Chapter · marriedlife · romance

Everlasting part 13

“sayang? Apa kau hamil?” pertanyaan Kyuhyun membuat mata Nara membulat sempurna. Apakah mungkin dia hamil? Tapi seingatnya dia sudah tidak menstruasi 2 bulan.

“kau juga tidak menstruasi. Aku memasukimu setiap malam. Bukankah kau sudah memakai kontrasepsi?” Amarah Kyuhyun yang memuncak membuat Nara semakin ketakutan. Dia terus memainkan jarinya gelisah.

Kyuhyun melirik perut Nara yang agak buncit. Awalnya Kyuhyun mengira Nara terlalu banyak makan. tapi sekarang sudah jelas. Nara hamil. “kau tidak menemui doktermu?” suara Kyuhyun meninggi.

Nara siap untuk menangis, air matanya sudah menggenang di kelopak matanya. “aku menemuinya, aku setuju untuk memakai kontrasepsi. Aku memilih pil. Oppa tahu pasti jika kau takut jarum suntik”

Kyuhyun menghela nafasnya. “dan kau lupa meminum pil itu?” Nara mengangguk pasrah. Jangankan meminum, dia saja lupa menaruh pil itu di mana. Inilah yang menjadi pikiran Nara selama di berdiam di café setelah dari rumah sakit. Kyuhyun pasti marah jika tahu dirinya memakai kontrasepsi pil.

“berapa kali kau meminumnya?”

“sekali, sepulang dari rumah sakit.” cairan bening mulai membasahi pipi Nara. “jika aku benar hamil, apa oppa akan memintaku menggugurkannya?”

“jika itu perlu, kau harus menggugurkannya. Tidurlah, besok pagi kita ke rumah sakit” Kyuhyun pergi begitu saja, meninggalkan Nara yang terisak dengan tangisnya.

Pikiran Nara terus melayang memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk jika dirinya memang hamil. Tapi sepertinya dia memang benar-benar hamil, firasatnya berkata seperti itu. Lalu apakah Kyuhyun benar-benar akan menyuruhnya untuk aborsi? Bagaimana bisa suaminya tidak suka jika dirinya hamil? Apa suaminya akan menceraikannya? Nara tidak bisa berhenti menangis hingga akhirnya dia tertidur di sofa.

Sementara itu, Kyuhyun berdiam diri di ruang kerjanya dengan pikiran kalut. Ia terlalu takut jika kehamilan istrinya membahayakan nyawa Nara. Sebenarnya ia juga merasa senang Nara mengandung anaknya, tapi keadaan Nara yang rawan akan pendarahan membuat Kyuhyun ketakutan setengah mati. Pikirannya kalap, ingin sekali ia memarahi Nara, namun tidak bisa. Kyuhyun meluapkan emosinya dengan menyendiri di ruang kerjanya. Menyendiri lebih baik bukan? daripada terus bersama Nara. Jika Kyuhyun terus melihat Nara, sudah dapat dipastikan jika pria itu akan meluapkan emosinya pada Nara. Memarahi Nara sampai ia puas.

Keesokan harinya Kyuhyun panik ketika tidak menemukan Nara di kamar mereka. Pikiran tentang Nara kabur dari rumah terlintas begitu saja dikepalanya. Ia mencari kepenjuru ruangan, dan betapa leganya ketika melihat Nara tertidur di sofa. Tunggu, semalaman istrinya tidur dengan posisi duduk seperti ini? Apa kau suami yang baik Kyu? Membiarkan istrimu tidur di sofa, bahkan tanpa selimut yang menghangatkan tubuhnya. Namun ini semua kesalahan Nara. Salah Nara yang membuat pikiran Kyuhyun kalap hingga tak memperhatikannya.

“Nara, bangunlah. Kita harus ke rumah sakit pagi ini” Kyuhyun membangunkan Nara dengan ucapannya yang terkesan sinis. Nara mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum terbuka sepenuhnya.

“cepatlah bersiap! Kita harus ke rumah sakit pagi karena siang ini aku ada rapat penting”

Hati Nara tercekat dengan sikap dingin Kyuhyun. Ingin sekali dia menangis, tapi tidak bisa. Dia tidak mau terlihat lemah. Dia harus mempertahankan calon anaknya. Tanpa berkata apapun Nara berjalan melalui Kyuhyun, masuk ke dalam kamar mereka untuk bersiap.

 

Seoul Hospital

“Nara memang hamil, usia kandunganya sudah memasuki bulan ke dua” jelas dokter Kang. “Nara-ssi, apa kau tidak meminum pil-mu?”

“dia pelupa dan ceroboh, menyetujuinya menggunakan kontrasepsi pil adalah sebuah kesalahan yang besar” cela Kyuhyun. Ia melirik sinis dokter Kang dan Nara bergantian.

Nara hanya diam, hatinya benar-benar terasa sangat sakit. “apa aku harus menggugurkannya?” suara Nara bergetar.

“tidak. Asalkan kau harus berhati-hati dan tidak melakukan pekerjaan yang berat. Jangan sampai terjadi pendarahan.” Jelas dokter Kang yang mengetahui perasaan Nara. Sesama perempuan dan tahu jelas sifat Kyuhyun, dokter Kang turut prihatin pada Nara.

“dengar? Jangan ceroboh. Jaga dirimu dengan baik” Kyuhyun masih tetap sinis.

“aku memberikan beberapa vitamin, pastikan kau tidak lupa untuk meminumnya Nara-ssi” Nara mengangguk.

Mereka keluar dari ruangan dokter Kang dengan keadaan yang masih sama. Kyuhyun masih saja menahan emosi dan kemarahannya. Sedangkan Nara takut dan bingung, apa yang harus dilakukannya agar Kyuhyun tidak marah lagi?

Perasaan Nara semakin sakit tatkala melihat pak Kang di parkiran mobil. Apa Kyuhyun menyuruhnya pulang bersama pak Kang? Disaat mereka harus bicara untuk menyelesaikan masalah ini? apa Kyuhyun sebegitu marahnya pada Nara hingga tak mau semobil dengannya lagi?

“pak Kang, antarkan Nara ke rumah”

“oppa” lirih Nara.

“kau harus pulang dengan pak Kang, jika tidak ingin terjadi sesuatu dengan kehamilanmu. Jangan menangis Nara-ya!” Kyuhyun tak berkata apapun lagi. Ia masuk ke dalam mobilnya, lalu meninggalkan area parkir dengan kecepatan tinggi.

Pak Kang menatap sedih Nara. Ia membukakan pintu agar Nara segera masuk. Tanpa bertanya pun pak Kang sudah tahu jika tuannya sedang marah pada Nara.

 

Rumah Kyuhyun

Seharian ini Nara hanya berdiam diri di ruang tengah. Sesekali berjalan ke teras rumah. Dia sedang menunggu suaminya yang tak kunjung pulang. Jarum jam menunjukan pukul 8 malam ketika Kyuhyun membuka pintu rumahnya. Ia terhenti melihat Nara sedang memejamkan mata di sofa dengan posisi duduk dengan kedua tangannya memegangi perutnya. Posisi paling dibenci Kyuhyun karena itu terlihat sangat tidak nyaman.

Dengan hati-hati Kyuhyun mengangkat Nara. Menggendongnya ke kamar mereka. Selama menaiki tangga, Kyuhyun memperhatikan wajah Nara yang tampak lelah, matanya pun sembab. Sudah pasti seharian ini Nara hanya menangis. Ia membaringkan Nara, menyelimuti istrinya sebatas dada.

Ketika Kyuhyun berdiri, Nara menggenggam tangan Kyuhyun. “oppa jangan pergi lagi” ujarnya lirih, air matanya pun akan menyeruak keluar.

“aku hanya ingin membersihkan tubuhku Ra-ya”

Nara tetap tidak melepaskan tangannya. “jangan menghukumku seperti ini”

Blam, Nara menangis. Lihatlah Cho Kyuhyun, istrimu menangis akibat perlakuanmu. Kyuhyun duduk di tepian ranjang. Mengusap air mata Nara dengan ibu jarinya. “biarkan aku mengganti bajuku eoh? Hanya sebentar” Nara menggeleng.

Tidak ada pilihan lain. Kyuhyun merebahkan dirinya disamping nara, membawa istrinya kedalam pelukannya, serta menepuk lembut bahu Nara agar tidak menangis lagi. “maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu menangis seperti ini. Aku hanya ingin menenangkan diriku. Jangan menangis lagi ya. Aku mencintaimu”

“maafkan aku, tapi aku menginginkan dia tumbuh.”

“ya, kita akan menjaganya. Kau akan melahirkan dengan selamat dan dia juga akan terlahir sehat.”

“aku berjanji akan berhati-hati”

Kyuhyun mengangguk lalu mencium kening Nara. Menenangkan Nara dengan pelukannya hingga Nara tertidur dengan pulas. Kyuhyun tetap pada posisi seperti itu hingga Nara tertidur, walaupun sebenarnya posisinya sangat tidak nyaman dan membuat beberapa bagian tubuhnya terasa sangat pegal. Namun ia tetap memeluk Nara, mengantarkan istrinya ke alam mimpi yang indah.

҉҈

 

Sore ini Kyuhyun dan Nara pergi ke rumah besar karena panggilan sang kakak. Cho Ahra, dia menelfon Kyuhyun dan meminta adiknya itu untuk berkumpul di rumah besar. Ada sesuatu penting yang ingin dia bicarakan.

Mata Nara masih terlihat sembab walaupun sudah ditutupi dengan make up. Tadi pagi dia menangis lagi, dan itu semua karena Kyuhyun. Ketika Nara bangun, tidak ada siapapun kecuali Jung ahjumma. Suaminya berangkat bekerja tanpa membangunkannya. Hingga Nara berfikir jika kejadian tadi malam hanyalah mimpi dan Kyuhyun masih marah padanya. Tentu saja hatinya terasa sangat sakit dan membuatnya menangis selama berjam-jam.

Kyuhyun yang mendapat telefon dari Jung ahjumma tentang Nara yang terus menangis, langsung pulang ke rumahnya. Padahal baru 4 jam Kyuhyun duduk di kursi kebesarannya. Ia sangat khawatir jika Nara sampai jatuh sakit ataupun stress. Ia terus menenangkan Nara sampai sore hari, sampai tiba waktunya untuk pergi kerumah besar.

“apa kau baru saja menangis?” tanya ibu Kyuhyun. Nara hanya tersenyum hambar, tidak menjawab pertanyaan ibu mertuanya.

“apa yang kau lakukan pada istrimu Kyu?”

“tidak ada apa-apa eomonim” jawab Nara.

Ahra langsung menarik Nara, membawa perempuan itu ke sofa dan bersiap untuk mengintrogasinya. “katakan padaku semuanya!” tuntut Ahra.

“oppa takut aku hamil karena kandunganku lemah dan aku rentan terhadap pendarahan”

“lalu?”

“dia hamil dan aku mendiamkannya sehari penuh” Sambung Kyuhyun.

“lebih tepatnya hampir dua hari, setelah malam itu oppa kembali mendiamkanku” Nara mengadu pada kakak iparnya. Malam dimana Kyuhyun memeluk Nara sampai istrinya tertidur. Pagi harinya Kyuhyun berangkat kerja sebelum Nara bangun, hingga membuat ibu muda itu berfikiran jika suaminya masih marah.

Mendengar hal itu, ibu Kyuhyun dan Ahra sangat bahagia. Mereka langsung memeluk Nara dan mengucapakan selamat. Tak lupa mereka juga mendoakan agar Nara dan bayinya selalu sehat.

Kabar menyenangkan itu telah menyelamatkan Kyuhyun dari amukan ibu dan kakaknya.

“jaga terus kandunganmu. Eomma tidak sabar menggendong cucu darimu dan Kyuhyun”

Nara mengangguk. Dia tersenyum pada Kyuhyun yang juga sedang tersenyum padanya.

“apa sudah memasuki bulan ke empat?” tanya Ahra penasaran. Sedari tadi dia memperhatikan perut Nara.

“kata dokter Kang baru memasuki bulan ketiga”

“tapi perutmu sudah sangat besar. Apa kau mendapat anak kembar?”

“tidak eonni, dokter Kang tidak mengatakan itu”

“hei Cho Kyuhyun! baik-baiklah kepada istrimu, atau akau akan menghajarmu jika terjadi sesuatu pada Nara” ancam Ahra.

Kyuhyun mendesah jengah, tanpa disuruh pun dia juga akan bersikap baik pada Nara. “jadi apa yang akan noona beritahu pada kami?” tuntut Kyuhyun.

“aku akan menikah dengan Choi Siwon. Bulan depan”

Kontan Kyuhyun dan Nara membulatkan mata mereka terkejut. Akhirnya setelah satu tahun lebih Siwon meyakinkan Ahra dan membantu Ahra mengatasi traumanya pada pernikahan. Sekarang mereka akan menikah. Jangan lupakan jika Ahra pernah menjalani kelamnya pernikahan hanya karena dia tidak pandai.

“Eonni selamat”

“aku turut bahagia dengan keputusan noona”

“aku akan membantu persiapan pernikahan eonni” Nara antusias.

“Tidak!!” Kyuhyun melarang dengan cepat. Ibu Kyuhyun dan Ahra tahu jika Kyuhyun mengkhawatirkan Nara. Maka dari itu mereka hanya bisa menyetujui Kyuhyun untuk melarang Nara. Mereka tidak bisa berbuat apapun lagi. Walaupun ingin sekali membujuk Kyuhyun agar Nara tidak bersedih. Namun keputusan Kyuhyun sudah telak.

҉҈

 

Sejak Nara hamil, Kyuhyun melarangnya untuk bekerja. Setiap harinya Nara hanya berdiam diri di rumah. Menghabiskan waktunya dengan membaca novel ataupun mengobrol dengan Jung ahjumma. Namun sudah beberapa hari ini Jung ahjumma tidak datang ke rumah. Hanya ada dua pelayan dari rumah besar yang membersihkan rumahnya lalu kembali pulang ke rumah besar. Kyuhyun mengatakan jika Jung ahjumma harus kembali ke desa untuk menemani putrinya yang sedang sakit. Dan baru akan kembali saat putrinya sudah benar-benar pulih.

Ingin sekali Nara bekerja jika seperti ini. Setidaknya dia akan merasa bahagia karena di kantor banyak orang. Tidak seperti sekarang. Nara hanya sendiri di rumah yang cukup besar ini. Segera dia mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada suaminya.

Dari Mrs. Cho

oppa sedang apa? Sibuk sekali?

Kyuhyun yang tadinya merasa kesal dan marah karena para pegawainya tidak mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Setelah membaca pesan dari Nara senyumnya langsung mengembang. Semua pikiran tentang pekerjaannya hilang begitu saja. Tanpa disuruh, ibu jarinya menekan dial untuk menelfon Nara.

‘aku baru saja selesai meeting. Kenapa?’ ujarnya langsung setelah Nara menerima telfonnya.

‘bisakah oppa pulang sekarang?’ Nara mengatakan itu dengan nada sedih. Seketika itu juga Kyuhyun panik. Takut terjadi sesuatu kepada istrinya.

‘ada apa denganmu? Tunggu sebentar, aku akan pulang’ Kyuhyun menutup telfonnya lalu berlari menuju lift khusus untuknya.

Sementara Kyuhyun perjalanan pulang dengan kepanikan. Nara justru tertawa terpingkal. Dia membayangkan bagaimana paniknya Kyuhyun, padahal Nara hanya berniat mengerjai suaminya agar pulang lebih awal.

Beberapa menit Nara terus tertawa hingga mual. Dia berlari menuju kamar mandi lantai satu untuk memuntahkan isi perutnya. Tangannya bergetar, air matanya juga mengalir. Kenapa dia seperti ini? padahal di kehamilan sebelumnya dia tidak pernah merasakan mual, apalagi sampai muntah seperti sekarang ini.

“Ra-ya? Kau di mana?” triak Kyuhyun yang sedang menuruni tangga. Begitu masuk ke rumahnya, Kyuhyun langsung menuju ke kamarnya di lantai dua.

“oppa jangan ke sini” ujar Nara ketika menyadari pintu kamar mandi terbuka.

“ya Tuhan, sayang” Kyuhyun berjongkok di samping Nara. Mengambil helaian rambut Nara dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya ia gunakan untuk memijat tengkuk Nara.

Kyuhyun membantu Nara berdiri sesudah memuntahkan semua air yang ada diperutnya. Pria itu miris melihat istrinya yang terlihat kesakitan. Setelah menekan flash closet, ia memapah Nara menuju wastafel untuk mencuci muka.

“kita ke rumah sakit”

“tidak perlu oppa, aku hanya ingin duduk”

Kyuhyun menggendong Nara menuju sofa ruang tengah. Istrinya tampak lelah paska mualnya tadi.

“aku tidak apa-apa. Jangan khawatir” Nara memeluk Kyuhyun. meyakinkan suaminya jika dia memang sehat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan Kyuhyun. “maaf”

Kyuhyun tidak menjawab. Maaf untuk apa? Mual di saat hamil bukan salah Nara kan? Lalu kenapa Nara meminta maaf?

“mungkin ini balasanku karena berniat membuat oppa panik dan pulang lebih cepat. Tadi aku sangat sehat saat menelfon oppa”

Kyuhyun tersenyum geli. Nara memang tak terduga. “jangan ulangi lagi. Kau membuatku sangat khawatir”

“aku bosan di rumah. Aku ingin bekerja saja di kantor”

“hanya satu bulan. Setelah masa rawan kehamilanmu terlewati sayang.”

Satu bulan, terdengar sangat lama bagi Nara yang mudah merasa bosan. Namun ini juga konsekuensi yang harus didapatnya karena keinginannya untuk mengandung.

 

 

Aku tahu kok ini emang sedikit. Only 7 pages. Aku post seadanya karena udah banyak banget yang nagih. Gaada waktu banget kemarin, sekalinya ada waktu malah males banget buat ngetik. Mianhaeeee~

Mian kalo ngga dapet feelnya juga.

kalo ada pertanyaan seputar ff atau apapun, feel free to ask on my instagram: citraariska atau line @gse9174z

thank you. Kisskiss. See you on next part ^^

With Love,

Chokyulate

x

Advertisements

35 thoughts on “Everlasting part 13

  1. 😙😘😘😘😘😘aku tunggu next part nya ya eonni…semoga kehamilan nara kali ini gak akan terjadi sesuatu yg buruk.. nara dan calon bayinya semoga sehat selalu😍😚

    Liked by 1 person

  2. Yeyy akhirny nara hamil lgi…kirain kyu mrahny kan berklnjutan ternyta dia mau jg mnrima khmilan nara
    Semoha ja kndungan nara sehat sampe waktu klhiran nanti….

    Liked by 1 person

  3. Anneyong aku reader baru nih n baru baca jg. Aku suka bgt ff yg cast y Kyuhyun n Nemu nya jg dsini… suka bgt sama jln crita ny pengen mw baca smua Dr awal tp ad yg d pw…..
    Bls message y nant ya eon… gomawoo
    Slam knal

    Liked by 1 person

  4. awalnya Greget aku ama Kyuhyun tapi dari kesini Malah makin Greget protektif banget moga aja kehamilan Nara lancar ampe melahirkan … ditunggu lanjutannya

    Liked by 1 person

  5. Wahwah aku baru comment padahal udh baca dari kemaren-kemaren heheh😁
    Si kyu kayaknya takut yah kalo nara kenapa” lagi, tp semoga anaknya lahir dgn selamat
    hihihi 😊

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s