Chapter · marriedlife · romance

Everlasting part 12

kalo ada pertanyaan seputar ff atau apapun, feel free to ask on my instagram: citraariska

Happy reading ^^

 

Selama pesta Nara terlihat sangat tidak nyaman, seperti ada yang mengganggu pikirannya. Kyuhyun selalu menanyai Nara tentang hal itu, namun Nara hanya menjawab ‘aku tidak apa-apa’. Hal ini membuat Kyuhyun terlihat marah hingga memutuskan untuk membawa pulang Nara ke kamar resort mereka dipertengahan pesta. Dan sekarang mereka sudah duduk di teras resort dengan baju santainya, menikmati langit malam yang dipenuhi banyak kerlap kerlip bintang.

Nara mengalihkan pandangannya kearah Kyuhyun. Membelai wajah tampan milik suaminya. Wajah Kyuhyun memang sangat sangat sangat tampan. Apalagi dengan gaya rambutnya yang ditata ke samping hingga memperlihatkan dahinya yang indah. Demi apapun ketampanan suaminya semakin menguar. Pantas saja jika semua perempuan tergila-gila dengan ketampanan suaminya. Tapi bukankah Kyuhyun sudah menjadi miliknya? Semua yang ada pada Kyuhyun adalah miliknya. Tidak seharusnya perempuan-perempuan diluar sana ikut menikmati keindahan Tuhan yang satu ini.

“oppa, jangan tunjukan ketampananmu kepada perempuan diluar sana” protes Nara. Bukankah Kyuhyun juga melarang Nara untuk memperlihatkan tubuhnya pada pria di luar sana? Jadi wajar jika Nara juga menyuruh Kyuhyun untuk melakukan itu.

“ada apa denganmu?”

Bukannya menjawab, Nara malah memainkan tatanan rambut suaminya. “bagaimana menyembunyikan ketampananmu?” keluh Nara pelan. Tangannya tergerak untuk menurunkan rambut depan Kyuhyun hingga menutupi dahinya. Namun bukannya bertambah jelek, suaminya malah terlihat sangat imut. Nara mendesah frustasi. “aaah bagaimana ini? oppa sama sekali tidak bisa terlihat jelek. Kenapa oppa sangat tampan”

“hei, kau kenapa sayang?”

“aku takut oppa diambil perempuan lain. Oppa sangat tampan dan juga sangat kaya. Semua perempuan pasti menyukaimu dan ingin menjadi istrimu”

“kau sudah tahu jawabannya”

Nara mengangguk. “cho Kyuhyun hanya mencintai Hwang Nara, dan selamanya akan begitu”

Kyuhyun merentangkan kedua tangannya, dan saat itu juga Nara berhambur kepelukan suaminya. Memeluk erat suaminya seraya tersenyum senang. “kau harus mengingat kata-kata itu. Aku tak akan pernah berpaling darimu”

Nara mengangguk. “langit di Maldives sangat indah. Semua bintang bersinar terang, aku bisa berada di luar semalaman untuk melihat bintang-bintang itu” mata Nara berbinar melihat langit.

“sayang, lihat aku” perintah Kyuhyun. Ketika Nara sudah melihatnya, Kyuhyun langsung mencium bibir Nara.

“bibir manismu sudah terasa dingin. Ayo kita masuk ke dalam dan menghangatkan tubuh kita di atas ranjang” Kyuhyun menggendong Nara, merebahkan Nara di atas ranjang, dan memulai rutinitas malam mereka.

҉҈

 

Sedari tadi bibir Nara terus bergerak menghafalkan kalimat-kalimat penting di dalam dokumen. Sekitar sepuluh menit lagi dia harus mempresentasikan dokumen yang diberikan Kyuhyun kemarin. Namun rasa gugup yang menyelimutinya membuatnya tidak bisa tenang. Dia selalu takut jika melakukan kesalahan dan akhirnya perusahaan Kyuhyun tidak mendapat sponsor dan lahan untuk membuat sebuah resort baru.

Kyuhyun yang melihat itu, berjalan mendekati Nara. Meremas kedua lengan Nara yang membuat perempuan itu menatap mata Kyuhyun. “tenanglah, semuanya akan berjalan dengan baik”

“bagaimana jika aku mengacaukan semuanya?”

“dengarkan aku, kau sudah paham dengan semua isinya bukan?” tanya Kyuhyun yang dijawab anggukan Nara.

“hafalkan angkanya, karena pengucapan angka sangat sulit. Hafalkan angkanya dan latihan mengatakannya”

Nara kembali mengangguk, dia melihat slide yang ada pada mac booknya lalu kembali menatap Kyuhyun.

“aku yakin kau bisa. Tenangkanlah dirimu, mereka akan segera masuk” Kyuhyun mengecup dahi Nara sebelum kembali ke tempat duduknya.

Tak menunggu lama para kolega Kyuhyun memasuki ruangan. Rasa cemburu Nara sempat keluar ketika melihat Jihye duduk di samping Kyuhyun, tapi itu tak berlangsung lama. Nara bisa mengontrol amarahnya dengan mensugesti bahwa Kyuhyun hanya mencintainya. Kyuhyun yang melihat perubahan raut wajah Nara pun sedikit menjauh dari Jihye untuk menjaga konsentrasi istrinya.

Nara mempresentasikan semuanya dengan baik. Dia tidak melakukan kesalahan barang sedikitpun. Semuanya lancar dan sesuai harapan Kyuhyun. Bahkan sekarang Kyuhyun terfikir untuk memberikan posisi Henry pada Nara, atau merekrut Nara sebagai sekretaris keduanya. Bukankah sangat menyenangan jika selalu dekat dengan istrinya setiap waktu? Kyuhyun bisa mengawasi semua yang dilakukan Nara 24 jam.

Tak menunggu waktu lama lagi, perwakilan dari 4 perusahaan langsung setuju bekerjasama dengan perusahaan Kyuhyun. Termasuk perusahaan milik ayah Jihye.

“maukah makan siang bersama? Sore ini aku akan kembali ke paris” tawar Jihye.

Kyuhyun menatap Nara seolah meminta persetujuan.

“baiklah, lagipula Kyuhyun dan aku tidak ada acara setelah ini” jawab Nara mantap. Dia sudah menyiapkan hatinya untuk moment seperti ini.

 

SEA Restaurant

Kyuhyun mengajak Jihye dan Nara untuk makan di SEA restaurant. Restoran ini berada di bawah laut, membuat para pengunjungnya bisa menikmati sensasi makan dengan pemandangan bawah laut. Koral dan ikan-ikan menjadi pemandangan indah yang disuguhkan restoran ini. Tentunya Kyuhyun mengajak mereka ke sini karena Nara sangat menyukai pemandangan bawah laut. Ia baru mengetahui jika istrinya menyukai ikan sejak mendapati istrinya yang suka melihat lantai kamar resort mereka yang menampakan pemandangan dalam laut. Kyuhyun tidak peduli ia harus mengeluarkan uang 275.000++ USD per-orangnya, yang terpenting untuknya adalah melihat Nara bahagia.

Mereka bertiga memilih duduk di meja paling ujung agar lebih dekat dengan ikan-ikan yang ada di laut Maladewa ini. Kyuhyun yang melihat Jihye akan duduk dikursi sampingnya langsung menyuruh perempuan itu untuk duduk dihadapannya. ‘kau tidak bisa duduk di sini Jihye-ya, kursi ini milik Nara’, ujarnya pada Jihye. Sontak wajah Jihye memerah karena malu, berbeda dengan Nara yang tersenyum senang.

Kyuhyun dan Jihye telah memilih semua menu dari makanan starting course, second course, main course, dan sweet ending. Namun Nara masih terlihat kebingungan ketika harus memilih makanan pembuka. Ada empat pilihan dan dia menginginkan dua diantaranya. Nara menatap Kyuhyun untuk meminta pendapat, tapi bukannya memilihkan satu untuk Nara, pria itu malah memesan kedua pilihan Nara. Begitupun dengan menu makanan utama. Ingat, uang tidak masalah bagi Kyuhyun asal istrinya bahagia.

pan seared Canadian scallops, poached lobster medallion, roasted leek and potato puree, wagyu beef tenderloin, assorted fish and seafood medley, chocolate bomb” ujar Nara pada waiters yang mencatat pesanannya.

Jihye terkejut melihat banyaknya makanan yang dipesan Nara. Padahal Jihye meninggalkan makanan second course untuk menjaga tubuhnya agar tetap ideal dan tetap terlihat elegan saat makan. Tapi Nara memesan 6 menu hanya untuk dirinya sendiri. Bukankah Kyuhyun tipe pria yang suka pada perempuan perfeksionis? Lalu kenapa ia bisa menikahi Nara yang jauh dari kata perfeksionis? Jihye menatap Kyuhyun tak percaya seraya menghela nafasnya jengah.

“waah, kau makan sangat banyak sekali Nara-ssi” cela Jihye.

“ya, maka dari itu dia harus bekerja untuk membiayai asupan makannya sendiri” jawab Kyuhyun cepat. Nara langsung menatap Kyuhyun dengan tatapan mematikan, tapi setelah itu mereka tertawa bersama.

Kyuhyun mencubit pipi Nara dengan kedua tangannya. “bukankah dia babi yang menggemaskan?” Kyuhyun meminta persetujuan Jihye, yang dibalas dengan senyum canggung perempuan itu.

Niat awalnya adalah mempermalukan Nara dengan cara makannya yang terlihat rakus. Bukannya Nara merasa malu, tapi hal itu malah menjadi bahan bercandaan Kyuhyun. Tanpa disadari amarah Jihye bertambah ketika melihat Kyuhyun dan Nara menunjukan keromantisan mereka seperti itu. Dia merasa keberadaannya tidak dianggap oleh sepasang suami istri itu.

Kedatangan pelayan yang membawa hidangan pembuka untuk mereka menghentikan Kyuhyun dan Nara yang sedang berperang seperti anak kecil, mencubit pipi satu sama lain. Mata Nara berbinar melihat dua piring pesanannya. Tidak ada percakapan apapun lagi antara Kyuhyun dan Nara ketika makan. Nara terlalu sibuk menikmati makanannya. Dia tidak memperdulikan Jihye yang terus mengajak Kyuhyun bicara, bahkan tak jarang Kyuhyun dan Jihye tertawa bersama. Tapi tetap saja Kyuhyun memberikan perhatian pada istrinya dengan menyuapi menu miliknya pada Nara agar istrinya juga merasakan lezatnya menu yang dipilihnya.

҉҈

 

Hari demi hari terasa begitu cepat untuk Kyuhyun dan Nara. Tak terasa hari ini adalah hari terakhir mereka di Maldives sebelum kembali ke korea esok hari. Malam terakhir yang akan dipergunakan Kyuhyun semaksimal mungkin agar membuat kesan yang tak akan terlupakan oleh Nara.

Tak terasa juga pernikahan mereka sudah satu tahun. Berbagai kejadian telah dilalui sepasang suami istri ini. Semua kejadian manis antara Kyuhyun dan Nara, bahkan kejadian sangat pahit yang harus mereka hadapi ketika kehilangan calon bayinya. Mereka melewati semua kejadian itu dengan rasa cinta yang semakin bertambah satu sama lain.

Sore ini Kyuhyun telah menyiapkan perayaan kecil-kecilan untuk ulang tahun pernikahan mereka di pantai. Dengan menggunakan pakaian santai Kyuhyun mengajak Nara ke tempat yang telah disiapkan. Sebuah tempat dengan kesan romantis. Keindahan langit sore dan suara ombak menjadi pemanis tempat ini.

Setelah Nara dan Kyuhyun duduk, beberapa pegawai restaurant keluar membawa cake dan wine. Kyuhyun memang merencanakan ini jauh-jauh hari. Ia mengundur peresmian resortnya, dan memilih tanggal yang berdekatan dengan tanggal pernikahannya. Semuanya dilakukannya agar ia tidak perlu bolak-balik Seoul Maldives.

“happy anniversary. Kau tahu? Aku sangat beruntung dan bahagia memilikimu sebagai istriku. Tetaplah menjadi perempuan yang kuat seperti ini. Aku sangat mencintaimu” ucap Kyuhyun.

Nara tidak bisa berkata apapun lagi, dia terharu. Ucapan Kyuhyun sangat sederhana tapi entah kenapa hati Nara sangat senang mendengarnya. “aku mencintaimu”

Mereka meniup lilin bersamaan lalu menyatukan bibir mereka, saling menyalurkan rasa cinta yang mendalam. Kecupan demi kecupan yang berakhir dengan lumatan lembut dari Kyuhyun. mereka menghabiskan beberapa menit untuk kegiatan intim itu.

“akulah yang beruntung memiliki oppa sebagai suamiku” ucap Nara dengan nafas yang masih memburu.

Kyuhyun mengecup kening Nara, menarik istrinya agar lebih dekat, dan memeluknya seolah tidak mau kehilangan Nara.

Alunan musik mengalun indah beriringan dengan suara ombak. Kyuhyun mengajak Nara untuk berdiri ditengah lilin-lilin yang berbentuk hati untuk berdansa. Menggerakan tubuh seiring alunan musik yang dimainkan oleh beberapa pria berjas hitam.

Nara tidak pernah membayangkan hal ini terjadi padanya. Suaminya sangat romantis. Merayakan ulang tahun pernikahan mereka di Maldives dan menyiapkan semua ini. Kyuhyun memang bukan sang pangeran dengan kuda putih, tapi suaminya memiliki semua kriteria suami idaman Nara. Nara sangat bahagia karena kisah cintanya seindah fairy tale. Oh tidak, bahkan lebih indah dari fairytale.

҉҈

 

Sebulan sudah berlalu sejak mereka kembali ke korea. Kyuhyun dan Nara juga sudah melakukan aktivitasnya seperti biasanya. Bekerja dari pagi sampai sore, dan menghabiskan malam berdua. Entah itu hanya bermesraan atau bergulat di atas ranjang, melampiaskan hasrat cinta mereka. Kyuhyun dan Nara terlihat tidak bisa dipisahkan. Mereka selalu berdua, dan tak pernah merasa bosan dengan kegiatan yang mereka lakukan berdua.

Hari ini Nara mendapat telfon dari kantor polisi. Park Sena ingin bertemu dengannya. Tanpa memberitahu Kyuhyun, perempuan itu mengunjungi lapas wanita sendiri. Dia sangat penasaran kenapa Sena ingin bertemu dengannya.

“apa yang ingin kau bicarakan padaku?” tanya Nara tanpa basa-basi.

“aku hanya ingin meminta maaf atas semua kesalahanku” Sena berhenti sejenak untuk mengambil nafas. “sejak kau menemuiku saat itu, pikiran dan hatiku sangat tidak tenang. Aku telah membunuh nyawa yang tidak berdosa, bahkan aku telah membunuhnya sebelum dia lahir di dunia ini. Maafkan aku Nara-ssi” Sena menangis pelan.

“aku sudah memaafkanmu”

“kau memang sangat baik. Pantas saja Kyuhyun oppa menikahimu”

“pada dasarnya semua orang itu baik. Hanya saja ada alasan tertentu yang sedikit merubah mereka. Begitupun denganmu. Aku tahu kau orang yang baik, maka dari itu, berbuat baiklah pada semua orang”

Sena mengangguk. Sekarang perasaannya sudah lega. Tidak ada penyesalan yang terus membayanginya. Dan sekarang pun dia tahu, pilihan Kyuhyun memanglah tepat. Kyuhyun memilih Nara sebagai istrinya karena Nara adalah perempuan yang sangat baik. “semoga kebahagiaan terus menyelimuti keluargamu Nara-ssi”

“terimakasih. Begitupun denganmu” ucapan Nara menutup pertemuan mereka. Sena kembali ke sel tahanan, sedangkan Nara berjalan ke luar dengan perasaan senang. Dia juga tidak tahu kenapa perasaannya bisa sesenang ini, yang pasti perasaan ini datang setelah mendengar Sena mendoakan kebahagiaan akan selalu menyelimuti keluarganya. Dalam hati Nara mengamininya dengan tulus.

Untuk beberapa saat Nara terkejut melihat pak Kang berdiri di depan gerbang lapas wanita. Tapi Nara langsung menghilangkan keterkejutannya dan berjalan mendekat. Pak Kang menyapanya dengan senyuman dan mempersilahkan Nara masuk. Tak usah ditanya kenapa pak Kang bisa menjemputnya. Sudah pasti Kyuhyunlah yang menyuruh.

“Tuan Cho yang menyuruh saya menjemput nyonya dan mengantarkan ke kantor.” Jelas pak Kang.

Ujung bibir Nara kembali tertarik keatas. Dugaannya selalu benar. “bisakah ke rumah saja? ini sudah siang, aku tidak bisa masuk bekerja siang hari”

“maafkan saya, tapi tuan Cho menyuruh untuk mengantar nyonya ke kantor”

Nara mendesah, bagaimana jika dia bertemu dengan teman divisinya? Dia akan ketahuan sudah berbohong nanti. Sebelum menemui Sena, Nara menelfon Yesung dan mengatakan jika dia tidak bekerja karena tidak enak badan. Dan sekarang jika dia bertemu dengan Yesung, tamatlah sudah.

Perempuan itu segera mengeluarkan ponselnya, menekan speed dial nomer satu pada ponselnya. Sebuah suara terdengar sebelum dering kedua.

“oppa, bisakah kita bertemu di restaurant saja? aku tidak ingin bertemu kepala divisiku”

“karena kau berbohong?” tanya Kyuhyun sinis. “kau berhutang penjelasan padaku tentang hari ini Hwang Nara”

“aku akan menceritakan semuanya, tapi jangan di kantor eoh? Aku tunggu di restaurant biasa. Aku sangat mencintaimu” Nara mematikan sambungan telefonnya tanpa mendengar jawaban dari Kyuhyun. Tanpa dia ketahui, pria yang baru saja ditelfonnya mendengus kesal.

“pak Kang, tolong antarkan aku ke restaurant”

“baik nyonya” Pak Kang memutar arah, pria paruh baya itu sudah tahu restaurant mana yang dimaksud Nara.

 

Terhitung ini adalah piring ketiga pasta yang dimakan Nara dalam waktu satu jam ini. Dia masih menunggu suaminya yang belum datang juga. Bukankah Kyuhyun sudah setuju untuk bertemu di restaurant? Kenapa ia belum datang juga? Apa ia marah karena pergi tanpa meminta izin padanya terlebih dahulu?

Nara sibuk memisahkan daun yang ada di pastanya hingga tak mengetahui Kyuhyun telah duduk di depannya. Kyuhyun berdeham, membuat Nara mendongakan kepalanya. Dan.. dia melihat suaminya sudah duduk di depannya.

“apa jalan kantor menuju restaurant bertambah panjang?” tanya Nara sakartis.

“aku sedang memimpin rapat direksi saat kau menelfon tadi”

“dan oppa tidak memberitahuku?” Nara menatap tak percaya.

Alih-alih menjawab, Kyuhyun malah bertanya. “kita pulang sekarang?”

“oppa tidak makan?”

“aku sudah kenyang hanya dengan melihatmu makan” sindir Kyuhyun. Akhir-akhir ini Nara memang makan sangat banyak.

“aku akan membayar semua makananku sendiri” Kyuhyun tersenyum. Ia tak pernah menduga Nara akan menjawab seperti itu. Nara mengambil uang beberapa lembar dan menaruhnya didalam bill. Tanpa menunggu Kyuhyun dia berjalan keluar dengan muka masam.

Tidak ada percakapan apapun selama perjalanan. Begitupun sekarang. Mereka sudah sampai di rumah beberapa menit yang lalu dan keadaan mencekam masih menyelimuti. Kyuhyun sama sekali tidak mengajak Nara bicara. Padahal saat ditelfon tadi Kyuhyun mengatakan jika Nara harus menceritakan semuanya pada Kyuhyun.

Nara sudah tidak bisa menahannya lagi. Setelah mengganti bajunya dengan kaos santai, dia menemui Kyuhyun yang sedang minum di depan kulkas.

“kenapa oppa mendiamkanku?” tanya Nara menuntut.

“ada apa denganmu?”

“ada apa denganku? Apakah oppa tidak mengerti juga?” suara Nara meninggi. Dia menghembuskan nafasnya jengah.

“aku sangat berusaha untuk tetap tersenyum sejak keluar dari restoran tadi. Aku sudah tidak tahan lagi.” Air mata Nara mulai keluar. “kenapa oppa seperti ini?”

“aku kenapa?” Kyuhyun masih belum mengerti dengan apa yang dimaksud istrinya.

“oppa mendiamiku sejak dari restoran tadi.” Tubuh Nara merosot ke lantai dan tangisannya semakin terisak.

Melihat itu Kyuhyun berjongkok didepan Nara. Memeluk dan mengusap punggung istrinya. “Aku salah, maafkan aku” sesal Kyuhyun. “aku tak bermaksud mendiamimu. Aku hanya menunggu sampai kau bercerita sayang”

“oppa kejam sekali”

“ssst, sudah jangan menangis” Kyuhyun menghapus air mata istrinya lalu menggendongnya dan mendudukan istrinya di sofa ruang tengah. Saat Kyuhyun akan kembali ke dapur untuk mengambilkan minum, Nara menahannya dan memeluk Kyuhyun sangat erat.

҉҈

 

Hari minggu ini Nara dan Kyuhyun hanya berada di rumah. Bermalas-malasan seraya menonton acara TV. Kekhawatiran Kyuhyun akan maag istrinya yang kambuh bertambah ketika sore datang. Sedari siang pria itu terus membujuk istrinya untuk makan, tapi hasilnya nihil. Kyuhyun sudah menawarkan untuk makan diluar, tapi Nara menolaknya. Begitupun dengan memesan makanan. Nara mengatakan dia tidak ingin makan apapun hari ini. Ide untuk memasak ramyun terlintas begitu saja dalam pikiran Kyuhyun. Segera pria itu beranjak ke dapur, untuk memasak ramyun kesukaan Nara. lebih baik Nara memakan ramyun daripada tidak memakan apapun.

Sadar jika suaminya sudah tidak bersamanya di ruang tenga, Nara menyusul Kyuhyun ke dapur. “iwh baunya. Apa oppa sudah gila? Memasak ramyun yang baunya sangat tidak enak ini” keluh Nara, dia terus menutup hidungnya.

Kyuhyun bingung. “apa yang salah? Aku memasakan ramyun kesukaanmu”

“aku tidak mau makan”

“tapi ini sudah sore dan kau baru makan sekali. Kau harus makan Hwang Nara!” suara Kyuhyun meninggi.

“aku tidak mau makan” Nara berlari ke ruang tengah dan menjatuhkan tubuhnya disofa empuk di sana.

“apa yang ingin kau makan?” Kyuhyun melunak.

“aku tidak ingin makan. Jangan memaksaku seperti ini” Nara merengek, bahkan air matanya sudah menggenang dipelupuk matanya.

“kenapa kau menjadi sangat sensitive dan manja akhir-akhir ini?” Kyuhyun membelai surai kecokelatan milik istrinya. Sekarang Nara sedang memeluk Kyuhyun.

“sayang? Apa kau hamil?” pertanyaan Kyuhyun membuat mata Nara membulat sempurna. Apakah mungkin dia hamil? Tapi seingatnya dia sudah tidak menstruasi 2 bulan.

“kau juga tidak menstruasi. Aku memasukimu setiap malam. Bukankah kau sudah memakai kontrasepsi?” amarah Kyuhyun memuncak membuat Nara ketakutan. Dia terus memainkan jarinya gelisah.

……..

 

Segini dulu yaa, lanjut besok lagi. Udah banyak banget yang nagih part ini di ig TT, dm ig isinya cuma dari kalian yang terus nanyain part 12 L jadi aku post seadanya. Mian mian~

Aku udah nyicil sequel eternal love, tapi gatau kapan selesainya. Ditunggu aja. Hehe

oiyaa, aku baru aja bikin line@ buat update info per ff an, kalian juga bisa minta password di sana. Aku juga bakal ngeshare foto-foto Kyuhyun. Di add yaa ^^  @gse9174z

See you on the next part. Kisskiss

 

With love,

Chokyulate

Advertisements

27 thoughts on “Everlasting part 12

  1. Udh romantis gitu
    Wanita2 yg deketin gyu udh berangsur pergi n ngerelain gyu
    Udh panas tiap malam
    Udh prnah kehilangan anak
    Tp knp gyu kesannya gak mau punya anak skrg

    Trauma keguguran kah ??

    Liked by 1 person

  2. Knp kyu hrs marah nara kl memang hamil hrsnya kan senang mau punya anak lagi apa krn takut terjadi sesuatu pd nara hingga kyu marah

    Mdhn” saja marah kyu tdk lama dan tdk mmbuat hub mereka renggang dan masuknya orang ke 3

    Liked by 1 person

  3. Yeaaaaa akhirnya kluar jugaaaa
    Seneng bnget liat mreka romantis banget.
    Sepertinya nara hamil deh, dari sifat sensitifnya hingga porsi makannya luar biasa wkwkwk
    Tp kenapa kyu marah gpp lah hamil asalkan nara bisa hati” lagi dan gak ceroboh.
    Semoga kyuhyun ga marah kasihan naranya 😖😖😖

    Liked by 1 person

  4. Ya semoga aja nara beneran hamil..lagian sensitive banget perasaannya bahkan nyium bau ramyeun aja gk suka.. yah semoga aja beneran hamil kan jadi makin sempurna jadi keluarga kecil CHo

    Liked by 1 person

  5. Yaaaaa kyu jgn marah dongggh ma nara, mungkin nara salah tdk mendengarkan peringatannmu, tp siapa sihhh wanita yg sdh menikah tdk mw memiliki keturunan walaupun dia hrs mengorbankan nyawanya ntar. Semoga marah kyu reda n lebih perhatian k nara agar tdk terjadi hal buruk thd nara selama hamil. Next d tunggu cinggu

    Liked by 1 person

  6. Yahh kyu kenapa kamu marah sama nara si emang kenapa kalo nara hamil lagi kan itu anak kamu bukan orang lain….
    Semoga aja nara beneran hamil dan kyuhyun bisa menerima kehamilan nara yang kedua ini…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s