Chapter · marriedlife · Uncategorized

Everlasting part 4

Kyuhyun membuka matanya ketika cahaya matahari memenuhi kamar. Ia tersenyum saat mendapati istrinya masih tertidur pulas. Ini hari rabu dan sekarang sudah pukul 09:10, tak biasanya Nara bangun siang di hari kerja. Pria itu tersenyum mengingat kejadian tadi malam. Mereka hanya melakukan sekali, namun mereka melakukannya lagi selama 4 jam saat Nara terbangun dari tidurnya tengah malam. Jelas saja jika Nara masih tertidur, mungkin dia kelelahan.

Kyuhyun bangun dari tidurnya lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Hanya membutuhkan waktu 20 menit dan Kyuhyun sudah keluar dari walk closet-nya dengan pakaian santai. Kyuhyun tidak lupa jika hari ini ia akan mengajak Nara mengunjungi suatu tempat.

Pria itu kembali naik keatas ranjangnya. Memposisikan dirinya berada diatas tubuh istrinya yang masih tertidur lalu mulai gerakan push-up seperti biasanya. Berolah raga ringan seraya membangunkan istrinya. Tepat pada ciuman ke lima Nara membuka matanya. “ selamat pagi sayang” sapa Nara pelan.

“mandilah dengan cepat. Aku tidak mau melewatkan waktu sarapan semakin lama” perintah Kyuhyun. Nara mengangguk.

“aku menunggumu di bawah” ujar Kyuhyun saat ia sudah berada diambang pintu kamarnya.

 

Kedua tangan Kyuhyun bergerak dengan cekatan ketika menyiapkan sarapan. Membolak balik daging, menggoreng sosis dan memanggang roti secara bersamaan. Menu sarapan mereka sangat sederhana tapi terasa sangat enak karena Kyuhyun membuatnya dengan cinta.

“bau danging sapi yang sangat lezat” Nara tersenyum ceria saat memasuki ruang makan. Kyuhyun sudah duduk di kursinya dengan ipad berada di tangannya. Tak perlu di tanya lagi. Kyuhyun pasti sedang membaca e-mail dari para rekan bisnisnya.

Kyuhyun meletakan ipadnya saat Nara sudah duduk di kursinya. Nara menatap sarapannya penuh nafsu. Roti panggang, daging sapi panggang, dan sosis berada di satu piring. Dia mengambil botol kecil berisi lada hitam dan garam lalu menaburkannya diatas daging dan sosisnya.

“jangan terlalu banyak” Kyuhyun memperingatkan. Terlalu banyak lada hitam akan membuat perut istrinya menjadi sakit.

“terimakasih sarapannya. Selamat makan” ujar Nara riang yang ditanggapi Kyuhyun dengan sebuah senyuman.

.

.

Seperti kata Kyuhyun sebelumnya jika hari ini dia akan mengajak Nara ke suatu tempat, dan di sinilah mereka sekarang, di salah satu ruangan rumah sakit yang penuh dengan gambar bayi. Ruangan milik dokter kandungan bernama Kang Mo Yeon. Dokter berparas cantik itu adalah teman SMA Kyuhyun, maka dari itu mereka sudah sangat akrab.

“selamat siang” sapa Kang Mo Yeon ramah yang dibalas dengan senyuman Nara. Saat di perjalanan tadi Kyuhyun sudah menjelaskan jika yang menjadi dokter adalah teman SMA-nya dan sudah bersuami, jadi Nara tak perlu cemburu jika Kyuhyun menunjukan kedekatannya dengan dokter Kang.

“aku rasa istriku hamil. Periksa dia” ujar Kyuhyun tanpa basa-basi

Mo Yeon berdecak, sifat menyebalkan Kyuhyun yang suka memerintah ternyata belum hilang. “mari Nara-ssi”

Dokter itu membawa Nara ke ruang di balik tirai yang berisi tempat tidur dan alat-alat kedokteran lainnya. Rumah sakit ini memang terkenal sangat bagus, tak heran jika semua peralatan kedoteran di sini sangat lengkap. Di sini juga ada alat USG 3D, yang bisa melihat bayi dengan lebih jelas. Dokter berparas cantik itu mulai memeriksa Nara. Dia meletakan alat diatas perut Nara, dan ternyata dugaan suaminya benar. Nara hamil. Diperut Nara terlihat janin yang masih sangat kecil.

“istrimu memang hamil. Usianya baru sekitar 9 minggu”

Kyuhyun langsung mengecup bibir Nara setelah mendengar perkataan dokter itu. Sedangkan Nara tersipu malu karena suaminya tidak tahu tempat saat menunjukan kemesraannya. “aku sangat yakin jika istriku sedang hamil”

“mereka berdua sangat sehat, tapi aku akan tetap memberikan vitamin” dokter itu mulai menulis sesuatu diatas kertas resep “minum ini sekali sehari Nara-ssi, pastikan kau meminumnya setiap hari”

Nara mengangguk mengerti. “terima kasih”

Kyuhyun dan Nara keluar dari ruangan dokter Kang setelah mendapatkan resep. Mereka berjalan beriringan menuju tempat penebusan resep.

Nara berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan perasaan yang sangat gembira, bahkan dia tak henti-hentinya tersenyum senang. Nara melingkarkan tangannya pada lengan Kyuhyun dan lebih menempel pada suaminya. Rasanya sangat menyenangkan karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu. Keluarga kecilnya akan lengkap dengan calon anak mereka yang sedang dikandung Nara.

“bagaimana oppa tahu kalau aku hamil?” tanya Nara penasaran

“kau menjadi sangat manja akhir-akhir ini, dan ukuran dadamu semakin besar” Kyuhyun melirik dada Nara

Nara memandang suaminya tak percaya. Bagaimana bisa suaminya berbicara frontal seperti itu di tempat umum seperti ini? “hentikan tatapan mesummu itu tuan Cho”

“begitu saja kau bilang aku mesum? Lalu apa julukan untuk istri yang selalu memintaku memasukinya hampir setiap hari?”

“kalau begitu jangan menyentuhku lagi” Nara berjalan lebih cepat di depan Kyuhyun.

Kyuhyun sedikit berlari untuk mengejar istrinya yang memang menjadi sangat sensitive akhir-akhir ini. “merajuk eoh?” pria itu memeluk Nara dari belakang dengan jaket panjang yang sedang dipakainya.

“dasar menyebalkan” Nara keluar dari kurungan Kyuhyun. Gadis itu menghadap Kyuhyun dengan menggembungkan pipinya sebal. Menatap Kyuhyun dengan tatapan sebalnya seperti balita yang sedang marah pada ibunya.

Cup! Kyuhyun mengecup bibir Nara, dan saat itu juga kemarahan Nara lenyap begitu saja. Kyuhyun memang tahu cara meredakan kemarahan istrinya. Hanya dengan makanan atau kelembutannya, Kyuhyun bisa meredakan amarah istrinya.

.

.

Hari ini Nara berangkat ke kantor lebih pagi dari biasanya. Kemarin dia tidak berangkat kerja, itu artinya banyak yang harus dia kerjakan hari ini. Namun ternyata tidak ada tumpukan dokumen yang harus dia kerjakan sama sekali. Meja kerjanya masih rapi seperti kemarin lusa saat dia meninggalkannya. Oleh karena itu Nara melanjutkan pekerjaannya yang dia kerjakan sebelum tidak masuk kerja.

“Bona-ssi, bisakah kau mengambilkan dokumen bulan desember tahun 2015?” perintah Yesung seenaknya. Padahal sekarang Bona sedang sibuk mengerjakan laporan yang harus selesai hari ini juga.

Nara melihat Bona lalu berdiri dari tempat duduknya “biar aku saja yang mengambilnya” gadis itu menawarkan dirinya.

“tapi kau..” Yesung belum selesai bicara, namun perkataannya langsung dipotong oleh Nara.

Bona berdiri dari duduknya “aku akan mengambilkannya”

“tidak Bona-aa, biar aku saja. Kau selesaikan saja pekerjaanmu”

“aku tak butuh belas kasihanmu, Nara-ssi” ujar Bona sengit. Dia masih marah karena Nara tidak jujur padanya tentang bagaimana dia mendapatkan barang-barang mewah miliknya, karena gaji bekerja di sini tidak bisa membeli semua barang branded yang dipakai Nara.

Nara tersenyum pada Bona “aku akan segera kembali” segera Nara pergi menuju ruang arsip. Walaupun hatinya berdebar sangat kencang sekarang, tapi dia harus pergi ke sana untuk membantu pekerjaan Bona. Nara belum melupakan kejadian buruknya saat di ruang arsip dulu. Masih jelas dalam ingatannya ketika kegelapan menyergapnya hingga dia sulit bernafas dan tidak ada yang menolongnya untuk beberapa saat. Gadis itu mengambil nafas sedalam-dalamnya sebelum masuk ke dalam.

Kyuhyun mengikuti Nara setelah melihat istrinya berjalan seraya memainkan jarinya. Raut wajahnya berubah kesal ketika melihat Nara memasuki ruang arsip. Pria itu tahu jika istrinya masih memiliki rasa takut dengan ruangan itu. “kenapa kau masuk keruangan ini lagi?” tanya Kyuhyun.

Nara terlonjak kaget mendengar suara Kyuhyun yang tiba-tiba, hingga map yang ada ditangannya jatuh berserakan di lantai. Dengan tangan yang bergetar dan raut ketakutannya, Nara berbalik. Dia mendesah lega saat melihat Kyuhyun berdiri tak jauh darinya. “oppa, kau mengagetkanku saja”

“jika tidak berani, kenapa kau masuk ke sini sendirian? Siapa yang menyuruhmu?”

“aku berani” elak Nara

“jangan berbohong. Apa Yesung hyung yang menyuruhmu?”

Nara menggeleng cepat. “aku ke sini atas keinginanku” Nara berjongkok untuk mengambil semua dokumen yang terjatuh.

Kyuhyun hanya bisa mendesah lalu membantu Nara mengambil berkas yang berserakan. “kau belum bisa melupakannya. Jangan masuk kesini, aku tidak mau melihatmu ketakutan seperti tadi”

Nara hanya tersenyum, dia tidak mau membantah Kyuhyun lebih lanjut.

“hari ini aku ada jamuan makan malam bersama Mr. Neeson. Kau mau ikut?” tanya Kyuhyun

Nara menggeleng. Dia berdiri setelah memungut semua dokumen yang berantakan “aku ingin pulang dan beristirahat”

“jaga dirimu baik-baik, aku akan segera pulang setelah makan malam. Akan kubawakan pizza malam ini”

“yeey” Nara bersorak senang. Dia selangkah lebih maju untuk mencium pipi suaminya “kau memang suami terhebat. Aku mencintaimu”

Dengan sigap tangan Kyuhyun berada dipinggang Nara dan menarik tubuh gadis itu agar menempel pada tubuhnya lalu melumat bibir cherry milik Nara. Hanya sebentar karena Kyuhyun khawatir jika aka nada orang lain yang masuk ke ruang arsip ini. “kau selalu mengatakan mencintaiku kalau aku membelikan makanan. Apa kau hanya mencintaiku ketika aku membelikan makanan?”

“tentu saja aku mencintaimu sepanjang waktu. Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik. Tak pernah aku lewatkan tanpa rasa cintaku padamu yang semakin banyak, Cho Kyu hyun” jawab Nara dengan penekanan saat mengucapkan Nara suaminya.

Kyuhyun tersenyum “kabari aku jika kau sudah sampai di apartemen”

“baik tuan Cho” Nara menggerling. Setelah merapikan semuanya dan mengambil dokumen yang diminta Yesung, Nara keluar terlebih dahulu. Dia tidak ingin membuat Yesung menunggu lama dan akhirnya memarahi Bona.

 

Apartemen Kyuhyun

Bangun dari tidur singkatnya, Nara langsung berjalan menuju dapur. Sepulang dari kantor dia mampir ke mini market untuk membeli 2 ramyun. Gadis itu tersenyum bahagia lalu memeluk kedua ramyun itu seperti gadis yang sudah lama tidak bertemu dengan kekasihnya. Sudah sangat lama dia tidak memakan ramyun kesukaannya. Tentu saja suaminya yang sangat protektif itu yang melarangnya.

Nara melihat jam yang ada di dinding. Masih ada satu jam sebelum Kyuhyun pulang. Segera dia memanaskan air didalam panci kecil, dan memasukan ramyun setelah airnya mendidih. Dia terus membaui asap dari ramyun sudah matang. Baunya sangat enak dan menggodanya untuk membuat lagi lain kali. Nara duduk di meja makan lalu mulai memakan ramyun buatannya langsung dari panci.

Di sisi lain, Kyuhyun meminta ijin pada rekan bisnisnya untuk pulang lebih cepat. Biarlah urusan perusahaan diurus Henry. Sekarang Kyuhyun hanya ingin bertemu dengan istrinya karena ia tidak bisa meninggalkan istrinya terlalu lama. Terlebih sekarang, tiba-tiba saja Kyuhyun merasa khawatir pada Nara. Yang ada dipikirannya hanya secepat mungkin sampai ke apartemen dan memastikan istrinya tidak melakukan hal aneh yang membahayakan dirinya maupun calon anak mereka.

Mata Kyuhyun membulat sempurna ketika melihat istrinya memakan mie instan. “apa yang kau makan Hwang Nara?” tanya Kyuhyun retoris dengan suara beratnya.

Hampir saja Nara tersedak setelah mendengar suara Kyuhyun. Dia mengambil air lalu menghabiskannya dalam sekali teguk. Matanya memicing kearah Kyuhyun. Kenapa suaminya sudah pulang? Bukannya ada jamuan makan malam? Bahkan sekarang, jam makan malam belum selesai.

“aku.. aku sedang memakan..” jawab Nara tergagap

“ramyun” potong Kyuhyun cepat  “sudah berapa kali kubilang untuk meninggalkan makanan instan itu” geram Kyuhyun.

Pria itu berjalan cepat mendekati Nara, mengambil panci kecil berisi ramyun yang hanya tersisa sedikit dan membawanya ke counter dapur. Kyuhyun menghela nafasnya saat melihat ada dua bungkus ramyun di tempat sampah. Tak hanya satu, istrinya memakan dua bungkus ramyun.

Setelah memikirkan cara agar Kyuhyun tidak marah, Nara menyusul Kyuhyun dan langsung memeluk suaminya dari belakang. Gadis itu menyandarkan pipinya dipunggung Kyuhyun serta tangannya melingkar erat di perut Kyuhyun. “anak kita sangat ingin memakan ramyun. Jangan marah eoh”

“jangan mengkambing hitamkan kehamilanmu” Kyuhyun geram.

Suaminya masih kesal padanya. Itulah yang ada dipikiran Nara sekarang setelah mendengar nada dingin dari ucapan Kyuhyun. Dia kembali memutar otak untuk mendapatkan alasan lain. Namun Nara tidak bisa memikirkan alasan lain sekarang, tidak ada alasan yang tepat untuk menghindari kemarahan Kyuhyun kecuali dia menangis. Ya Nara harus menangis sekarang agar Kyuhyun tidak memarahinya karena memakan makanan terlarang.

Kyuhyun melepaskan pelukan Nara lalu menarik istrinya. Memutar posisi mereka hingga sekarang Nara terjepit diantara counter dapur dan Kyuhyun. “jadi, sudah berapa kali kau memakan ramyun saat aku tidak ada?”

“ini pertama kalinya aku memakan ramyun”

“jangan berbohong. Jangan buat aku menyesal menikah karena memiliki istri yang tidak patuh padaku”

Nara berdecak”oppa akan menceraikanku hanya karena aku memakan ramyun?”

“aku serius Hwang Nara” Kyuhyun menekankan disetiap katanya.

Nara terdiam, suaminya tidak bercanda sekarang. Dia kembali mengingat “8 kali mungkin”

“mungkin 8 kali? Itu artinya bisa lebih dari 8 kali” tanya Kyuhyun tak percaya. Ternyata istrinya sering memakan ramyun dibelakangnya. Percuma saja ia melarang Nara selama ini.

“tidak.. tidak, hanya 8 kali” Nara meralat ucapannya “lagipula saat aku belum menikah dengan oppa, setiap hari aku memakan ramyun. Rasanya sangat aneh jika aku tidak memakannya”

“oleh karena itu aku melarangmu. Dulu kau sudah memakan ramyun setiap hari, jadi sekarang kau tidak boleh memakanmu lagi. Kau tau kan zat dari ramyun akan hilang setelah seminggu? Dan kau memakannya setiap hari sebagai pengganti nasi” jelas Kyuhyun tenang. Pria itu mulai tenang begitu melihat air mata Nara sudah menggenang dimatanya.

“jangan menangis” perintah Kyuhyun

Nara meringsek kepelukan Kyuhyun. Dia menyandarkan kepalanya pada dada Kyuhyun agar suaminya tidak tahu jika dia sedang tersenyum. Tak percuma sedari tadi Nara berusaha untuk menangis agar tidak dimarahi Kyuhyun lebih lanjut. Buktinya sekarang suaminya mulai tenang dan membalas pelukannya.

Kyuhyun tersenyum karena ia berfikiran Nara telah menyesali perbuatannya. “aku akan mengijinkanmu memakan ramyun, tapi hanya 2 kali dalam sebulan”

“aaa oppa. Gomawo” Nara mengecup bibir Kyuhyun. Akhirnya dia tidak perlu sembunyi-sembunyi untuk memakan ramyun. Walaupun sebulan hanya dua kali, tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

.

.

Akhir pekan ini Kyuhyun mengabulkan permintaan Nara untuk menonton film dan makan toppoki di kedai kaki lima. Awalnya Kyuhyun menolak keras permintaan Nara yang kedua, tapi karena pria itu terlalu mencintai istrinya dan tidak mau melihat istrinya menangis, akhirnya Kyuhyun mau memakan toppoki dipinggir jalan. Seperti sekarang, mereka berdiri didepan penjual toppoki yang berhenti dipinggir jalan. Nara memakan toppoki dan odeng secara bergantian dengan lahap. Sementara Kyuhyun hanya melihat istrinya itu.

“aaa” Nara menyuapi Kyuhyun toppoki miliknya. Ya miliknya, karena Kyuhyun tidak mau memakan toppokinya, maka Nara mengambilnya dan memakannya.

“kau mengataiku gendut seperti babi, tapi malah menyuruhku makan dimalam hari seperi ini” protes Kyuhyun

Nara nyengir, lalu memakan toppoki itu sendiri. Menghabiskannya sampai tak tersisa sedikitpun. Kyuhyun berdecak melihat porsi makan istrinya yang sangat banyak. Bayangkan saja, Nara sudah menghabiskan pasta dan lasagna sebelum pergi ke bioskop, lalu saat di bioskop dia menghabiskan popcorn ukuran besar dan 2 nachos, dan sekarang dia memakan 2 porsi toppoki dan 15 tusuk odeng. “tubuhmu kecil tapi kau makan sangat banyak”

Nara melihat 2 mangkuk bekas toppoki dan 15 tusuk odeng yang telah dimakannya. Dia tersenyum kearah Kyuhyun. “oppa tak akan jatuh miskin hanya karena makanku banyak kan?” ujar Nara ketika melihat bibi penjual toppoki memberikan beberapa lembar uang kembalian pada Kyuhyun.

Kyuhyun merangkul istrinya saat menyebrang jalan. Sesampainya disebrang jalan, Nara merasakan ada sesuatu yang mengganjal.dia menghentikan langkahnya untuk memeriksa tas dan saku coat yang dia pakai. Ponselnya tidak ada. “ponselku tertinggal” ujarnya kaget “aku meletakannya dimeja saat memakan odeng dan toppoki tadi” lanjutnya penuh penyesalan

“dasar ceroboh! tetaplah di sini, aku akan mengambilkannya” Kyuhyun mengacak rambut Nara lalu berlari menyeberang jalan.

Kyuhyun berdecak pelan saat melihat ponsel milik istrinya yang tergeletak di meja. Nara memang ceroboh sejak dulu, gadis itu juga pelupa. Tak heran jika dia meninggalkan ponselnya. Kyuhyun memasukan ponsel Nara ke dalam saku coat yang sedang ia pakai.

“ah, Kyuhyun oppa” sapa Sena saat Kyuhyun akan berbalik.

“aku tidak tahu jika Kyuhyun oppa menyukai jajanan di pinggir jalan seperti ini”

“memangnya tidak boleh?”

“bukan begitu. Jarang ada orang kaya, terlebih CEO perusahaan terkenal yang mau makan dipinggir jalan seperti ini”

“kau juga”

“Aku tidak memiliki apapun selain diriku dan tabunganku yang tidak banyak. Sekarang saja aku harus bekerja diperusahaan oppa untuk menghidupi diriku” Sena tertawa miris

Kyuhyun mengangguk mengerti perasaan Sena. Gadis itu memang tinggal sendiri di sini, ayahnya dipenjara dengan tuduhan korupsi dan membuat semua hartanya diambil. Ibunya meninggal bunuh diri karena tidak bisa hidup miskin,tak lama setelah ayahnya dipenjara. Sedangkan kakaknya menjadi pasien rumah sakit jiwa tepat sebulan setelah masuk sel tahanan. “kau harus tetap semangat Sena-aa” Kyuhyun meremas pelan lengan Sena, memberinya sedikit kekuatan untuk menjalani hidup yang berat ini.

“aku pergi dulu” Kyuhyun mengeluarkan selembar 100 ribu won lalu menyerahkannya pada bibi penjual toppoki.

“lain kali aku akan menraktirmu di restoran” lanjut Kyuhyun yang dibalas anggukan dan senyuman Sena. Kyuhyun tersenyum pada Sena lalu pergi. Ia merutuki dirinya saat melihat Nara berjalan cepat meninggalkan Kyuhyun.

Nara memang melihat semua perlakuan Kyuhyun pada Sena. Perasaannya masih biasa saat melihat Kyuhyun hanya bicara pada Sena, namun dia menjadi sebal saat melihat suaminya memegang Sena dan tersenyum pada gadis yang selalu mengganggunya. Nara menghentakan kakinya sebal dan berjalan cepat menjauhi Kyuhyun. Beruntung lampu kota bersinar terang menyinari jalanan. Jika tidak, sudah dipastikan Nara tidak berani berjalan sendirian.

Grepp!

Kyuhyun memeluk Nara dari belakang, membuat gadis itu menghentikan langkahnya. “maaf” ujar Kyuhyun tepat disebelah telinga Nara.

Nara tidak menjawab apapun. Dia melepaskan pelukan Kyuhyun lalu menatap Kyuhyun kesal. “aku tidak cemburu tuan Cho. Kau tenang saja”

Kyuhyun menahan tawa gemasnya ketika melihat istrinya seperti ini. Sudah terlihat sangat jelas dari sikap Nara kalau dia sedang cemburu. Diraihnya tengkuk Nara dan segera Kyuhyun melumat bibir cherry milik istrinya. Nara terkesiap kaget, tapi beberapa detik kemudian dia menikmati permainan bibir Kyuhyun diatas bibirnya. Tangannya pun mulai melingkar diperut Kyuhyun.

Satu menit

Dua menit

Tiga menit

Empat menit

Lima menit

Enam menit berlalu dengan Kyuhyun yang terus mempermainkan bibir istrinya. Sekarang Nara sudah tahu cara mengimbangi ciuman Kyuhyun, oleh karena itu mereka berdua sekarang sudah bisa mengambil nafas disela-sela ciuman mereka. Mereka tidak perlu melepaskan ciuman yang sedang berlangsung saat paru-paru mereka membutuhkan oksigen.

Tepat dimenit kelima Nara menghentikan ciuman mereka.“kakiku seperti jelly” ujar Nara seraya mencengkram bagian depan coat suaminya.

“ayo pulang, aku juga tidak mau kita bercinta disini” bisik Kyuhyun. Ia merangkul istrinya lalu berjalan menuju halte bus yang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri. Kyuhyun dan Nara memang menaiki bus. Tentu saja karena Nara yang memintanya, gadis itu ingin kencan dengan cara yang sederhana.

Sesampainya diapartement, Kyuhyun kembali mencium Nara. Pria itu sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi untuk berada didalam istrinya. Karenanya Kyuhyun langsung menyambar bibir Nara walaupun masih diruang tengah. Pria itu mengangkat tubuh istrinya tanpa melepaskan ciumannya. Membawa istrinya duduk disofa yang lebih nyaman. Kyuhyun mengerang ketika Nara duduk tepat diatas miliknya. Keduanya memang masih berpakaian utuh, hanya melepas coat saat sudah memasuki apartemen.

Kyuhyun tersenyum dalam ciumannya saat tangannya bergerak leluasa dipaha Nara. Ia bersyukur karena istrinya selalu memakai dress, sehingga tidak menyusahkan kegiatannya. “sepertinya besok kau tidak akan bekerja nyonya Cho” ujar Kyuhyun sebelum ciumannya semakin turun menuju dada Nara.

 

bersambung di part selanjutnya~

 

dikit banget yaa? Iya, emang dikit banget.

Aku ngga ada waktu luang buat ngetik semua ide yang kupunya L kehidupan semester7 sangat kejam! Dan aku juga ngga janji part selanjutnya bakal cepet. Mianhae~ L

Comment yaa, jangan suka jadi sider. Kalau komentarnya sampai 100 lebih, aku bakal ninggalin skripsiku bentar buat bikin ff. kekeke

 

With Love,

 

Chokyulate

Advertisements

48 thoughts on “Everlasting part 4

  1. Akhirnya ff yg kutunggu kluar juga asikkk
    Kabar gembiranya ternyata nara hamil sungguhan cukae.
    Ish gemes sama Bona yg salah paham mulu. semoga bona cepet tau siapa itu nara dan untuk nara mending diam di rmh deh kasihan dedeknya

    Semangat eonni untuk next chapt

    Liked by 1 person

  2. Ga kebayang
    Q yg mhasiswi transisi baru smster 5 aja metode penelitian sbuknya mnta ampun
    Ap lg smester 7 ya
    Sibuk bnget pastinyaaaaa
    Aduhhhh…….. alhamdulillah terima kasih bnyagģ msh mau nulis terusssss

    Yeyyyy hamilllllk
    Kirain td oneshoot

    Ngeriiii low ad adegan pinggir jalan ntar ketabrak

    Liked by 1 person

  3. s kyu mesum amat, istri nya lagi hamil malah d gempur tiap malam.. -__-
    aduhh, kapan tu swna nyadar diri, n kapan nara d publish kalo dia istri s kyi. biar yg lain mati kutu..
    wkwk

    Liked by 1 person

  4. So sweet bgt kyuhyun iri ya sma nara moga2 nggak da yg ngganggu rumah tanggak mereka ya kaka tapi rasa2 nya sena suka sma kyuhyun yg penting konflik nya jangan terlalu menyakitkan ya autor thanks udah di shere di tunggu next nya…

    Liked by 1 person

  5. Mesum Banget Kyuhyun 😈😈😈😈

    Bona masih marah ke Nara 😡😡😡

    Nara Udah tau Phobia di ruang itu masih aja bandel buat bantuin Bona Ambil arsip

    Untung Gak ada yang mergokin Si kyu sama nara di Ruang Itu 😂😂😂

    Liked by 1 person

  6. Uwuwuwu so sweet banget ceritanyaaa.. Baca dari belakang, langsung tertarik sama ff inii.. Begitu buka part 3 ternyata di password u.u suka banget pokoknya sama cerita ini.. Smangatt lanjutin eonni ^^ salam kenal juga 🙂

    Liked by 1 person

  7. eh nara hamil, wahh selamat ya nanti punya baby cho 😀
    nara beruntung bgt punya suami kaya kyuhyun so sweet perhatian bgt lg
    bona masih marah ya sama nara, knp gak kasih tau aja kalo nara istrinya kyuhyun

    Liked by 1 person

  8. Ye akhirnya nara bnran hmil,so sweet dech,mkny cho publikasi dong status klian biar org”tau klo nara istrimu…biar bona g slh phm trus,,kdpny biar baik”ja

    Liked by 1 person

  9. aaaa chukkae ternyata nara hamill ciee gak sabar nunggu baby cho lahir 🙂
    bona nih tpinya mau minta penjelesan ke nara tapinya dia gk mau ngomong atau ngehindarin nara ya gimana nara ngomongnya -,-
    nih si nara emang sensian nih apa karna baby cho ..

    Liked by 1 person

  10. tuhh kann bnr nara hamil duh si kyu yg plng prtama tau yaa smga sehat trs yaa baby’y.. si sena msh blm tau jg ya si kyu udh nikah? smga aja nanti sena tau kalo nara istri’y kyu si bona jg jgn marah2 trs degerin dlu penjelasan nara kasian kan nara d tuduh yg mcm2..

    Liked by 1 person

  11. Ahhh chukkae akhirnya nara hamil juga 🙂
    Uhhh kyuhyun udah tau istrinya lagi hamil eh mala di gempurin terus tiap malem..
    Ah si bona masih ngindarin nara terus gimana mau nara ngejelasin hubungannya dengan kyuhyun..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s