Chapter · marriedlife · romance

Everlasting part 8

Pagi datang dengan cepat hari ini. Nara membuka matanya seiring gorden kamar inapnya yang terbuka. Kyuhyun tersenyum melihat istrinya yang sedang berusaha duduk. Perempuan itu terlihat sedang menelisik kamar rawat inapnya. Kyuhyun berjalan mendekatinya, mencium keningnya lalu duduk di depan Nara.

“kenapa aku ada di sini?” tanya Nara bingung. Dia benar-benar tidak ingat kenapa berada di rumah sakit dengan tangan yang terinfus.

Nara terdiam mencoba mengingat apa yang terjadi padanya hingga terbangun di rumah sakit. Sedikit demi sedikit kilasan dirinya yang terguling dari tangga kembali di ingatannya. Seketika kedua tangannya meraba perutnya yang rata. Bayinya! Calon anaknya yang sudah dia nantikan selama ini. Manik mata coklatnya menatap Kyuhyun sendu. Air matanya pun sudah menggenang, siap untuk jatuh membasahi pipi Nara.

Kyuhyun mengambil tangan Nara, menggenggamnya erat. “kita masih bisa memiliki baby Cho yang lain. Jangan menangis sayang, kau tahu aku paling tak bisa melihatmu menangis” pria itu tersenyum hangat, Menenangkan, dan memberi sedikit kenyamanan untuk hati Nara.

Hanya sedikit. Senyuman Kyuhyun melonggarkan sedikit jeratan tali yang menjerat jantung Nara. Meski masih sangat terasa menyesakan mengetahui calon anaknya telah pergi, Nara tetap memaksakan senyumnya agar Kyuhyun tidak terlalu khawatir.

“aku akan membersihkan diriku dulu, setelah itu aku akan membantumu mandi sebelum sarapan” Kyuhyun mencium kening Nara sebelum beranjak ke kamar mandi yang ada di dalam kamar VVIP itu.

Nara menatap langit yang cerah melalui jendela kamar inapnya. Tangannya belum beranjak dari perutnya. Keadaan hatinya tidak secerah langit hari ini. Dia teringat akan rutinitas paginya, mendengarkan musik klasik yang kata orang-orang bagus untuk calon bayinya. Namun tidak ada musik klasik untuk pagi ini. Dan juga tidak ada tangan besar yang mengusap perutnya pagi ini. Jika saja dia mau menunggu lift sebentar saja. Dirinya tidak akan terjatuh dari tangga. Jika saja dia tidak ceroboh, dia tidak akan mengalami keguguran. Sekarang hanya ada penyesalan. Menyesal karena tidak bisa menjaga calon anaknya dengan baik.

Hati Kyuhyun terasa nyeri ketika mendapati istrinya melamun seraya memegangi perutnya. Pria itu baru saja keluar dari kamar mandi dengan tampilan yang lebih segar. Tapi melihat istrinya yang seperti itu, wajah Kyuhyun kembali muram. Kyuhyun meletakan wadah air dan wahslap di meja lalu duduk di samping Nara, membawa tubuh ringkih itu ke dalam pelukannya dan menyenderkan kepala Nara di dada bidangnya. Tangannya membelai helaian rambut kecoklatan Nara.

“jika saja aku tidak turun melewati tangga, dia pasti masih berada di dalam rahimku” ucap Nara lirih. Kini buliran air mata telah jatuh membasahi pipinya.

“ini semua salahku. Aku tidak bisa menjadi ibu yang baik. Dia pasti sangat kecewa padaku” Nara terisak “dia belum sempat melihat dunia”

“tidak, ini bukan salahmu. Berhenti menyalahkan dirimu. Ssssttt, sudah jangan menangis”

“aku ingin pulang”

“dokter belum mengizinkanmu pulang, tunggulah sebentar lagi”

“aku ingin pulang sekarang juga. Oppa.. aku mohon” Nara merengek seperti balita.

Kyuhyun memejamkan matanya sesaat untuk menahan emosinya yang akan meluap karena istrinya terus saja meminta pulang ke rumah. Keadaannya belum sembuh total, tapi Nara terus saja meminta untuk pulang.

Telepon Kyuhyun berdering, ia melonggarkan pelukannya lalu mengambil ponselnya yang ada di atas nakas. Ia mendengus kesal saat melihat ID caller pada layar ponselnya. Henry yang menelfonnya. Sebenarnya hal apa yang membuat Henry menelfonnya pagi hari seperti ini? Dalam hatinya Kyuhyun berjanji akan memotong 50% gaji Henry jika kabar yang disampaikan tidak penting.

“ada apa?” tanya Kyuhyun langsung.

“hyung, Nara terjatuh bukan karena salahnya. Sena mendorongnya saat Nara menuruni tangga”

“tidak mungkin dia tega berbuat seperti itu. Dia gadis yang baik.”

“dia adalah adik Park Yeonbi. Sudah pasti dia tega melakukannya”

“Apa kau sudah menemukan buktinya?”

“tentu saja sudah. Aku menunggumu di kantor sekarang. Cepat kemarilah” perintah Henry.

Kyuhyun menggeram. Bisa-bisanya Henry memerintahnya. Kyuhyun menolehkan kepalanya untuk menatap Nara, dan seketika itu juga tangan Nara memegang erat tangan Kyuhyun seakan berkata ‘jangan tinggalkan aku’. Kyuhyun menghela nafasnya “kirimkan buktinya padaku melalui email. Aku tidak bisa meninggalkan Nara sekarang”

Sedetik kemudian kyuhyun memutus sambungan telefonnya, menaruh ponselnya di atas nakas dengan kasar, lalu menatap Nara tajam. “jika kau pulang ke rumah sekarang, apa kau mau berjanji padaku?”

Nara mengangguk cepat.

Kyuhyun mengacak poni istrinya. “bodoh, aku belum mengatakan apapun”

“aku akan melakukan apapun asalkan oppa membawaku pulang ke rumah sekarang”

“baiklah, aku ingin kau tidak bersedih lagi, dan saat di rumah nanti jaga dirimu dengan baik selama aku pergi. Ada urusan yang harus aku selesaikan. Aku berjanji akan segera pulang”

Nara diam, untuk beberapa saat dia menyesal karena merengek agar bisa pulang ke rumah. Kyuhyun akan meninggalkannya sendiri di rumah. Akan lebih baik jika Kyuhyun tetap bersamanya meskipun di rumah sakit. Namun di lain sisi Nara sudah tidak betah berada di sini lebih lama. Ingatan orang tuanya yang meninggal di rumah sakit selalu membayanginya.

“aku masih di sini tapi kau sudah bersedih. Kalau begitu kita tidak jadi pulang”

Nara menggeleng cepat. “aku tidak sedih, kita pulang sekarang eoh?”

Kyuhyun menunduk untuk mengecup bibir istrinya. “aku akan bicara pada dokter. Tunggu sebentar” pria itu beranjak dari kamar inap Nara. Ia pergi untuk menemui dokter Park, bertanya tentang keadaan istrinya jika di bawa pulang sekarang.

Beruntung dokter Park mengatakan Nara bisa pulang hari ini, hingga sekarang Kuhyun dan Nara sudah dalam perjalanan menuju rumah mereka. Tentu saja Nara diperbolehkan pulang dengan catatan dia harus istirahat dan jangan terlalu memikirkan sesuatu yang bisa membuatnya stress.

Setibanya di rumah, Nara mengedarkan pandangannya menyapu setiap sudut rumahnya yang masih terbilang baru. Nara dan Kyuhyun pindah ke rumah ini sehari setelah apartemen mereka terbakar, jadi Nara masih belum terbiasa dengan tatanan rumah barunya yang juga lebih luas daripada apartemennya. Nara menghentikan langkahnya ketika sudah berada di ruang tengah rumahnya, dia membalikan badannya cepat untuk menghadap Kyuhyun. “oppa bisa pergi sekarang, aku akan baik-baik saja”

Kyuhyun tak menjawab apapun, ia hanya mengangguk lalu menempelkan bibirnya di atas bibir cherry milik Nara.

“aku sudah menyuruh Jung ahjumma untuk memasakan makan siang. Kau harus menghabiskan makan siangmu” ujar Kyuhyun setelah melepas ciumannya.

“oppa tidak akan makan di rumah?”

“aku usahakan untuk pulang sebelum jam makan siang, tapi kau jangan menungguku”

Nara memaksakan senyumnya lalu mengangguk. “aku akan ke kamar sekarang”

“hmm.. istirahatlah dengan baik, aku sudah menyiapkan sesuatu untukmu jika kau sembuh nanti. Aku pergi sebentar, I love you” Kyuhyun melambaikan tangannya, berjalan keluar dari rumahnya untuk bertemu dengan Henry.

**

Kyuhyun menggeram marah setelah melihat beberapa bukti dan penjelasan tentang Sena yang mendorong Nara hingga keguguran. Sebelumnya Kyuhyun tidak percaya dengan apa yang dikatakan Henry karena setahu Kyuhyun Sena adalah gadis yang sangat baik. Namun setelah mendengar penjelasan dari Henry, Kyuhyun percaya jika kebaikan Sena hanya akting semata.

Ketukan pintu ruangan Kyuhyun menginterupsi Kyuhyun dan Henry. Setelah pintu terbuka, tampaklah seorang pria dengan stylenya yang modis. Lihatlah, sekarang ia memakai jeans berwarna hitam dengan kaos putih dan jaket kulit yang sewarna dengan jeansnya. Ia adalah Kim Heechul, petugas kepolisian yang menangani kasus kebakaran di apartement Kyuhyun.

“selamat siang Kyu sajangnim” sapanya ramah, ia memang sudah kenal lama dengan Kyuhyun karena dulu ia sempat kuliah di universitas yang sama dengan Kyuhyun.

“oh hyung, ada apa?”

“kau benar, kebakaran di apartemenmu bukanlah unsur kebetulan. Aku sudah menemukan tersangkanya. Park Sena, anak buahku sedang menuju apartemennya”

Dan Kyuhyun kembali terhenyak dengan kejahatan lain yang Sena lakukan. “kita ke apartemen Sena sekarang”

Ketiga pria itu mengendarai mobil mereka masing-masing untuk sampai di apartemen Sena. Bukannya mereka tidak mau berada di mobil yang sama, akan tetapi mereka memiliki urusan lainnya setelah menyelesaikan masalah ini. Heechul harus segera kembali ke kantor polisi untuk membuat laporan, Henry ingin pulang ke rumahnya yang sudah ditinggalkannya dua hari ini demi memantau rekaman cctv untuk mengumpulkan bukti, begitupun dengan Kyuhyun. Seperti yang kita tahu, Kyuhyun sudah berjanji pada Nara untuk berusaha pulang sebelum jam makan siang.

Kyuhyun disambut dengan pemandangan seorang polisi yang sedang berusaha mendobrak pintu apartemen Sena. Dengan langkah lebarnya Kyuhyun mendekati pintu. Ia terlihat berfikir sejenak sebelum menekan angka pada tombol password apartemen Sena.

Kyuhyun tersenyum tipis penuh kemenangan ketika mendengar bunyi kunci terbuka. Sementara semua orang melongo untuk beberapa saat melihat Kyuhyun yang dengan mudahnya menebak password apartemen Sena. Jangan lupakan otak Kyuhyun yang jenius, membobol password sangatlah mudah bagi Kyuhyun. Pria itu masuk diikuti dengan yang lainnya. Terlihat Sena sedang bersembunyi dibalik sofa.

“kau telah melakukan kejahatan yang tak termaafkan” ujar Kyuhyun dengan suara kerasnya. Terlihat sangat jelas jika pria itu sedang menahan amarahnya.

Sena berdiri dari persembunyiannya, jaraknya dengan Kyuhyun hanya sekitar sepuluh langkah. Sengat dekat hingga dia bisa merasakan aura kemarahan Kyuhyun. Sena tersenyum tipis menyadari inilah saatnya dia tertangkap karena kejahatannya.

“aku tidak menyesal menyakiti Nara. Oppa lah yang akan menyesal suatu hari nanti karena telah menyia-nyiakan kakakku. Mengabaikan kakakku demi gadis yang tidak seberapa itu” ucap Sena lantang.

Kyuhyun semakin mengepalkan tangannya. Ingin sekali ia memukul Sena tapi ia tidak bisa. “kau tahu aku tidak bisa memukul perempuan, tapi di dalam hatiku, aku sudah memukulmu sangat keras” tatapan tajamnya belum beralih dari gadis yang ada di depannya. “bawa dia! Hukum dia seberat-beratnya. Biarkan dia membusuk di penjara dengan semua rencana jahatnya” perintah Kyuhyun pada petugas polisi yang berdiri tak jauh darinya.

Kyuhyun diam melihat Sena yang sedang di borgol oleh polisi. Ingatannya terbang pada saat Nara masuk dari ruangannya dengan tangan yang tergores. Saat itu, dengan bodohnya ia tidak menyelidiki lebih lanjut kenapa istrinya sampai tergores lumayan dalam. Ia malah menyalahkan Nara yang ceroboh. Dan kebodohan itu terulang kembali beberapa hari yang lalu saat Nara terjatuh dari tangga. Pada kenyataannya, Nara sudah menjaga calon anak mereka dengan sangat baik. Posisi Nara saat tergeletak tak berdaya di lantai pun sedang memegang perutnya, seolah melindungi hal yang paling berharga.

Kyuhyun berjalan cepat keluar dari apartemen Sena. Ia ingin segera pulang dan menemui istrinya, memeluk istrinya dan meminta maaf karena telah berfikiran buruk tentang Nara. Pria itu melajukan mobilnya dengan cepat, menembus jalanan yang lengang.

Rumah Kyuhyun

Jung ahjumma menghentikan langkahnya ketika melihat Kyuhyun yang sedang berjalan mendekatinya. Kyuhyun langsung tahu jika istrinya belum makan melihat nampan berisi makanan yang dibawa Jung ahjumma.

“saya sudah menyuruhnya makan tadi, tapi sedari tadi nyonya tidak mau keluar dari kamarnya. Maka dari itu..”

“kami akan makan di ruang makan” potong Kyuhyun cepat sebelum melangkahkan kakinya menuju kamar di mana Nara berada.

Mengerti akan maksud Kyuhyun, akhirnya Jung ahjumma membawa nampan itu kembali ke dapur.

Kyuhyun melihat Nara sedang duduk di sofa yang menghadap ke jendela. Menampakan pemandangan taman di halaman belakang rumahnya. Tangan kanannya memeluk teddy bear yang sangat besar, sementara tangan kirinya berada di atas perutnya yang rata. Pria itu melangkah semakin dekat, sekarang ia bisa melihat tatapan kosong Nara.

Hati Kyuhyun terasa nyeri melihat kesedihan istrinya yang mendalam. Apa yang harus ia lakukan agar istrinya melupakan kejadian buruk itu? dan kembali ceria seperti biasanya.

“Ra-ya?” Kyuhyun duduk di samping Nara.

Perempuan itu terlonjak menyadari Kyuhyun sudah berada di sampingnya. Namun pada detik berikutnya dia tersenyum manis. “kapan oppa pulang?”

“bukankah aku sudah bilang untuk tidak bersedih?”

“aku tidak bersedih”

“jangan mengelak! Kita masih bisa memiliki yang lainnya. Lupakan kejadian buruk itu”

Nara terdiam mendengar perkataan Kyuhyun. Memiliki yang lain? Apa Kyuhyun lupa akan perkataan dokter Kang tentang Nara yang akan sulit hamil? Entah sejak kapan air mata Nara mengalir deras. Dan sekarang dia sudah berada dipelukan suaminya.

“jika kita yakin, kita pasti akan memiliki yang lainnya. Sssst, sudah jangan menangis lagi”

Kyuhyun melepaskan pelukannya. Ia menangkup wajah Nara agar perempuan itu menatapnya. “kau percaya Tuhan selalu bersama orang baik kan? Kau pasti akan hamil lagi.”

Nara mengangguk. Perkataan Kyuhyun benar. Jika dia yakin, dia pasti akan memiliki baby Cho yang lainnya.

“bagus! Sekarang aku ingin bertanya padamu. Kenapa kau menghiraukan panggilan Jung ahjumma? Ini sudah setengah 2, dan kau belum makan siang”

“tentu saja aku menunggu suamiku” jawab Nara cepat.

“ayo turun, masakan Jung ahjumma sudah menunggu kita” Kyuhyun menggandeng Istrinya menuju ruang makan.

**

Hari ini Nara kembali bekerja seperti biasanya. Tak sedikit pegawai perusahaan yang menanyakan kabarnya. Tentu saja berita tentang Nara yang terjatuh hingga pingsan telah menyebar di perusahaan Kyuhyun, dan tak sedikit juga yang tahu jika Sena menjadi tersangka dalam kasus ini.

“Nara-ya!!” panggil Bona dari kejauhan. Gadis itu berlari menuju Nara yang sedang berjalan menuju ruang divisinya.

“senang rasanya bisa melihatmu. Selamat datang kembali bu presdir” goda Bona. Nara tersenyum menanggapi tingkah Bona yang lucu.

“aku dengar saat itu kau mengalami pendarahan. Apa itu benar?”

Nara mengangguk

“hish nenek lampir itu! Semoga saja Sena mendapat balasan yang setimpal”

“Se.. Sena?” tanya Nara tergagap

Bona menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. “kau belum tahu?” tanyanya hati-hati.

Ekspresi Nara tidak terbaca saat ini. Dia terkejut, marah, dan kecewa. Nara tidak menyangka Sena tega melakukan hal itu. Nara merasa tidak mempunyai masalah yang serius dengan Sena. Masalah mereka selama ini hanya karena Nara selalu membela Bona saat gadis itu dibully oleh Sena dan teman-temannya. Lalu kenapa Sena tega mendorongnya hingga keguguran?

Nara tidak berkata apapun lagi, dia berbalik dan pergi meninggalkan Bona. Dengan langkah bar-bar Nara berjalan menuju ruangan Kyuhyun. Dia masuk ke ruangan Kyuhyun begitu saja tanpa mengetuk pintu dan berdiri tepat di depan Kyuhyun.

“kenapa oppa tidak memberitahuku tentang Sena?” Kyuhyun menatap Nara bingung.

“aku tahu Sena yang mendorongku. Aku ingin menemui Sena sekarang”

Kyuhyun terkejut dengan keinginan istrinya. Menemui Sena? Untuk apa? Bagaimana keadaan Nara nanti jika bertemu dengan Sena? Pasti dia akan kembali teringat dengan kejadian buruk itu dan kembali sedih.

…….TBC

 

Annyeong~

Kalo ada pertanyaan seputar ff atau apapun, feel free to ask on my instagram: citraariska

mian kalo part ini sedikit, seharusnya belum dipublish. tapi karena banyak DM di ig yang nanyain… jadi publish seadanya dulu TT

see you on the next chapter ^^

with Love,

Chokyulate

Advertisements

36 thoughts on “Everlasting part 8

  1. APA sena tidak tau yg sebenarnya, kakaknya itu mempunyai sifat seperti APA??? bila ia tau mungkn dia akan menyesal, Dan knpa Nara mau bertemu dgn sena… jgn terlalu baiklah.. tkutnya nanti di celakai terus… 😂😁

    Liked by 1 person

  2. Yeaaa akhirnya publish jugaaa 😄😄😄
    Rasakan lo sena ketangkap polisi dan hukun dia seberat beratnya sampai busuk dienjara aja gpp. Gak kakak gak adik kelakuannya sama aja. Nara eonni jangan sedih lagi pasti ada keajaiban untuk mu buat munculnya baby cho 😊.
    Ngapain nara eonni mau ketemu sena? Jangan lah nanti dia malah sedih lagi. Kyuhyun oppa buatlah nara eonni tetap kuat dan slalu ada disampingnya. Pokoknya berdoa yg terbaik 😄

    Ditunggu next chaternya eonni udah gak sabar pingin tahu kelanjutannya

    Liked by 1 person

  3. si sena emng nenwk lampir jahat banget kelakuan y smpe”ngelakuin tindakan kriminal.mudah”sena dihukum seadil adilnya..
    nara mau bertemu sama sena apa yg akn nara lakuin sma sena .dicambak dipukul ?hah ďtnggu klanjitanny secepatnya…

    Liked by 1 person

  4. Kasian nara hrs kehilangan calon baby mereka mdhn” kyu trus setia pd nara dan tdk mmpermasalhkan mengenai anak lagi bisa bertahan disamping nara sampai nara bisa hamil lagi

    Liked by 1 person

  5. Gapapaa kalii thor sedikit yang penting mah udah di publish readers juga pada banyak nungguin wkwk :3

    Tuhkan sena lagi sena lagi -____-

    Bener kata kyuhyun kalo mereka bekerja lebih keras lagi(?) pasti nara bisa mengandung lagiii

    Liked by 1 person

  6. Akhirnya kejahatan sena kebongkar juga. Sena engga tau ya kalo sifat kakaknya itu mengerikan kalo dia tau pasti malu tu sama kyuhyun….
    Semoga nara cepet-cepet hamil walaupun rahimnya lemah tapi masih ada kesempatan buat dia hamil lagi….

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s