil nafas dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan Nara. “suamimu kecelakaan dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit Seoul”

Bagaikan hujan di bulan januari, air mata Nara mengalir dengan derasnya. Nara berusaha berdiri. terus berjalan menuruni tangga, menuju pintu keluar. Dia harus menemui Kyuhyun sekarang. Dia harus melihat keadaan suaminya. Memastikan dengan matanya sendiri apa yang terjadi pada suaminya.

Ibu Kyuhyun menyusul Nara memasuki mobil yang telah disiapkan pak Kang. Memang tadinya ibu Kyuhyun sudah menyuruh pak Kang menyiapkan mobil. Dia berencana menggantikan Ahra menemani Kyuhyun di rumah sakit pagi ini.

 

Seoul Hospital

 

Kyuhyun baru saja sadar sekitar 20 menit yang lalu. Sekarang seorang perawat sedang mengganti infusnya setelah melepas jarum untuk transfuse darah. Mata Kyuhyun terbelalak melihat istrinya menangis sesunggukan seraya berjalan mendekatinya. Kyuhyun melepas paksa jarum infus di tangan kanannya. Berjalan cepat menuju Nara dan mendekapnya erat, menopang berat Nara pada tubuhnya. Kyuhyun tahu jika istrinya tadi berusaha keras untuk tetap berdiri dengan kakinya dan berjalan mendekatinya.

“sayang jangan menangis” ucapan Kyuhyun dihiraukan Nara. Dia terus menangis sesunggukan dipelukan Kyuhyun. “hei, aku baik-baik saja. Jangan menangis” Kyuhyun tersenyum gemas dan ketika menoleh, ia melihat ibunya berdiri tak jauh  darinya.

“eomma?” panggil Kyuhyun, mengisyaratkan untuk mendekat. Kyuhyun berusaha memeluk kedua perempuan yang sangat dicintainya menggunakan tangan Kanannya. Jangan lupakan jika tangan kiri pria itu digips.

“kenapa kalian menangis huh?” Kyuhyun mengecup puncak kepala ibunya dan Nara bergantian. “jangan menangis, aku belum mati”

Sontak Kyuhyun mendapat cubitan dari Nara dan ibunya.

“Ya! Sakit. Aku pasien di sini.”

“jaga bicaramu Cho Kyuhyun” ibu Kyuhyun menegaskan.

“aku hanya bercanda eomma”

“bercandaan oppa tidak lucu.” Nara menatap Kyuhyun sinis. Namun wajah sayunya tak bisa dia sembunyikan.

“sayang, apa kau sakit? tubuhmu hangat” tanya Kyuhyun saat menatap wajah istrinya. Tadi ia juga merasakan tubuh Nara sangat hangat dipelukannya.

“aku tidak sakit.” sangkal Nara. Kyuhyun menatap ibunya seakan meminta kejelasan.

“istrimu demam semalam. Ikatan batin kalian sangat kuat sampai Nara juga sakit saat kau sakit” ibu Kyuhyun melonggarkan pelukannya ketika merasakan tangan Kyuhyun menyentuh dahi Nara. Dan saat itu juga ibu Kyuhyun terkejut melihat tangan Kyuhyun yang berdarah. “tanganmu berdarah Kyu”

“suster, kenapa diam saja? tangan putraku berdarah” ucap ibu Kyuhyun panik.

Kyuhyun kembali ke ranjang pasien. Masih dengan Nara dipelukannya, menenangkan istrinya seraya mengisi energinya yang hilang. Kyuhyun membiarkan suster itu membersihkan darah pada tangannya lalu memasang kembali jarum infus yang sempat ia lepas paksa tadi.

 

҉҈

 

 

Matahari sudah kembali keperaduannya ketika Nara terbangun dari tidurnya. Dia tersenyum manis ketika melihat Kyuhyun sedang memandanginya. Dan tak lama kemudian suaminya itu sudah memberikan sebuah kecupan pada bibirnya. Entah sudah berapa jam Nara tertidur. Tadi siang setelah ibu Kyuhyun pulang, Kyuhyun menyuruh Nara untuk tidur di sampingnya. Di ranjang pasien yang sempit itu, Nara tertidur dengan lelapnya.

Jemari lentik Nara tergerak utuk menyentuh perban yang ada pada pelipis suaminya. Lalu turun ke luka yang telah mongering di hidung mancungnya. Dan merambat ke pipi suaminya. Goresan yang cukup panjang. Bagaimana suaminya bisa mendapatkan goresan ini?

“apakah terasa sakit?” tanya Nara khawatir saat melihat suaminya memejamkan matanya sejenak.

“tidak. Lukanya telah mengering” Jawab Kyuhyun. “kau tidak ingin tidur lagi?”

Nara tersenyum malu kemudian menggeleng. Seharusnya dia menjaga Kyuhyun bukannya tidur, karena bagaimanapun Kyuhyun yang menjadi pasien di sini. Tapi nyatanya Kyuhyunlah yang menjaga Nara yang tertidur pulas. “aku pasti membuat oppa tidak nyaman” Nara akan beranjak, tapi tangan Kyuhyun menahan Nara agar tetap berbaring.

“tidak, aku selalu merasa nyaman bila bersamamu” Kyuhyun mencium kening Nara. “sudah merasa baikan?”

“harusnya aku yang bertanya seperti itu” cebik Nara.

“aku merasa jauh lebih baik dari sebelumnya. Kenapa kau tidak makan dan tidur dengan lelap? Kau melanggar janjimu untuk menjaga mereka”

“bagaimana bisa aku melakukan itu jika suamiku tidak menjawab pesan atau telefonku? Aku sangat mengkhawatirkan oppa kemarin.”

“tapi meskipun begitu kau tetap harus menjaga kesehatanmu. Ingat, di dalam tubuhmu bukan hanya kau, tapi ada mereka juga.” Kyuhyun diam sejenak, menunggu sampai Nara mengangguk. “maafkan aku, aku janji akan mendengarkan ucapanmu”

“oppa memang harus melakukannya. Hampir semua firasatku tidak pernah salah” Sindir Nara.

“Apa kau seorang peramal? Atau seorang penjelajah waktu yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan?”

“aku istri Cho Kyuhyun!” Nara memenggal setiap katanya. Setelah mengucapkan itu Nara turun dari ranjang pasien. Sebentar lagi akan ada suster yang masuk untuk mengecek keadaan suaminya.

Dan tepat sekali dugaan Nara. Seorang perawat dan dokter masuk bertepatan dengan Nara yang duduk di sofa. Dokter itu mulai memeriksa keadaan Kyuhyun dan menanyakan beberapa hal mengenai kondisinya.

“apa besok aku sudah boleh pulang?” tanya Kyuhyun yang mendapat pelototan mata dari Nara. Bagaimana tidak, suaminya belum sembuh total dan ingin pulang? yang benar saja.

“tidak untuk besok, mungkin lusa anda sudah boleh pulang” jelas dokter itu. Kyuhyun hanya mengangguk.

Setelah dirasa cukup, dokter dan seorang perawat itu keluar dari kamar rawat inap Kyuhyun.

Dengan kekesalan yang sangat ketara, Nara mendekati Kyuhyun. Berdiri di samping suaminya dengan kedua tangannya yang terlipat di depan. “pulang besok, huh?” sindirnya.

“kau juga selalu merengek minta pulang kalau dirawat di rumah sakit”

Nara diam. Mencari alasan untuk membela dirinya. “aku tahu keadaan tubuhku, dan aku sudah sehat saat itu”

“aku juga. Sayang, aku sudah baik-baik saja” Kyuhyun meyakinkan Nara dan juga dirinya sendiri. Tubuhnya memang sehat, kecuali pada beberapa bagian yang memar dan terluka. Kyuhyun masih merasakan nyeri pada bagian itu.

Nara berdecih. “baik-baik saja apanya?!” dia menatap Kyuhyun tajam. “sudahlah, aku akan ke kantin untuk membeli makanan”

“jangan ke mana-mana. Kita pakai layanan pesan antar saja. apa yang mau kau makan?” Kyuhyun mengambil ponselnya yang ada di nakas. Membuka aplikasi layanan pesan antar. “pizza? Kimbab? Atau apa?”

“kaki ayam super pedas”

“tidak untuk itu Ra-ya. Kau belum makan sedari tadi. Apa kau ingin di rawat juga di sini?”

Nara mendesis. “bibimbap, jajangmyun, dan kimbab”

“hanya itu?” tanya Kyuhyun yang dibalas anggukan Nara. “baiklah, sebentar lagi makanan itu akan sampai.”

Tidak sampai 30 menit, makanan itu sudah sampai di kamar inap Kyuhyun. Nara membuka semua penutup makanan dengan mata yang berbinar. Dia sudah tidak sabar untuk memakan semua pesanan suaminya. Sedangkan Kyuhyun hanya duduk di samping Nara. tersenyum geli melihat istrinya yang sudah tidak sabaran.

“aku akan menghabiskannya” Nara mulai memakan bimbimbapnya. “waah ini sangat enak. Oppa cobalah” Nara menyuapi Kyuhyun. Sesuap, dua suap, dan seterusnya. Hingga berakhir Kyuhyunlah yang menghabiskan bibimbab itu.

Setelah menyelesaikan bibimbab, Nara melanjutkan dengan jajjangmyun. Dia terlalu sibuk makan hingga tak menyadari jika suaminya terus memperhatikannya.

“apa jajangmyunnya enak?” tanya Kyuhyun

Nara menoleh. “oppa mau?” tawarnya. Kyuhyun melihat mangkuk yang dibawa Nara sebentar lalu menggelengkan kepalanya. Tinggal sesuap, ia tidak tega memintanya karena suapan yang terakhir adalah yang terenak.

“aku sudah kenyang karena bibimbab tadi”

Nara menaikan bahunya lalu memasukan suapan terakhir kedalam mulutnya. Setelah menelannya, Nara mendekati Kyuhyun. Dan tak disangka, perempuan itu mencium bibir Kyuhyun. Melumatnya seakan berbagi rasa jajangmyun yang baru saja dia makan. Kyuhyun terkesiap untuk beberapa saat. Mengagumi cara ciuman istrinya yang semakin hebat. Mungkin sekarang Nara bisa dipanggil sebagai good kisser. Dan tentu saja itu semua berkat Kyuhyun. ialah yang mengajari Nara. Kyuhyun tersenyum sebentar sebelum mengambil alih ciuman mereka.

“oppa sudah merasakan jajangmyunnya kan?” tanya Nara ketika ciuman mereka terlepas. Dia langsung menyembunyikan mukanya di dada suaminya ketika melihat Kyuhyun tersenyum geli. Dia malu. “oppa sering menciumku jika ingin sesuatu yang aku makan, jadi aku melakukannya” cicitnya.

“rasanya sangat enak. Mulai sekarang aku ingin memakan semua makanan dari mulutmu”

“diamlah” Nara memanyunkan bibirnya, sementara tatapannya menyalang ke arah Kyuhyun. “aku tidak akan melakukannya lagi!” Dia melanjutkan acara makannya dengan mulai memakan kimbab.

Tidak ada percakapan apapun lagi diantara mereka. Nara lebih memilih meredam rasa malunya dengan makan. Sedangkan Kyuhyun memandang istrinya gemas. Mereka sudah lama menikah, tapi Nara masih sering bersikap seperti perawan yang baru saja mendapat ciuman pertamanya jika perempuan itu yang memulai ciuman mereka. Kyuhyun berdecak pelan. Apa istrinya tidak ingat saat dia meminta hal ‘itu’ pada Kyuhyun? Bahkan waktu itu Nara pernah menggoda Kyuhyun habis-habisan agar melakukannya.

Kegiatan mereka diinterupsi oleh pak Kang yang datang membawakan baju ganti untuk Nara. Memang Kyuhyun meminta Jung Ahjumma untuk menatakan pakaian Nara dan menyuruh pak Kang untuk mengantarkannya. Seperti yang sudah kita ketahui, ibu hamil satu itu tidak mau berpisah dengan suaminya. Dia ingin selalu menemani Kyuhyun selama suaminya itu dirawat di rumah sakit.

“ini baju ganti yang tuan minta. Nyonya besar juga menambahkan beberapa botol susu”

“terima kasih pak Kang”

“saya permisi. Semoga tuan cepat sembuh” Kyuhyun membalasnya dengan senyuman.

҉҈

 

Nara terlihat lebih segar dari sebelumnya. Dia telah selesai mandi dan berganti pakaian. Setelah merapikan dress-nya dan memasukan pakaian kotornya kedalam paperbag. Nara keluar dari kamar mandi.

Mata Nara membelalak sempurna melihat seorang perawat yang sedang melepas baju Kyuhyun. Hatinya semakin memanas tatkala melihat perawat itu tak sungkan melemparkan senyumnya pada Kyuhyun. Seolah sedang menggoda.

“biar aku yang melakukannya. Suster boleh pergi” suara Nara terkesan dingin dan sinis. Dia mengambil tempat perawat itu, membantu Kyuhyun memakai bajunya.

Kyuhyun mengangguk saat suster itu menatapnya bingung. Ia menyetujui perkataan istrinya dan menyuruh perawat itu untuk segera pergi dengan gerak matanya.

Nara menatap Kyuhyun gemas. Suaminya itu terlihat sangat lucu dengan baju rumah sakit berwarna biru muda. Terlihat seperti anak laki-laki yang baru saja selesai mandi sore dengan wangi khas mereka. Jangan lupakan wajah Kyuhyun  yang masih terlihat sangat imut jika rambutnya ditata kedepan. Poni yang tidak terlalu rapi itu memberi efek tersendiri untuk penampilan Kyuhyun sore ini.

“kau marah?” tanya Kyuhyun hati-hati. Penuh antisipsi jika Nara memarahinya.

“tidak” jawab Nara singkat.

“tidak seharusnya kau seperti itu. Kau terlihat sangat galak tadi”

“jadi oppa lebih suka suster itu yang menggantikan baju? Kalau begitu panggil saja dia. Aku tidak akan mengganggu kalian!” Nara menghentakan kakinya. Berjalan menuju pintu keluar. Panggilan Kyuhyun pun dihiraukannya. Hingga dia mendengar suara Kyuhyun merintih kesakitan.

Nara berbalik. Dia panik ketika melihat Kyuhyun memegangi dadanya dengan raut wajah yang menahan sakit. seketika itu juga Nara berlari mendekati Kyuhyun. Menegakan tubuh suaminya yang awalnya sedikit membungkuk. “oppa ada apa? Di mana yang sakit?” tanyanya sarat akan kekhawatiran.

“hatiku.. hatiku sakit jika melihatmu menjauhiku seperti tadi”

“ish, ini – tidak – lucu – Cho – Kyuhyun” cebik Nara.

“hatiku benar-benar sakit. Jangan seperti ini lagi. Kau tahu kan aku hanya mencintaimu dan hanya milikmu”

Nara mengangguk. “tapi aku tidak suka ada perempuan lain yang melihat tubuh oppa. Tubuh ini hanya milikku, konsumsi pribadiku. Bukan untuk umum!”

“aku mengerti. Tidak akan kubiarkan orang lain melihatnya lagi” Kyuhyun mengecup bibir Nara sebelum merengkuh tubuh gemuk Nara kedalam pelukannya.

“maaf” suara Nara terdengar sangat pelan karena teredam pelukan Kyuhyun.

 

TBC…

 

Yaah gajadi end. Pasti pada sedih yaa karena udah bosen sama ff ini tapi malah ngga selesai-selesai. Kkkk~

Aku pengen nambahin beberapa saran dari kalian, jadinya gajadi end. Mungkin 1 atau 2 part lagi baru selesai. Sabar-sabarin yaa

Kalo ada yang ditanyakan bisa bertanya lewat ig : citraariska

See you on next chapter. Kisskiss

 

With love,

Chokyulate

Advertisements

15 thoughts on “Everlassting Part 16

  1. Aduhhhh bkn sedih krn gak end2
    Tp jstru aku maunya ga usah end
    Sedang seru bnget ini soalny

    Tambah suka ama ff nyaaaa

    Maunya jstru terus diperpanjang

    Sempet takut bnget klw misalnya tadi kyunya amnesia

    Liked by 1 person

  2. Aduchhh ka udah deg”n aja takut kecelakaan’y parah tapi untunglach gak parh kecelakaan’y walaupun harus di gips tapi gak sampe koma lagi…
    Semangat trus yea ka ^^

    Liked by 1 person

  3. Baca pas awal deg”an takut kyuhyun mati atau koma. Ternyata cuma patah tulang. Nara sikapnya luci banget waktu ada suster buka bajunya si kyu dan aktingnya si kyu lucu hahaha. Masoh belum pengen pisah sm pasangan ini eonni 😥😥😥 semoga persalinannya lancar yaa pengen tahu mreka berdua ngerawat anak kembar gimana pasti kluarga harmonis wkwkwk
    Ditunggu secepatnya eonni untuk next ff 😊😊

    Liked by 1 person

  4. Uwaah akhirnya update juga
    Udah takut kyu knp” pas kecelakaan, kirain dia bakal meninggal atau amnesia, kan kalo gitu kasian ama Naranya nanti ditinggalin atau dilupain sama kyu apalagi anaknya udh mo lahir..
    Tp yg pas kyu diselametin kok gk di ceritaiin eon ..
    Ditunggu nextnya
    Keep writing😊

    Liked by 1 person

  5. Wahh gila pas tau kyuhyun kecelakaan rasanya dag dig der takut kecelakaanya parah untungnya kondisi kyuhyun ga parah walaupun sempat koma sehari…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s