Chapter · marriedlife

Time Machine part 18 (END)

“Hyung, Minyoung menunggumu di dalam”

Ucapan Henry menghentikan langkah Kyuhyun yang akan memasuki ruangannya. Ia menoleh kesamping, menatap Henry lalu mengangguk.

“Hyung” panggil Henry lagi. Kyuhyun menatapnya bingung. “apa kau menjalin hubungan dengan Minyoung lagi?”

“kau gila? Tentu saja tidak. Aku sangat mencintai istriku” Kyuhyun masuk ke ruangannya tanpa memperdulikan Henry yang masih penasaran dengan apa yang akan dilakukan Kyuhyun bersama Minyoung.

Minyoung tersenyum melihat Kyuhyun. Tanpa menunggu apapun, dia berdiri lalu mendekati Kyuhyun yang berdiri tak jauh dari sofa. Kyuhyun mundur satu langkah ketika melihat Minyoung mendekati dan akan menyentuh dirinya. Tiba-tiba saja Minyoung tertawa setelah melihat penolakan Kyuhyun yang sangat ketara.

“aku hanya mengujimu tuan Cho. Ternyata kau memang layak mendapatkan Nara” Minyoung kembali duduk

Kyuhyun mengeraskan rahangnya. Bercandaan minyoung barusan sangatlah tidak lucu. Pria itu duduk di sofa yang berada di depan Minyoung.

“jadi, untuk apa kau memanggilku ke sini? Aku yakin kau tidak akan menjadikanku sekretarismu lagi” Minyoung menyilangkan kakinya.

“aku pernah membantumu, dan sekarang aku meminta bantuanmu menjadi pendonor untuk Nara”

Minyoung mengangguk, dia setuju akan menjadi pendonor untuk Nara. lagipula tanpa Kyuhyun memohon pun dia akan sukarela menjadi pendonor untuk Nara. Bagaimanapun juga Nara sudah menjadi orang yang berjasa dan mewarnai kehidupannya.

“kita pergi ke rumah sakit sekarang” Kyuhyun memimpin berjalan keluar. Diikuti Minyoung yang berjalan dibelakangnya.

 

Sepanjang perjalanan tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka berdua. Hening dan sunyi. Sampai alarm Kyuhyun berbunyi. Alarm yang mengingatkan jam dimana ia harus menjemput putranya di sekolah. Kyuhyun melajukan mobilnya semakin cepat. Ia ingin mengantar Minyoung ke rumah sakit untuk menjalani tes lalu pergi ke sekolah Dennis.

“Kyuhyun-ssi, bisakah kau menyetir pelan? Atau turunkan aku didepan saja, aku bisa ke rumah sakit menaiki bus”

“kau yakin? Kau tak akan mengingkari ucapanmu untuk menjadi pendonor bagi Nara kan?” Kyuhyun menoleh, menatap Minyoung.

“Kyuhyun-ssi awaas!!!!” Minyoung berteriak

Mata Kyuhyun membulat ketika melihat ada kecelakaan di depannya. Segera ia menginjak pedal rem dan membanting stirnya kekanan. Namun sayang, mobilnya malah terguling dan membentur mobil yang ada didepannya.

.

.

Suara detakan dari alat yang berada dipinggir ranjang Kyuhyun memecah kesunyian yang ada. Kyuhyun masih berada di ruang ICU ditemani Nara yang berdiri di sanpingnya seraya menangis. Niatnya menjemput Dennis hilang seketika. Setelah melihat Kyuhyun dinaikan di ambulance, Nara bergegas berlari mendekati ambulance. Dia memohon kepada petugas untuk diijinkan bersama suaminya. Ibu satu anak itu tidak lupa memberi kabar pada Ahra dan meminta bantuan untuk menjemput Dennis.

“nyonya Cho, bisa kita bicara sebentar?” ucap seorang dokter yang baru saja masuk ke ruang ICU

Nara keluar mengikuti dokter itu lalu duduk di kursi yang ada di luar ruang ICU.

“kecelakaan itu menyebabkan tuan Cho mengalami gagal jantung”

“gagal jantung” Nara mengulangi dengan suara yang bergetar

“ya, jantungnya tidak sanggup memompa darah dengan baik dan tuan Cho akan hidup dengan jantung yang lemah jika tidak mendapatkan donor jantung”

“bukankah gagal jantung menyebabkan kematian?”

Dokter itu tidak menjawab, ia hanya mengangguk.

“dokter, bisakah anda membantu saya?” setelah menanyakan itu Nara mulai menceritakan apa yang ada dipikirannya. Tentang keputusannya yang tepat mengenai Kyuhyun.

“saya akan mempersiapkan semuanya dalam dua hari” ucap dokter itu mantap.

 

Kyuhyun sudah dipindahkan di ruang rawat inap tiga jam yang lalu walaupun ditubuhnya masih bersarang alat-alat kedokteran. Begitupun dengan Nara yang sudah memakai baju pasien. Ibu satu anak itu meminta ranjang pasien tambahkan untuknya. Dia ingin berada di kamar yang sama dengan suaminya.

Nara duduk di samping ranjang pasien Kyuhyun. menggenggam tangan suaminya erat seraya menangisi keadaan suaminya yang memprihatinkan. Hatinya bertambah sakit saat mengingat Kyuhyun bersama Minyoung. Sebenarnya apa yang dilakukan suaminya bersama Minyoung? teringat akan wanita itu membuat Nara ingin menemuinya.

Park Minyoung, wanita itu juga menjadi korban kecelakaan dan di rawat di ruangan yang berada di ujung koridor ruang Kyuhyun. Tak perlu bertanya siapa yang memindahkannya ke ruang VVIP. Tentu saja Nara yang menempatkan wanita itu di kamar VVIP.

Nara masuk ke kamar inap Minyoung. Wanita itu sedang duduk dan menghadap kedepan. Walaupun matanya terbuka, tapi Minyoung tidak bisa melihat apapun. Ya, dia buta. Kecelakaan itu membuat syaraf mata Minyoung rusak dan menyebabkan dia tidak bisa melihat.

Nara terlihat sedih saat melihat wanita di depannya. Walaupun dia sudah pernah menghianatinya, tapi tetap saja dulu wanita itulah yang menjadi sahabatnya. Seperti yang sudah Nara ketahui jika Minyoung sudah tidak punya keluarga, wanita itu hanya sendiri di kamarnya. Nara mendekati Minyoung lalu duduk di sebelah wanita itu.

“Young-aa” panggil Nara pelan.

“Ra-aa?” Minyoung memastikan bahwa yang sedang di sampingnya adalah sahabatnya. Tangannya terangkat kedepan untuk mencari keberadan Nara.

Nara mengambil tangan Minyoung dan mengganggamnya diatas pangkuannya. “ya, ini aku Hwang Nara. Sahabatmu” Nara terdiam sejenak. Dia baru saja mengatakan ‘sahabatmu’ kepada Minyoung. Kenapa hatinya selalu lemah seperti ini? Dulu dia sudah tidak ingin menganggap Minyoung sebagai sahabatnya karena berselingkuh dengan suaminya. Tapi sekarang dia sendiri yang mengatakan masih ada hubungan persahabatan diantara mereka.

Minyoung meneteskan air matanya begitu saja. Nara masih menganggapnya sahabat walaupun dia sudah menghianatinya. Minyoung tahu jika Nara orang yang pemaaf, terlebih dengan sahabatnya sendiri. Dulu saat Minyoung melakukan kesalahan apapun pada Nara, sahabatnya itu selalu memaafkannya. Namun untuk kesalahan yang sangat keji ini, Minyoung merasa tidak pantas menerima maaf dari Nara apalagi masih dianggap sebagai sahabat oleh Nara.

“kenapa kau menangis? Apa ada yang sakit? katakan padaku Young-aa” Nara menggenggam tangan Minyoung erat.

Minyoung menggeleng, air matanya masih mengalir membasahi pipinya. “maafkan aku Ra-aa. Maafkan aku yang telah menggoda suamimu. Aku memang tidak pantas untuk menerima maafmu. Kesalahanku terlalu besar Ra-aa, tapi aku mohon maafkan aku”

Nara memeluk Minyoung “aku sudah memaafkanmu. Aku yakin kau sudah mengetahui itu”

Nara melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Minyoung yang masih pucat. Dia menghapus air mata Minyoung. “dulu saat aku tahu Kyuhyun berselingkuh dengan wanita bernama Minyoung, aku meyakinkan diriku jika wanita itu bukan kau. Bukan Minyoung sahabatku. Aku berfikir Kyuhyun mencari sekretaris tambahan karena jadwalnya sangat padat dan sekretaris barunya itu bernama Minyoung juga” Nara menghela nafas lalu menertawakan kebodohannya sendiri.

“tapi saat aku mengetahui jika selingkuhan suamiku adalah sahabatku sendiri. Jujur saja aku marah padamu, aku sempat tidak menganggapmu sebagai sahabatku dan aku sangat membencimu. Maafkan aku untuk itu” lanjut Nara

“tidak Ra-aa. Kau tidak bersalah, aku memang pantas kau benci”

“kau sahabatku dan aku tidak akan membencimu.” Nara menyerap oksigen sebanyak-banyaknya lalu membuangnya perlahan. Dia memantapkan hatinya untuk menanyakan sesuatu yang penting. “Young-aa, dokter mengatakan kau keguguran karena kecelakaan itu. Apakah janin yang ada di rahimmu milik Cho Kyuhyun?”

“aku hamil?” Minyoung memegang perutnya. Dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan Nara baru saja. Keguguran? Itu berarti dia hamil. Kenapa dia tidak menyadarinya?

“ya, dokter berkata seperti itu. Apa itu anak Cho Kyuhyun?” suara Nara mulai serak. Hatinya terasa sangat sakit saat menanyakan hal itu.

“tidak, itu bukan anak Cho Kyuhyun. Kyuhyun selalu memakai pengaman jika bersamaku” raut wajah Minyoung seperti sedang mengingat kejadian di masa lalu “aku sudah lama tidak melakukannya dengan Kyuhyun. Maafkan aku untuk kejadian di restaurant, saat itu aku mengarang cerita agar kau marah dan Kyuhyun kembali padaku. Kau bukan jalang Ra-aa, akulah wanita jalang yang sebenarnya. Maafkan aku”

Mendengar perkataan Minyoung hati Nara merasa lega. Tali yang mengikat hati dan paru-parunya sejak tadi terlepas begitu saja. Sekarang dia bisa bernafas dengan bebas. “Young-aa, kau jangan bersedih dengan keadaanmu yang sekarang. Aku berjanji padamu kau akan segera mendapatkan donor dan kau bisa melihat dunia yang berwarna ini lagi”

“aku tidak terlalu berharap Nara-aa. Untuk menemukan pendonor mata sekarang ini sangat sulit, dan mungkin ini adalah ganjaran yang harus aku terima karena telah berbuat keji pada sahabatku sendiri”

“jangan berkata seperti itu. Tunggulah beberapa hari lagi dan kau akan mendapatkan donor mata” Nara mengambil sesuatu dari kantung bajunya. sebuah buku tabungan dan kunci rumah “ini tabunganku dan kunci rumahku di Jinan. Mulai sekarang semua ini adalah milikmu. Tinggallah di rumahku dan bantu aku mengurus panti asuhan yang didirikan orang tuaku di Jinan. Mulailah lembaran baru dengan pribadi yang baik, karena aku tahu bahwa sebenarnya kau adalah orang yang baik”

“Ra-aa, kenapa kau berkata seolah ini adalah perpisahan kita?”

“aku tidak akan meninggalkanmu Young-aa, aku akan selalu bersamamu. Melihat indahnya dunia denganmu, sahabatku” Nara memeluk erat Minyoung “aku menyayangimu Young-aa”

“aku juga menyayangimu Ra-aa. Sekali lagi maafkan aku” Minyoung menggenggam erat tangan Nara.

“masalah aku berada satu mobil dengan Kyuhyun karena dia memintaku untuk menjadi pendonormu. Dulu aku juga mengidap penyakit itu, tapi saat itu Kyuhyun menjadi pendonorku sehingga aku dapat sembuh. Dan sebenarnya pendonormu  adalah Kyuhyun, tapi karena sekarang darahnya terlalu rendah, jadi ia tidak bisa melakukan operasi. Kyuhyun tidak mempunyai hubungan apapun denganku lagi” Minyoung menghirup nafas dalam-dalam.

Nara mengangguk “aku percaya suamiku tak akan mengulang kesalahannya”

“semoga keluarga kalian selalu penuh dengan kebahagiaan” ucap Minyoung tulus

“aku harus pergi sekarang. Dennis pasti sudah mencariku”

Minyoung mengangguk, dia melepaskan pelukan Nara “sampaikan salamku pada Dennis, ia sangat beruntung mempunyai kau dan Kyuhyun sebagai orang tuanya”

“ya, aku akan bilang padanya bahwa bibi Minyoung merindukannya. Aku pergi” Nara berjalan keluar dari kamar Minyoung dengan air mata yang terus mengalir. ‘selamat tinggal Young-aa’ ucapnya dalam hati.

Baru beberapa langkah dari kamar inap MInyoung, Nara menghentikan langkahnya. Dia menunduk.

Tes

Tes

Cairan merah menetes begitu saja dari hidung Nara. Tiba-tiba saja dia merasakan kepalanya sangat sakit. Hingga dia terjatuh pingsan karena tak kuat menahan rasa sakit yang menyerangnya.

.

.

Matahari sudah digantikan dengan bulan. Nara yang pingsan sejak tadi siang akhirnya terbangun juga. Dia tersenyum melihat Dennis yang sedang duduk seraya memandanginya.

“eomma” panggil anak laki-laki itu

“sayang, kenapa tidak pulang?” tanya Nara yang sedang berusaha untuk duduk.

“Dennis ingin bersama eomma dan appa di sini”

“Nara-aa kau sudah sadar?” suara Ahra langsung terdengar begitu wanita itu membuka pintu kamar inap Nara. Tadinya wanita itu sedang keluar untuk membeli cemilan, mengingat Dennis bersikeras tinggal di rumah sakit untuk menjaga kedua orang tuanya.

Nara mengangguk lemah. Dia menoleh kearah jam yang sudah menunjukan pukul 11 malam “ini sudah larut malam, eonni pulanglah ke rumah”

“aku harus menjagamu dan Kyuhyun di sini”

“eonni juga harus beristirahat. Lagipula eomma dan Yi Kyung juga membutuhkan eonni sekarang. Aku sudah ditemani Dennis di sini. Eonni pulang saja”

Ahra mengangguk paham. Dia tahu jika saat ini Nara hanya ingin menghabiskan waktunya bersama Dennis.“baiklah kalau begitu. Tapi kalau ada apa-apa langsung telefon aku” Ahra mengambil tasnya lalu keluar dari kamar Nara.

Dennis merangkak naik ke ranjang dan menghambur kepelukan Nara. Sekarang Nara hanya ingin memeluk Dennis sampai putranya terlelap.“ini sudah malam, Dennis harus tidur sekarang”

“tapi eomma harus janji tidak akan meninggalkan Dennis”

“eomma berjanji akan terus bersama Dennis hingga besok pagi saat jagoan eomma ini terbangun” Nara mencium kening Dennis lalu memeluknya. Membelai putranya yang sangat dia cintai. Lalu dia menoleh ke kanan untuk melihat Kyuhyun. Suaminya yang masih terbaring tak sadarkan diri.

Pandangan Nara diikuti oleh Dennis. Anak laki-laki itu pun juga merasakan apa yang sedang Nara rasakan saat ni. Merindukan Kyuhyun dan berharap Kyuhyun segera sadar. “appa akan sembuh kan? Appa akan segera sadar kan? Dennis sangat merindukan appa” ujar Dennis dengan suaranya yang serak karena menahan tangis.

Nara mencium puncak kepala Dennis lalu memeluknya lebih erat. “eomma yakin, appa akan segera sadar karena kita ada di sini. Sekarang Dennis tidur yaa”

Nara menceritakan kehidupannya bersama Minyoung saat dia masih remaja sebagai dongeng pengantar tidur untuk Dennis. Berkali-kali Nara mencium kening putranya dan mengatakan jika dia sangat mencintai Dennis. Malam semakin larut, Nara memejamkan matanya setelah memastikan bahwa Dennis sudah tidur.

 

Di tempat lain, di sebuah taman yang sangat indah, terlihat seorang wanita yang sangat cantik duduk di bangku taman. Tubuhnya yang indah dibalut dengan dress berwarna putih. Kulitnya yang putih terlihat lebih cerah karena paparan sinar matahari.

Seorang pria yang mengenakan kemeja putih berlari mendekatinya. Mencium keningnya lalu tidur di bangku taman berbantal paha wanita itu.

“bukankah cuaca hari ini sangat bagus Ra-aa?” tanya Kyuhyun seraya memandang langit yang cerah. Nara hanya mengangguk setuju.

“kau sangat cantik hari ini”

Cup! Nara mengecup bibir suaminya. Segera dia menegakan tubuhnya kembali setelah mengecup bibir Kyuhyun. “terima kasih”

“oppa?”

“hmm?”

“oppa jangan pernah sakit. Oppa harus menjaga dan melindungi putra kita, Cho Dennis”

“aku tak akan sakit”

“jangan bekerja terlalu keras. Perhatikan jam makanmu!”

Kyuhyun bangun dari tidurnya, duduk di samping Nara seraya menatap istrinya menyelidik. “baik nyonya Cho. Kenapa kau jadi cerewet seperti ini?”

“aku cerewet?” Nara memanyunkan bibirnya dan seketika itu juga Kyuhyun menempelkan bibir mereka. Mengecupi bibir Nara dan pada detik berikutnya melumat lembut bibir cherry milik Nara.

“kau mencintaiku dan Dennis. aku tahu itu” ucap Kyuhyun saat melepaskan ciuman mereka.

“sayang, maafkan aku. Sebenarnya aku berbohong Selama beberapa hari ini. Aku bertemu lagi dengan Minyoung, tapi percayalah aku tak ada hubungan apapun lagi dengannya. Dia hanya datang untuk meminta maaf” jelas Kyuhyun. Pria itu meremas tangan Nara.

Nara tidak mengatakan sepatah katapun. Diraupnya bibir Kyuhyun dengan lembut seakan tahu jika selama ini suaminya tersiksa karena berbohong padanya. “aku sudah tahu dan aku tidak marah”

Kyuhyun memeluk erat istrinya. Kemudian mereka hanya duduk dibangku taman itu. Menikmati indahnya taman yang tidak mereka ketahui berada dimana. Yang pasti ini adalah pertama kalinya mereka duduk ditaman ini. Cuaca yang sangat cerah dengan angin yang sejuk, serta bunga-bunga mawar pink pastel yang sangat cantik memperindah hari itu. Mereka menghabiskan waktu berdua dalam kedamaian.

.

.

Akhirnya Kyuhyun membuka matanya setelah operasi itu berlalu. Ia tersenyum mengenang mimpi yang terasa nyata lalu ia tersenyum kearah Dennis sebelum mengedarkan pandangannya mencari Nara. Istrinya yang sangat ingin ia temui sekarang. Namun Kyuhyun tidak menemukan sosok yang ia cari.

“Nara sudah beristirahat. Cepatlah sembuh agar kau bisa menemuinya bersama Dennis” ujar ibu Kyuhyun seraya menahan tangisnya. Wanita paruh baya itu merasa sangat sedih. Dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada Kyuhyun jika mengetahui Nara telah meninggal.

Kyuhyun mengedipkan matanya seolah mengerti, ia masih tidak mempunyai tenaga yang cukup untuk bicara. Istrinya sedang beristirahat, mungkin Nara kelelahan karena terus menjaganya hingga dia harus pulang untuk merebahkan tubuhnya sebentar. Biasanya Kyuhyun akan langsung kuat hanya dengan memeluk Nara. Akan tetapi mungkin saat ini ia membutuhkan waktu sehari untuk mengumpulkan tenaganya kembali.

Dennis menggenggam tangan Kyuhyun erat seakan memberikan kekuatan pada Kyuhyun. Anak itu sudah tidak menangis lagi seperti saat ibunya meninggal. Sekarang Dennis menjadi lebih tegar dari siapapun. Ia mempunyai tanggung jawab untuk menjaga dan membuat ayahnya tersenyum. Maka dari itu Dennis tidak akan menangis dihadapan Kyuhyun.

.

.

Hari ini keadaan Kyuhyun sudah membaik. Jantung Nara bekerja dengan normal ditubuhnya. Seperti sebelumnya, Kyuhyun selalu menanyakan keberadaan Nara dan kenapa sampai saat ini istri tercintanya belum menemuinya. Ibu Kyuhyun dan Ahra tidak bisa menyembunyikan fakta menyedihkan ini lebih lama lagi. Oleh karena itu, Ahra memutuskan untuk memberitahu Kyuhyun saat ini juga.

“Kyuhyun-aa. Nara sudah beristirahat dengan tenang” ujar Ahra dengan air mata yang mulai mengumpul di kelopak matanya.

“apa maksud noona?”

“dia sudah meninggal Kyu”

Deg!

Tiba-tiba saja seperti tidak ada oksigen bagi Kyuhyun, semuanya terasa sesak. Apa yang dikatakan Ahra membuat dunia Kyuhyun berhenti saat itu juga.

“Nara mendonorkan jantungnya untukmu” ibu Kyuhyun menghirup oksigen sebanyak-banyaknya “besok kau sudah diijinkan pulang. Kau bisa mendatangi makam Nara besok”

Air mata Kyuhyun mengalir deras tak terkendali. Ia tidak bisa berkata apapun lagi selain menangis. “tinggalkan aku sendiri” perintahnya dengan suara yang serak.

“jangan berbuat yang tidak-tidak. Aku dan eomma akan menjemput Dennis dan akan segera kembali” ujar Ahra dengan nada sedikit mengancam. Dia merangkul ibunya untuk keluar dari kamar inap Kyuhyun. Sebenarnya mereka tidak ingin meninggalkan Kyuhyun sendiri. Namun perkataan Kyuhyun yang tak terbantahkan membuat mereka memberikan waktu untuk Kyuhyun menyendiri.

Tangisan Kyuhyun semakin pecah setelah Ahra dan ibunya keluar. Istrinya telah pergi meninggalkannya. Istrinya yang selalu mendampinginya, sekarang telah pergi. Di saat Kyuhyun belum sepenuhnya membahagiakannya. Hati Kyuhyun terasa sakit, sesak, dan mati. Kehidupannya telah meninggalkannya.

Kyuhyun meletakan tangannya diatas perban bekas operasi. Jantungnya berdetak sangat cepat sekarang.

“oppa, jangan membuat jantung itu bekerja terlalu keras. Oppa masih dalam masa pemulihan dan aku sudah tidak mempunyai jantung jika kau gagal jantung lagi”

Kyuhyun mengangkat kepalanya setelah mendengar kalimat itu. Ia melihat Nara dengan raut wajah khawatir duduk di sampingnya.

“bukankah sudah kubilang untuk menjaga kesehatanmu? Oppa harus sehat. Oppa sudah berjanji untuk menjaga Dennis” Nara tersenyum lalu menghilang dari pandangan Kyuhyun.

Nara terlihat sangat nyata, tapi saat tangan Kyuhyun berusaha menyentuhnya, bayangan Nara menghilang begitu saja. Kyuhyun mengatur nafas dan menenangkan pikirannya agar kerja jantungnya kembali normal. Nara tidak ingin melihatnya sakit, maka ia harus segera sembuh. Ia tidak ingin membuat Nara khawatir.

Kunjungan Nara yang begitu singkat menumbuhkan semangat Kyuhyun untuk terus hidup dengan baik. Kini jantung Nara berdetak di tubuh Kyuhyun. Nara masih hidup bersamanya, dan akan selalu bersamanya. Seperti janjinya saat menikah, dia akan selalu bersama Kyuhyun dalam situasi apapun dan sampai kapanpun. Nara tidak pernah meninggalkannya.

 

Sinar matahari berangsur redup. Sepulang sekolah Dennis merengek pada Ahra agar segera diantar ke rumah sakit. Ia ingin menemui ayahnya yang seharian ini sudah ditinggalkannya karena harus sekolah. Anak laki-laki itu berlari mendekati Kyuhyun saat melihat ayahnya duduk dengan tatapan kosong kedepan “appa! Appa sudah sadar”

Suara Dennis menarik Kyuhyun dari lamunannya. Ia menggeser duduknya agar Dennis bisa naik keatas ranjang pasien. Dan memeluk erat Dennis saat anak itu sudah duduk disampingnya.

“aku sangat merindukan appa”

“appa juga sangat merindukan Dennis” Tak terasa air mata Kyuhyun kembali mengalir deras.

Ahra menatap haru pemandangan yang ada didepannya. Kyuhyun pasti sangat terpukul dengan meninggalnya Nara. Ini adalah ketiga kalinya dia melihat adik kesayangannya sangat rapuh seperti ini.

“noona pulanglah. Dennis menemaniku di sini, dan aku juga akan menjaga Dennis” suara Kyuhyun serak.

Ahra yang tahu keinginan Kyuhyun untuk menghabiskan waktunya bersama Dennis, langsung keluar tanpa membantah ucapan Kyuhyun. Tanpa berkata apapun lagi, Ahra keluar dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Dia juga merasakan kesedihan yang mendalam karena kehilangan adik ipar yang disayanginya.

Kyuhyun melonggarkan pelukannya untuk melihat wajah putranya. Dennis menangis. Kyuhyun tahu pasti jika putranya baru saja melewati masa terberat dalam hidupnya. Ibunya yang meninggal dan ayahnya yang tidak segera sadarkan diri setelah operasi. Anak kecil mana yang akan sanggup dengan kenyataan pahit ini.

“aku sangat bersyukur appa sudah sehat kembali. Aku takut appa meninggalkanku” ucap Dennis disela-sela tangisnya. “appa.. sebenarnya eomma telah..”

“appa sudah tahu sayang. Appa tahu” potong Kyuhyun cepat. Kyuhyun kembali memeluk Dennis. Air mata mereka pun kembali mengalir deras seperti hujan dibulan januari. Kepergian Nara memang membuat luka yang dalam dihati mereka.

Beberapa saat kemudian Kyuhyun menghapus air matanya. Ini bukanlah waktu yang tepat untuk menangis. Ia harus memberi contoh pada Dennis untuk menjadi kuat. Kehidupan mereka masih terus berjalan. Dan ia harus mengangkat Dennis agar tidak terlalu lama berada di jurang kesedihan.

“eomma selalu bersama kita” ujar Kyuhyun menenangkan

Dennis mengangguk menyetujui lalu mengahapus air matanya “eomma juga bilang begitu. Walaupun eomma sudah meninggal, tapi eomma akan terus bersama kita karena eomma ada dihati kita”

“apalagi yang dikatakan eomma?”

“appa adalah perpanjangan diriku. Kehilangan seorang ayah mirip dengan kehilangan diri sendiri, dan eomma tidak akan membiarkanku kehilangan diriku” Dennis mulai sesunggukan menahan tangisnya.

‘dan eomma adalah dunia bagi anaknya, tapi kau membiarkan anak kita kehilangan dunianya’ batin Kyuhyun, ia tersenyum getir.

“menangislah jika kau ingin menangis sayang. Tapi jagoan appa harus kembali kuat setelah ini”

“hmm” Dennis mengannguk lalu menutup matanya. Ia kembali menangis.

Kyuhyun memeluk Dennis. Sesekali ia mencium puncak kepala Dennis “appa juga sangat kehilangan eomma” gumamnya pelan.

.

.

Hari ini Kyuhyun sudah keluar dari rumah sakit. Tanpa mengunjungi rumahnya terlebih dahulu, Pria itu mengajak Dennis mengunjungi makan Nara. Ia ingin segera mengunjungi Nara di pemakaman. Pagi-pagi sekali Kyuhyun menyuruh Henry untuk membawakan mobilnya dan pakaian ganti untuknya dan Dennis. Sehingga ia tidak perlu ke rumah untuk berganti baju.

Kyuhyun membawakan sebucket besar bunga mawar pink pastel dan baby breath, kedua bunga itu kesukaan Nara. Pria itu meletakan bunga di pusara Nara. Matanya yang sembab kembali mengalirkan air mata.

“appa, eomma menyuruh kita agar tidak menangisi kepergiannya” Dennis menggenggam erat tangan ayahnya. Kyuhyun mengangguk, segera ia menghapus air mata yang membasahi pipinya.

Kyuhyun menatap pusara Nara dan mencurahkan perasaannya.

‘sayang, maafkan aku untuk semua kesedihan yang aku berikan padamu. Aku tidak bisa menjadi suami yang baik untukmu, padahal kau menjadi istri terbaik untukku. Maafkan aku dan terimakasih. Terimakasih kau telah memberiku putra seperti Dennis, terima kasih untuk cinta dan kasih sayang kau beri selama ini, dan terima kasih untuk jantung ini. Aku berjanji akan selalu menjaganya. Aku merasakan jika kau masih hidup bersamaku sayang. Aku berjanji akan membesarkan Dennis dengan baik. Aku sangat mencintaimu, sangat sangat sangat mencintaimu’

Walaupun semua kata itu hanya berada di batinnya Kyuhyun. Namun pria itu bersungguh-sungguh dengan perkataannya. Cinta Kyuhyun pada Nara tersisip di setiap kalimat yang ia ucapkan. Ah tidak, lebih tepatnya di setiap kata yang ia ucapkan.

“ayo kita berpamitan pada eomma lalu pulang. Kita harus makan siang” ajak Kyuhyun

Dennis mengangguk “eomma, aku dan appa pulang dulu. Kami akan sering mengunjungi eomma” anak itu tersenyum riang. Seperti yang diketahui, Dennis sudah menerima kepergian ibunya.

Baru dua langkah dari pusara Nara, Kyuhyun menghentikan langkahnya saat melihat Minyoung berdiri tak jauh darinya. Kyuhyun tak berkedip saat melihat mata Minyoung, mata itu seperti milik Nara. berwarna kecoklatan dan bersinar. Sangat indah seperti mata milik istrinya.

“aku datang kemari untuk mengucapkan terimakasih pada Nara. Dia mendonorkan matanya untukku” Minyoung menjelaskan terlebih dahulu sebelum Kyuhyun bertanya.

Dan terjawablah sudah semua yang ada dipikiran Kyuhyun. Mata itu memang milik istrinya. Nara memang sangat baik hati. Walaupun Minyoung telah menghianatinya, namun pada kenyataannya dia masih berbaik hati padanya dengan memberikan mata indahnya.

Minyoung membuka tasnya, dia mengambil buku kecil lalu menyerahkannya pada Kyuhyun “ini buku tabungan Nara, dia memintaku menggunakan ini untuk biaya hidupku, tapi aku merasa tidak pantas untuk menerimanya. Aku sudah cukup dengan penglihatan dan tempat tinggal yang diberikan Nara. Sangat berlebihan jika aku juga menerima ini”

“Nara sudah memberikannya padamu, jadi gunakanlah dengan baik” Kyuhyun menolak buku tabungan itu. lagipula Kyuhyun juga tidak membutuhkannya.

Minyoung mengangguk “aku sudah berjanji pada Nara untuk membantu Ahn ajhumma mengurus panti asuhan orang tua Nara. Terima kasih, dan maafkan aku atas semua yang telah kulakukan pada keluargamu Kyuhyun-ssi”

Kyuhyun hanya diam, ia tak berkata apapun lagi.

“eomma pasti senang karena bibi Minyoung mengunjunginya” perkataan Dennis membuat hati Minyoung bergetar. Penyesalannya semakin dalam setelah melihat putra Nara yang sangat tampan dan lucu. Betapa jahatnya dia telah merenggut kebahagiaan anak kecil tak berdosa dihadapannya. Jika dia tidak serakah akan harta, dia pasti tidak akan menggoda Kyuhyun. Dan jika itu tidak terjadi, sudah pasti Kyuhyun akan lebih memperhatikan Nara, penyakit kanker getah bening itupun akan mendapatkan penanganan sejak dini. Namun semuanya telah terjadi, hanya meninggalkan penyesalan bagi Minyoung karena telah merusak kehidupan sahabatnya.

Kyuhyun mengangkat Dennis, menggendongnya dengan satu tangan. “Dennis mengenal bibi ini?” tanyanya pelan

Dennis mengangguk. “saat dirumah sakit, eomma sering menceritakan masa mudanya bersama bibi Minyoung”

Entah terbuat dari apa hati istrinya yang sangat baik itu. Dia tidak menaruh dendam pada selingkuhan suaminya. Bagaimana bisa ada wanita sebaik Nara? bahkan saat Nara akan meninggal, dia menceritakan semua kebaikan Minyoung agar Dennis tidak membenci wanita selingkuhan ayahnya itu. “berterima kasihlah pada Nara” ujar Kyuhyun pada Minyoung sebelum ia dan Dennis pergi dari area pemakaman.

 

Setelah malam datang, barulah Kyuhyun mengajak Dennis untuk pulang ke rumah mereka. Siang tadi mereka pulang ke rumah besar. Selain karena tidak ada yang membuatkan makanan, Kyuhyun juga belum menerima sepenuhnya jika istrinya sudah tiada. Namun pada malam harinya, pria itu bersikeras mengajak Dennis pulang. Ia penasaran dengan apa yang dikatakan Ahra tentang hadiah yang Nara tinggalkan untuknya di nakas kamar.

Setelah menidurkan Dennis di kamar anak itu, Kyuhyun langsung memasuki kamarnya. Kamar yang ia tepati bersama Nara setelah menikah. Tiba-tiba saja hati Kyuhyun merasa sesak. Ia sangat merindukan istrinya sekarang, ingin sekali ia memeluk Nara dan meminta maaf untuk semua kesalahan yang telah ia perbuat. Hati Kyuhyun semakin sesak ketika teringat kebohongan yang belum sempat ia ceritakan pada Nara. Ketidakjujurannya jika ia bertemu dengan Minyoung.

Kyuhyun duduk ditepian ranjang, tangannya mengambil sebuah kotak berwarna hitam dengan hiasan pita berwarna pink diatasnya. Dibukanya kotak itu, ia tertegun melihat arloji yang ada didalam kotak itu. beberapa saat kemudian ia mengambil sebuah kertas berwarna pink yang ada diatas nakas.

 

Hai suamiku.

Orang yang paling aku cintai di dunia ini. Aku senang kau membaca surat ini, karena jika kau sudah membaca surat ini, itu artinya kau sudah sembuh. Terima kasih telah berjuang saat oprasi dan saat masa pemulihan.

Oppa, jangan terlalu merasa bersalah. Aku sudah mengetahui semuanya. Minyoung sudah menceritakan padaku semuanya. Dan saat itu juga aku sangat bersyukur memilikimu sebagai suamiku untuk kesekian kalinya. Saranghae :*

Dan arloji itu adalah hadiah untuk oppa karena telah kembali sehat. Aku sangat berterimakasih karena oppa sudah berjuang untuk tetap hidup. Waktu masih tetap berjalan, jadi oppa harus tetap semangat dalam menjalani kehidupan ini. jangan habiskan waktumu hanya untuk bersedih. Aku akan sangat membencimu jika itu terjadi.

Aku titip anak kita. Rawat Dennis dengan baik, besarkan ia dengan penuh cinta. Perhatikan jam kerjamu juga. Jangan bekerja terlalu keras, makan yang teratur dan yang terpenting jangan sampai sakit.

Aku sangat mencintaimu suamiku. Sangat sangat sangaaaaaaaaaaaat mencintaimu.

 

With love,

Hwang Nara yang selalu mencintai Cho Kyuhyun.

 

Air mata Kyuhyun mengalir deras. Ditatapnya foto pernikahannya dengan Nara yang terpajang pada dinding kamar. Nara terlihat sangat cantik dalam balutan gaun putih. Senyumannya yang tulus menambah kecantikannya. “maafkan aku telah membohongimu… aku sangat mencintaimu Hwang Nara” lirih Kyuhyun.

“appa” panggil Dennis seraya berlari mendekati ayahnya dengan tangan yang ia lebarkan, siap untuk memeluk.

Kyuhyun menghapus air matanya, lalu menerima pelukan Dennis. “apa Dennis tidak bisa tidur?”

Dennis menggeleng. “eomma mengatakan jika aku harus menemani appa malam ini, supaya appa tidak bersedih”

Kyuhyun tersenyum, ia mengangkat Dennis keatas ranjang. Ia pun turut duduk diatas rajang bersandarkan dashboard. “maukah Dennis tidur bersama appa untuk beberapa hari ini?”

Dennis mengangguk mantap. Ia membenarkan posisinya dan memeluk lebih erat boneka kelinci yang dibawanya.

Kyuhyun menatap heran boneka kelinci yang sedang dipeluk putranya. “apa eomma yang membelikan boneka itu?” Dennis tidak menjawab, ia hanya mengangguk dengan mata yang hampir terpejam. Tak lama kemudian anak itu sudah mengarungi lautan mimpinya.

Kyuhyun mencium kening Dennis sebelum ia beranjak ke walk closetnya untuk berganti baju. Selama di walk closet, Kyuhyun terus menguatkan hatinya agar tidak terlalu larut dalam kesedihan. Dennis masih membutuhkannya.

den.png

Kyuhyun tersenyum miris saat melihat Dennis yang sudah tertidur pulas. Betapa sedihnya Dennis yang sudah ditinggalkan ibunya diusianya yang masih belia. Kyuhyun mengambil boneka kelinci yang ada disamping Dennis. Terdengar suara Nara saat Kyuhyun tak sengaja menekan perut boneka kelinci putih itu.

Dennis sayang, putra eomma paling tampan di dunia ini, Cho Dennis.

Eomma titip appa ya. Dennis harus menjaga appa dengan baik. Dennis juga harus menuruti semua perkataan appa. Belajar yang rajin agar bisa menjadi pria yang hebat seperti appa.

Dennis juga harus selalu sehat agar tetap bisa menjaga appa. Jangan lupa dengan apa yang eomma katakan. Life is full of happy people. Smile! Dennis harus menjalani kehidupan ini dengan bahagia, jangan pernah bersedih barang sedetikpun atau eomma juga akan bersedih.

 Eomma selalu mencintaimu nak. Sangat sangat mencintai Dennis. Cup!

Suara kecupan menutup rekaman suara Nara yang ada di boneka kelinci itu. Kyuhyun kembali tersenyum miris. Betapa istrinya sangat mencintainya hingga Nara menitipkan dirinya pada Dennis. Kyuhyun merebahkan tubuhnya disamping Dennis, menyusul putranya mengarungi alam mimpi, berharap ia akan bertemu Nara didalam mimpinya.

 

 

END

Tamat sudah ff ini. kekeke terima kasih untuk semuanya ^^

Tapi

 

Tetep

 

Scroll down

 

Yaaa ^.<

 

 

 

Epilog

Beberapa bulan kemudian.

 

Kehidupan Kyuhyun dan Dennis kembali berjalan normal. Semua tak ada yang berubah kecuali raga Nara yang sudah tak bisa menemani mereka. Namun didalam hati Kyuhyun dan Dennis masih merasakan jika Nara tetap berada disamping mereka, selalu menemani dan tak pernah meninggalkan mereka. setiap pagi ibu Kyuhyun datang kerumah mereka untuk membawakan sarapan. Menatanya diatas menja dan memastikan jika Kyuhyun dan Dennis makan dengan baik. Seperti pesan Nara sebelum meninggal, dia meminta ibu Kyuhyun untuk memperhatikan makanan suami dan putranya. Namun jika ada Ahra di rumah besar, maka Kyuhyunlah yang datang ke rumah besar dan makan bersama di sana.

Selama ini Dennis juga tidak kekurangan kasih sayang karena Kyuhyun mencurahkan semua cinta dan sayangnya pada Dennis. Semua orang disekitar Dennis juga sangat menyayanginya. Terlebih sekarang Ahra sering pulang ke korea, sehingga Dennis tidak pernah merasa kesepian karena bisa bermain dengan Yi Kyung. Kyuhyun juga lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Ia pulang kantor sesuai dengan jam pulang sekolah Dennis. Kyuhyun selalu bermain dengan putranya, menghabiskan waktu mereka untuk bersenang-senang hingga tak ada waktu untuk bersedih. Dan saat putranya tidur siang, barulah Kyuhyun melanjutkan pekerjaannya di rumah.

 

Matahari bersinar cerah menerangi Seoul. Tepat pukul 11 siang Kyuhyun melajukan mobilnya ke sekolah Dennis. Sesampainya di sekolah, Kyuhyun melihat Dennis sudah menunggu di kursi yang selalu digunakan Nara saat menjemputnya.

“apa Dennis sudah siap?”

“sudah” triak Dennis lantang

Kyuhyun kembali melajukan mobilnya menuju toko bunga. Hari ini adalah hari ulang tahun Nara, dan ia ingin merayakannya bersama Dennis.

“imonim, tolong berikan aku sebuket mawar berwarna pink pastel yang sangat indah”

“apa kau akan memberikannya pada eomma-mu? Jika iya aku akan memberikan bunga tercantik yang aku miliki”

Dennis menggagguk mantap seraya terenyum pada bibi penjual bunga. Sejak Nara meninggal, toko bunga ini menjadi langganan Kyuhyun. Bibi penjual bunga juga sudah akrab dengan Dennis.

“ini bunga tercantik untuk eomma-mu yang sangat cantik” ujar bibi itu seraya menyerahkan sebuket bunga berwarna pink.

“terima kasih imonim. Eomma pasti sangat menyukainya”

Setelah Kyuhyun menyerahkan beberapa lembar uang pada bibi penjual bunga. Mereka melanjutkan perjalanan menuju makam Nara.

Kyuhyun dan Dennis mnatap sebuket bunga mawar pink pastel yang masih segar diatas pusara Nara. “pasti bibi Minyoung baru saja kemari. Eomma, selamat ulang tahun” Dennis meletakan mawar yang dipegangnya bersebelahan dengan bunga pemberian Minyoung.

Memang Minyoung selalu mendatangi makam sahabatnya itu, dan Kyuhyun mengetahuinya. Tak jarang juga Kyuhyun dan Dennis bertemu dengan Minyoung saat mengunjungi makam Nara. Namun tak ada hubungan appaun lagi antara Kyuhyun dan Minyoung. Hati Kyuhyun hanya untuk Nara, selamanya akan begitu. Bahkan Kyuhyun tak mempunyai pikiran untuk menikah lagi. Semua kasih sayang dan cintanya ia curahkan hanya untuk putra semata wayangnya, Cho Dennis.

Untuk beberapa saat Kyuhyun dan Dennis menatap makam Nara, larut dalam pikiran masing-masing. Hingga akhirnya Kyuhyun tersadar setelah mendengar suara batuk putranya. Anak itu tersedak air liurnya sendiri karena menahan tangis. Betapa lucunya anak itu.

“sayang, kau tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun khawatir. Ia mengangkat Dennis lalu memeluknya. Menenangkan anak itu agar tidak menangis di depan makam ibunya.

“kita pergi sekarang? appa akan menceritakan sesuatu  padamu”

Dennis mengangguk. “eomma kami akan kembali lain hari” pamit Dennis pada pusara ibunya.

 

Kyuhyun membawa Dennis ke sebuah taman universitas. Tempat pertama kali Kyuhyun melihat istrinya dan tempat ia menghabiskan waktu bersama istrinya saat masih berpacaran. Kyuhyun meletakan cake kecil dan figura yang berisi foto Nara diatas meja. Tak lupa ia juga mengeluarkan kemasan susu untuknya dan Dennis. Anak itu menyambut dengan gembira. Walaupun Kyuhyun tidak mengatakan apapun, tapi Dennis sudah tahu jika mereka akan merayakan ulang tahun ibunya di taman ini.

“di sini adalah tempat dimana appa dan eomma selalu menghabiskan waktu bersama saat pacaran. Mulai dari makan siang bersama, belajar, dan juga mengobrol. Eomma sangat suka di sini karena jauh dari keramaian. Tempatnya juga sejuk” Kyuhyun menutup matanya sejenak saat merasakan Nara berada di dekatnya. Dan saat ia membuka matanya, Nara memang berada disamping Dennis seraya tersenyum kearahnya. Bibir Nara bergerak mengucapkan sebuah kata yang sangat disukai Kyuhyun ‘saranghae’ dan pada detik berikutnya bayangan Nara menghilang. Kyuhyun tersenyum sejenak lalu melanjutkan ceritanya. Pria itu menceritakan semua kenangan indahnya bersama Nara kepada putranya.

Dennis mendengarkan cerita Kyuhyun dengan seksama. Kedua tangannya terus memegangi susu yang sedang diminumnya. Tak jarang ia tersenyum karena melihat ayahnya tersenyum bahagia. Dennis tahu seberapa besarnya cinta kedua orang tua mereka.

10_11_21_leo_15

“Dennis bahagia karena terlahir sebagai putra appa dan eomma” ujar Dennis seraya tersenyum.

 

 

END~

Terimakasih semuanya yang nungguin ff ini sampai selesai. Thank you so much, aku takkan bisa menyelesaikan ff ini tanpa dukungan dari kalian. cieee~ kekeke

Yang berharap ini happy ending.. mianhae, karena sebenernya aku udah kepikiran buat Nara mati dari awal aku bikin ff ini.

Sekian dan terima kasih. Sampai jumpa di ff selanjutnya.

 

With love,

 

Chokyulate

Advertisements

27 thoughts on “Time Machine part 18 (END)

  1. Tegaaaa kamu chingu
    Tega bngettt kamu
    Ga sampai hati q bacanya
    Ga nyangka mereka pisah jugaaaaa
    Naraaaaa huaaaaaa

    Mmg udh kecil kemungkinan nara bisa bertahan
    Tp ttp aja q ga nyangka dia bs mninggalllll

    Huaaaaaaa
    Kejam bngetttttt kamu chinguuuu

    Ap lagi smpet deg degan dgn adanya miyoung

    Netes air mataku wktu dngwr suara dr boneka dennis
    Malu dgn murid q

    Like

  2. Karna hidup ini tdak lengkap rasanya bila hnya ada perjumpaan tnpa ada perpisahan… Dan cho kyuhyun merasakan itu, aku mengira saat nara menemui minyoung dia ingin menitipkan cho kyuhyun dan anaknya untk dijaga dan menggantikn nara menjdi istri dan ibu bgi cho kyuhyun dan dennis, tp salh ternyata dia memberikan kehidpan baru untuk shbtnya ith..

    Liked by 1 person

  3. sedih banget deh sad ending, walaupun aku gak baca dr awal tp aku sedikit ngerti jalan ceritanya, dan aku gak sanggup bc dr awal gak sanggup apalagi ada jalan ceritanya ada penghiatan dll nanti aku kelepasan lg (Ngamuk atau Marah-Marah), aku reader br, ijin baca ya,,,,(walaupun udah) #Abaikan

    Like

  4. sedih banget deh sad ending, walaupun aku gak baca dr awal tp aku sedikit ngerti jalan ceritanya, dan aku gak sanggup bc dr awal gak sanggup apalagi jalan ceritanya ada penghiatan dll nanti aku kelepasan lg (Ngamuk atau Marah-Marah), aku reader br, ijin baca ya,,,,(walaupun udah) #Abaikan

    Liked by 1 person

  5. Huks hiksss aku nangis ga berhenti berenti pas bacanya sedih banget bnran dalet banget feelnya nyentuh bgt ke hati aku, walaupun endingnya sedih tapi aku suka sma jaln ceritanya

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s