Chapter · marriedlife · romance

Everlasting part 6

Annyeong~

kalo ada pertanyaan seputar ff, feel free to ask on my instagram: citraariska

oiyaa, tolong vote buat Kyuhyun yaa ^^

http://mwave.interest.me/mcountdown/vote/preVote

thank you & happy reading ^^

 

 

pagi-pagi sekali alarm Nara berbunyi. Dengan mata yang setengah terpejam gadis itu mematikannya lalu duduk di ranjang. Dia menoleh ke samping, rasa lega menyelubunginya ketika melihat suaminya masih tertidur. Perlahan Nara turun dari ranjang. Namun belum juga kakinya menginjak lantai, dia sudah terhuyung jatuh dipelukan Kyuhyun.

“mau ke mana pagi buta seperti ini?” tanya Kyuhyun dengan suara beratnya

“membuatkan sarapan. Pesawatmu take off pukul 08:30 tuan Cho”

Kyuhyun memeluk Nara semakin erat. Ia membenamkan kepalanya di dada Nara. “Aku tidak akan bertemu denganmu selama 4 hari” suara Kyuhyun tersengar sedih. “ Ikutlah denganku, kau bisa jalan-jalan saat aku meeting”

“tidak, aku harus bekerja. Aku tidak mau diperlakukan khusus hanya karena aku istrimu. Bukankah sudah sering aku tidak bekerja?”

“kalau begitu biarkan seperti ini”

Nara  menurut, dia membalas pelukan suaminya. Pada kenyataannya Nara memang tidak bisa menolak Kyuhyun. Dan hilanglah sudah rencananya membuatkan sarapan special untuk Kyuhyun. Mereka menghabiskan waktu dengan berpelukan. Menyimpan semua rasa untuk empat hari kedepan saat mereka tidak bertemu.

 

Incheon Airport

 

Kyuhyun terus menatap Nara yang sedang makan dengan lahap. Mereka sarapan di salah satu restaurant bandara karena tidak memiliki waktu lebih untuk memasak. Dan juga Nara tidak ingin jika suaminya tertinggal pesawat. Padahal Kyuhyun tidak mengkhawatirkan soal itu. Ia mampu membeli tiket lagi untuk penerbangan selanjutnya atau menyewa jet pribadi untuk mengantarnya ke inggris.

“kau tidak lupa membawa tissue kan?”

Nara mengangguk, kesedihan kembali mewarnai wajahnya yang cantik.

“tapi walaupun begitu, aku tidak ingin kau menangis nanti. Kau sendiri yang tidak mau ikut denganku”

“aku sedang berusaha tuan Cho. Diamlah” Nara kesal karena Kyuhyun selalu memintanya untuk tidak menangis. Pada kenyataannya hal itu sangatlah sulit. Bagaimana bisa dia menahan rasa sedihnya? Nara akan berpisah selama 4 hari dengan suami tercintanya.

Kyuhyun terkekeh melihat ekspresi istrinya yang sangat menggemaskan. Bagaimana bisa Nara begitu lucu. Membuat Kyuhyun semakin jatuh cinta padanya. “sudah selesai? Inilah saatnya” Kyuhyun berdiri dari duduknya yang diikuti dengan Nara. Tangan pria itu terpasang apik dipinggang istrinya, berjalan menuju pintu keberangkatan.

Kyuhyun mencium kening Nara setelah mereka sampai di depan pintu. Inilah saatnya untuk mereka berpisah. “jangan menangis, ini perintah!” ucap Kyuhyun saat melihat Nara mengeluarkan tissue dari tasnya.

“aku akan sangat merindukan oppa” air mata Nara mengalir. Nara memangkas jarak diantara mereka lalu memeluk erat suaminya.

“aku akan selalu menghubungimu sayang. Jangan khawatir, dan aku akan mengangkat telefonmu kapanpun itu” kyuhyun melonggarkan pelukannya.

“ayo, aku akan mengantarmu ke mobil. Pak kang sudah menunggu di depan” Kyuhyun kembali merangkul Nara. Mengantarkan istri manjanya ke mobil. Ia ingin memastikan istrinya tidak terduduk lemas di sudut bandara seraya menangisi Kyuhyun.

“pak Kang, tolong antarkan Nara ke apartemen saja. Dia tidak kuizinkan bekerja hari ini” ucapan Kyuhyun dibalas dengan anggukan  pria paruh baya itu.

“pulanglah. Jaga dirimu dan calon anak kita dengan baik. Aku mencintaimu” Kyuhyun mengecup bibir Nara. Gadis itu menahan isak tangisnya sampai dia duduk di dalam mobil.

.

.

Nara tidak mematuhi perintah Kyuhyun untuk tetap di apartemen. Gadis itu pergi ke perusahaan saat makan siang tiba. Nara berfikir lebih baik bekerja daripada menangisi suaminya, terlebih Kyuhyun masih dalam perjalanan dan ia tidak mungkin menyalakan ponsel untuk menelfon Nara. Dia mendesah ketika mendapati sikap para pegawai perusahaan yang berpapasan dengannya. Sikap mereka sangat berubah, mereka memperlakukan Nara seperti memperlakukan Kyuhyun. Bahkan mereka rela mendahulukan Nara ketika gadis itu akan mengambil makan siang di kantin perusahaan. Padahal Nara tidak masalah walaupun harus mengantri panjang. Dia merasa tidak enak dengan orang-orang yang sudah mengantri tapi malah mendahulukannya.

Nara mengedarkan pandangannya. Segera dia melangkahkan kakinya setelah melihat Bona duduk di meja yang terletak tak jauh dari jendela.

“aku ingin bicara denganmu Bona-ya” Nara duduk di depan Bona

“ah aku juga ingin bicara padamu ibu presdir. Aku minta maaf atas sikapku selama ini. aku begitu bodoh karena tidak menanyakan hal ini terlebih dahulu padamu”

Nara berdecak. “jangan panggil aku seperti itu, panggil saja seperti biasanya”

“kau tidak marah padaku?” Bona melongo. “Heol, baik sekali ibu presdir kita”

“kau tahu alasan aku menyembunyikan statusku? Aku tidak ingin diperlakukan seperti ini, dan dipanggil dengan julukan ibu presdir? Cih, yang benar saja. Kita semua sama. Aku hanya pegawai dari divisi keuangan, sama sepertimu” tegas Nara

“sekali lagi, maafkan aku Nara-ya”

Nara mengangguk. Nara sudah memaafkannya, tentu saja. Bukankah dia memang tidak marah dengan Bona? Nara merasa senang karena sudah berbaikan dengan Bona yang sudah dianggapnya seperti saudara sendiri.

“kau tidak makan siang bersama suamimu?”

“ia sedang melakukan perjalanan bisnis ke Eropa” Nara mendesah sedih. Bona menggenggam tangan Nara seakan mengatakan untuk tidak bersedih.

Di sisi lain, seorang gadis tersenyum jahat ketika mendengar kabar bahwa Kyuhyun melakukan perjalanan bisnis ke eropa. Dia mempunyai rencana yang bagus untuk melancarkan misinya.

.

.

Nara menatap wajah Kyuhyun yang berada dilayar ponselnya. Dia sedang menunggu suaminya menelfon. Sudah tiga hari ini Kyuhyun menelfon Nara pada jam 9 malam sampai Nara tertidur 15 menit kemudian. Jujur saja gadis itu merasa sangat kesepian tanpa adanya Kyuhyun. Biasanya sepulang kerja, Nara akan menghabiskan waktunya bersama Kyuhyun dan tidur dipelukan suaminya. Namun sekarang Kyuhyun masih di eropa. Nara hanya bisa mendengar suara suaminya melalui sambungan telefon.

Hati Nara bersorak riang saat ponselnya berdering. Panggilan masuk dari suami tercinta yang sedang dia rindukan. Segera ibu jarinya menggeser tombol hijau pada layar ponselnya lalu mendekatkan benda persegi itu ketelinganya.

“sayang maafkan aku terlambat menelfonmu hari ini, ada jamuan makan bersama pemegang saham lainnya”

Suara Kyuhyun memang terasa sangat dekat bagi Nara, tapi tetap saja dia tidak bisa memeluk babi kesayangannya.

“Ra-ya?”

“aku sangat merindukanmu” suara Nara bergetar karena menahan tangis.

“aku juga sangat merindukanmu. Jangan menangis, aku tak bisa memeluk untuk menenangkanmu sekarang”

Nara tidak menjawab, dia memeluk bantal Kyuhyun semakin erat dan menenggelamkan wajahnya, Nara menangis.

“aku akan sampai di Korea besok malam. Tunggu sebentar lagi eoh. Aku membelikan sesuatu untukmu”

Membelikan sesuatu? Nara tidak butuh barang. Yang dibutuhkannya sekarang adalah Kyuhyun. Dia butuh suaminya untuk meredakan rasa rindunya yang mendalam “aku merindukanmu oppa. Sangat merindukanmu sampai rasanya aku akan mati jika tidak bertemu denganmu”

“apa hari ini kau bertengkar dengan Sena?” tanya Kyuhyun menyelidik. Ia khawatir jika istrinya yang ceroboh melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya dan kandungannya.

“tidak. Hari ini berjalan dengan baik. Aku menjaga diriku dengan baik”

“apa saja yang kau lakukan hari ini? bahkan saat jam makan siang kau tidak menelfonku”

“aku bekerja seperti biasanya, saat makan siang ponselku tertinggal di kantor. Tadi siang aku mengajak Bona untuk makan di luar”

“oppa, aku takut” Nara tidak tahu dengan apa yang dia ucapkan. Takut? Takut akan apa? Nara memang tidak tahu apa yang dia takutkan. Namun tiba-tiba saja ketakutan menyelimuti perasaannya. Seperti seakan terjadi sesuatu yang buruk.

“aku juga takut jika terjadi sesuatu yang buruk padamu. Aku tidak berada di dekatmu sekarang, aku tidak bisa menjagamu dari kecerobohan yang selalu kau lakukan”

Nara berdecak sebal. Sampai kapan suaminya akan menganggapnya ceroboh? Dia sudah sangat berhati-hati sekarang. Sama sekali tidak pernah melakukan hal yang bisa membahayakan dirinya.

“tidurlah, aku akan menelfonmu saat kau bangun esok hari. Selamat malam sayang. Aku mencintaimu” sambungan telefon mereka diakhiri dengan kecupan Kyuhyun dan Nara yang bergantian.

Nara menangis. Selain dia sangat merindukan suaminya dia juga merasa sesuatu yang buruk akan terjadi. Namun tak lama kemudian Nara terlelap dalam tidurnya.

.

.

Di hari minggu ini Nara tidak melakukan apapun selain bermalas-malasan di sofa ruang tengah seraya menonton dvd kartun koleksinya. Bahkan tempat sampah yang dia sediakan untuk membuang bungkus makanan ringan sudah tidak mampu menampung. Terhitung sudah 6 jam Nara hanya makan dan menonton dvd.

Ketika sore tiba, barulah gadis itu bangun dari sofa. Membersihkan semua sampah dan menata bantal sofa agar terlihat rapi. Setelahnya dia pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri. Nara harus tampil cantik malam ini untuk menyambut suaminya yang sudah tidak bertemu selama 4 hari.

Jarum jam menunjukan pukul 07:30 ketika Nara keluar dari walk closetnya dengan dress berwarna pink selutut. Dia mengikat setengah rambutnya dengan pita berwarna pink. Nara kembali tersenyum setelah merasa dirinya sudah rapi. Segera dia berjalan keluar menuju ruang tengah untuk menunggu suaminya.

Baru saja nara menuruni tangga ketika terdengar suara ledakan dan listrik apartemennya tiba-tiba padam. Seketika itu juga ketakutan menyergap Nara. Tubuhnya bergetar hebat dan dadanya terasa sesak, seperti tidak ada udara untuknya bernafas. Tubuh Nara merosot ke lantai dengan keringat dingin yang sudah membasahi poni dan sebagian rambutnya. Pernafasan Nara juga semakin tidak baik karena asap yang tak diketahui datangnya dari mana. Dia merutuki dirinya karena meninggalkan ponselnya di kamar. Gadis itu semakin ketakutan hingga berakhir tergeletak di lantai tak sadarkan diri.

Asap gelap semakin membumbung tinggi di malam ini. Si jago merah sudah melahap apartemen tepat pada lantai di atas apartement Kyuhyun dan Nara. keheningan malam ini di pecahkan dengan suara sirine dari mobil pemadan kebakaran dan keramaian orang-orang yang mengerubungi sekitar apartement mewah itu.

 

Di lain sisi Kyuhyun terlihat sangat cemas, pasalnya ia sudah berulang kali menelfon Nara sejak turun dari pesawat tadi. Namun istrinya sama sekali tidak mengangkat telefonnya. Kecemasan yang sedari tadi menyelimuti perasaannya terjawab ketika mendapatkan pesan dari Henry yang mengatakan bahwa apartemennya kebakaran. “pak Kang cepatlah!! Nara dalam bahaya” Kyuhyun panik.

Ia langsung berlari melewati kerumunan saat mobilnya sudah berhenti di tepian jalan depan apartemennya. Ia mendekati Henry yang sedang berbicara dengan kepala keamanan apartemen

“hyung, aku sudah mencari Nara di mana-mana tapi dia tidak ada. Mereka bilang aliran listrik dipadamkan sesaat setelah terjadi kebakaran, dan istrimu takut kegelapan”

“sial” Kyuhyun berlari memasuki apartemen. Ia tidak mendengarkan triakan para petugas yang melarangnya masuk. Ia berlari menaiki tangga darurat, yang ada dipikirannya sekarang adalah menyelamatkan istri dan calon anaknya.

Asap hitam sudah memenuhi lantai dimana unit apartemennya berada. Segera Kyuhyun masuk ke dalam untuk mencai istrinya. Ia menemukan Nara tergeletak di lantai apartemennya. Pria itu melepas coatnya, memasangkannya pada Nara lalu menggendong istrinya keluar. berulang kali Kyuhyun harus menaikan Nara ketika merosot dari gendongannya. Selain karena Kyuhyun sudah kelelahan karena berlari menaiki tangga 20 lantai, sekarang tubuh Nara juga terasa sedikit berat. Jangan lupakan kebiasaan makan ibu hamil satu itu, tidak heran jika berat badannya bertambah. Kyuhyun mendesah lega ketika sampai di lantai dasar. Ia keluar dari gedung apartemen dengan perasaan lega. Walaupun Nara pingsan, setidaknya mereka tidak terpanggang di gedung apartemen ini.

“awas tuan Cho!!!” triak orang-orang yang ada di halaman apartemen seraya menunjuk kearah atas.

Kyuhyun menengok keatas lalu dengan secepat kilat ia menundukan badannya untuk melindungi Nara. Kyuhyun meringis saat pecahan kaca menghujani punggungnya. Seketika itu juga darah keluar dari punggung Kyuhyun. Warna merah mewarnai kemejanya yang berwarna putih. Hujan kaca itu selesai dengan cepat. Kyuhyun kembali melangkahkan kakinya mendekati ambulance. “cepat ke rumah sakit”

Setelah pintu ditutup, mobil ambulance itu mulai berjalan menuju rumah sakit terdekat. Suster yang berada di dalam mobil sibuk memasangkan oksigen dan memeriksa kondisi Nara.

Kyuhyun ikut berlari menuju ruang IGD. Ia sangat khawatir dengan keadaan istrinya hingga tak memperdulikan kondisi tubuhnya sendiri.

“tuan, kami akan membersihkan luka anda” ucapan seorang perawat menyadarkan Kyuhyun akan punggungnya yang terus terasa perih.

Kyuhyun duduk ranjang pasien yang bersebelahan dengan Nara. Ia duduk diatas ranjang seraya terus menatap wajah Nara yang masih menutup mata. Ia membiarkan suster itu mencabut pecahan kaca yang masih tertancap di punggungnya dan mengobati lukanya.

Setelah Kyuhyun dan Nara mendapatkan perawatan di IGD, sekarang mereka sudah dipindahkan di runag rawat inap. Hanya luka kecil tapi Kyuhyun harus menginap? Tentu saja pria itu juga harus menginap. Dokter mengatakan bahwa paru-paru Kyuhyun harus dibersihkan dari asap, sehingga sekarang pria itu juga memakai oksigen.

Kyuhyun meminta agar ditempatkan dalam satu ruangan bersama istrinya. Ranjang mereka pun harus berdekatan agar Kyuhyun bisa memantau keadaan istrinya dengan baik. Tak terasa sudah satu jam beralu dengan Nara yang belum sadarkan diri dan Kyuhyun yang terus memandang wajah istrinya. Bahkan suara pintu yang terbuka tidak mengalihkan pandangan Kyuhyun dari istrinya.

“maaf baru bisa menemuimu karena ada pasien melahirkan yang harus kutangani lebih dulu” ucap dokter Kang setelah sampai disamping ranjang Nara.

Kyuhyun mengangguk. “suster itu mengatakan mereka tidak apa-apa, tapi kenapa Nara belum membuka matanya sampai sekarang?”

“mereka sehat Kyu. Calon anak kalian sangat kuat, Nara juga. Sebentar lagi dia akan sadarkan diri” dokter Kang melihat jam yang terpasang apik di pergelangan tangannya.

Tepat sekali dugaan dokter cantik itu. Nara membuka matanya, walaupun hanya sebentar lalu memejam lagi. Gadis itu terlihat sedang berusaha mengingat apa yang terjadi padanya. Bahkan saat dokter Kang memeriksa keadaannya Nara hanya diam.

“mereka tidak apa-apa. Aku akan meninggalkan kalian” dokter kang beranjak dari kamar rawat inap Kyuhyun dan Nara.

Kyuhyun melepas oksigennya dan berdiri mendekati Nara. Menatap Nara dengan tatapan khawatir.

Nara bangun dari tidurnya. dia duduk terdiam untuk beberapa saat hingga ingatan tentangnya saat di apartemen dan diselimuti oleh kegelapan kembali. Tangannya langsung melinggar dipinggang Kyuhyun yang sudah berdiri di samping ranjang Nara. Gadis itu bergetar ketakutan.

“Ra-ya, kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun cemas

“oppa… aku takut sekali” Nara menangis sesunggukan dipelukan Kyuhyun.

“maafkan aku.. sekarang sudah tidak apa-apa. Aku ada di sini sayang” kyuhyun menepuk pelan punggung Nara hingga gadis itu tenang.

Nara mengedarkan pandangannya, dan tersadar dia ada di mana sekarang. Rumah sakit! dia berada di rumah sakit sekarang. Nara semakin mengeratkan pelukannya kepada Kyuhyun. “oppa, aku ingin pulang”

“dokter belum mengizinkanmu pulang sayang. Tunggu beberapa hari lagi eoh. Aku di sini, jangan takut” Kyuhyun mencium pucuk kepala istrinya.

“oppa… kumohon” rengek Nara

Kyuhyun mendesah, akhirnya ia harus menyerah untuk membujuk Nara tetap tinggal di rumah sakit. “kita pulang besok pagi. Malam ini kita akan tidur di sini” kyuhyun menyingkirkan poni Nara, mencium kening istrinya lalu tersenyum untuk menenangkan perasaan Nara.

Kyuhyun merangkak naik ke ranjang pasien. Ia tidur dengan memeluk istrinya. “ada aku di sini, jangan ingat kenangan pahit masa lalumu di rumah sakit. Mereka sudah tenang Ra-ya”

Nara mengangguk kemudian semakin meringsek kepelukan Kyuhyun. Membenamkan kepalanya pada dada bidang Kyuhyun, kebiasaan sebelum tidur yang sangat ia rindukan.

 

See you in next part~

cium peluk cium peluk

Chokyulate

Advertisements

32 thoughts on “Everlasting part 6

  1. Pagi” buka hp eh ternyata ada ff kesukaan yang aku tunggu” hehehe. Aku masih penasaran sama sena apa dia yang ngelakuin kebakaran itu?? Masih penasaran dengan rencana jahat sena, hmm sena bertobatlah hahaha
    Untung dah kyuhyun dateng waktu nara kejebak dalam apartement semoga aja nara sama kyuhyun cepet sembuh.
    Pokoknya nara jangan jauh” dari kyuhyun 😟😟 mending nara keluar kerja deh takutnya ada apa” nanti

    Semangat terus eonni untuk next chapternya

    Liked by 1 person

  2. Wah Nara jd cengeng dan manja bgt yah sama Kyuhyun semenjak dy hamil,
    Sepertinya ada yg sabotase soal kebakaran di apartemen nya Kyuhyun, apa ulah Sena kah ?
    Tp untung Kyuhyun dtg dan cpt dtg nolongin Nara jd Nara sm bayinya ga kenapa2..

    Liked by 1 person

  3. Aku pengen kyu tau kelakuan sena sebenernya kok kyu diem ajah sih tau sena sikap nya gitu ke nara kyu suka yah ama sena hemmmp:( untung baby ama nara nya ghak kenapa napa coba kalo ampel nara keguguran ? Sebel ama sikap nya kyu yg cuek atas sikap sena ke nara kyu nya ghak tegas , kurang panjang kak hehhehe:D suka banget ama sikap manja nya nara ke kyu:D

    Liked by 1 person

  4. selamet”untung nara n calon bayi y gapp..pasti kelakuan si sena brengsek.dia psikopat ko smpe jahat gtu sma nara…smga si kyuhyn cpat tau siapa yg melakukan kebakaran apartmen y n nara lngsng dimasukin penjara…

    Liked by 1 person

  5. sora Dan kakaknya itu apa di didik supaya menjadi kejam dan mampu melukai org yg tdk memiliki kesalahan PD mereka… APA sora balas dendam pd cho kyuhyun atas APA yg terjadi pd kakaknya??

    Liked by 1 person

  6. Knyakny kebakaran yg terjdi itu g wjar,jgn”da yg mnyabotase supaya nara celaka tpi untung kyu dh plg dan mnylmatkny….duh sbaikny mrka hrus berhati”kemungkinan da yg mau blas dendam..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s