marriedlife · oneshoot · Oneshot · romance · Uncategorized

Forever (Sequel Eternal Love)

Annyeong ^^

maaf ya buat yang nunggu lama sequel ini, dan aku ngga yakin ini bisa memuaskan kalian. ceritanya agak gimana gitu, lebih ke ngebosenin sih menurutku TT

semoga aja kalian ngga bosen yaa

kalo ada pertanyaan seputar ff atau apapun, feel free to ask on my instagram: citraariska

Happy reading ^^  

 

Kehidupan Kyuhyun dan Nara semakin membaik setiap harinya. Setelah Kyuhyun benar-benar mendapatkan pekerjaan di perusahaan, ia bisa membiayai kehidupan keluarga kecilnya dan melunasi semua hutang mereka. Kyuhyun juga berterima kasih pada Nara yang mengatur keuangan keluarga mereka dengan baik. Selain membagi penghasilan Kyuhyun untuk membayar hutang dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, Nara juga bisa menyisihkan sebagian uang untuk ditabung. Sedikit demi sedikit, lama kelamaan terkumpul banyak juga.

Sudah setahun sejak Kyuhyun diterima bekerja di perusahaan, dan sekarang Kyuhyun sudah menduduki posisi Manager accounting. Tentunya hal itu terjadi karena kerja Keras dan kepintaran Kyuhyun. Pria itu mendapatkan promosi setelah 3 bulan bekerja. Kyuhyun juga dekat dengan CEO perusahaan tempatnya bekerja. Terkadang ia juga menjadi konsultan untuk perusahaan itu. Memberi saran dan strategi yang harus diambil oleh perusahaan ketika makan malam hanya berdua dengan CEO perusahaannya. Bahkan Kyuhyun sudah dianggap seperti anak sendiri oleh pak Kim. Dan tentunya Kyuhyun diberi gaji khusus untuk menjadi konsultan perusahaan.

Jarum jam menunjukan pukul 4 sore ketika Kyuhyun memasuki pekarangan rumahnya. Ia tersenyum melihat istri dan anaknya sedang bermain di teras rumah. Nara dan Dennis terlihat gembira. Tawa mereka pun terdengar memecah kesunyian sore ini.

“Dennis, lihatlah appa sudah pulang” Nara berbisik pada putranya. Seketika itu juga anak tampan itu menoleh. Senyumnya semakin mengembang saat ia berlari tertatih mendekati ayahnya. Cara larinya seperti penguin.

Kyuhyun berlutut untuk menangkap Dennis lalu membawa anak itu kedalam gendongannya. “kau wangi sekali”

“ia baru saja selesai mandi saat aku mengajaknya bermain di teras”

“sayang, kau sakit? kita di rumah saja” tanya Kyuhyun begitu melihat Nara yang tampak pucat.

“aku baik-baik saja. Jangan batalkan acara kita, semua stok kebutuhan kita semakin menipis sayang” Nara memohon seraya menggelayuti lengan Kyuhyun. Lagipula dia tidak sakit, mungkin kelelahan karena seharian ini dia harus menjaga Dennis dan membereskan semua pekerjaan rumah.

“aku akan segera bersiap dan kita akan pergi berbelanja” Kyuhyun menaruh Dennis di atas karpet ruang tengah dengan beberapa mainan kesukaannya sebelum beranjak untuk bersiap.

 

Supermarket

Kyuhyun berjalan dengan Dennis digendongannya. Ia mengambil alih menggendong Dennis karena takut istrinya akan kelelahan. Denis bertambah besar, tubuhnya pun juga bertambah berat. Terkadang Nara tidak sanggup menggendongnya jika terlalu lama.

Kyuhyun dan Nara masuk ke lorong peralatan bayi. Mereka ingin membeli beberapa perlengkapan Dennis yang sudah harus diganti. Dengan teliti Nara memilih peralatan makan Dennis, yang memiliki kualitas bagus dengan harga yang lebih murah. Dennis mulai merengek tatkala mereka berjalan lebih masuk kedalam. Balita itu melihat mainan yang tertangkap oleh matanya. Kyuhyun dan Nara menuruti Dennis untuk mendekat dan saat itu juga tangan Dennis mengambil sebuah boneka berbentuk penguin. Mata Nara membulat seketika ketika melihat harga mainan Dennis yang bahkan lebih mahal dari peralatan makannya.

“beli saja, kita sudah lama tidak membelikannya mainan.” Ucap Kyuhyun santai.

“tapi harganya sangat mahal.”

“hanya satu sayang, tidak akan membuat uang kita langsung habis” Nara mengangguk mengerti. Dia tersenyum mendengar tawa Dennis yang memandang penuh minat boneka ditangannya.

“apa lagi yang ingin kau beli?” tanya Kyuhyun.

“sudah semua, kita bayar ini dan segera pulang. Oppa belum istirahat sama sekali”

Tanpa Nara sadari, sepasang mata dari seorang perempuan paruh baya memperhatikan mereka sejak tadi.

Setelah membayar semuanya, mereka berjalan dengan bergandengan tangan menuju halte bus yang ada di samping supermarket. Menikmati udara petang yang mulai dingin. Nara membenarkan jaket yang menutupi putranya, lalu membenarkan jaket suaminya. “angin dingin tidak boleh menerpa tubuh orang yang sangat aku cintai” ujarnya.

Mata indahnya menangkap poster pengumuman yang tertempel dibelakang Kyuhyun. Perlombaan piano yang akan diadakan besok, dan hadiahnya membuat Nara ingin mengikutinya saat itu juga. Sepuluh juta won. Jumlah uang yang tidak sedikit untuk Nara.

“oppa, bolehkah aku?” Nara menunjuk poster itu dengan dagunya. Kyuhyun menoleh, membacanya dengan teliti.

“tapi perlombaan itu besok, dan kau sudah lama tidak memainkan piano. Apa kau yakin?”

“aku sangat yakin. Aku akan berusaha mengeluarkan kemampuan terbaikku jika oppa mengizinkan aku mengikutinya”

“baiklah, aku dan Dennis akan bersorak untukmu”

“terimakasih” Nara mencium pipi Kyuhyun. Dia tidak pedui jika ada orang yang melihatnya. Dia merasa sangat senang sekarang. Nara berjanji dalam hatinya akan memenangkan hadiah sepuluh juta won itu untuk suami dan putranya.

 

Coex Atrium

Tepat pukul 8 pagi keluarga kecil Kyuhyun keluar dari rumah. Mereka pergi dengan menaiki bus. Dan sekarang pukul 9, mereka telah sampai di salah satu mall di korea tempat perlombaan diselenggarakan. Setibanya di sana, Nara langsung melakukan regristrasi. Mengisi beberapa formulir, lalu mengambil nomor undian. Perempuan itu mendapat undian nomor 8.

“apa kau gugup?” tanya Kyuhyun cemas. Nara mengangguk seperti anak kecil.

“jangan terlalu berharap untuk menang. Kau sudah lama tidak memainkannya. Anggaplah ini hanya permainan biasa, jika kau menang itu bonus untukmu”

Nara kembali mengangguk. Suaminya memang benar. Dia sudah lama tidak bermain piano, terlalu berharap untuk menang hanya akan melukai hatinya sendiri. Para kontestan lain tentunya lebih bagus dari Nara karena mereka selalu bermain piano, tidak sepertinya. Bahkan Nara tidak bisa mengingat kapan terakhir kali dia bermain piano.

“aku harus kembali ke ruang tunggu.” Nara mencium Dennis. “eomma akan menampilkan yang terbaik untukmu sayang.” Dennis tertawa geli karena ciuman Nara dipipi tembamnya.

“kami selalu mendukungmu. Jangan gugup, lemaskan jari-jarimu” pesan Kyuhyun yang berakhir dengan kecupan ringan pada bibir Nara.

Kontestan-kontestan sebelum Nara bermain dengan sangat bagus. Hal ini membuat Kyuhyun khawatir akan perasaan istrinya yang semakin gugup dan tertekan. Kyuhyun sangat tahu jika Nara ingin memenangkan perlombaan ini, dan ia tidak ingin istrinya terlalu kecewa jika kalah. Ingin sekali Kyuhyun menemui Nara untuk menenangkan istrinya, tapi tidak bisa. Kyuhyun tidak diizinkan memasuki area tunggu kontestan perlombaan ini.

Mata Kyuhyun terus tertuju pada Nara ketika perempuan itu berjalan mendekati piano di atas stage. ‘I love you’ Kyuhyun mengucapkan itu tanpa suara, dan setelahnya Nara tersenyum padanya. Nara tahu apa yang Kyuhyun katakan melalui gerak bibir suaminya. Nara menghela nafas untuk menghilangkan rasa gugupnya, tak lama kemudian jari-jari lentik Nara telah menari di atas tuts-tuts piano. Menghasilkan melodi yang mengalun sangat indah. Nara memainkan lagu moonlight sonata dari Ludwig Van Beethoven.

Semua orang larut dalam permainan piano Nara. Tak sedikit juga pengunjung mall ini yang berhenti hanya untuk mendengarkan permainan piano Nara. Suara tepukan yang meriah terdengar saat Nara menyelesaikan permainan pianonya.

Begitu turun dari stage, Nara langsung berjalan cepat mendekati Kyuhyun. Tak beda dengan Kyuhyun yang mendekat pada Nara. Kyuhyun mencium Nara dengan perasaan bangga. Ia sangat bangga kepada istrinya. Nara memberikan penampilan yang sangat baik walaupun dia sudah lama tidak bermain piano.

“kau hebat sayang. Kau melakukannya dengan sangat baik”

“itu karena cinta kalian” tangan Nara mengelus pipi Dennis yang tengah tidur.

“musik yang kau mainkan membuatnya tertidur.”ucapan Kyuhyun membuat Nara terkekeh pelan.

“pengumumannya sore nanti jam 3. Kita bisa beristirahat dulu seraya makan.” mengerti akan perkataan Nara, Kyuhyun menggandeng tangan Nara. Mereka berjalan menuju salah satu restoran di mall ini.

Dennis telah berpindah ke tangan Nara. Dengan penuh kasih sayang Nara memandangi putranya yang masih terlelap.

“baru saja kau bilang sangat mencintaiku, dan sekarang kau sudah mengabaikanku?” Kyuhyun berdecak.

“dia sangat menggemaskan, dan mirip sepertimu. Aku sangat mencintainya.”

“kau benar-benar mengabaikanku”

“YA Cho Kyuhyun! apa kau cemburu pada putramu sendiri?”

“berikan Dennis padaku, kau harus menghabiskan makananmu”

Nara menggeleng cepat. “aku tak akan memberikannya padamu”

Kyuhyun hanya mendesah. Istrinya benar-benar seperti anak kecil yang baru saja mendapat boneka baru. Tangan Kyuhyun tergerak mengambil sendok Nara. Ia menyuapi istrinya. Untuk suapan pertama Nara terkekeh karena perilaku Kyuhyun, tapi selajutnya dia malah terharu karena cinta Kyuhyun padanya begitu besar. Beruntung hanya perasaannya yang terharu, tidak sampai menangis. Betapa malunya dirinya jika menangis id tempat umum seperti ini.

Jika diingat lagi, cinta mereka memang sangat besar. Mereka mencintai satu sama lain dengan tulus. Bahkan mereka lebih memilih dibuang dari keluarga mereka daripada harus berpisah. Berdosalah orang tua mereka yang ingin memisahkan Nara dan Kyuhyun hanya karena persaingan bisnis.

Selesai makan Kyuhyun dan Nara memilih untuk berjalan-jalan. Mengelilingi mall ini. Nara juga ingin membelikan kemeja Kyuhyun dengan uang tabungannya karena kemeja suaminya hanya itu-itu saja. Kyuhyun tidak memiliki kemeja bagus lebih dari 15. Seorang pria menghentikan langkah keduanya.

“dengan Hwang Nara?” Pria itu memastikan. Nara mengangguk seraya menyalami pria itu. Mata Nara tampak berbinar kagum.

“Yiruma” pria itu memperkenalkan dirinya. “dan saya ingin mengajak Nara-ssi untuk tampil di konser tur korea”

Nara menatap tak percaya. Pria yang ada di depannya adalah pianist hebat dan terkenal seantero korea selatan. Ah bukan hanya korea, tapi juga dunia. Dan pria itu menawari Nara untuk tampil di konsernya. Nara tampak berfikir beberapa saat, lalu melihat Kyuhyun sebentar.

“maaf, saya tidak bisa”

Kyuhyun kaget dengan jawaban Nara. Apa istrinya tidak berfikir panjang? Sekarang adalah kesempatannya untuk bermain piano dengan idolanya dan juga menebus impiannya yang terkubur begitu saja. Lalu kenapa Nara menolak tawaran emas itu? “Dia bisa. Istri saya bisa tampil di konser anda” Sela Kyuhyun mantap.

Pria itu memberikan kartu namanya. “pikirkan saja dulu, hubungi saya dua hari lagi. Saya permisi”

“oppa tidak serius dengan yang dikatakan tadi kan?”

“sayang, ini adalah kesempatanmu. Aku tahu ia adalah salah satu pianis favoritmu”

“aku tidak akan mengambil tawaran itu. Aku harus menjaga Dennis, aku harus menjadi ibu dan istri yang baik”

“hei, kau bisa menjadi istri yang baik dengan mewujudkan keinginanmu. Aku suamimu Ra-ya, bukan ayahmu yang mengekangmu bermain piano. Biar aku yang menjaga Dennis.” ujar Kyuhyun meyakinkan.

Nara terlihat masih ragu. Haruskah dia mengambil tawaran itu? di saat dia sudah menjadi ibu. Bukankah seharusnya cita-citanya sekarang adalah menjadi ibu dan istri yang baik? Menjadi pianis bukan lagi cita-cita utamanya. Keinginan itu sudah terkubur sejak ayahnya menyuruhnya mengambil jurusan bisnis.

“anggap saja ini penebusan kau tidak bisa kuliah jurusan musik karenaku. Karena aku tidak mampu membiayaimu kuliah, bahkan kau harus hidup kekurangan denganku. Ambil tawaran ini, jangan membuatku merasa telah menjadi suami yang jahat.”

Nara menimbang perkataan Kyuhyun lagi. Dia terdiam untuk berfikir sejenak. “aku akan mengambilnya jika aku menjadi juara pertama lomba ini”

“kau pasti akan menang. Percaya padaku. Permainanmu sangat bagus tadi” Kyuhyun memeluk Nara. Tidak memeluknya dengan erat karena Dennis berada digendongan Nara.

Saat yang ditunggu-tunggu telah tiba. Sekarang tepat pukul 3 sore, dan pembawa acara lomba ini akan segera mengumumkan pemenangnya. Nara kembali gugup, dia takut jika hasilnya mengecewakan Kyuhyun. Pemenang ketiga dan kedua sudah naik ke atas stage. Dan sekarang adalah saat yang paling mendebarkan bagi Nara. Pembacaan juara pertama.

“juara pertama adalah” pembawa acara itu berhenti sejenak. “Hwang Nara!”

Sontak Nara memeluk Kyuhyun, perasaannya sangat senang. Dia tidak mengecewakan suaminya. Segera dia naik ke atas stage untuk menerima hadiahnya. Nara sudah memiliki rencana dengan uang yang dihasilkannya melalui perlombaan ini. Membelikan Kyuhyun sepatu baru dan mainan untuk Dennis.

 

Auditorium

Seperti janjinya jika Nara memenangkan perlombaan dua hari yang lalu. Sekarang Nara berada di auditorium untuk berlatih sebelum tampil besok malam. Sudah satu jam berlalu dengan Nara yang terus menekan tuts-tuts piano itu. Besok Nara akan menjadi pianis pembuka konser Yiruma, dan akan memainkan satu lagu untuk permainan piano berpasangan. Tentu saja pasangannya adalah yiruma, idolanya.

Betapa beruntungnya Nara berkesempatan untuk tampil di konser pianis terhebat. Impiannya untuk tampil di panggung besar akan terwujud besok malam. Walaupun Nara hanya akan tampil dua kali, untuk permainan piano solo dan piano berpasangan. Namun Nara sudah sangat mensyukurinya.

Tepat pukul 9 malam Nara selesai berlatih. Nara berpamitan kepada semua staff yang berpapasan denganya. Semangatnya kembali menggebu saat melitat beberapa staff sangat sibuk mempersiapkan konser esok.

Senyumnya mengembang sempurna tatkala melihat Kyuhyun berdiri di depan pintu auditorium. Suaminya tidak mengatakan jika ia akan menjemput Nara. Pria itu hanya berpesan pada Nara agar hati-hati saat pulang. Segera Nara berlari menuju suaminya dan memeluknya erat. Bukankah ini sangat romantis? Kyuhyun menjemputnya setelah latihan, dan mereka berjalan bersama menuju halte bus. Menghabiskan waktu berdua sepanjang perjalanan. Sungguh seperti anak muda yang baru saja berpacaran.

“oppa meninggalkan Dennis sendirian di rumah?” tanya Nara was-was setelah menyadari bahwa Kyuhyun tidak bersama putranya.

“apa aku terlihat seperti ayah yang jahat?”

“lalu?”

“aku menitipkannya pada Yesung hyung” Nara mendesah lega mendengar jawaban Kyuhyun. “besok aku akan membawanya. Kami akan melihatmu dan memberimu semangat”

Kyuhyun melepas coatnya dan memakaikannya pada Nara. Menggenggam jemari Nara selama perjalanan menuju halte bus. “jangan sampai jemarimu membeku karena kedinginan” ucapnya dengan penuh perhatian dan tatapan cintanya pada Nara.

Banyak hal yang membuat Nara jatuh cinta pada Kyuhyun lagi dan lagi. Salah satunya melalui hal-hal kecil seperti ini. Banyak orang mengatakan, seseorang akan bosan dengan pasangannya setelah beberapa tahun. Tapi hal itu tidak akan terjadi pada Nara. Kyuhyun selalu sukses mencuri hatinya, dan sampai kapanpun Nara akan menjadi istri seorang Cho Kyuhyun.

“kenapa kau tersenyum seperti itu?”

“mungkin oppa sudah bosan mendengarnya, tapi aku sangat mencintaimu” ucap Nara setengah berbisik karena ada beberapa orang lainnya di halte bus.

Kyuhyun gemas dengan tingkah istrinya. “dasar pencuri” Kyuhyun berdesis seraya terkekeh pelan.

Nara bingung “huh? Pencuri?”

“kau selalu mencuri hatiku di setiap saat”

Demi apapun, jika tidak ada orang atau Nara tidak punya syaraf malu, pasti dia sudah mencium Kyuhyun. Namun sekarang yang bisa Nara lakukan hanya menggenggam erat lengan suaminya.

 

^^

“jangan gugup, aku dan Dennis ada di sini bersamamu” Kyuhyun menenangkan Nara. Pasalnya 5 menit lagi Nara harus memulai permainan piano solonya untuk membuka konser Yiruma. “ambil nafas dalam-dalam dan keluarkan perlahan. Kami akan menontonmu dari kursi penonton lalu kembali ke sini setelah permainanmu selesai.” Kyuhyun mencium kening Nara. “lakukanlah yang terbaik. Kami mencintaimu sayang”

Nara tersenyum sebelum berjalan menuju stage. Begitupun dengan Kyuhyun yang berjalan menuju kursi VIP yang sudah disiapkan untuknya. Pria itu merasa beruntung karena Dennis sama sekali tidak rewel. Sehingga tidak mengganggu penonton yang lainnya.

Tepukan meriah menyambut Nara yang berjalan menuju piano di tengah stage. Nara tampak sangat anggun dengan dress berwarna pink dan rambut yang disanggul rapi. Karisma seorang bintang terdapat pada diri Nara. Dia mampu membius orang-orang untuk terus menatapnya dengan penuh kekaguman.

Kelihaian jemarinya menari di atas tuts piano membuat semua orang terpana. Mereka mendengarkan permainan piano Nara dengan damai, seolah tidak ada beban hidup. Tepuk tangan yang meriah kembali terdengar saat Nara mengakhiri permainannya. Ketika itu juga Yiruma naik ke stage. Duduk didepan piano yang ada di depan Nara. Mereka berdua berhadapan dengan piano masing-masing yang menjadi pembatas.

Nara hanya berada di stage selama 10 menit, dan sepuluh menit itu menjadi waktu yang sangat membanggakan untuk Kyuhyun. Segera Kyuhyun berjalan ke ruang tunggu Nara setelah istrinya menyelesaikan penampilan menakjubkannya.

“kau sangat hebat” puji Kyuhyun. Nara tersenyum, dia mengecup pipi Kyuhyun dan Dennis bergantian.

“Nara-ssi, ada yang ingin bertemu” suara seorang staff menginterupsi kegiatan mereka.

Nara dan Kyuhyun saling menatap bingung, namun tak lama kemudian rasa penasaran mereka sirna. Kedua orang tua Nara berdiri di depan mereka. Kyuhyun sedikit membungkukan tubuhnya untuk memberi salam. Sedangkan Nara masih larut dengan rasa tak percaya. Apakah dia bermimpi? Orang tua yang sudah membuangnya, sekarang berdiri di depannya dengan tatapan haru.

“appa… eomma…” lirih Nara.

Ibu Nara memeluk putrinya erat. “kenapa kau tak pernah pulang ke rumah?”

“appa mengatakan jika aku bukan putri kalian lagi” Nara menangis.

“itu hanya kemarahan sesaat Ra-ya. Maafkan appa eoh?” ayah Nara mengusap puncak kepala Nara.

“tapi berkat semua itu, appa tahu jika Kyuhyun memang pria yang terbaik untukmu.”

Tatapan ibu Nara tertuju pada Dennis yang sedang digendong Kyuhyun. “apa ia cucuku?”

“iya eommonim, namanya Dennis”

“ia tampan sekali. Sangat mirip denganmu Kyuhyun-aa”

“Dennis beri salam pada halmeoni”

Anak itu menatap ayahnya, lalu menatap neneknya. “ha… hal..ni” ucapnya lalu tertawa lucu. Semua orang gemas dengan Dennis yang sangat lucu.

“bolehkah aku menggendongnya?” tanya ibu Nara.

“tentu saja eommonim”

Seolah terhipnotis, ayah dan ibu Nara terlalu fokus pada Dennis. Anak yang terlalu menggemaskan itu menarik semua perhatian kakek dan neneknya. Hingga akhirnya ayah Nara menatap Kyuhyun.

“kenapa kau tidak membawa Nara pulang ke rumah? Aku rasa kau sudah tahu alasan kenapa kau bisa bekerja di perusahaan”

“apa yang appa katakan?” Nara bingung dengan perkataan ayahnya. Dia menatap Kyuhyun curiga. Apa yang disembunyikan suaminya?

“apa Kyuhyun tidak mengatakan padamu jika aku menyuruh semua perusahaan untuk tidak menerimanya bekerja? Aku melakukannya agar kau segera sadar telah melakukan kesalahan dengan menikahi putra dari keluarga Cho, dan akhirnya pulang ke rumah”

“tapi itu tidak terjadi. Kau telah tumbuh dewasa sayang. Menjadi perempuan yang mandiri” sambung ibu Nara.

“kenapa oppa tidak mengatakannya padaku?”

“aku tidak ingin kau membenci ayahmu. Aku tahu kau akan membenci orang yang menepatkan dirimu di dalam kesulitan yang tidak bisa kau jalani. Aku tahu, kau lelah hidup kekurangan seperti itu” jelas Kyuhyun.

Kedua orang tua Nara terkejut dengan apa yang dikatakan Kyuhyun. Menantunya tidak ingin mereka dibenci oleh putrinya sendiri. Kyuhyun memang sangat baik. Ia mencintai Nara dengan tulus, rela meninggalkan kehidupannya yang bergelimang harta, dan rela bekerja serabutan demi menghidupi keluarga kecilnya.

“oppa benar. Mungkin aku akan membenci orang tuaku jika mengetahui hal itu.” Nara memeluk Kyuhyun. “terimakasih”

“lalu apakah kalian akan pulang ke rumah? Atau pindah ke rumah yang lebih besar? appa akan menyiapkannya” tawar ayah Nara.

“tidak appa. Aku sudah merasa sangat cukup tinggal di rumah itu. Kami membeli rumah itu dengan penuh perjuangan Kyuhyun oppa.”

“baiklah kalau begitu” ayah Nara mengangguk mengerti.

“apa kau sudah menemui orang tuamu Kyuhyun-aa?” tanya ibu Nara.

“belum eommonim. Aku tidak ingin Nara mendengar kata-kata kejam ayahku”

“ini sudah lebih dari 2 tahun. Cobalah kau mengunjungi orang tuamu”

Kyuhyun hanya mengangguk. Mungkin yang dikatakan ibu mertuanya benar. Ia memang harus menemui orang tuanya.

Malam ini, kebahagiaan datang bertubi-tubi pada Nara dan Kyuhyun. Mulai dari Nara yang bisa mewujudkan keinginannya untuk bermain piano di konser besar hingga orang tua Nara yang menemui mereka. Kyuhyun dan Nara sangat bersyukur. Malam ini, sebagian beban yang membuat sesak telah menghilang. terlebih Nara yang sudah berbaikan dengan kedua orang tuanya.

 

Rumah Kyuhyun

Jarum jam telah menunjukan pukul sebelas malam. Sekitar 2 jam yang lalu Kyuhyun dan Nara memasuki rumah mereka. Sebelum pulang, orang tua Nara mengajak mereka makan malam di sebuah restoran mewah kesukaan Nara. Dan sekarang, Nara dan Kyuhyun sedang menghabiskan waktu bersama dengan menonton film di ruang tengah.

“mungkin aku akan seperti theadore jika oppa menceraikanku” ujar Nara bertepatan dengan film yang telah selesai. Mereka baru saja menonton film berjudul her.

“jangan berkata seperti itu. Aku tidak akan pernah melakukannya” jawab Kyuhyun enteng.

Nara mengangguk. “aku tahu” Nara mengecup bibir Kyuhyun.

“oppa, mungkin ucapan orang tuaku benar. Kita harus menemui orang tuamu. Kalaupun mereka belum bisa menerimaku sebagai menantunya, aku tidak apa-apa”

“dan bagaimana jika ayahku melontarkan kata-kata kejamnya padamu?” tanya Kyuhyun.

“aku tidak apa-apa. Ada oppa di sampingku” Nara nyengir. Dia memang tidak keberatan jika harus menerima perkataan kejam ayah mertuanya asalkan Kyuhyun bersamanya. Lagipula Nara tahu jika Kyuhyun juga merindukan keluarganya. Bagaimanapun juga orang tua adalah segalanya walaupun selalu memarahi dan menentang keputusan anaknya.

Kyuhyun masih diam, menimbang perkataan Nara. Istrinya berkata seperti itu karena dia belum pernah mendengar ayah Kyuhyun memarahi anak buahnya. Ayah Kyuhyun memang terkenal sangat tegas dan kejam. Ia tidak segan mengatai orang bahkan pada orang yang lebih tua jika keinginannya tidak tercapai, atau pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai keinginan ayahnya.

“aku akan memikirkannya”

“jangan terlalu lama. Bukankah oppa juga merindukan mereka?”

Kyuhyun tidak menjawab. Ia memeluk Nara erat. Ingin sekali ia menangis jika ingat ibunya. Dulu sebelum Kyuhyun menikah dengan Nara, Ibunya pernah membantu Kyuhyun untuk membujuk ayahnya. Alhasil, ibu Kyuhyun menangis karena perkataan suaminya sendiri. Ketika Kyuhyun diusir, ibunya juga menangis paling keras.

“kau tahu? Aku sering melihat eomma saat kita belanja. Saat itu aku sangat ingin memeluknya, tapi tak bisa.”

“oppa sangat merindukan eommonim” Nara mengelus punggung Kyuhyun. “besok kita harus menemui keluargamu”

Kyuhyun hanya mengangguk dan semakin mengeratkan elukannya pada Nara. Seperti yang sudah diketahui, Nara menjadi kekuatan tersendiri untuk Kyuhyun.

 

^^

Nara terlonjak dari tidurnya karena mendengar tangisan Dennis. Serampangan dia mengikat rambutnya dan menuju box bayi. Menggendong Dennis, dan saat itu juga Dennis berhenti menangis. Mata Nara membelalak sempurna saat melihat jarum jam. Pukul 07:40. Ini sudah siang, suaminya terlambat bekerja.

Nara menurunkan Dennis ke dalam ranjangnya dan memberikan anak itu mainan kesukaannya. Setelah memastikan Dennis asik dengan mainannya, Nara mendekati Kyuhyun yang masih tertidur di ranjang. Ini semua salahnya. Salah Nara yang menonton film hingga dini hari, tidak memikirkan Kyuhyun yang harus bekerja esok harinya.

“oppa, bangunlah. Ini sudah siang, kau akan terlambat”

Kyuhyun membuka matanya sebentar lalu kembali terpejam. Tangan Nara menyentuh pipi Kyuhyun berniat untuk membangunkan suaminya. Namun dia malah terkejut mendapati suhu tubuh suaminya yang panas.

“apa oppa merasa pusing?” tanya Nara khawatir. Kyuhyun mengangguk. Benar dugaan Nara, Kyuhyun memang demam.

“aku akan bersiap. Kita harus ke rumah sakit”

“tidak perlu. Aku hanya butuh istirahat”

“tidak, oppa tidak pernah seperti ini sebelumnya. Kita harus ke rumah sakit, biar dokter memeriksa keadaan tubuh oppa.” Suara Nara mulai bergetar. Dia akan menangis, tapi sebelum air matanya jatuh, dia berjalan cepat menuju kamar mandi untuk bersiap.

 

Rumah Sakit Jinan

Kyuhyun masuk ke ruang dokter sendiri. Ia melarang Nara untuk ikut masuk ke dalam karena membawa Dennis. Tentu saja Kyuhyun takut jika putranya tertular penyakit. Walaupun imun tubuh putranya kuat, tapi tidak ada salahnya berjaga-jaga bukan?

Nara dan Dennis menunggu di ruang tunggu rumah sakit. Sebuah ruangan yang berada tak jauh dari ruang IGD. Dennis berlari ke sana kemari. Anak itu terlihat sangat senang, mungkin karena tempat ini lebih luas daripada rumah kecil mereka. Dennis berlari menjauh dari Nara, kemudian berlari mendekati ibunya. Memeluk ibunya sebelum berlari lagi.

Langkah kecil Dennis semakin menjauh dari Nara, mendekati seorang pria paruh baya yang sedang berdiri dengan kekhawatiran yang mendalam.

“haboji… ha.. haboji” celoteh Dennis seraya menarik-narik celana pria tua itu.

“sayang, kau tidak boleh bermain sampai di sini. Ingat kata appa jika Dennis tidak boleh jauh dari eomma” Nara mengangkat Dennis.

Tubuhnya membeku sempurna saat melihat pria paruh baya yang sedang berdiri di depannya. Ia adalah ayah Kyuhyun. Ayah mertuanya.

Di sisi lain pandangan ayah Kyuhyun tak lepas dari Dennis. Dennis sangat mirip dengan Kyuhyun ketika masih kecil. Wajah Dennis yang rupawan, dan cara Dennis bermain dengan celananya. Semuanya seperti Kyuhyun ketika masih balita. Dulu Kyuhyun suka sekali menarik-narik celana ayahnya jika ingin digendong.

Tidak hanya Nara yang terkejut melihat ayah mertuanya. Kyuhyun yang baru saja menebus obatnya pun terbelalak melihat ayahnya dengan berhadapan dengan istrinya. Dengan langkah bar-bar Kyuhyun mendekati Nara. Menggenggam tangan Nara dan aagk menggeser Nara kebelakang tubuhnya.

“haboji… haboji” celotehan dan tawa Dennis memecah ketegangan diantara mereka.

Kyuhyn menetap Nara sejenak. Istrinya terlihat masih terkejut. “kenapa appa ada di sini?”

“apa aku tidak boleh ke rumah sakit?”

“di Seoul banyak rumah sakit yang lebih bagus. Kenapa harus ke jinan?” tanya Kyuhyun waspada dengan ucapan kasar ayahnya.

Ibu Kyuhyun keluar dari ruangan dengan menangis. Kyuhyun bertambah bingung dengan apa yang sedang terjadi dikeluarganya. “eomma, ada apa?”

Suara Kyuhyun mengejutkan perempuan paruh baya itu. Ibu Kyuhyun mendekat lalu memeluk putranya. Menangis dipelukan putranya yang sangat dirindukannya selama ini.

“apa yang terjadi eomma?”

“kakakmu… kakakmu kecelakaan. Lukanya tidak parah tapi dia kehilangan banyak darah. Dan parahnya lagi stok darah di sini tidak mencukupi. Eomma sudah mendonorkan darah eomma, tapi masih kurang satu kantong darah lagi”

“noona kecelakaan?” Kyuhyun mulai khawatir. Terjawablah pertanyaan Kyuhyun kenapa orang tuanya berada di rumah sakit Jinan. “aku akan mendonorkan darahku”

Nara mencegah Kyuhyun. Cengkraman tangan Nara seolah berkata ‘jangan lakukan itu’. “golongan darah kita sama. Aku yang akan mendonorkan darahku. Oppa sedang sakit sekarang” Nara menyerahkan Dennis pada Kyuhyun sebelum masuk ke ruangan dimana ibu Kyuhyun keluar tadi.

Sekitar 15 menit Nara berada di dalam ruangan itu. Selama itu juga Kyuhyun cemas terhadap keadaan istrinya. Nara takut akan jarum suntik, dan sekarang dia harus berhadapan dengan jarum suntik karena suaminya yang sakit. Karena suaminya tidak bisa mendonorkan darahnya.

Kyuhyun menghela nafasnya lega melihat Nara keluar. Ia mendekati Nara lalu mencium kening istrinya. “terimakasih, kau mengalahkan rasa takutmu demi keluargaku”

“Ahra eonni sudah menjadi kakakku juga” jawab Nara pelan.

“appa, eomma, kami pamit pulang. Aku khawatir dengan Dennis dan Nara jika mereka berada di rumah sakit terlalu lama. Semoga noona cepat sembuh. Aku dan Nara akan selalu mendoakan yang terbaik untuk noona.” Kyuhyun mengambil Dennis yang tertidur digendongan ibunya. Menggandeng tangan Nara, lalu berjalan keluar dari rumah sakit.

Ekspresi Kyuhyun yang tak terbaca sejak bertemu dengan ornag tuanya membuat Nara penasaran. Sebenarnya apa yang Kyuhyun bicarakan dengan kedua orang tuanya saat Nara meninggalkan mereka? Kenapa sikap Kyuhyun terasa aneh? Ingin sekali Nara bertanya, tapi dia tidak berani.

Tidak ada percakapan apapun selama mereka di dalam taksi. Ah bukan hanya saat itu. Saat ini pun juga masih diam dengan pikiran masing-masing. Setelah menyusui Dennis dan memastikan putranya tertidur, Nara pergi ke rumah tengah untuk menemui Kyuhyun. Dia ingin bicara dengan suaminya.

“sudah minum obatmu?” tanya Nara membuka percakapan diantara mereka. Kyuhyun hanya bergumam.

“apa yang terjadi selama aku meninggalkan oppa dan Dennis? Ceritakan padaku” Tuntut Nara.

“appa.. apakah ia sempat berkata kasar padamu?”

Nara menggeleng. “tidak. Beliau hanya terus menatap Dennis. Kenapa?”

“appa juga tidak bicara apapun padaku. Sikapnya tidak seperti biasanya. Aku masih ingat appa memukul eomma saat membelaku untuk menikahimu. Tapi tadi ia tidak bereaksi apapun saat eomma membicarakanmu”

“mungkin beliau sangat membenciku sekarang hingga tak bisa berkata-kata.” Nara sedih.

“sssst, jangan berkata seperti itu” Kyuhyun memeluk istrinya.

“apa oppa menyesal menikahiku?”

Kyuhyun kaget dengan pertanyaan Nara yang bahkan tak pernah terfikirkannya. Bagaimana bisa Nara berfikir seperti itu? “tidak. Aku tidak akan pernah menyesal telah menikahi perempuan yang sangat kucintai.”

 

^^

Sejak kemarin hingga tiga hari kedepan Kyuhyun mendapat izin untuk beristirahat di rumah. Oleh karena itu, siang ini ia berada di rumah. Bermain dengan putranya yang semakin hari semakin menggemaskan. Meskipun Dennis masih kecil, Kyuhyun sudah mengajarinya membaca. Ah bukan membaca, tapi mengenalkan huruf-huruf pada Dennis.

Di sisi lain, Nara terlihat sangat sibuk di dapur kecilnya. Rambutnya yang tidak terikat bergerak sesuai arah gerakannya. Hari ini Nara memasak lebih banyak karena Kyuhyun berada di rumah. Dan sekarang Nara sedang membuat makanan Dennis sebagai hidangan terakhir yang dimasaknya.

“oppa, lima menit lagi bawa Dennis ke meja makan” Triak Nara dari dapur. Seraya menunggu bubur untuk putranya matang, Nara menata masakannya di meja makan.

Keluarga kecil Kyuhyun makan dengan sela tawa Dennis. Kadang anak itu tertawa saat ibunya menyuapinya. Nara terlalu fokus dengan Dennis hingga melupakan makanannya. Melihat itu, Kyuhyun berinisiatif untuk menyuapi Nara.

“kau harus bisa makan sendiri agar eomma tidak melupakan makanannya” ucapan Kyuhyun hanya dijawab oleh gelak tawa Dennis.

“ia masih kecil, tidak akan mengerti dengan ucapan oppa” Nara tersenyum. “Jaga Dennis sebentar, aku akan membersihkan ini dan oppa bisa beristirahat”

Kyuhyun hanya mengangguk. Segera ia mengangkat Dennis dari kursi makannya dan membawa anak itu ke ruang tengah untuk kembali bermain.

Bel rumah mereka berbunyi, Kyuhyun membukakan pintu. Betapa terkejut dirinya saat mendapati kedua orang tanya berdiri di depan pintu rumahnya.

“Kau harus kembali Kyu. Kau harus pulang dan memimpin perusahaan” ujar ayah Kyuhyun tak terbantahkan.

Pyaaaar

Terdengar suara pecahan gelas. Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke dapur. Ia segera berlari mendekati Nara yang terlihat sedang memunguti pecahan gelas dengan tangan yang bergetar.

“sayang biar aku saja” Kyuhyun menggenggam tangan Nara.

“apa oppa akan meninggalkanku?” Nara menangis. Dia ketakutan. Takut akan Kyuhyun yang meninggalkannya. Nara memang mendengar yang dikatakan ayah Kyuhyun. Sebuah printah untuk pulang. Rumah mereka yang tidak luas membuat Nara bisa mendengar kalimat itu dengan jelas.

“ya Tuhan, jarimu berdarah. Lepaskan! Kita obati lukamu” perintah Kyuhyun dituruti Nara. Dia meletakan pecahan gelas yang dipegangnya.

“appa, eomma, duduklah. Aku akan mengobati Nara sebentar dan kita bisa bicara setelahnya” Kyuhyun mendudukan Nara di kursi makan setelah mengambil kotak p3k yang berada tak jauh dari dapur. Kyuhyun terlihat sangat telaten mengobati luka Nara. Semua orang pun tahu jika Kyuhyun sangat mencintai istrinya hanya dengan melihat hal itu.

Selesai mengobati luka Nara. Kyuhyun membawa istrinya untuk menemui orang tuanya. Mereka duduk berhadapan. Tangan Kyuhyun terus menggenggam tangan Nara. Memberi kekuatan pada Nara agar berani menatap mertuanya.

“apa yang membuat appa datang ke sini?” Tanya Kyuhyun membuka percakapan diantara mereka.

Alih-alih menjawab, ayah Kyuhyun malah bertanya. “apa kau tidak lelah hidup pas-pasan seperti ini?”

“tidak, asalkan aku tetap bersama dengan Nara dan Dennis”

“pulanglah dan pimpin perusahaan. Kau CEO Cho Group”

“Appa, aku tidak akan pulang. Aku tidak akan meninggalkan anak dan istriku”

“mungkin kau salah paham Kyu. Maksud ayahmu pulanglah ke rumah dengan Nara dan Dennis” Ibu Kyuhyun menjelaskan.

“Appa minta maaf telah menentang pernikahan kalian. Tidak seharusnya appa bersikap seperti itu. Sekarang appa tahu, Nara memang pantas menjadi istrimu” Ucapan ayah Kyuhyun membuat Kyuhyun dan Nara saling menatap tak percaya.

Benarkah semua ini? Benarkah ayahnya minta maaf padanya? Bukahkah selama ini ayahnya terlalu kolot dan tidak suka meminta maaf?

“ha.. hamoni” Dennis merenggangkan tangannya di depan ibu Kyuhyun, seolah meminta untuk digendong.

“pulanglah Kyu. Sepertinya setelah ini eomma tidak bisa berpisah dengan Dennis” ibu Kyuhyun menciumi pipi cucunya gemas.

Kyuhyun menatap istrinya meminta persetujuan. Nara menjawab dengan anggukan dan senyuman manisnya. Ini adalah awal yang bagus setelah kesusahan yang mereka jalani.

 

^^

Dua hari setelah kunjungan kedua orang tua Kyuhyun, keluarga kecil Kyuhyun pindah ke rumah besar. begitupun dengan Ahra yang sudah diperbolehkan menjalani rawat jalan. Sekarang rumah besar keluarga Cho dihiasi dengan tawa. Tentu saja Dennis yang membuat para orang tua di rumah ini tertawa akan tingkah lucunya.

Setelah kepindahan Kyuhyun ke rumah besar, pria itu pun langsung diangkat menjadi CEO Cho Group. Kyuhyun mulai sibuk dengan pekerjaannya. Namun pria itu tetap menomor satukan keluarganya. Dennis dan Nara adalah prioritas untuk Kyuhyun. Jika Nara menyuruh Kyuhyun untuk pulang lebih cepat, maka dengan senang hati ia pulang lebih cepat. Ia juga tidak ragu menolak makan malam bersama rekan bisnisnya jika Nara sudah memintanya untuk pulang.

Hari ini Kyuhyun memang mengatakan akan pulang malam karena banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan. Namun Nara tidak menyangka sampai semalam ini. Sekarang jarum jam sudah menunjukan pukul 10 malam, tapi suaminya belum menjejakan kakinya di rumah. Nara menunggu Kyuhyun di teras rumah. Terkadang dia berjalan keluar untuk melihat jalanan. Ibu Kyuhyun sudah menyuruh Nara untuk masuk dan menunggu suminya di dalam rumah. Tapi Nara tetaplah Nara yang keras kepala. Dia menunggu suaminya di luar tanpa jaket yang tebal.

Senyum Nara mengembang ketika melihat ferarri Kyuhyun memasuki pekarangan rumah. Nara berjalan mendekati Kyuhyun yang baru saja keluar dari mobilnya.

“apa yang kau lakukan di sini malam-malam begini? Kenapa tidak masuk?”

“aku menunggu oppa. Aku belum terbiasa dengan rumah ini, rasanya ada yang janggal jika tidak ada oppa”

“haruskah kita kembali ke rumah lama?”

Nara menggeleng lalu terkekeh pelan. “tidak. Aku hanya ingin menunggu oppa. Bukankah aku juga sering menunggu oppa saat kita di Jinan?”

“Dennis sudah tidur?” Kyuhyun melingkarkan tangannya di pinggang Nara. Mereka berjalan bersama masuk ke rumah.

“tentu saja sudah tidur. Seharian ini ia bermain bersama kakek dan neneknya. Dennis melupakanku begitu saja” Nara mengadu.

Kyuhyun tersenyum menanggapi ucapan Nara. Ia semakin merekatkan tubuh Nara padanya lalu mencium puncak kepala istrinya.

“apa oppa lapar? Aku akan membuatkanmu nasi goreng. Aku sudah bisa memasak dengna cepat. Hanya lima menit”

Kyuhyun bergumam. “tapi aku hanya akan makan sedikit”

“wohooo. On diet Mr.Cho?” ledek Nara. Mereka terkekeh bersama.

Kyuhyun duduk di ruang makan. Pandangannya terus tertuju pada Nara yang mempersiapkan makan malam untuknya. Hanya lima menit. Nara menepati ucapannya. Hanya dengan lima menit, sekarang Nara telah menyajikan nasi gorengnya di atas meja makan.

“kenapa banyak sekali? Kau ingin membuat suamimu terlihat seperti babi?”

“babi yang tampan” Nara membalas dengan candaan.

Kyuhyun mulai memakan nasi goreng buatan Nara. Rasanya seperti biasanya, sangat lezat. Mungkin jika Nara menjadi koki di restoran, restoran itu akan ramai pengunjung karena masakan Nara yang sangat enak. “apa kau sudah makan?”

Nara mengangguk. “tadi aku sudah makan bersama abeonim, eommonim, dan ahra eonni”

“kau yakin tidak lapar?”

“tentu saja, di rumah ini banyak sekali makanan, tidak seperti di rumah kita dulu. Jika aku lapar, aku hanya perlu memakan yang ada di sini. Lagipula eommonim tidak akan memarahiku jika aku menghabiskan isi kulkasnya” Nara terkekeh diakhir ucapannya.

“buka mulutmu” perintah Kyuhyun. Begitu Nara menurutinya, Kyuhyun menyuapkan nasi goreng pada Nara.

“aku sudah kenyang oppa”

“kau belum kenyang, bantu aku habiskan ini agar aku bisa segera mandi. Kau juga harus tidur sayang”

“oppa jangan lupa, besok ada acara makan malam bersama orang tua kita”

“aku akan pulang lebih awal. Bahkan sangat awal dari biasanya” Kyuhyun melingkarkan jari kelingkngnya pada kelingking Nara. Membuat ikatan janji yang akan ia tepati.

Tanpa Kyuhyun dan Nara sadari, ada sepasang mata memperhatikan kemesraan meraka. Ibu Kyuhyun, tadinya dia ingin mengambil minum. Namun langkahnya terhenti ketika melihat Nara yang sangat perhatian pada Kyuhyun, begitupun sebaliknya. Ibu Kyuhyun tersenyum sebelum memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Dia tidak mau mengganggu Kyuhyun dan Nara.

 

Once in a Blue Moon restaurant

Di meja paling ujung yang telah dipesan tuan Cho. Terlihat 3 pasangan sedang asyik mengobrol. Yang sedang berbicara dengan tuan dan nyonya Hwang, serta tuan dan nyonya Cho bukanlah Kyuhyun dan Nara. Melainkan Yesung dan Hyejin. Sepasang suami istri tetangga Kyuhyun di Jinan. Mereka diundang langsung oleh ibu Kyuhyun untuk ikut makan malam bersama.

Kyuhyun dan Nara terkejut melihat Yesung duduk bersama oang tuanya. Mereka terlibat dalam percakapan yang menyenangkan hingga tak menyadari jika Kyuhyun dan Nara telah tiba.

“Hyung kenal dengan orang tuaku?” tanya Kyuhyun penasaran.

“tentu saja. Sejak kau menjadi tetangga kami” Jawab Yesung enteng. “seorang ibu tidak akan tega membiarkan anaknya pergi tanpa pengawasan bukan?” lanjutnya.

“jadi eommonim meminta Yesung oppa untuk menjaga kami?” Nara mulai menangkap maksud Yesung. Tetangganya itu adalah tangan kanan ibu mertuanya.

“ya, tentu saja. Semua barang mahal yang kuberikan padamu dari bibi Hanna” ujar Yesung sebelum ibu Kyuhyun menjawab. “memangnya aku punya uang sebanyak itu hingga membelikan kalian barang-barang mahal?”

“kenapa Hyung tidak mengatakan dari awal?” protes Kyuhyun.

“lalu jika aku jujur padamu apa yang akan kau lakukan?”

Kyuhyun terdiam. Benar yang dikatakan Yesung. Apa yang akan ia lakukan? Mengembalikan semuanya pada ibunya dan menyakiti hati ibunya? Kyuhyun tidak setega itu dengan ibunya. Hatinya sudah sesak hanya dengan memandang ibunya dari jauh tanpa menyapa. Kyuhyun memang sudah tahu dari awal jika ibunya selalu memperhatikan keluarga kecilnya ketika belanja bulanan di supermarket.

“sudah tidak perlu kita bicarakan hal itu, yang terpenting sekarang kita bisa berkumpul bersama” Ibu Kyuhyun mengakhiri perdebatan Kyuhyun dan Yesung.

“ya! Bukankah kalian sangat jahat? Kalian tidak mau pulang saat yang mengajak” protes ibu Nara.

“maafkan kami eommonim” Kyuhyun tersenyum tanpa dosa. “Dan lusa, aku berniat membawa Dennis dan Nara ke apartemen yang baru saja aku beli. Jika kalian merindukan putraku, datang saja” lanjutnya.

Orang tua mereka setuju-setuju saja dengan rencana Kyuhyun. Asalkan mereka masih tinggal di seoul, itu tidak masalah.

Malam ini dan malam-malam selanjutnya hanya ada kebahagiaan bagi keluarga kecil Kyuhyun. Dennis pun tumbuh dengan kasih sayang yang berlimpah dari kedua orang tuanya dan para kakek neneknya. Tentang perusahaan tuan Hwang dan tuan Cho? Sudah pasti kedua perusahaan itu semakin maju. Dengan Kyuhyun yang menjadi CEO, ia meyatukan kedua perusahaan itu dan membuatnya menjadi nomor satu di korea. Tidak ada lagi persaingan antara dua perusahaan besar itu.

Sekuat kuatnya batu karang pasti akan lebur juga. Begitupun dengan sifat keras kepala orang tua Kyuhyun dan Nara. Berkat cinta mereka yang kuat, akhirnya orang tua mereka luluh dan merestui pernikahan mereka. Semuanya karena kekuatan cinta Nara dan Kyuhyun. Cinta bisa meluluhkan segalanya.

 

END

 

udah gitu aja sequelnya. hehe mianhae

mian kalo ada typo-typo, ngga di edit soalnya.

see you on the next story. kisskiss

 

with Love,

Chokyulate

Advertisements

7 thoughts on “Forever (Sequel Eternal Love)

  1. Feel nya dapet bgt,sukaaaa ❤
    ikut sedih wktu kyu pengen ketemu eomma nya 😦 daebakk lah ff2 nya!! Fighting buat next ff nya! Ditunggu 😁😁😁

    Liked by 1 person

  2. aah parah feelnya dpt bgt, berasa aku yg ngalamin, saking serunya tau2 udh ada tulisan end aja 😂😂 bikin sequel season dua dong kak wkwkwkwk /ngelunjak

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s