Chapter · marriedlife · romance · short story

Everlasting part 14

Pagi-pagi sekali Nara telah bangun untuk melakukan kegiatan pagi rutinnya setelah hamil. Berjongkok di depan closet seraya memuntahkan air. Kehamilannya yang kedua ini memang sangat berbeda dari sebelumnya. Dulu Nara tidak pernah mengalami morning sickness, berbeda dengan kehamilannya saat ini. Memang sangat menyakitkan, disaat dia merasa mual dan ingin mengeluarkan semua isi perutnya tapi yang keluar hanya air.

Kyuhyun pun juga ikut bangun lebih pagi dari biasanya. Memijat tengkuk Nara ketika muntah, menggendong istrinya kembali ke tempat tidur, dan setelah itu membuatkan teh hangat. Pria itu juga merasa kehamilan Nara kali ini terasa berat. Tak jarang ia merasa kasihan pada istrinya yang harus menanggungnya.

“istirahatlah, aku akan membuatkan sarapan lalu kita ke rumah sakit.” Nara mengangguk.

“apa yang ingin kau makan?”

“aku akan memakan apapun buatan oppa”

“akan kubuatkan sup ayam gingseng untukmu” Kyuhyun mencium kening Nara. Membenarkan selimut istrinya sebelum pergi ke dapur.

Kyuhyun memasak dengan cepat, hanya butuh waktu 25 menit untuknya memasak. Dan sekarang ia telah menikmati masakannya bersama istrinya setelah membangunkan Nara.

 

Seoul Hospital

Nara risih dengan tatapan perempuan-perempuan di rumah sakit ini pada suaminya. Bahkan ada yang terang-terangan melempar senyum pada suaminya. Walaupun Kyuhyun tidak melirik mereka sedikit pun, tapi tetap saja hal itu membuat hati Nara memanas. Ingin sekali dia menyembunyikan wajah tampan Kyuhyun. Semuanya yang ada pada diri suaminya adalah miliknya, dan bukan untuk konsumsi publik. Tidak seharusnya perempuan-perempuan genit itu turut menikmati ketampanan suaminya.

Sementara itu Kyuhyun semakin mendekatkan tubuh Nara ke tubuhnya dengan tangannya yang berada di pinggang istrinya. Terlihat sangat jelas jika istrinya sedang menahan emosinya dan ia ingin meredakannya dengan cara mendekatkan tubuh mereka. Kyuhyun sendiri tidak tahu penyebab raut wajah Nara berubah seperti itu.

Nara menghentikan langkahnya dan menatap Kyuhyun. Wajah suaminya memang sangat tampan, tapi tubuhnya gendut seperti babi. Bagaimana bisa mereka masih menyukai suaminya? “haruskah oppa melakukan operasi plastik menjadi tidak terlalu tampan?” tanya Nara sinis.

“hei, ada apa denganmu?”

“semua perempuan itu menikmati ketampanan oppa” Nara memanyunkan bibirnya.

Cup!

Kyuhyun memberinya sebuah kecupan singkat. “hatiku hanya milikmu sayang. Ayo masuk, dokter Kang sudah menunggu” Kyuhyun menggerling. Tanpa Nara sadari, rasa kesalnya telah menguap karena perlakuan suaminya tadi.

Dokter Kang tersenyum hangat menyambut pasangan suami istri yang terlihat sangat mesra pagi ini. “kelihatannya Nara menjadi manja” dokter Kang memastikan.

Saat itu juga Nara melepas tangannya yang berada dilengan Kyuhyun. Menutupi pipinya yang memerah karena malu dengan kedua telapak tangannya.

“kau tidak akan pernah bisa membayangkan betapa manjanya dia.” Kyuhyun mengadu. “ah aku rasa perutnya lebih besar dari yang seharusnya. Usia kandungannya seperti sudah 6 bulan”

Dokter kang mengangguk, menyetujui pemikiran Kyuhyun. “pengaruh hormon kehamilan memang seperti itu. Silahkan berbaring Nara-ssi. Kita cek kandunganmu terlebih dahulu”

Dokter kang menjalankan alat di perut Nara dan saat itu juga terdengar suara detak jantung calon bayinya. Dahi dokter Kang mengernyit saat menemukan kejanggalan pada kandungan Nara. “anak kalian kembar. Kalian dengar detak jantungnya? Dia tidak terlihat sebelumnya, dia terlalu kecil” jelas dokter Kang.

Kyuhyun dan Nara menatap monitor. Memang benar, ada dua janin di dalam rahim Nara. Mereka menatap monitor takjub. Ini benar-benar luar biasa. Setelah Nara mengalami keguguran dulu, sekarang Tuhan memberinya dua calon bayi secara langsung. Seperti pengganti untuk janinnya yang telah tiada.

“tapi, seperti yang sudah kita ketahui. Daya tahan rahim dan tubuh Nara.”

“aku tidak mau menggugurkan mereka” potong Nara cepat.

“tidak semua, hanya satu Nara-ssi. Jiika kau mengandung dua anak sekaligus, itu akan terasa sangat berat. Dan kemungkinan terburuk adalah rahimmu tidak kuat lalu kau pendarahan. Selagi dia masih sangat kecil, kita bisa mengambilnya.”

Kyuhyun diam. Ia kaget dengan ucapan dokter Kang. Kesenangannya sesaat berubah menjadi kekhawatiran terhadap istrinya. Kyuhyun menatap Nara yang juga sedang menatapnya seolah memohon agar tidak menyetujui saran dokter Kang.

Dilemma. Itulah yang dirasakan Kyuhyun sekarang. Antara mempertahankan anak kembarnya dan membahayakan nyawa istrinya, atau merelakan satu calon anaknya dan menyakiti hati istrinya. Tidak bisakah ia mendapatkan semuanya? Istrinya sehat dan kedua calon anaknya lahir dengan selamat.

Cengkraman tangan Nara menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya. Ia menghirup nafasnya berat. “Beri dia vitamin dan penguat kandungan. Aku akan mengawasi dan menjaga istriku”

“jadi kalian ingin tetap mempertahankannya?”

“Ya. Aku akan memastikan Nara selalu sehat. Begitupun dengan mereka” jawab Kyuhyun mantap.

“baiklah” Dokter Kang menulis beberapa vitamin di kertas resep. “jangan lupakan vitaminmu Nara-ssi”

Nara mengangguk seraya tersenyum. Dia senang karena Kyuhyun tidak menyetujui saran dokter Kang. Nara tahu pasti jika tadi suaminya sangat berat mengambil keputusan itu.

“jangan lupa dua minggu lagi kembali kesini. Kita lihat efek dari vitamin dan obat penguat kandungan itu”

“terimakasih dokter Kang” ucap Nara sebelum keluar dari ruangan dokter Kang.

҉҈

 

Nara menatap pantulan dirinya yang ada di cermin. Entah kenapa dia tidak percaya diri dengan riasannya. Sudah ketiga kalinya dia menghapus make up-nya lalu memulasnya lagi. dan ketika tangan Nara hampir mengambil make up remover lagi, Kyuhyun menghantikannya.

Kyuhyun memutar tubuh Nara. “kau sudah cantik, jangan menghapusnya lagi atau kita akan terlambat”

ah benar! Mereka akan terlambat kepernikahan Ahra jika dia selalu menghapus make upnya. “aku akan mengganti bajuku dulu. Tunggu sebentar lagi oppa”

Nara memakai gaun pesta pilihan Kyuhyun. Gaun berwarna pink muda selutut yang longgar dengan hiasan pita di belakangnya. Pria itu memang sangat tahu kesukaan istrinya. Gaun itu Nara padupadankan dengan tas slempang kecil berwarna putih keluaran Joseph&Stacey dan heels dari jimmy choo.

Tatapan Kyuhyun tertuju pada Nara yang sedang menuruni tangga. Istrinya tampak cantik walaupun perutnya membuncit. “sayang duduklah sebentar” perintah Kyuhyun ketika Nara telah berada di dekatnya.

Nara duduk di sofa ruang tengah. Dia menatap Kyuhyun bingung. Bukankah sudah terlambat? Kenapa suaminya malah menyuruhnya duduk?

Kyuhyun berjongkok di depan Nara. Mengeluarkan flatshoes dari kardus lalu mengganti heels Nara. Nara terkejut melihat Tod’s Double T Loafers yang terpasang di kakinya. Sepatu ini lebih cocok digunakan untuk main, bukannya ke pesta pernikahan.

“apa aku tidak akan mempermalukan oppa?”

“kau cantik menggunakan apapun, dan yang terpenting adalah kenyamanan. Aku tidak mau kau kelelahan dengan memakai heels itu” jelas Kyuhyun.

“I love you” Nara menunduk untuk mencium bibir Kyuhyun sekilas.

 

The Raum Ballroom

Kyuhyun dan Nara memang terlambat. Mereka sampai ketika acara telah dimulai. Bahkan mereka melewatkan acara dansa mempelai. Nara kagum melihat dekorasi ballroom ini. Pesta pernikahan Ahra dan Siwon diadakan sangat megah. Pelaminan mempelai ditata sangat indah bak pernikahan kerajaan. Makanan di sini juga terlihat lezat semua. Nara melepaskan dirinya dari Kyuhyun ketika beberapa kolega Kyuhyun menyapa dan terlibat dalam percakapan saham. Dia berfikir lebih baik makan daripada harus berdiri di samping Kyuhyun dan mendengarkan percakapan berat itu.

“waah kita bertemu lagi Nara-ssi. Dan sepertinya nafsu makanmu tak pernah berubah yaa?”

Nara menoleh ke sumber suara. Jihye. Perempuan yang bicara padanya adalah jihye. Perempuan yang pernah menggoda Kyuhyun didepan matanya saat di Maldives. Nara agak mendongak karena memang tingginya kalah jauh dari Jihye yang memakai stiletto 25cm. “ah Jihye-ssi”

“di mana Cho Kyuhyun? kenapa tak bersamanya? Ah pasti dia malu karena istrinya tidak bisa merawat tubuhnya dengan baik” Jihye memandang Nara dari ujung kaki sampai ujung kepala. “semua yang kau pakai barang mewah dan mahal, tapi terlihat sangat murah jika kau yang memakainya.”

Nara memutar matanya malas seraya menenangkan diri. Perkataan Jihye menyulut emosinya. “setidaknya aku tidak mengumbar tubuhku untuk dilihat semua pria”

Skak! Jawaban Nara membuat Jihye tak bisa berkata apapun lagi. Dengan langkah kesalnya Jihye meninggalkan Nara yang masih berkutat di meja yang menyajikan cake.

“kenapa tidak makan?” suara Kyuhyun mengagetkan Nara dari lamunannya.

“aku gendut” lirih Nara.

“kau seksi sayang” Kyuhyun berbisik tepat ditelinga Nara. Kyuhyun bingung dengan sikap Nara, dan ketika ia melihat mata istrinya mulai berkaca-kaca, ia menangkup wajah cantik Nara dengan kedua tangannya. “hei jangan menangis. Kau kenapa sayang?”

Nara tidak menjawab. Dia hanya memeluk Kyuhyun, menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.

Kyuhyun menggeram, ia penasaran dengan apa yang terjadi pada istrinya. Sebenarnya apa yang dilakukan Jihye hingga membuat istrinya seperti ini? Ya, Kyuhyun tahu jika Jihye mendekati Nara dan sempat mengobrol. Meskipun Kyuhyun sedang bersama temannya, ia tetap mengawasi Nara. Tak pernah lengah barang sedikitpun. “kau ingin pulang?” Nara menggeleng.

“kalau begitu tahan air matamu. Ayo kita menemui noona. Yi Kyung juga merindukanmu”

Kyuhyun meletakan tangannya pada pinggang Nara. Berjalan beriringan menuju pelaminan untuk mengucapkan selamat pada Ahra dan juga Siwon.

“Hyung, selamat. Jaga noona dan Yi Kyung baik-baik, atau aku akan memenggal kepalamu”

“kupastikan itu tidak akan terjadi” jawab siwon mantap

“eonni selamat. Di mana Yi Kyung?”

“terimakasih Ra-ya. Eomma membawanya pulang, dia sudah mengantuk”

“aah sudah pulang yaa” Nara mengangguk.

“jangan bersedih Ra-ya. Kami masih di korea seminggu kedepan” Siwon menenangkan.

“kalau begitu kami juga pamit pulang. Nikmatilah pesta kalian” Kyuhyun yang melihat Jihye berjalan ke arah mereka merangkul Nara. Membawa istrinya menjauh sebelum Jihye mendekat.

҉҈

 

Berkat vitamin, obat dan susu ibu hamil, rahim Nara menjadi kuat. Bahkan tak terasa ini sudah memasuki bulan ketujuh. Perutnya sangatlah besar, wajar saja karena dia mengandung anak kembar. Namun aktivitas Nara menjadi terbatas karena kehamilannya. Dia mudah lelah. Terkadang kakinya pun membengkak. Tak jarang Nara mengeluh karena kakinya terlihat seperti kaki gajah.

Pagi ini Nara bangun lebih awal. Bukan karena morning sickness, tapi karena dia ingin sekali memandangi wajah tampan suaminya. Suaminya masih terlelap. “benar-benar sangat tampan” ucapnya seraya meneliti kembali wajah Kyuhyun. Matanya yang tertutup membuat bulu mata lentik pria itu terekspos. Hidungnya yang mancung, bibirnya yang seksi. Ah Nara tidak tahan lagi. Segera dia mencium bibir Kyuhyun dan sedikit memainkannya. Ketika Nara akan melepaskannya, tangan Kyuhyun menahan Nara agar tetap menciumnya. Sekarang Kyuhyunlah ang mengambil alih permainan bibir mereka.

“kau sedang menggoda suamimu, nyonya?” ucap Kyuhyun begitu melepas tautan bibir mereka.

Bluush. Pipi Nara merona seketika. Dia tidak bermaksud begitu. “aku hanya ingin membangunkanmu”

Kyuhyun mengeluarkan smirknya. “kau berhasil membangunkannya” bola matanya melirik ke bawah sekilas. “sepertinya hari ini kita akan berada di ranjang”

“yak Cho Kyuhyun! membangunkanmu dalam arti harfiah. Cepat mandi dan bersiap, aku akan menyiapkan sarapan” Nara menyibak selimutnya. Turun dari ranjang dan berjalan keluar dengan memegangi perutnya yang besar.

Baru beberapa langkah, Nara berhenti dan berbalik. “bisakah hari ini oppa tidak bekerja?”

“kita akan jatuh miskin jika hari ini aku tidak bekerja. Hari ini aku ada rapat penting”

“kalau begitu ajak aku ke kantor. Aku tidak ingin di rumah sendiri. Aku ingin bersamamu”

Kyuhyun berfikir sejenak. “bagaimana jika kau ke rumah eomma?”

“tidak mau! Bilang saja aku tidak boleh ikut” Nara berbalik, berjalan menjauh dari Kyuhyun.

Melihat itu, Kyuhyun segera mengejarnya dan memeluknya dri belakang. “aku tidak melarangmu. Hanya saja, aku takut kau merasa bosan jika seharian berada di kantor”

“lepaskan aku!” Nara memberontak.

Kyuhyun memutar tubuh Nara, menangkup wajah istrinya dengan kedua jarinya, lalu menciumnya. Sebuah ciuman lembut penuh kasih sayang. “kau boleh ikut, tapi katakan padaku jika kau bosan.”

Nara mengangguk. Hatinya bersorak gembira. Tentu saja tadi dirinya hanya akting sedih. Dia hanya ingin membuat hati Kyuhyun luluh. Dan cara itu berhasil!

 

Cho Group

Semua mata pegawai perusahaan tertuju pada perempuan yang berjalan di samping Kyuhyun. perempuan yang sudah lama tidak terlihat, karena Nara tidak bekerja sejak kehamilannya dan tidak pernah menginjakan kakinya di kantor ini. Tak sedikit juga yang terang-terangan berbisik dengan temannya membicarakan istri presdir mereka yang sekarang menjadi gemuk.

Begitu sampai di ruangannya, Kyuhyun langsung bekerja dibalik mejanya. Sedangkan Nara duduk di depan Kyuhyun seraya memandangi wajah tampan suaminya. Tak pernah bosan barang sedetik pun, meski kini satu jam lebih telah berlalu.

Kyuhyun menutup dokumen yang telah dibacanya. Tubuhnya condong kedepan lalu mengecup bibir Nara. Membuat perempuan itu terkesiap. “aku akan rapat sebentar. Mungkin satu jam. Jika kau mengantuk masuklah ke dalam”

Ke dalam. Maksud Kyuhyun adalah sebuah ruangan rahasia berisi tempat tidur di dalam ruangannya. Nara mengangguk mengerti. Dia tersenyum melepas Kyuhyun yang berjalan keluar meninggalkannya.

Selepas Kyuhyun pergi, Nara mengambil novelnya. Mulai membaca deretan kata yang ada pada novelnya. Lembar demi lembar dia baca dengan seksama. Hingga tak terasa matanya terasa berat. Nara pun tertidur di sofa ruang kerja Kyuhyun dengan posisi duduk dan novel yang terbuka dipangkuannya.

Kyuhyun menyelesaikan rapatnya dengan cepat. Pikirannya terus tertuju pada istrinya yang berada di ruang kerjanya. Ia takut jika Nara merasa bosan karena ditinggal terlalu lama. Namun ketakutannya itu hilang ketika Kyuhyun melihat Nara tertidur di sofa.

Nara terbangun ketika Kyuhyun akan menggendongnya. Pria itu berniat memindahkan ke kamarnya yang ada di dalam.

“aku membangunkanmu?” tanya Kyuhyun retoris. Nara mengangguk.

“maaf, tapi di dalam agar lebih nyaman”

Nara tidak menjawab, dia meringsek kepelukan suaminya. Menghirup wangi tubuh suaminya yang akhir-akhir ini menjadi hal yang paling disukainya.

“tidrlah di dalam. Sebentar lagi aku harus rapat dengan pemegang saham lainnya” Kyuhyun membelai surai Nara. Merapikannya agar tidak seperti orang yang baru saja bangun tidur.

“aku sudah tidak mengantuk. Biarkan seperti ini sampai 5 menit kedepan. Kita harus berpisah lagi setelah ini”

Kyuhyun terkekeh pelan. Istrinya benar-benar manja. Tapi ia suka. Kyuhyun lebih menyukai Nara saat hamil. Bukan hanya karena istrinya lebih liar saat di ranjang, tapi juga Nara lebih dekat dengan Kyuhyun dari sebelumnya. Menurut Kyuhyun, istrinya juga lebih lucu, lebih cantik, dan lebih seksi. Walaupun tak jarang Nara bersikap sensitive dan merajuk hingga membuat Kyuhyun lelah untuk menghadapi ibu hamil satu itu.

“apa kau ikut saja? aku bisa mengawasimu jika kau ikut. Dan nanti juga ada jamuan makan siang bersama”

“aku pasti akan bertambah bosan di sana.” Nara tertawa kecil. Dia melonggarkan pelukannya untuk menatap suaminya. “jangan pikirkan aku. Oppa kerja saja dengan baik. Jangan sampai bangkrut, kau harus menanggung hidupku dan kedua calon anak kita tuan Cho”

“baiklah. Baik-baik di sini sampai aku kembali”

҉҈

 

“Bona-ya, setelah ini temani aku membeli churros di depan ya” pinta Nara. Tadi ketika jam makan siang akan tiba, Nara mengunjungi divisi keuangan untuk mengajak Bona makan siang. Dan di sinilah mereka sekarang, di kantin perusahaan.

“Kau masih ingin makan? tubuhmu sudah sangat gemuk”

“aku tidak makan sendiri. Mereka juga ikut memakan apa yang kumakan” elak Nara.

“mereka?” Bona diam sejenak. “kau mengandung anak kembar?”

Nara mengangguk senang. “dua bulan lagi mereka akan lahir”

“waah kau memang jahat sekali. Kau bahkan tak memberitahuku tentang ini. Bahkan, apa kau ingat terakhir kali kita bertemu?”

“saat kau pindah ke rumah barumu”

“ya, saat kau memberiku rumahmu. Dan itu sudah 4 bulan yang lalu”

“Cho Kyuhyun tidak mengizinkanku pergi tanpa dirinya. Asal kau tahu, aku berada di rumah terus selama ini” Nara mengadu. “tapi aku menemuimu sekarang. Jangan ma..” kalimat Nara terhenti ketika dia melihat seseorang yang dikenalnya. Namun beberapa saat kemudian ia menggelengkan kepalanya. Mengusir pikiran-pikiran buruk yang terlintas.

“ada apa denganmu?” Bona khawatir melihat perubahan raut Nara.

“sepertinya aku melihat seseorang. Tapi, tidak mungkin dia” tidak mungkin Park Yonbi. Perempuan itu gila dan sedang dirawat di rumah sakit jiwa. Lagipula keamanan perusahaan Kyuhyun sangatlah ketat. Tidak semua orang bisa masuk ke sini.

 

 

‘udah nunggu lama, tapi ceritanya pendek banget’

Iya tau, emang ini pendek banget, Cuma 8 pages. Mianhaeeee TT

Aku post karena udah banyak yang nanyain. Belum tahu bisa ngetik lagi kapan, karena emang lagi sibuk ngejar wisuda april. Mungkin 2 atau 3 part lagi ff ini bakal selesai. Mau lanjutin guardian angel juga.

Aku bakal post part selanjutnya kalo votenya udah 300 yaa. Mau leha-leha dulu sebentar. hehe

kalo ada pertanyaan seputar ff atau apapun, feel free to ask on my instagram: citraariska

See you on next part. Kisskiss

With love,

Chokyulate

Advertisements

19 thoughts on “Everlasting part 14

  1. Woaaa selamat dapat anak kembar semoga cowok sm cewek wkwkwk
    Lihat nara hamil.gede bacanya jadi ijut was” takut kalau ada apa” sm kandungannya. Dan sekarang diakhir part tadi ada park yonbi?? Ngapain dia mau balas dendam lagi karna adiknya masuk penjara aduh jangan lah semoga yonbi kesitu tujuannya minta maaf sm nara jangan celakain nara lagi, kasihan nara sdh hamil gede masa mau dicelakain lagi hmmm

    Semangat min untuk next chapternya ditunggu

    Liked by 1 person

  2. Hua si park yonbi masa muncul lagi…
    Itu gak mungkin halusinasi nara dech kaya’y tapi emang bner tuh perempuan ada di kantor’y si kyu…
    Hadehhh moga aja jangan sampe ada apa” lagi ma nara kasian udah pernh keguguran sekali jangan bikin lagi…

    Liked by 1 person

  3. ahhhhh
    Selamat ya chingu
    Bentar lagi mau wisuda aj nih

    Congrats ya

    Jurusan ap chingu ?????

    Mau ajak siapa nanti
    Ajak kyu siwon atau siapa di wiauda nanti ??????????

    Duhhhhh
    Babynya kembar
    Pasti cute bnget dwhhhh

    Duh park yonbi kabur yaaa

    Liked by 1 person

  4. Wah slamat bklan jd ortu dr anak kembar moga baik2 aj smpai lahiran
    trnyata jihye blm menyerah dgn meneror nara dgn kata2 pedasnya
    apa itu park yonbi yg tlh kembali/nara slh liat

    Liked by 1 person

  5. ‘membangunkan secara harfiah’ wkwk lucu….knp ku sangat receh

    jihye kalo ngomong ga diayak dulu, mulutnya gapernah makan bangku sekolah apa ya (?) wkwkwk

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s