Chapter · marriedlife · romance

Everlasting part 15

Annyeong~ maaf ya baru post senin malam, padahal janjinya minggu malam. Hehe kemarin pulang main udah jam 10, rasanya juga capek banget karena Sang Geun ngajakin  jalan-jalan, mana sempet kehujanan pula. Terus paginya juga udah berangkat ke kampus, pulangnya juga sore. Jadi jeongmal mianhaeeeeyo T.T

Awas banyak typo karena ngga dibaca ulang dulu sebelum dipost. Happy reading! ^^

 

Kyuhyun berjalan cepat menuju ruangannya. Ia ingin segera menemui istrinya yang telah menunggunya. Tadi saat Kyuhyun di restoran, ia sudah memesan beberapa menu makanan untuk diantar ke kantornya. Tentu saja ia memikirkan istri dan anaknya.

Ruat wajah Kyuhyun berubah khawatir saat melihat makanan yang masih utuh di atas meja. Nara juga tidak ada di dalam ruangannya.diambilnya benda persegi yang ada di dalam jas. Ibu jarinya langsung menekan speed dial nomer 1.

“kau di mana?”

“aku sampai di lobby, tadi aku makan siang dengan Bona”

“aku tunggu di ruanganku”

“oppa sudah kembali? Aku akan ke sana secepatnya.”

“hmm. Jangan berlari”

Nara menutup sambungan telefon Kyuhyun. kedua ujung bibirnya terangkat ke atas, membentuk senyuman manis yang menghiasi wajahnya. Seolah tertular, Bona pun ikut tersenyum melihat temannya. Tidak perlu bertanya lagi, Bona yakin Kyuhyunlah yang mencetak senyuman manis pada wajah cantik Nara.

Walaupun di perusahaan Kyuhyun memiliki 10 lift untuk para pegawai, biasanya setelah jam makan siang akan banyak orang mengantri untuk memasuki lft. Namun sekarang tidak ada seorangpun yang berdiri menunggu giliran untuk memasuki lift. Menyadari kejanggalan ini Bona melihat jam yang ada dipergelangan tangannya, dan betapa kagetnya dia ketika melihat jarum jam menunjukan pukul 13:20. Dia terlambat masuk, dan semua ini karena ibu presdir yang mengajaknya makan seraya mengobrol hingga lupa waktu.

“yak! Aku terlambat masuk karenamu” Bona mendesah kesal.

“Aku akan menggunakan statusku sebagai istri presdir untuk menyelamatkanmu dari amukan si pak tua kepala besar itu”

“kau benar-benar harus bicara padanya”

Nara mengangguk seraya bergumam mengiyakan. Padahal dia sudah sangat ingin bertemu dengan suaminya, tapi dia harus bertanggung jawab telah membuat Bona terlambat.

Dentingan suara lift menandakan mereka telah sampai di lantai 12, tempat divisi keuangan berada. Namun sebelum pintu lift terbuka, mendadak lampu lift yang mereka naiki mati. Dan tak lama setelah itu, lift bergerak turun dengan sendirinya. Tubuh Nara merosot seraya memegangi perutnya. Dia ketakutan.

Sedangkan Bona dengan cekatan menekan semua angka yang ada pada lift itu. Berharap lift akan berhenti. Sehingga tidak jatuh ke dasar dan membahayakan dirinya dan Nara. Bona pernah mendengar, itulah cara menghentikan lift jatuh. Lift terhenti setelah sekian detik meluncur ke bawah. Bona mendesah lega. Segera ia menekan tombol untuk membuka pintu, tapi pintu itu tidak terbuka. Lift yang mereka naiki rusak.

Bona berjongkok di samping Nara. Mengganggam erat tangan Nara untuk menenangkan ibu hamil satu itu. Takut. Tentu saja Bona juga merasa takut, tapi tidak ada gunanya menunjukan ketakutan itu di depan Nara. Itu hanya akan memperburuk kondisi Nara saat ini.

“jangan takut, akan ada orang yang akan menyelamatkan kita. Suamimu pasti akan segera menyelamatkanmu Ra-ya” ucap Bona menenangkan. Di dalam hatinya Bona terus berdoa akan ada orang yang menyelamatkannya sebelum pasokan oksigen di dalam lift habis.

Nara menekan speed dial ponselnya. Menelfon Kyuhyun agar segera datang menolongnya. Hatinya bersorak gembira ketika Kyuhyun mengangkat telefonnya sebelum deringan kedua.

“o..oppa.. tolong kami” perkataan Nara bergetar karena menahan tangis dan rasa takutnya.

“apa yang terjadi padamu?”

“aku dan Bona terjebak di lift nomor 2” setelah mengatakan itu, ponsel Nara merosot dari genggamannya. Ibu hamil itu sudah tidak mempunyai tenaga.

“Ra-ya bertahanlah sebentar lagi” ucap Bona menenangkan.

Sementara itu Kyuhyun berlari keluar dari ruangannya dengan tergesa. “panggil teknisi untuk membuka lift nomor dua. Nara terjebak di sana” triaknya pada Henry.

Rahang Kyuhyun mengeras. Kekhawatiran terlihat jelas di wajah tampannya. Ia membuka kancing jasnya dan sedikit mengendurkan dasinya, mendadak paru-parunya terasa terikat erat.

“lift berhenti di lantai dua. Mereka baru akan mencoba membuka pintunya” lapor Henry yang mengikuti Kyuhyun.

Benar saja, sesampainya dilantai dua, Kyuhyun melihat 3 petugas berseragam biru sedang berusaha membuka pintu lift secara paksa. Kyuhyun menunggu di depan pintu lift tak sabaran. Istrinya mengidap claustrophobia. Ia yakin Nara tidak akan baik-baik saja di dalam ruangan gelap dan sempit itu meskipun ada Bona.

Begitu pintu lift telah terbuka, Kyuhyun langsung menerobos masuk. Segera memeluk istrinya, berharap itu dapat menenangkan Nara walaupun hanya sedikit. Kyuhyun bisa merasakan ketakutan Nara pada pergelangan tangannya. Nara mencengkramnya erat hingga kulitnya memutih. “tidak apa-apa sayang, aku ada di sini” bisiknya. Tak lama kemudian mata Nara terpejam. Dia tak sadarkan diri.

“keluarlah, aku akan membawa Nara keluar setelah kau keluar” perintah Kyuhyun pada Bona. Gadis itu menuruti persdirnya begitu saja.

 

Seoul hospital

Lagi-lagi Nara terbaring diranjang pasien rumah sakit. Kyuhyun duduk di kursi yang ada disamping ranjang pasien seraya menggenggam tangan Nra. Hatinya sakit melihat istrinya terbaring seperti ini. Ia merasa telah gagal menjaga Nara.

Satu jam yang lalu, dokter sudah mengatakan jika Nara dan bayinya baik-baik saja. Nara hanya mengalami syok ringan. Dia akan bangun beberapa saat lagi. Namun sampai sekarang Nara masih memejamkan matanya. Membuat Kyuhyun semakin merasa bersalah karena telah membiarkan istri dan calon anaknya berada dalam bahaya. Ia tak tahu apa yang akan terjadi jika terlambat mengetahui Nara terkurung di dalam lift sialan itu. Kyuhyun mengumpat di dalam hari, ia harus menghukum pelaku yang menyebabkan lift perusahaannya rusak. Setau Kyuhyun semua yang ada di perusahaannya adalah yang terbaik. Jadi tidak mungkin lift bisa jatuh seperti itu.

Jari nara bergerak, diikuti dengan kelopak matanya yang terbuka. Perempuan itu menelisik ruangan tempatnya berada. Ini bukan kamarnya ataupun kamar rahasia Kyuhyun di kantor. Nara menoleh, ia melihat infus terpasang di tangannya. mendesah lega karena dia ternyata masih hidup. Tadinya dia berfikir jika dia telah meninggal dan berada surga.

Pandangan Nara beralih ke Kyuhyun, suaminya yang sedang menunduk. Menopang kepalanya pada kedua tangannya yang juga sedang menggenggam tangan Nara. Seperti sedang mengalami masalah yang besar. “oppa” panggil Nara pelan.

Kyuhyun tersentak dari rasa bersalahnya. Dia bangun dari duduknya dan mendekatkan dirinya pada Nara. “sayang, kau tidak apa-apa? Apa ada yang sakit atau kau merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhmu?” cerca Kyuhyun penuh kekhawatiran.

Nara sedih melihat raut wajah Kyuhyun. kesedihan dan penyesalan tampak sekali pada wajah tampannya. Bahkan matanya pun berkaca-kaca. Oh tidak, mungkinkah tadi suaminya menangis? “hatiku sakit melihat oppa seperti ini. Ada apa denganmu? Apa yang terjadi?”

“bagaimana bisa kau menanyaiku seperti itu? kaulah yang terkurung di dalam lift” Kyuhyun menggeram. Bisa-bisanya Nara menanyainya seperti itu.

“jika oppa mengkhawatirkan kami, aku tidak apa-apa” Nara menyentuh perutnya. “mereka juga tidak apa-apa karena aku masih merasakan mereka sedang bermain di dalam”

Kyuhyun diam. Masih dengan wajah sedihnya ia menatap Nara. Namun detik berikutnya ia sudah menempelkan bibirnya di bibir istrinya. Mulai dari diam tak bergerak, sekarang menjadi lumatan-lumatan halus penuh cinta. Dan beralih lagi menjadi agak kasar, Kyuhyun meluapkan amarahnya di sana. Amarah karena tidak bisa menjaga Nara dengan baik, ataupun amarah karena Nara tidak bisa diam di dalam ruangannya. Jika orang-orang melihat, mereka akan berfikiran jika Nara dan Kyuhyun sedang bercumbu. Nyatanya Kyuhyun sedang menghukum Nara dengan caranya sendiri.

“jangan berada jauh dariku” ucap Kyuhyun di akhir kecupannya.

Nara hanya mengangguk. Hatinya berdesir melihat Kyuhyun meneteskan air matanya. hanya dua tetes, namun membuat hati Nara ikut merasakan ketakutan yang dialami Kyuhyun. “aku baik-baik saja” sekali lagi Nara meyakinkan Kyuhyun. tangannya menghapus air mata Kyuhyun.

“kau tahu? Aku sangat ketakutan jika sesuatu buruk menimpamu”

“jangan seperti ini. Kemana Cho Kyuhyun yang terkenal dengan sifat dinginnya? Lalu apa kata dokter?”

“kau baik-baik saja. hanya mengalami syok ringan yang menyebabkan kau pingsan”

Nara tersenyum geli. Dokter sudah mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. lalu kenapa suaminya khawatir hingga meneteskan air matanya itu? “aku sangat mencintaimu”

“aku lebih mencintaimu”

“kalau begitu, bawa aku pulang. Aku benci berada di rumah sakit” Nara mulai merengek. Kyuhyun hanya mendesah pasrah. Jika istrinya sudah seperti ini. Mau tidak mau ia harus membawa Nara pulang ke rumah.

“aku akan bicara pada dokter Kang besok pagi” Kyuhyun mencium dahi Nara lalu mengacak rambut istrinya gemas. “sekarang sudah malam, tidurlah”

Satu jam telah berlalu, tapi Nara masih tidak bisa tidur. Sedari tadi Nara hanya merubah posisi tidurnya, berbalik kesana kemari untuk menemukan posisi yang nyaman hingga dia bisa tidur. Kyuhyun yang melihat hal itu langsung mendekati Nara. Memang sebelumnya Kyuhyun sedang duduk di sofa. Membaca berkas-berkas penting yang harus ditandatanganinya. “ada sesuatu yang mengganggu?” tanya Kyuhyun lembut.

“aku merasa tidak nyaman. Kita pulang malam ini saja eoh?”

“tunggu sebentar” Kyuhyun berjalan keluar dari ruangan Nara. Disambut kegembiraan Nara yang tak terbendung. Akhirnya dia bisa pulang malam ini juga. Nara yakin Kyuhyun pasti akan membawanya pulang malam ini.

Selang beberapa menit, harapan Nara untuk pulang pupus begitu saja. dia melihat Kyuhyun membawa 3 bantal rumah sakit. Untuk apa?

“tidurlah menghadap ke kiri” perintah Kyuhyun tak terbantahkan. Setelah Nara menurutinya, Kyuhyun menaruh satu bantal dibawah perut Nara bagian bawah. Lalu satu lagi di bawah perut Nara bagian atas. Dan satu bantal terakhir untuk dipeluk Nara.

“kalian juga harus tidur. Jangan mengganggu eomma. Selamat malam” kyuhyun mencium perut Nara lalu mencium kening Nara “tidurlah” ucapnya lembut. Kyuhyun terus membungkuk agar tubuhnya dekat pada Nara. Menahan sakit pada punggungnya agar istrinya cepat tertidur. Jari-jarinya membelai surai Nara agar perempuan itu lekas tidur.

Nara kagum dengan apa yang dilakukan suaminya. Pasalnya posisi ini membuatnya merasa nyaman. Lama kelamaan matanya pun terpejam. Mulai meninggalkan suaminya untuk mengarungi alam mimpi yang indah. Selama Kyuhyun ada di sampingnya, Nara tidak pernah bermimpi buruk. Sepertinya janji Kyuhyun untuk menjaga Nara dari mimpi buruk memang dilakukan oleh Kyuhyun. Hingga sampai saat ini tidak ada satupun mimpi buruk yang berani mendatanginya.

..

 

Sudah seminggu sejak kejadian lift yang menimpa Nara berlalu, pelakunya pun juga sudah tertangkap. Jatuhnya lift itu dikarenakan tidak menggunakan ukuran tali yang seharusnya. Meski hanya terpaut 2 nomor dibawahnya, nyatanya bisa membuat lift itu terjatuh. Pelakunya adalah Han Jong woon, yang juga melakukan korupsi besar-besaran dibeberapa asset milik Kyuhyun. Ia juga telah ditangkap oleh pihak yang berwajib 3 hari yang lalu.

Namun ada sesuatu yang mengganjal dipikiran Kyuhyun. Ia yakin jika ada sesuatu lain yang membuat lift itu terjatuh. Seperti ada yang mensabotase kerja lift itu hingga terjatuh. Dipikiran Kyuhyun, jika lift itu terjatuh karena tali yang tidak kuat menopang, pastinya orang yang di dalam lift itu sangatlah banyak. Sedangkan saat kejadian, hanya Nara dan Bona yang berada di dalamnya. Hal itulah yang membuat Kyuhyun lebih mengawwasi Nara. Ia yakin jika ada seseorang yang ingin mencelakai istrinya.

Sejak saat itu, Kyuhyun lebih menjaga istrinya. Nara tidak boleh keluar rumah jika tidak bersamanya, dan seminggu ini Kyuhyun mempunyai jadwal meeting bersama koleganya. Otomatis, Nara hanya berada di rumah saja.

Hari sudah sore ketika Nara keluar dari kolam renang. Dua bulan yang lalu dia mengikuti kelas renang untuk ibu hamil. Dia melakukannya untuk membuat pikirannya tenang dan katanya juga bisa memperlancar proses melahirkan. Memang dokter Kang menyarankan untuk operasi caesar. Tapi Nara sangat menginginkan melahirkan secara normal. Oleh karena itu dia rajin melakukan olah raga untuk ibu hamil dan menjaga pola makannya agar tubuhnya tetap sehat dan bisa melahirkan secara normal.

Kyuhyun tersenyum melihat Nara yang memakai bikini terbaru favoritenya. Sebuah swimsuit keluaran Enchanted bikinis yang menyerupai pakaian salah satu Disney princess bernama Ariel. Istrinya rela membayar mahal USD 85.00 dan mengikuti po yang mengharuskannya menunggu selama satu bulan demi mendapatkan bikini yang berwarna ungu dan hijau itu. Tak hanya itu, Nara juga membeli beberapa pernak pernik lainnya. Seperti mermaid skirt yang berharga USD 47.50, seashell purse USD 49.99, phonecase USD 14.00. Sungguh pecinta Disney.

Senyum Kyuhyun melebar ketika matanya melihat buah dada istrinya. Memang sejak hamil buah dada istrinya membesar. Dan hari ini Kyuhyun merasa milik istrinya bertambah besar lagi hingga bikini itu hanya mampu menampung setengahnya saja. membiarkan setengahnya lagi menyembul keluar.

“apakah kau menginginkan sesuatu nyonya Cho?” Kyuhyun memeluk Nara dari belakang. Ia tidak peduli akan kemejanya yang basah karena menempel pada tubuh Nara. “menyambut suamimu dengan pakaian seperti ini” lanjutnya setengah berbisik tepat ditelinga Nara.

“hentikan pikiran mesummu itu Cho Kyuhyun!” Nara mendesis.

“kalau begitu, ayo kita mandi bersama” Ajak Kyuhyun. Nara hanya mengangguk. Dia sudah tahu konsekuensinya jika mandi bersama suaminya, dan Nara akan menerima itu dengan gembira.

Setelah acara mandi bersama yang cukup lama. Kyuhyun mengajak Nara untuk makan bersama di luar. Awalnya Kyuhyun mengajak Nara untuk makan di restaurant, namun Nara ingin makan direstaurant yang berada di dalam mall. Dan di sinilah mereka sekarang. di salah satu mall terbesar di korea selatan, Hyundai department store.

Nara dan Kyuhyun sedang berjalan-jalan setelah acara makan malam mereka selesai. Mereka membeli beberapa pakaian bayi. Ketika Nara melihat foto Miranda Kerr terpajang di salah satu outlet pakaian, langkah kakinya terhenti. Dia berdiri menatap foto perempuan cantik yang digilainya itu.

Mendesah jengah. “kenapa aku tidak sepertimu? Tubuhku bengkak dimana-mana” keluhnya pelan.

“kau lebih cantik darinya sayang” Kyuhyun memeluknya dari belakang. “sangat cantik hingga membuat seorang Cho Kyuhyun takhluk padamu dan sangat mencintaimu” lanjut Kyuhyun.

“oppa berbohong” Nara membalik tubuhnya. sekarang dia menghadap Kyuhyun dan menatap tajam suaminya.” Lihatlah aku, aku hanya bisa memakai dress hamil ini dan sandal karena kakiku sangat bengkak. Pipiku terlihat seperti sedang makan padahal tidak.” Mata Nara mulai berkaca-kaca

Oh tidak Cho Kyuhyun! istrimu akan menangis. Kyuhyun langsung membawa Nara ke dalam dekapannya dan berjalan bersama menuju tempat parkir. Pria itu tidak peduli jika nanti ada yang mencibir kemesraan mereka atau apapun. yang ada di pikiran Kyuhyun sekarang adalah sampai di mobil secepat-cepatnya.

Sepanjang perjalanan Nara hanya diam seraya melihat ke jalanan. Hal itu membuat Kyuhyun tidak tenang. memang ini bukan yang pertama kalinya. Sudah pernah dijelaskan bukan jika Nara menjadi sangat sensitive semenjak hamil? Namun hal itu tetap membuat Kyuhyun tidak tenang. Perasaannya tidak enak jika melihat Nara terdiam seperti ini. Kyuhyun menepikan mobilnya, lalu menatap Nara.

“kau kenapa sayang?”

“apa oppa akan meninggalkanku jika aku bertambah gemuk dan tidak cantik lagi?”

“kemarilah” Kyuhyun menyuruh Nara mendekat. Awalnya Nara hanya menatapnya bingung, tapi beberapa detik kemudian dia sudah ada dipelukan suaminya. “aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Lagipula jika aku meninggalkanmu dengan alasan karena kau tidak cantik, aku pasti sudah meninggalkanmu dari dulu”

“itu berarti… aku tidak cantik?!” ucap Nara dengan suara meninggi dan melepaskan pelukannya.

“kau memang tidak cantik. Kau lebih dari cantik. Tidak ada perempuan lain secantik dirimu”

Hati Nara berbunga mendengar ucapan Kyuhyun. Dia kembali memeluk suaminya. “waah mereka menendang lagi”

“mereka bahagia jika kau bahagia. Maka dari itu jangan memikirkan hal-hal yang tak masuk akal dan membuatmu sedih, karena mereka juga ikut merasakannya” Nara mengangguk paham. Kyuhyun kembali menjalankan mobilnya menuju rumah.

..

 

Nara merasakan keanehan pada suaminya hari ini. Sekarang adalah hari rabu, sudah seharusnya ia berangkat ke kantor dan menghabiskan siangnya di sana. Tapi sekarang, ia malah suka mengekori Nara. selalu berada di dekat Nara dan tak jarang Kyuhyun juga memeluknya.

Jam sudah menunjukan pukul 10 pagi. Mereka sudah sarapan beberapa jam lalu. Dan sekarang Kyuhyun dan Nara sedang duduk di ayunan yang berada dihalaman belakang rumahnya. Nara membaca novel seraya membelakangi Kyuhyun, menyandarkan tubuhnya pada suaminya. Sementara Kyuhyun memeluk Nara dari belakang.

“oppa, ada apa denganmu?” tanya Nara menyelidik.

“aku hanya ingin menghabiskan waktuku bersama keluarga kecilku.”

“jangan berbohong” Nara menutup novelnya kasar.

“besok siang aku harus pergi ke busan untuk melihat tanah dan proyek yang ada di sana selama 2 hari. Aku akan pulang hari sabtu”

Mata Nara mulai berkaca-kaca. Dia tidak akan melihat suaminya sampai hari sabtu.

“ssst, jangan menangis. Sepulang dari busan nanti aku akan membelikanmu koleksi Disney apa saja yang kau inginkan”

“benarkah? Oppa janji?”

Kyuhyun mengangguk mantap. “selama aku pergi, kau harus tidur di rumah besar. Aku percaya kau akan baik-baik saja jika tinggal di sana bersama eomma”

“baiklah. Besok oppa akan berangkat ke Busan dari rumah?”

“tidak, pagi harinya aku harus ke kantor”

“baiklah.”

“kau tidak marah padaku kan?”

“tidak. Lagipula koleksi disneyku akan bertambah.” Ucap Nara riang. Kyuhyun hanya tersenyum geli melihat mood istrinya yang cepat sekali berubah. Baru beberapa detik yang lalu istrinya sedih seolah tak mau dirinya pergi. tapi sekarang isrinya terlihat biasa saja dan membiarkan dirinya pergi.

“Aku tak sabar replika kastil aurora ada di rumah kita” lanjut Nara.

“tidak untuk yang itu sayang. Aku tidak akan membelikan kastil mahal itu. Lagipula mau ditaruh di mana? Bagaimana anak kita sudah besar terus memecahkannya?”

“kalau begitu oppa tidak boleh pergi”

Kyuhyun hanya mendesah. Ia terus mengatakan pada dirinya untuk bersabar. Mood istrinya benar-benar menguji kesabarannya. Mungkin jika Nara adalah pegawainya, Kyuhyun sudah memarahinya dan memecatnya. Tapi ia tidak bisa memarahi istrinya jika bukan karena kesalahan yang sangat fatal. Kyuhyun mengeratkan pelukannya, berharap Nara tidak akan marah padanya.

 

Keesokan harinya Nara terus memeluk Kyuhyun. Dia merasakan sesuatu yang mengganjal perasaannya oleh karena itu dia ingin Kyuhyun tidak pergi. “biarkan seperti ini. aku tidak ingin oppa pergi” ucapnya saat merasakan kyuhyun sedikit menjauh. Suara Nara memang pelan karena teredam dada Kyuhyun. tapi pria itu mendengarnya dengan sangat jelas.

“aku harus berangkat ke kantor pagi ini sayang”

“jangan pergi”

“kita sudah membicarakan ini tadi malam”

“pokoknya jangan pergi!” Nara mulai menangis.

“aku akan membelikan replika kastil mahal keinginanmu”

“persetan dengan kastil itu. aku hanya ingin oppa berada di rumah hari ini. aku hanya…” Kyuhyun membekap mulut Nara dengan ciumannya. Ciuman yang terasa agak kasar.

“siapa yang mengajarimu berkata seperti itu, huh?” tanya Kyuhyun sinis. Sedangkan Nara hanya diam, air matanya terus mengalir. Entah kenapa pagi ini Nara merasa sangat kesal pada Kyuhyun, tapi dia juga ingin selalu bersama Kyuhyun. Berada di dekat suaminya seharian ini.

Melihat tak ada tanggapan apapun dari istrinya, Kyuhyun bangkit dari tidurnya lalu berjalan menuju kamar mandi.

“dasar Cho Kyuhyun brengsek. Pasti ia selingkuh hingga bersikukuh harus pergi hari ini.”

Kyuhyun berbalik setelah mendengar ocehan Nara. Menggenggam wajah Nara dengan kedua tanganya dan kembali melumat bibir merah muda yang sudah sedikit bengkak itu. Ia tidak tahu darimana istrinya belajar kata-kata kotor seperti itu. dan Nara menuduhnya selingkuh? Bukankah semalaman ia sudah menjelaskan jika ia ke busan untuk bekerja?

Melepaskan ciumannya, Kyuhyun menarik tangan Nara agar mengikutinya. “mau ke mana?” tanya Nara sinis.

“kita akan mandi bersama. Kau ingin selalu bersamaku bukan? Dan aku harus membuat sedikit perhitungan karena kata-kata kasarmu dan tuduhanmu itu nyonya Cho.”

Setelah keluar dari walked closet, Nara sudah berbaikan dengan Kyuhyun. memang dia belum sepenuh hati mengizinkan suaminya pergi, tapi dia sudah tidak semarah tadi. Kalian pasti sudah tahu hukuman apa yang dilakukan Kyuhyun hingga membuat Nara berbaikan dengannya begitu mudah.

Sekarang mereka telah sampai di rumah besar. Rumah ini terlihat sepi karena ibu Kyuhyun sedang menjemput Ahra di bandara. Kyuhyun memang menyuruh Ahra dan Yi Kyung untuk pulang sebentar Selama ia pergi ke busan. Ia ingin Nara tidak merasa kesepian di rumah besar.

“maskuklah, aku akan berangkat”

“oppa yakin akan meninggalkanku?”

“hanya sebentar sayang”

“perasaanku tidak enak, seperti sesuatu yang buruk akan terjadi pada oppa”

“aku bisa menjaga diriku sendiri sayang. Jangan khawatir”

“bagaimana jika sesuatu yang bruuk terjadi padaku? Bukankah seharusnya oppa di sini untuk menjagaku?”

“kau di rumah besar. Ada eomma dan Ahra noona yang akan menjagamu. Kau akan baik-baik saja. aku sudah terlambat. Masuklah.”

“oppa, aku mencintaimu”

“aku jauh lebih mencintaimu” Kyuhyun mendaratkan kecupan singkat pada bibir Nara sebelum masuk ke mobilnya.

Nara tidak menuruti Kyuhyun dengan masuk ke dalam rumah. Begitu mobil Kyuhyun menghilang dari pandangannya. Dia melangkah ke samping rumah untuk menemui pak Kang. Meminta pak Kang mengantarkannya ke kantor Kyuhyun. Nara tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk membuat suaminya tetap tinggal di Seoul hari ini. setidaknya sampai kekhawatirannya hilang.

 

Cho Group

Sesampainya di kantor Kyuhyun, Nara tersenyum lega karena mobil Kyuhyun baru saja masuk ke dalam gedung parkir. Nara menyuruh pak Kang agar memelankan jalan mobilnya. Dia ingin Kyuhyun turun lebih dari mobil lebih dulu baru Nara akan menemuinya.

“pak Kang, aku akan lama. Jangan menunggu di mobil. Tunggulah di café depan atau di café yang berada di dalam kantor. Tolong gunakan ini saja” Nara memberi cardnya.

“tidak perlu nyonya”

“pakai ini saja. Aku akan sedih jika pak Kang menolaknya”

Pak Kang mengambil card milik Nara. sebenarnya ia tidak mau, tapi ia juga tidak ingin membuat Nara sedih.

“ah, oppa sudah turun. Aku akan menelfon pak Kang jika kau sudah ingin pulang.” Nara berjalan cepat, menyusul Kyuhyun yang akan memasuki lift khusus untuk dirinya.

Betapa terkejutnya Kyuhyun melihat Nara yang berada tak jauh darinya. Segera Kyuhyun menekan tombol agar pintu lift tetap terbuka. Ia menunggu istrinya hingga Nara sudah berada di sampingnya. “apa yang aku lakukan di sini?”

“anak kita merindukan ayahnya” jawab Nara asal. Dia merasa sangat lelah hanya karena berjalan cepat untuk mengejar Kyuhyun.

“jangan mengkambing hitamkan mereka. Lihatlah, kau kelelahan” ujar Kyuhyun dengan nada yang tidak Ramah. Pria itu terlihat kesal.

“kau harus pulang sekarang. istirahatlah di rumah”

“aku tidak mau pulang. Jika memang oppa akan berangkat ke Busan siang ini. Biarkan aku bersamamu sampai siang ini”

Kyuhyun memejamkan matanya sejenak. Istrinya memang tak terduga. Akhir-akhir ini Nara juga sering melawan perkataan Kyuhyun. Dokter Kang berkata ini karena hormon kehamilan. Tapi apa semua perempuan yang hamil akan menjadi menyebalkan seperti Nara? Tanpa berkata apapun Kyuhyun menggendong Nara. Ia kesal, tapi ia juga tidak bisa melihat Nara kelelahan seperti itu.

Kyuhyun menurunkan Nara di sofa. Lihatlah sekarang siapa yang tampak kelelahan. Bahkan dahi Kyuhyun sudah basah karena keringat.

“apa aku terlalu berat?” tanya Nara seraya mengusap keringat Kyuhyun dengan tissue.

“tidak” bohong Kyuhyun. Ia teringat ketika Nara menangis karena berat badannya yang bertambah.

“oppa pasti keberatan menggendongku” sesal Nara.

“wajar jika kau bertambah berat. Kau mengandung 2 anak sayang. Ini juga bertambah besar” mata Kyuhyun mengarah ke dada Nara.

“dasar Cho Kyuhyun mesum.”

“hanya begitu saja kau bilang aku mesum? Kau tidak ingat tadi pagi?”

Pipi Nara merona mengingat kejadian tadi pagi. Mereka melakukannya di kamar mandi. “diam dan cepat mulai bekerja” Alih-alih menyembunyikan pipinya yang memerah, Nara menyuruh Kyuhyun untuk menjauh.

“tunggu sebentar, aku hanya akan menyiapkan berkas yang harus kubawa” Kyuhyun mengecup bibir Nara sebelum menuju meja kerjanya.

Selama Kyuhyun menyiapkan berkasnya, Nara menatap suaminya dengan wajah penuh kekaguman. Memang dia sudah sering berfikir jika dirinya perempuan paling beruntung karena bisa menikah dengan Kyuhyun yang notabennya adalah pria tampan yang kaya raya dan menjadi ideal type 99% perempuan di dunia. Nara tak pernah berhenti bersyukur bila mengingat hal itu. Memang hasih tak pernah menghianati usaha. Dulu Nara berusaha keras menjadi yang terbaik agar Kyuhyun meliriknya. Dan pada akhirnya Nara mendapatkan hati Kyuhyun.

“sayang, aku harus berangkat sekarang karena aku akan menaiki KTX”

“oppa tidak naik heli?”

“tidak, tidak ada helipad di sana. Aku akan membuatnya agar kau bisa ikut jika aku harus pergi ke busan”

Hati Nara senang. Pasalnya dalam perkataan Kyuhyun mengandung arti bahwa suaminya tidak ingin dirinya kelelahan. Maka dari itu Kyuhyun tidak mengajaknya ke Busan hari ini. “mobil oppa sudah siap di depan kan? Kalau begitu kita berjalan ke depan bersama”

Kyuhyun mengalungkan tangannya di pinggang Nara. Membuat tubuh mereka menempel. Nara agak risih dengan perlakuan suaminya karena mereka menaiki lift biasa. Mungkin beberapa pegawai yang melihat kemesraan Kyuhyun dan Nara sedang mengumpat dalam hati. Atau mengatai Kyuhyun dan Nara karena melakukan PDA. (bermesraan di depan umum)

“kenapa mobilmu belum ada? Ke mana pak kang?” tanya Kyuhyun menyelidik. Dalam pikirannya terlintas jika Nara akan pulang dengan menaiki bus.

“pak Kang ada di sana. Aku yang menyuruh pak Kang untuk membeli kopi karena saat aku memanggilnya, pak Kang baru saja membuat kopi” Nara tersenyum melihat pak Kang yang sedang berjalan memasuki halaman gedung Cho Group. “pak Kang sudah tua, oppa harus menaikan gajinya”

“kau tahu gaji pak Kang berapa?” Tanya Kyuhyun yang dijawab dengan gelengan kepala Nara.

“35jt won”

Seketika itu juga mulut Nara menganga. 35juta won? Nara tidak pernah berfikir Kyuhyun memberikan gaji sangat banyak.

Kyuhyun menahan rasa gelinya melihat ekspresi Nara. “ada apa denganmu?”

“pantas saja pak Kang menolak saat aku memberikan card-ku, tapi aku memaksanya jadi pak Kang menerima cardku”

“ia tidak akan memakainya. Lihat saja nanti, uangmu akan tetap utuh”

“oh kalian sudah di sini? Kenapa tidak menghubungiku? Sebentar aku akan mengambil mobilnya dulu”

“kau membawa apa?” Tanya Kyuhyun pada Nara.

“range rover”

“pak Kang kita bertukar mobil saja. Aku tidak ingin Nara lebih lama berdiri di sini. Tolong pastikan jangan mampir ke manapun.” Ucap Kyuhyun. Pak Kang tersenyum lalu masuk ke dalam mobil yang tadi di bawa Kyuhyun.

“sesampainya di rumah telefon aku. Jangan melakukan sesuatu yang berat. Jangan sampai kelelahan, dan jangan sampai telat makan. Jaga dirimu dan mereka baik-baik selama 3 hari ini. aku mencintaimu”

“oppa juga, jangan sampai kelelahan. Aku lebih mencintaimu” Nara mencium pipi Kyuhyun. “oppa, aku memiliki perasaan sesuatu yang buruk akan terjadi padamu. Tapi semoga saja itu tidak terjadi. Jadi oppa harus lebih menjaga diri.” Lanjutnya dengan Nara sedih.

“aku akan baik-baik saja sayang. Jangan khawatir, hilangkan perasaanmu itu.”

“baiklah, aku pulang dulu. Hati-hati menyetirnya. Aku tidak mau menjadi janda.” Nara melambaikan tangannya sebelum masuk ke dalam mobil.

..

 

Kyuhyun mengemudikan mobilnya melewati jalanan Seoul. Sesekali ia tersenyum mengingat tingkah lucu istrinya yang membuatnya gemas. Namun tiba-tiba saja ia tak bisa mengendalikan mobilnya. Rem mobilnya juga tidak berfungsi dengan baik. Hingga pada akhirnya Kyuhyun membanting stirnya ke kiri. Ia tidak tahu jika ada mobil dengan kecepatan penuh sedang melaju di sisi kiri hingga pada akhirnya menabrak mobilnya dan membuat mobilnya terseret hingga terbalik.

 

Segini dulu yaa. Sepertinya besok part terakhir jadi ditunggu yaa, aku usahain cepet tapi ngga janji. Hehe

Maaf kalau ngga dapet feelnya atau ngrasa ceritanya jadi aneh gini, karena akupun juga ngrasa gitu. Ini aku bikinnya juga cepet-cepet karena udah banyak yang tanya kapan ff ini di post u.u

Kalo ada pertanyaan bisa langsung tanya aja di ig : citraariska

See you on the last chapter and another ff. kisskiss

 

With Love,

Chokyulate

Advertisements

14 thoughts on “Everlasting part 15

  1. Itu ya
    Perasaan suami istri
    Saling mengkhawatirkan

    Klw ga tukeran mobil
    Yg celaka nara n pak kang

    Lebih bahaya lagi krn lg hamil

    Tp kyu jg bahaya ini
    Tp tenaga cwok yaaaa

    Kok kyu ga ajak siapa2 gitu
    Min. Sekretaris atau bodyguard gity

    Liked by 1 person

  2. Senyum” sendiri waktu adegan nara marah gara” gendut hahaha lucu banget pas kyuhyun gendong nara 😂😂😂
    Huaaa kenapa sama kyuhyun 😭😭 kok aneh remnya tiba” blong pasti ada orang yg mau celakai haishh. Semoga kyuhyun baik” saja ya thor kasihan nara dia lagi hamil 2 anak masa ada masalah kaya gini. Kyuhyun harus sm nara selamanya smp anaknya lahir dan tmh gede 😭😭🙏 Jangan tinggalin nara kyu
    Harus cari tahu siapa pelaku lift dan rem mobil yg blong 🤔🤔
    Gak berasa besok part akhir gak rela rasanya. Semangat thor

    Liked by 1 person

  3. Firasatnya bener,,pasti ada yg sabotase mobilnya & kayanya bukan orang “jauh” . Tapi salah sasaran, karena kyu mrndadak minta tukar mobil jadi dia yg kecelakaan

    Liked by 1 person

  4. duh siapa sich yang tega nghancuri keluarga kyuhyun nara
    semoga aja cm luka kecil yg dialami kyuhyun dan saat naramendengar berit kecelakaan kyuhyun tdk mempengaruhi kehamilanya
    dan org tanpa prasan itu segeraa ditangkap

    Liked by 1 person

  5. Aduhh kenapa kyuhyun mesti kecelakaan si kasian tau nara sama calon anak kembarnya. Kyuhyun jangan mati dulu dong entar anak kalian ga punya ayah kan kasian…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s