Chapter · Uncategorized

Everlasting Part 7

 

Sena terkejut mendapati Nara sedang makan siang bersama Bona di kantin perusahaan. Dia berfikir bahwa Nara sudah mati dalam kejadian kebakaran kemarin lusa. Namun nyatanya gadis itu masih terlihat sangat sehat dan sedang tertawa bersama temannya.

 

Flashback

“hapus rekaman cctv yang memperlihatkan aku datang ke apartemen hari ini dalam waktu 30 menit, dan rahasiakan ini semua dari siapapun” Sena memberi cek kosong kepada petugas keamanan apartemen.

Petugas itu mengangguk lalu beranjak pergi untuk melaksanakan perintah Sena.

Sejak Sena tahu bahwa Kyuhyun melakukan perjalanan bisnis, gadis itu menyewa unit apartemen di gedung yang sama dengan apartemen Kyuhyun. Bahkan dia membayar harga sewa sangat mahal hanya untuk unit apartemen yang berada tepat di atas lantai unit apartemen Kyuhyun. Sena tersenyum membayangkan rencananya untuk mencelakai Nara. Semuanya sudah disusun rapi, dan hari ini Sena akan melancarkan aksinya.

Setelah menunggu selama 30 menit, Sena memotong saluran gas hingga apartemennya dipenuhi dengan gas. Dia menaruh pisau ke dalam micro wave yang sudah diatur untuk memasak selama 10 menit. Setelahnya Sena berlari keluar dari apartemennya. Dia sudah memperkirakan akan sampai di taman gedung apartemen dalam waktu sepuluh menit, mengingat lift di gedung apartemen ini sangat cepat.

Benar saja, unit apartemen Sena meledak ketika gadis itu sampai di taman. Sena tersenyum senang melihat kobaran api dari apartemennya. Seketika itu juga saluran listrik di apartemen padam, membuat api merah itu terlihat bagai kembang api di malam hari.

Mata Sena terus tertuju pada kerumunan orang yang berbondong-bondong keluar dari gedung apartemen. Hatinya semakin senang saat mata cantiknya tak menangkap sosok Nara diantara orang-orang itu.

“Semoga kau sampai ke neraka dengan cepat Hwang Nara” Sena bergumam lalu pergi meninggalkan area apartemen yang semakin dikerumuni orang-orang.

Flashback end*

 

“kau sangat beruntung Ra-ya, Tuhan mengirimkan banyak malaikat untuk menjagamu.” ucap Bona setelah mendengar cerita Nara tentang yang terjadi padanya kemarin lusa. “tapi apartementmu adalah apartemen dengan keamanan terbaik. Bagaimana itu terjadi?”

Nara menggendikan bahunya “pihak apartemen mengatakan kebakaran itu karena kebocoran gas, tapi suamiku terus bersikukuh jika ada unsur kesengajaan. Oleh karena itu ia menyuruh orang—orangnya menyelidiki kasus ini lebih lanjut” jawab Nara berbisik

“waah presdir sangat mencintaimu”

Nara tersenyum “aku sangat beruntung memilikinya. Ah aku ingin membeli churros di café sebelah perusahaan. Apa kau mau ikut?”

“tidak, aku harus segera menyelesaikan laporanku” Bona mencondongkan badannya ke depan lalu berbisik “si  kepala besar itu akan memarahiku”

Nara tertawa renyah. Dia selalu membayangkan reaksi Yesung jika mendengar para pegawai divisinya memanggilnya kepala besar. Sebenarnya bukan Yesung yang jahat dengan meminta semua laporan agar segera selesai. Pria itu hanya menjalankan tugassnya dari Kyuhyun. Sebenarnya Kyuhyunlah yang patut disalahkan dan diumpat, bukan Yesung. “aku akan membungkusnya untukmu. Aku pergi dulu”

Nara beranjak keluar dari kantin perusahaan. Kaki jenjangnya membawanya ke depan lift, sayangnya semua lift sedang dalam perjalanan naik. Nara berbalik, berjalan menuju tangga yang terletak tak jauh dari lift. Turun menggunakan tangga tidak masalah bukan? Lagipula ini hanya satu lantai. Nara teringat dengan perkataan Kyuhyun mengenai tangga itu yang hanya sebagai hiasan, kenyataannya tangga itu juga berguna untuk Nara sekarang. Berguna untuk ibu hamil yang sudah sangat ingin memakan churros dan tidak sabar untuk menunggu lift berjalan turun.

Nara tidak tahu jika ada orang yang mengikutinya dari belakang. Hingga Nara merasakan ada yang sepasang tangan yang mendorongnya saat dia akan melangkahkan kakinya menuruni tangga. Nara jatuh berguling dan tergeletak di lantai dasar. Cairan berwarna merah mengalir keluar dari pelipisnya. Darah juga mengaliri pahanya. Semua orang yang berada di lantai dasar langsung berlari mendekati Nara.

 

Kyuhyun yang baru saja kembali dari makan siang bersama rekan bisnisnya terkejut mendapati kerumunan orang di depan tangga dekat lobby. Matanya membulat sempurna ketika melihat istrinya tergeletak tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir. Ia berlutut, dengan hati-hati ia mengangkat kepala Nara. Meraba wajah istrinya yang terlihat pucat. “cepat panggil ambulance!” triak Kyuhyun panik. Kekhawatiran terlihat sangat jelas dari raut wajahnya.

“mereka dalam perjalanan kemari sajangnim” jawab salah satu pegawai yang mengerubungi Kyuhyun dan Nara.

Semua pegawai yang ada di sana tertegun melihat betapa Kyuhyun sangat mengkhawatirkan istrinya. Baru kali ini mereka melihat sisi lain dari presiden direktur yang terkenal sangat disiplin dan tegas. Kelembutan sikap Kyuhyun dan cintanya kepada Nara terpancar sangat jelas sekarang. Tak sedikit juga para wanita merasa iri dengan Nara yang berhasil mendapatkan hati Kyuhyun.

Suara sirine yang memekakan telinga membuat kerumunan itu melonggar. Memberi jalan untuk para petugas medis memeriksa Nara. Gadis itu di rebahkan di ranjang pasien, segera dibawa masuk kedalam ambulance agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit. Selama diperjalanan, Kyuhyun terus menggenggam tangan Nara, tak hentinya ia berdoa agar istrinya baik-baik saja. Bagaimana dengan calon anaknya? Melihat darah yang keluar di sela paha Nara, Kyuhyun tahu jika kemungkinan calon anak mereka bertahan di rahim ibunya sangatlah kecil. Kyuhyun sudah pasrah dengan apa yang terjadi pada calon anaknya, sekarang yang ada dipikirannya hanya keselamatan Nara. Berharap istrinya tidak terluka terlalu parah.

 

Setelah mendapatkan penanganan di UGD, sekarang Nara sudah dipindahkan di ruang rawat inap. Wajah Nara tampak pucat dengan perban dipelipis kanannya. Kyuhyun terus memandangi istrinya yang masih tak sadarkan diri. Perasaan marah, khawatir, dan sedih, bercampur menjadi satu didalam hati Kyuhyun. Terlebih sampai sekarang ia belum mendapat kabar dari Henry tentang cctv yang merekam kejadian bagaimana Nara terjatuh. Hingga saat ini Kyuhyun yakin itu adalah kecerobohan istrinya.

Suara ketukan heels dengan lantai membuat Kyuhyun menoleh. Kang Mo Yeon, teman sekaligus dokter kandungan istrinya sudah berdiri di sampingnya. “calon bayi kalian tidak bisa bertahan”

Kyuhyun memejamkan matanya seraya menghirup nafas dalam-dalam. Perkataan dokter Kang menyesakan hatinya.

“dan..” dokter Kang menghentikan perkataannya. Dia tahu jika Kyuhyun sekarang sedang menahan emosinya. “kejadian itu membuat rahim Nara lemah. Mungkin dia akan sulit untuk mengandung. Aku tidak bisa menjamin Nara akan mudah mengandung kembali”

Blaam!!! Kyuhyun sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Ia keluar berjalan keluar dari kamar rawat Nara tanpa berkata apapun. Kyuhyun tidak akan bisa mengendalikan dirinya jika melihat Nara lebih lama lagi. Ia yakin jika kejadian ini karena kecerobohan istrinya. Ia marah dengan Nara yang tidak bisa menjaga dirinya. Nara hamil, tapi dia malah menggunakan heels. Dan terjatuh dari tangga? Mungkin istrinya berlari hingga terjatuh dari tangga. Sama seperti kejadian lalu saat Kyuhyun akan berangkat ke Eropa. Lagipula di perusahaan sudah di sediakan 6 buah lift. Kenapa Nara tidak menaiki salah satu lift itu untuk turun ke lantai dasar? Kenapa dia malah menuruni tangga? Saat ini Kyuhyun ingin memaki orang, meneriakinya hingga luapan emosinya tersalurkan.

 

Mobil sport Kyuhyun menembus jalanan dengan kencang. Ia ingin pergi ke kantornya untuk mencari tahu yang sebenarnya terjadi. Jika dugaannya benar ini adalah kesalahan Nara, maka pria itu akan menghukum Nara agar gadis itu tidak melakukan hal ceroboh lagi. Namun kemarahan Kyuhyun bertambah sesampainya di kantor. Henry memberitahunya jika rekaman cctv yang mengarah pada tangga sudah terhapus. Itu artinya Kyuhyun tidak bisa mengetahui yang sebenarnya.

Kyuhyun yang marah membentak semua pegawai keamanan. Bagaimana bisa rekaman cctv terhapus begitu saja. Ia bahkan langsung memecat 2 pegawai bagian keamanan yang sedang bertugas untuk melihat monitor-monitor itu. Setelah meluapkan semua kemarahannya, pria itu hanya duduk di kursi kebesarannya. Ia sedang tidak ingin bertemu Nara sampai Kyuhyun yakin jika hal itu terjadi bukan karena kesalahan istrinya.

.

.

Di rumah sakit Nara terisak sendiri. Dia mendengar semua yang dikatakan dokter Kang pada suaminya. Nara baru akan membuka matanya saat dokter kang mulai bicara pada Kyuhyun. Namun saat mendengar bahwa Nara keguguran, dia tidak siap untuk menatap Kyuhyun. Dan saat dia membuka matanya, yang ada disampingnya hanya dokter Kang yang sedang menatapnya prihatin. Hatinya semakin sakit ketika tidak menemukan suaminya di sampingnya. Pasti Kyuhyun marah padanya, itulah yang ada dipikiran Nara.

Nara melewatkan satu jam hanya dengan meringkuk seraya menangis sendirian di kamar rumah sakit. Jangan lupakan juga jika Nara takut dengan rumah sakit. Selama ini dia berani ke rumah sakit karena Kyuhyun bersamanya. Namun sekarang Kyuhyun meninggalkannya sendiri. Sendirian di kamar VVIP itu. Gadis itu sempat berfikir untuk mengakhiri hidupnya di rumah sakit, seperti kedua orang tuanya. Dia keguguran, divonis sulit mengandung kembali, dan suaminya tidak berada di sampingnya saat Nara butuh sandaran. Nara merasa berat menghadapi semua itu sendiri.

Nara bangun dari tidurnya saat mendengar suara pintu terbuka. Dalam hatinya dia berharap itu Kyuhyun, tapi harapannya pupus saat melihat perempuan paruh bayalah yang memasuki kamarnya. Ibu Kyuhyun langsung memeluk Nara erat. Sebagai seoarang ibu, dia mengerti apa yang dirasakan Nara sekarang.

“Nara-ya, tidak apa-apa sayang. Kau masih muda, kau bisa mengandung lagi” ibu Kyuhyun menepuk punggung Nara pelan.

Nara semakin terisak mendengar perkataan ibu Kyuhyun. Bisa mengandung lagi? pada kenyataannya dia akan sulit mengandung. Dokter Kang mengatakan rahimnya menjadi lemah karena kejadian itu.

“di mana Kyuhyun?” tanya ibu Kyuhyun setelah mengedrkan pandangannya ke penjuru ruangan.

Nara hanya menggeleng dalam pelukan ibu mertuanya. Dia masih menangis tersedu. Ini sudah satu jam lebih, tapi rasanya cairan bening itu tidak dapat berhenti keluar dari matanya. hingga tak lama kemudian Nara pingsan.

Berulang kali ibu Kyuhyun mengirimi pesan dan menelfon anaknya. Tapi tak satupun pesan atau sambungan telefonnya terjawab. Sebenarnya apa yang sedang dilakukan Kyuhyun hingga tega meninggalkan Nara sendiri di rumah sakit? apa pria itu tidak tahu jika yang dibutuhkan Nara sekarang adalah kehadirannya? Walaupun sekarang Nara sudah ditemani ibu Kyuhyun, tapi hal itu tidak akan menenangkan hati Nara yang sedang bersedih.

.

.

Dua hari berlalu begitu saja tanpa Kyuhyun menemui Nara. Sudah dua hari ini ibu Kyuhyun melihat Nara hanya meringkuk seraya memegangi perutnya, dan tatapan kosong gadis itu membuat hati ibu Kyuhyun bertambah sedih. Terlebih dengan Nara yang tidak mau memakan apapun selama dua hari ini.

Ibu Kyuhyun yang sudah geram dengan perilaku putranya langsung pergi ke rumah Kyuhyun. Dia mendesah saat melihat Kyuhyun hanya duduk di sofa ruang tengah seraya memandangi fotonya bersama Nara.

“apa kau sudah gila? Kenapa tidak datang ke rumah sakit? istrimu membutuhkanmu Kyu!” cecar ibu Kyuhyun

“aku belum siap bertemu dengannya eomma!”

“lalu kapan kau akan siap bertemu dengan Nara? Apa setelah istrimu itu masuk ke peti mati?”

“eomma!!” Kyuhyun membentak

“sudah dua hari ini Nara tidak mau makan sedikitpun. Dia hanya meringkuk di ranjang rumah sakit dengan tatapan kosongnya. Eomma tidak pernah mengajarkan untuk menelantarkan istrimu Cho Kyuhyun”

Kyuhyun diam tak bergeming sedikitpun.

Ibu Kyuhyun mendesah kesal “sebenarnya apa yang membuatmu tak mau menemuinya?” ucapnya lebih halus dari sebelumnya.

“ini adalah kesalahannya. Karena kecerobohannya menyebabkan keguguran”

“teruslah menyalahkan istrimu dan kau akan hidup dalam penyesalan” ibu Kyuhyun berdiri dari duduknya “ini sudah dua hari Kyu. Eomma tidak yakin Nara akan bertahan lebih lama dari ini. kondisi mental dan fisiknya akan semakin memburuk jika kau tidak segera menemuinya” ibu Kyuhyun pergi dengan kekesalan di hatinya. Bagaimana bisa putranya bersikap seperti itu.

Kyuhyun merenungkan perkataan ibunya. Mencerna semua perkataan ibunya hingga beberapa menit kemudian akhirnya ia menyadari tindakannya yang bodoh. Selama ini ia hanya duduk dan terus menyalahkan Nara tanpa mempedulikan keadaan istrinya. Pastinya Nara lebih terpukul dengan kabar bahwa dia keguguran, dan sudah seharusnya Kyuhyun berada di samping Nara untuk menenangkannya. Dengan serampangan Kyuhyun menyambar kunci mobil yang ada di atas meja lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit.

Hati Kyuhyun nyeri melihat keadaan Nara yang sangat memprihatinkan. Meringkuk sendirian di kamar VVIP rumah sakit ini. Wajahnya sangat pucat dan matanya yang sembab membuat Nara terlihat semakin memprihatinkan. Kyuhyun duduk di samping ranjang pasien. Menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya. “sayang?” panggilnya pelan.

Nara bangkit dari tidurnya. Matanya berseri melihat Kyuhyun yang sangat dinantikannya selama ini berada di depannya. Namun tak lama kemudian tatapannya berubah menjadi sedih kembali. “maafkan aku tak bisa menjaganya dengan baik”

Kyuhyun memijat pelipisnya yang terasa pening. Jujur saja dengan permintaan maaf Nara, Kyuhyun semakin yakin jika itu semua salah Nara.

“oppa bisa…” suara Nara bergetar, “oppa bisa menceraikanku” dia sedang berusaha mati-matian menahan tangisnya.

“apa yang akan kau lakukan jika aku menceraikanmu?” Kyuhyun menatap Nara tajam.

“aku akan menyusul calon anak kita”

Kyuhyun tidak menjawab apapun. Pria itu langsung menyambar bibir Nara. Menciumnya dengan kasar. Ia tidak peduli dengan Nara yang merintih kesakitan. Kyuhyun tidak bisa memukul istrinya, oleh karena itu ia yakin ini adalah hukuman yang paling tepat untuk Nara.

Nara terus merintih kesakitan. Gadis itu bisa merasakan kemarahan Kyuhyun di ciuman pria itu yang brutal. Tangan Nara berusaha mendorong Kyuhyun untuk menjauh, tapi usahanya sia-sia. Dia tak mempunyai tenaga lebih untuk mendorong suaminya menjauh.

“itu hukumanmu nyonya Cho” Kyuhyun mengusap bibir bawah Nara yang mengeluarkan darah, membuat gadis itu merintih perih.

“aku tidak akan menceraikanmu. Kita masih bisa memiliki anak lagi” Kyuhyun melembut. Kedua tangannya merengkuh Nara kedalam pelukannya.

“aku mendengar semua yang dikatakan dokter Kang. Rahimku lemah”

“tubuhmu sehat! Aku yakin kita masih bisa memiliki anak”

“aku sudah mendengar semuanya. Dokter Kang mengatakan jika aku akan susah hamil kembali” Nara menangis dalam pelukan Kyuhyun hingga tenaganya habis dan pingsan.

Segera Kyuhyun memanggil dokter untuk memeriksa keadaan istrinya. kyuhyun sangat menyesal melihat Nara yang tak sadarkan diri. Ia turut andil dalam memperburuk keadaan istrinya. Jika saja Kyuhyun tak meninggalkan Nara saat itu. jika saja Kyuhyun selalu menemani Nara, pasti keadaan Nara tidak seburuk ini.

“Tubuhnya sangat lemah karena tidak ada asupan, mengingat dua hari ini nyonya Cho tidak makan apapun. Saya sudah memberikan vitamin tambahan melalui infus. Pastikan nyonya Cho segera makan setelah sadar” ujar dokter Park sebelum pamit keluar dari ruangan.

“maafkan aku” sesal Kyuhyun. Ia mencium kening Nara lalu duduk di samping ranjang pasien. Pandangannya terus tertuju pada Nara dan tangannya tak melepaskan tangan kanan Nara yang tidak di infus.

.

.

Nara mengerjapkan matanya, menyesuaikan cahaya lampu yang menurutnya terlalu terang. Dia menoleh kesamping melihat Kyuhyun yang sedang tersenyum padanya. Perasaan Nara tenang hanya dengan melihat senyum suaminya. Seakan tidak pernah ada masalah yang menimpanya.

“kau harus makan sekarang” Kyuhyun mengambil mangkuk berisi bubur untuk Nara. Gadis itu menggeleng lemah. Nafsu makannya memang belum kembali sejak kejadian itu.

Kyuhyun menekan tombol pada samping ranjang Nara. Perlahan bagian atas kasur itu mulai naik hingga posisi Nara sekarang menjadi duduk. “kau akan kehilangan tubuh sexy-mu jika tidak memakan bubur ini sekarang” bisik Kyuhyun

“oppa tidak marah padaku?”

“aku marah padamu, tapi kita bicara setelah kau menghabiskan bubur ini. aaa….” Kyuhyun mulai menyuapi Nara. Sesuap demi sesuap, Kyuhyun sangat telaten mengajak Nara bicara hingga gadis itu tak sadar jika telah menghabiskan semangkuk bubur.

“gadis pintar” kyuhyun mengacak rambut Nara. Ia meletakan mangkuk kosong itu di atas nakas lalu memberikan segelas air putih pada Nara.

“habiskan” perintahnya tak terbantahkan.

“oppa.. keluarkan aku dari sini. Aku ingin di rumah saja” rengek Nara

“tidak nyonya Cho. Ini hukumanmu yang kedua karena kau tidak menjaga dirimu” Kyuhyun mencium kening Nara “aku tidak akan meninggalkanmu di sini sendirian. Jangan takut, aku akan selalu di sampingmu”

“kau ingat apa yang membuatmu terjatuh waktu itu?” tanya Kyuhyun hati-hati

“ada yang mendorongku dari belakang. Maafkan aku, aku tak bisa menjaga calon anak kita dengan baik” tangan Nara meraba perutnya. Air matanya kembali mengalir.

“aku ibu yang jahat” Nara semakin terisak dengan tangisnya. Tangis yang menyayat hati Kyuhyun.

Kyuhyun memeluk Nara erat untuk menenangkan istrinya. Ia menggeram menahan kemarahannya. Siapa yang berani mencelakai istrinya? Kyuhyun berjanji pelakunya akan medapatkan balasan yang setimpal.

“tidurlah, ini sudah malam” Kyuhyun melonggarkan pelukannya. Ia merebahkan istrinya lalu membenarkan selimut yang menutupi tubuh istrinya.

“aku tak akan meninggalkanmu sayang. Aku mencintaimu” ucap Kyuhyun saat Nara menggenggam tangannya erat. Kyuhyun tahu jika istrinya mengira bahwa ia akan meninggalkannya lagi.

Nara memejamkan matanya dengan tangan yang terus menggenggam tangan Kyuhyun. Pria itu menatap istrinya sendu. “kau telah melewati hari-hari yang sangat berat. Cepatlah sembuh Ra-ya” Kyuhyun mencium kening Nara.

 

Advertisements

41 thoughts on “Everlasting Part 7

  1. Yaaaa nara keguguran gara2 sena. Kyu seharusnya u lebih berusaha lagi mencari pelakunya jgn lsg menyalahkan nara d tambah dg sekarang nara keguguran n keadaan psikisnya tdk stabil. Walaupub nara akan sulit hamil q berharap nara tetap bisa hamil lagi. Next d tunggu

    Liked by 1 person

  2. jadi geram sama sena.manusia bukan sih?semoga kyuhyun tau klau yg ngelkuin smua iu sena.biar tau rasa si sena.kyuhyun pasti gk akan tinggal diam.
    semoga nara bisa hamil lagi.

    Liked by 1 person

  3. seceroboh cerobohnya nara gakan kayak gtu jga kyu.udah duakali nara dicelakai mna mungkin kecrobohan nara.jadi g sabar si sena ketahuan dalang dari semuanya…
    si sena emang psikopat…
    mudah”nara bisa cpet hamil lgi …
    biar sisena g ngerebut kyuhyun dari nara

    thor part ini kurang panjang tpi ttep kreen n jangan lama”post y yah…

    Liked by 1 person

  4. Ckckk pasti pelakunya sena lagi,, dia gx henti2nya yaah mau ngehancurin nara. Di kira kyuhyun mau sama dia apa yahh kalo kyuhyun tau semuanya!! Heuhh turut bersedih jg baby cho gx bisa diselamatkan T.T

    Liked by 1 person

  5. Yeee akhirnya kluar wkwkwk

    Aaa nyesek banget lihat nara keguguran dan kasihan dia karna kejadiaan itu kandungannya lemah
    Yaaa sena kenapa gak mau tobat sihhh, semoga kyuhyun bisa tahu siapa yg celakain nara waktu diapartement
    Nara cepat sembuh yaa semoga bisa hamil lagi, mujizat pasti ada. Semoga sena dipenjara ayoolaaaah sudah muak aku sama sena. Biarlah mreka berdua bahagia
    Thanks author nim untuk ff ini suka banget

    Liked by 1 person

  6. Agak cepetan yg ini alurnya chingu

    Jd agak kurang kerasa sedihnyaaaaa

    jgn cepet2 hamil lagi dong
    Jgn cepet2 ketauan ntar cepet end lagi
    Suka banget soalnya ama ff nya

    Liked by 1 person

  7. sena itu pelakunyaa

    Kasian kan Si nara
    napa juga ke 6 lift pada dipake
    😩😩😩😩

    Kan jadinya sena keguguran

    semoga Masih bisa hamil lahhh

    Sempet marah sama kyu yang tega ningggalin Nara
    tapi berkat ibunya jadi Kyu sadarrr

    Semoga kyu bisa nangkep tuh sena

    Liked by 1 person

  8. Kasihan nara yg terus”an dicelakai sena.

    Kyu jga, knapa langsung beranggapan bahwa nara keguguran krna kecerobohan nara. ;-(

    smoga nara cpat hmil lagi. 🙂
    dan kejahatan sena cepat terbongkar & mendapat hukuman yg selimpal dgn perbuatannya.

    Liked by 1 person

  9. ke neraka lah Sena

    bye aja cewe macam begini. setega ini T T

    sedih banget dear part ini huhuhuhu

    masa cctv bisa mati, begimana nati ketauan nya ini huhuhu

    semoga sena nya dihukum, supaya Nara nya aman

    great job dear

    hwaitinggg yaaa XOXO

    Liked by 1 person

  10. sampai kapanpun aku gk akan pernah ikhlas gara gara si iblis sena nara keguguran ihhh rasanya aku pgn ngebunuh sena.. . Kyu
    seharusnya u lebih berusaha lagi
    mencari pelakunya jgn lsg
    menyalahkan nara d tambah dg
    sekarang nara keguguran n keadaan
    psikisnya tdk stabil. Walaupub nara
    akan sulit hamil q berharap nara tetap
    bisa hamil lagi. ayodong kyu cpt nemuin bukti si sena pelakunya .. kejadian diapartemen jga sena !!! hiks.. hikss ..
    aku emosi bgt sama sena

    Liked by 1 person

  11. Untung aja kyu percaya lo nara jatuh karena didorong,emang agak aneh karena sena gampang banget buat ngapus semua rekaman cctv.walopun uang berkuasa tapi kyu lebih berkuasa lagi kan,terutama cctv yg dikantor. Udah jelas yg kecelakaan istri bigbos,mestinya g segampang itu penjaga cctv mau disuap sena.tapi nanti pasyi terbongkar juga ,semoga sebelum terlambat aja…

    Liked by 1 person

  12. Part 6: hadeh. Itu moment airport drama banget ya nih bumil satu… sampwk kebalik loh. Kyuhyun yg nganter nara kemobil bukan sebaliknya. Nara yg nganter n liat sampek kyuhyun masuk..hahaha

    Senakah dalangnya? Sedendam apa sih tuh orang?

    Part 7: langsung nyambung comment part sebelumnya diatas… ternyata bener sena.. ckck

    Nara nih selamat dri jebakan yg satu, eh kena lagi jebakan kecelakaan yg lain. Dan kali sukse besar sih.. secara bukan hanya nara, tapi calon babynya pun juga.. kasiannya!!! Sabar. Bukan waktu yg tepat buat punya anak kali.. tapi, fakta susah hamil, itu….

    Yah gimanapunkan mau kyuhyun punya pemikiran karena kecerobohan makany jatoh, ttp ajakan. Yg paling dibutuhin nara kan dia.. seharusny jgn gitulah.. katany cinta, tpi kok gitu…
    Untung eommany kyu nyadarin kyu dg kata2 mungkin kyu mau ketemu nara pas liat dia dipeti mati. Gw aja yg baca nyes. Gmn kyu? Gk sadar2, ge tampol tuh orang.hahaaha

    Untunglah nara dah bilang klo dia dorong jdi siap2 sena!!!!

    Liked by 1 person

  13. the saddest part so far . .
    kl dibilang mah kisah nara dr before story.a uda macam sinetron emak2 yg tayang smp beribu2 episode dan isi.a seorang gadis yg banyak dianiaya sama pemain antagonis lain.a yaa ciinnn
    ahahahahhahahahaha

    tp makin menyedihkan saat kyuhyun gga nemu2in nara wkt nara ada d RS
    yakali kyuuu, gga gtu2 amat yesss
    secara nara jga sedih bgt yesss
    please deh aahhhh

    Liked by 1 person

  14. Ahh nara kasian banget.. Kyuhyun juga udah tau nara keguguran eh dia malah marah sama nara udah gitu ninggalin nara sendirian lagi di rumah sakit udah tau nara tu takut di rumah sakit…
    Sena kurang ajar banget si moga aja kyuhyun dapet bukti bahwa yang mendorong nara hingga nara keguguran adalah sena…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s