Uncategorized

Time Machine part 17

Dengan penerangan lampu jalan yang tidak terlalu terang, Nara mengikuti Kyuhyun yang terus berjalan menuju taman kota. Wanita itu berjalan dengan sedikit mengendap-endap supaya tidak ketahuan oleh suaminya. Kyuhyun terus berjalan mendekati seorang wanita yang duduk di kursi. Senyuman ramah menghiasi wajah tampannya setelah berhadapan dengan wanita yang telah menunggunya.

“sayang maaf aku terlambat, butuh waktu untuk membuatnya tertidur” ujar Kyuhyun penuh penyesalan.

Wanita itu berdiri dan mencium Kyuhyun. Untuk beberapa saat mereka larut dengan ciuman mereka tanpa menyadari jika ada seseorang yang sedang menatap mereka dengan derai air mata. Ya, Nara sedang menangis tersedu sekarang. hatinya sangat sakit melihat suaminya mencium wanita lain. Nara berjalan beberapa langkah lebih dekat untuk melihat siapa wanita itu, dan ternyata dugaannya benar. Wanita yang sedang dicium suaminya adalah Minyoung.

Air mata Nara mengalir semakin deras. Dia memukul-mukul dadanya yang semakin lama terasa semakin sesak, seperti tidak ada udara untuk bernafas. Hatinya juga terasa sangat sakit. “jadi… jadi ini yang kalian lakukan dibelakangku?” suara Nara bergetar hebat.

Kyuhyun melepaskan ciumannya, ia terkejut melihat Nara an berdiri tak jauh darinya.

“syukurlah kau ada di sini. Aku akan memberitahumu sekarang. Lusa, aku dan Kyuhyun oppa akan menikah” ujar Minyoung senang

Tubuh Nara merosot ke tanah setelah mendengar perkataan Minyoung. Ucapan Minyoung bagaikan timah panas yang menancap pada hatinya. “me.. menikah? Oppa, yang dikatakan Minyoung tidak benar kan? Katakan padaku jika Minyoung berbohong”

“yang dikatakan Minyoung benar, dan aku yakin Dennis pasti akan menerima Minyoung sebagai ibunya” jawab Kyuhyun tanpa beban. “kau pulanglah, aku dan Minyoung harus mempersiapkan pernikahan kami”

Kyuhyun merangkul Minyoung dan pergi meninggalkan Nara yang masih terisak dengan tangisnya. setelah beberapa langkah, Minyoung menoleh kebelakang dan menunjukan senyum kemenangannya.

 

“oppa… oppa kembali!!!”triak Nara. Dia terbangun dari tidurnya dengan tubuh yang gemetar.

Kyuhyun yang awalnya memang belum tidur langsung menenangkan Nara. Ia memberi Nara minum sebelum menanyakan apa yang terjadi pada istrinya. Tangannya mengusap keringat yang membasahi dahi istrinya lalu menyingkirkan rambut Nara yang menutupi sebagian wajah cantiknya.

“ada apa?” tanya Kyuhyun saat Nara meletakan gelas kosong diatas nakas.

Nara tidak menjawab melainkan menangis. Tak membutuhkan waktu lama untuknya terisak dengan tangisnya. Kyuhyun memeluk istrinya, menenangkan istrinya dengan tangan yang bergerak naik turun pada punggung Nara. Sesekali ia mengecup puncak kepala Nara. “ssst, jangan menangis. Semua baik-baik saja” kata-kata itu selalu keluar dari mulut Kyuhyun selama Nara menangis.

“aku bermimpi jika oppa meninggalkanku” ujar Nara disela isak tangisnya.

“itu hanya mimpi buruk sayang. Aku akan selalu bersamamu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu”

Suara Kyuhyun yang sangat lembut dan menjanjikan sesuatu yang sangat didamba membuat Nara berhenti menangis. Dia melonggarkan pelukannya untuk melihat wajah suaminya.

“aku berjanji tak akan meninggalkanmu. Aku mencintaimu” Kyuhyun mengecup bibir Nara. ia menghapus air mata yang membasahi pipi Nara dengan ibu jarinya.

Kyuhyun membaringkan Nara, membenarkan selimut lalu ikut berbaring disamping istrinya. “kembalilah tidur, aku akan menjagamu dari mimpir buruk” Tangan besar Kyuhyun membawa tubuh Nara untuk menempel pada tubuhnya supaya ia bisa memeluk istrinya dengan nyaman.

Nara mengangguk, dia membenamkan kepalanya pada dada bidang milik suaminya. Nara terus berdoa agar mimpinya tidak menjadi kenyataan. Nara terus meyakinkan dirinya jika itu semua hanya mimpi. Lagipula suaminya masih disini bersamanya sekarang, sedang memeluknya erat dan berjanji untuk tidak pernah meninggalkannya.

Membutuhkan waktu 20 menit untuk Nara kembali tertidur. setelah yakin jika istrinya sudah tertidur dengan nyaman, barulah Kyuhyun mulai memejamkan matanya, menyusul Nara kealam mimpi. Kyuhyun sudah tidak peduli lagi dengan pekerjaan yang ia kerjakan tadi. Saat ini ia hanya ingin tidur bersama istrinya dan menjaga Nara dari mimpi buruk dengan terus memeluk Nara.

.

.

Keesokan harinya Nara bangun lebih awal dari Kyuhyun. Dia tersenyum menyadari posisi tidurnya yang berada dipelukan Kyuhyun. Suaminya menepati janjinya untuk menjaganya dari mimpi buruk, karena Nara tidak bermimpi lagi, dia tidur dengan nyenyak setelah tidur dipelukan suaminya.

Perlahan Nara memindahkan tangan Kyuhyun yang berada dipinggangnya. Dia tidak ingin menganggu tidur Kyuhyun. Masih ada 45 menit sebelum Kyuhyun bangun dari tidurnya, dan Nara tidak mau membuat 45 menit yang sangat berharga bagi tubuh suaminya itu hilang begitu saja. Oleh karena itu, Nara sangat hati-hati saat turun dari kasur agar tidak membangunkan suaminya.

Seperti biasanya, Nara membersihkan dirinya terlebih dahulu lalu memasak untuk sarapan keluarga kecilnya. Saat semuanya sudah siap, Nara membangunkan Dennis dan suaminya. Dia kembali ke dapur untuk membuat jus seraya menunggu suami dan anaknya turun keruang makan.

Tak membutuhkan waktu lama Dennis memasuki ruang makan dengan menyeret tas sekolahnya. Disusul dengan Kyuhyun yang memasuki ruang makan dengan dasi yang masih menggantung dilehernya. Berbeda dengan Dennis yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya. Melihat itu, Nara berjalan mendekati Kyuhyun. Tangan terampilnya mulai menyimpulkan dasi suaminya.

“hari ini jadwalmu ke rumah sakit. Aku akan mengantarmu setelah mengantar Dennis” ujar Kyuhyun pelan agar tidak terdengar Dennis.

“aku bisa sendiri. Oppa harus ke kantor. Ingat, hari ini ada rapat yang sangat penting” Nara mengingatkan. Dia tahu karena tidak sengaja dia membaca agenda Kyuhyun saat membereskan pekerjaan Kyuhyun tadi pagi.

Kyuhyun mendesah, ingin sekali ia membatalkan rapat pagi ini. Kyuhyun sangat ingin menemani istrinya ke rumah sakit. “aku akan menemuimu begitu rapat selesai”

“oppa harus menjemput Dennis. akhir-akhir ini putra kita selalu sakit jika berjauhan dengan orang tuanya walau hanya sehari. Oleh karena itu, oppa harus menjaganya sampai aku pulang” ujar Nara tak terbantahkan. “aku baik-baik saja” lanjutnya menenangkan Kyuhyun.

Setelah selesai memasangkan dasi, Nara dan Kyuhyun duduk di kursi mereka untuk memulai sarapan bersama. Hari ini giliran Dennis untuk memimpin doa. Anak itu berdoa dengan suaranya yang lucu, khas anak-anak seusianya.

 

Seharian Nara berada di rumah sakit, menerima semua cairan yang dimasukan ke tubunya melalui infus. Cairan obat yang akan menghambat pertumbuhan kankernnya agar dia bisa tetap bertahan beberapa hari lagi sampai pendonor itu mendonorkan sum sum tulang belakangnya. Hanya beberapa hari lagi dia akan sembuh dan tidak perlu ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan seperti ini. Seharian Nara hanya berbaring di rumah sakit, sesekali dia berjalan menuju kamar mandi jika merasa mual.

Saat semua obat telah masuk ke dalam tubuhnya, dia merasa lega. Pasalnya Nara tidak perlu menginap sehingga dia bisa kembali ke rumah saat itu juga. Nara sudah sangat merindukan putranya, dia ingin segera memeluk putranya setelah sampai di rumah nanti.

Nara pulang menggunakan taksi karena tubuhnya belum terlalu kuat untuk berjalan jauh ke halte bus. Butuh waktu 30 menit untuknya sampai di rumah. Senyum Nara mengembang ketika memasuki halaman rumahnya. Dia melihat Kyuhyun dan Dennis sedang bercanda di ayunan yang terletak di halaman rumah.

“eomma!!” panggil Dennis seraya berlari mendekati ibunya.

Seperti biasanya, ibu satu anak itu berlutut dan merentangkan kedua tangannya, siap untuk memeluk putranya. Dennis bagaikan sumber kekuatan bagi Nara, energi dalam tubuhnya langsung terisi setelah memeluk putranya. Melepas rindu yang dia rasakan sejak berada di rumah sakit tadi. Nara berdiri dengan Dennis digendongannya. Dia berjalan mendekati Kyuhyun.

“Dennis turun! Kau hanya akan membuat eomma kelelahan” ujar Kyuhyun dengan Nada tinggi.

Nara menaikan tubuh Dennis saat anak itu mulai merosot dari gendongannya. “Dennis tidak perlu turun, eomma tidak apa-apa” Nara tersenyum pada Dennis.

“bukankah oppa terlalu galak padanya?” tegur Nara pada Kyuhyun.

Kyuhyun mendesah, menyesali apa yang ia katakan pada putranya. Ia hanya mencemaskan keadaan Nara. Ia tak bermaksud membentak putranya hingga membuat Dennis ketakutan saat itu juga. “maafkan appa eoh” Kyuhyun mengacak rambut Dennis.

Dengan kedua tangannya, Kyuhyun mengangkat Nara dan Dennis sekaligus. Membawa orang yang paling ia cintai masuk ke dalam rumahnya yang nyaman. Dennis tertawa terpingkal melihat ayahnya yang sangat kuat. Keceriaan anak itu berlanjut ketika mereka sampai di ruang tengah. Kyuhyun dan dennis melanjutkan waktu bersama mereka dengan bermain playstation seraya menunggu Nara yang sedang membersihkan diri.

Nara memesan pizza dan ayam untuk makan malam mereka. Sebenarnya Nara ingin memasak, namun seperti yang sudah diketahui, suaminya terlalu protektif sehingga tidak mengijinkan istrinya untuk memasak. Lagipula putranya ingin memakan pizza, jadi dia menuruti permintaan anak dan suaminya.

Sama seperti menunggu pesanan tiba, menghabiskan makanannya pun tak membutuhkan waktu yang lama. Keluarga kecil Kyuhyun memang suka sekali makan. Oleh karena itu, hanya dengan waktu 20 menit semua makanan yang ada di meja hanya tersisa bungkusnya. Sesudah makan keluarga kecil Kyuhyun menggosok gigi lalu tidur. Membiarkan malam berlalu dengan sendirinya.

 

Matahari belum menampakan dirinya sepenuhnya ketika Nara berjongkok di depan closet seraya memuntahkan isi perutnya. Kurang lebih sudah 10 menit dia seperti itu. Nara menekan flash pada closet setelah mengeluarkan semua isi perutnya. Badannya terasa tak bertenaga lagi, bahkan dia hampir jatuh ketika berdiri. Beruntung suaminya sudah ada dibelakangnya yang dengan sigap menangkap tubuhnya.

Dengan bantuan Kyuhyun, Nara berjalan menuju wastafel untuk menggosok gigi dan mencuci mukanya. Pagi ini terasa sangat berat untuk Nara. Dia sudah kehilangan tenaganya walaupun hari masih pagi. Kyuhyun mengambil handuk kecil lalu mengeringkan muka Nara.

“maaf” ujar Nara penuh penyesalan.

Kyuhyun bingung. Kenapa istrinya meminta maaf? Karena mengganggu tidurnya? bahkan Kyuhyun tidak merasa terganggu. Justru Kyuhyun merasa bersalah karena tidak menemani Nara saat merasa kesakitan harus mengeluarkan semua isi perutnya. “di saat sehat maupun sakit” pria itu mengingatkan janjinya ketika mereka menikah.

Nara tidak menjawab apapun lagi. Kalimat Kyuhyun sudah menjelaskan semuanya. Kyuhyun sedang menjadi suami setia dan bisa diandalkan dalam situasi apapun, dan Nara bersyukur karena itu. Kyuhyun memapah Nara ke ranjang mereka. Istrinya tampak lemas, maka dari itu Nara harus tidur. Biarlah hari ini Kyuhyun yang mengurus Dennis dan menyiapkan sarapan.

Kyuhyun menatap sendu Nara yang sudah berbaring di ranjang. Pria itu membenarkan selimut Nara lalu mengecup bibir pucat istrinya. “bertahanlah sebentar lagi sayang. Beberapa hari lagi kau akan operasi dan akan sehat seperti dulu” Kyuhyun meremas tangan istrinya, menyalurkan kekuatan dan cinta yang dimilikinya.

Nara mengangguk seraya tersenyum, kemudian dia memejamkan matanya. Nara sudah tidak kuat untuk terjaga lebih lama lagi, oleh karena itu Nara tidur kembali. Masih ada 20 menit sebelum waktunya untuk menyiapkan sarapan dan membantu Dennis bersiap kesekolah.

Sedari tadi Kyuhyun tak bergerak dari posisinya, duduk di samping Nara yang sedang terlelap dengan wajah pucatnya. Setelah 20 menit, tidak ada pertanda Nara bangun dari tidurnya, dan Kyuhyun tidak mau mengganggu tidur istrinya. Pria itu keluar dari kamarnya untuk membangunkan Dennis.

Betapa terkejutnya Kyuhyun saat melihat Dennis terisak oleh tangisnya. “jagoan appa kenapa menangis?”

“aku bermimpi eomma meninggalkan kita lagi”

“ssssttt, dengarkan appa. Itu hanya mimpi, eomma tidak akan pernah meninggalkan kita” Kyuhyun menenangkan Dennis. Ia memeluk putranya.

Setelah Dennis mampu mengendalikan isakan tangisnya, kyuhyun membawa anak itu ke kamar mandi. “Dennis sudah bisa mandi sendiri kan? Appa akan membuatkan sarapan untuk kita”

“eomma?” tanya Dennis. anak itu sedikit heran karena pagi ini ayahnya yang datang ke kamarnya.

“eomma sedang tidak enak badan” jawab Kyuhyun yang dibalas dengan anggukan kepala Dennis.

Kyuhyun pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Menggoreng sosis, membuat telur dadar, dan memanggang roti. Tak lupa ia membuat segelas susu untuk Dennis dan kopi untuk dirinya sendiri. Ia menyesap kopinya sebelum beranjak meninggalkan dapur untuk mandi.

Dennis sudah berada dikamar Kyuhyun dengan pakaian sekolahnya yang rapi ketika Kyuhyun keluar dari walked closetnya. Anak itu sedang berada dipelukan ibunya yang duduk diatas ranjang.

“Dennis, ayo kita sarapan”

“bolehkah aku sarapan disini bersama eomma?”

“jika kau makan di kasur, maka tidurlah di dapur” ucap Kyuhyun datar.

Dennis yang mengerti perkataan ayahnya langsung turun dari kasur lalu melewati ayahnya berjalan ke ruang makan.

“mau ke mana?” tanya Kyuhyun pada Nara yang sedang mendekatinya.

“aku tidak mau jika harus tidur di dapur”

“semua ada pengecualiannya sayang” Kyuhyun merapikan rambut Nara.

“jangan terlalu keras padanya” pinta Nara. Kyuhyun tidak menjawab, ia hanya tersenyum lalu menggandeng tangan Nara, menyusul Dennis yang sudah berada di ruang makan.

.

.

Kyuhyun menatap tajam wanita yang ada didepannya. Wanita yang dia benci karena telah menggodanya. Park Minyoung, dia ada di kantor Kyuhyun sekarang. Dia ingin meminta maaf pada Kyuhyun dan juga Nara karena selalu dihantui rasa bersalah. Minyoung pernah menyusul Kyuhyun dan Nara ke busan, namun sepertinya Nara tidak mau bicara dengannya. Oleh karena itu dia kembali ke Seoul dan baru sekarang dia berani menemui Kyuhyun di kantor.

“aku selalu dihantui rasa bersalah, dan sepertinya aku sudah mendapat balasannya” Minyoung menghentikan ucapannya untuk mengatur nafasnya  “laki-laki yang kau buang bersamaku di desa terpencil itu selalu memukuliku karena tidak mempunyai uang. Setiap hari kerjaannya hanya mabuk-mabukan dan memukuliku. Oleh karena itu aku kabur ke Seoul, tempat ini yang paling aman. Ia mengira aku tidak akan kembali ke Seoul karena aku takut denganmu”

“tapi saat aku melihatmu di busan, sepertinya kau baik-baik saja” Kyuhyun masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Minyoung.

“saat itu aku sedang dijual. Pria brengsek itu menjualku kepada orang tua yang menginginkan sex. Saat itu aku kabur. Ia menghajarku hingga aku mendapatkan bekas luka ini” Minyoung menunjukan bekas luka yang ada dilengannya. Bekas jahitan yang sangat panjang, mungkin sekitar 7cm.

Kyuhyun menatap ngeri bekas luka itu. terlihat jelas jika Minyoung sangat tersiksa dengan kehdupannya bersama pria itu. diwajah Minyoung pun terdapat beberapa memar. Ujung bibirnya pun terdapat luka yang telah mengering. “aku memaafkanmu, dan aku yakin Nara pasti memaafkanmu. Dulu kau adalah sahabat terbaiknya”

“terima kasih, semoga kau dan keluargamu selalu hidup dalam kebahagiaan, Kyuhyun-ssi”

“tinggallah di apartement lamamu. Seperti yang kau bilang, Seoul adalah tempat teraman untukmu”

Minyoung tersenyum, dia berdiri lalu membungkukan badannya 90derajat. “terimakasih Kyuhyun-ssi. Aku pamit”

Kyuhyun merasa bersalah pada Nara setelah Minyong keluar dari ruangannya. Ia sudah berjanji untuk tidak menemui Minyoung lagi, tapi kenyataannya baru saja Kyuhyun berbicara dengan Minyoung, walaupun tatapan matanya tidak suka dan raut mukanya datar, tak menunjukan ekspresi apapun.

.

.

Sudah dua hari Nara merasakan ada keanehan pada Kyuhyun. Pria itu sering melamun dan jika sedang bersama Nara, perilakunya menunjukan seperti ada yang ingin disampaikannya. Sudah dua hari ini Nara menunggu, namun tak ada hasilnya. Kyuhyun tetap menyembunyikan sesuatu itu. sepertinya memang Nara yang harus bertanya pada suaminya tentang apa yang terjadi. Ya, Nara akan bertanya setelah sarapan, dia sudah memantapkan hatinya.

“apa yang terjadi? Apa yang sedang mengganggu pikiran oppa?” tanya Nara saat memasangkan dasi suaminya.

Kyuhyun hanya tersenyum lalu mengecup bibir Nara. “tidak ada apa-apa”

“aku merasakan ada sesuatu yang oppa sembunyikan dariku. Oppa tidak selingkuh lagi kan?”

Blam! Jantung Kyuhyun terasa tak berdetak pada saat itu juga. Bagaimana bisa istrinya berkata seperti itu? Apa Nara tahu jika ia bertemu dengan Minyoung kemarin lusa? Kyuhyun menempelkan bibirnya diatas bibir Nara. Untuk beberapa saat bibir itu hanya diam, tapi pada detik berikutnya bibir Kyuhyun sudah melumat bibir cherry milik Nara. ‘maaf’ ujar Kyuhyun dalam hatinya. Ingin sekali ia jujur pada Nara, tapi ia tidak bisa. Sudah terlalu sering ia menyakiti hati istrinya, dan sekarang ia tidak ingin menyakiti hati Nara lagi dengan mengatakan jika ia bertemu dengan Minyoung.

“tidak ada apa-apa sayang. Aku berangkat dulu, Dennis sudah terlalu lama menunggu di depan” Kyuhyun merangkul Nara. Mereka berjalan bersama keluar rumah. Diluar sudah terlihat Dennis yang sudah duduk di kursi depan.

“aku akan menjemput Dennis nanti, oppa bekerja saja. Hati-hati menyetirnya eoh” ujar Nara.

Kyuhyun mengangguk, ia mencium kening Nara lalu menyusul Dennis masuk kedalam mobil. Nara melambaikan tangannya seraya tersenyum pada anak dan suaminya sebelum mobil Kyuhyun mulai meninggalkan pekarangan rumahnya dan menghilang setelah melewati pintu gerbang.

Sekarang hanya tinggal Nara di rumah yang besar ini. Wanita itu telah menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya. Dia melihat-lihat foto album keluarganya seraya menunggu jarum jam menunjukan pukul 10. Hanya 2 jam lagi, itu akan terasa sangat cepat jika Nara mengenang kenangan yang ada di dalam album foto itu. Album pertama yang Nara lihat adalah kumpulan foto dirinya dan suaminya saat mulai berpacaran hingga seminggu sebelum menikah. Album kedua berisi semua foto saat pernikahan mereka, dan album terakhir yang dilihat Nara adalah kumpulan foto keluarga kecilnya setelah memiliki Dennis. anak laki-laki yang sangat lucu dan menggemaskan. Bahkan hanya dengan melihat foto anak itu saat masih bayi mampu membuat Nara tersenyum senang.

Wanita itu teringat akan dirinya saat mengurus Dennis yang baru berusia 5 bulan. Nara selalu panik saat putranya menangis karena dia tidak bisa menggendongnya terlalu lama, tubuh putranya terlalu berat. Dennis sangat gendut saat bayi. Beruntung sekarang Dennis memiliki tubuh yang ideal untuk anak seusianya, dan tentu saja memiliki ketampanan seperti ayahnya. Nara membuka lemaran berikutnya, lagi-lagi dia tersenyum. Foto yang sedang dilihatnya adalah foto saat dia berulang tahun setelah memiliki Dennis. Saat itu dia sedang sakit hingga Kyuhyun tak mengijinkannya keluar dari kamar, dia juga tidak diijinkan untuk bertemu dengan putranya. Kyuhyun mengatakan jika ia tidak ingin flu istrinya menular pada putranya yang masih kecil.

Saat itu Kyuhyun menyiapkan surprise party dihalaman belakang dan mengurus Dennis secara bersamaan. Walaupun Kyuhyun kerepotan mengurus Dennis yang sedang rewel dan surprise party untuk istrinya, pria itu tetap mengerjakan semuanya sendiri. Pria itu menata taman belakang rumahnya menjadi theater mini untuk merayakan ulang tahun istrinya. Sofa yang nyaman dengan bebrapa bantal dan selimut berada di taman. Detail berupa lampu-lampu untuk memberi kesan romantis pun tidak dilupakan Kyuhyun. Ia juga menyiapkan beberapa makanan, cemilan, dan yang pasti cake untuk merayakan ulang tahun istrinya. Perayaan ulang tahun yang sederhana tapi sangat terkesan bagi Nara karena Kyuhyun mencurahkan seluruh cintanya saat mempersiapkan semuanya. Senyum bahagia terukir diwajah Nara mengingat masa lalunya yang sangat indah.

Tak terasa jarum jam sudah menunjukan pukul 10. Nara segera bersiap untuk menjemput Dennis, dan saat arum jam menunjukan pukul 10:30 Nara keluar dari rumahnya. Tidak seperti biasanya, jalanan siang ini sangat macet. Kembali Nara melihat jam yang ada di tangannya. Dia tidak ingin terlambat dan membuat Dennis menunggu. Maka dari itu dia berniat untuk berjalan keluar dari kemacetan jalan ini lalu mencari taksi.

Saat Nara turun dari bus, perasaan Nara yang tidak enak bertambah semakin besar. Rasa takut dan khawatir akan sesuatu yang buruk menimpa keluarganya. Berkali-kali Nara meyakinkan dirinya bahwa suami dan anaknya baik-baik saja, namun hal itu tidak ada gunanya.

Setelah berjalan beberapa meter, Nara melihat 6 buah mobil yang terlibat dalam kecelakaan. Tubuhnya membeku dan jantungnya bekerja dua kali lipat ketika melihat mobil Kyuhyun terbalik tak jauh darinya. Dari tempatnya berdiri dia melihat Kyuhyun telah dinaikan kedalam mobil ambulance dan beberapa petugas sedang mengevakuasi wanita yang ada di mobil Kyuhyun. Untuk sekian detik Nara terdiam, wanita itu adalah Minyoung. Saat mengalami kecelakaan Kyuhyun bersama Minyoung. Sebenarnya apa yang mereka lakukan? Mengapa mereka berada dalam satu mobil?

Advertisements

18 thoughts on “Time Machine part 17

  1. kenapa aku tiba2 jd lebay baca ff ini, br pertama bac part ini kok, aku syok gt walaupun gak semuanya aku baca terlalu syok dan tiba2 aku merasakan apa yg nara rasakan #LebayModeOn
    aku reader baru salam kenal dan ijin baca……

    Liked by 1 person

  2. Hadeuuuuhhh kyuu kmu harusnya jujur aja kan ajdo salah paham lagi klo gitu
    Nara udh sakit di fisiknya ditambah hati dan fikirannya di tambah sakit betapa sakitnya nara
    Aku aja smpai sakit bacanya ya allah

    Liked by 1 person

  3. Hadeh knp jg kyu kclkaan bersama minyoung dlm stu mobil,pasti nara slh paham dan berfikir bhwa wktu nara bermimpi ktka kyu lbih milih minyoung dan ninggalin nara akn jdi knytaan….mudah”an ja kyuhyun g apa”…

    Liked by 1 person

  4. Kyu kecelakaan??? Sama minyoung satu mobil pulaaa… Nara jangan salah paham dulu ne..
    Percaya aja kyu gak selingkuh kok *mungkin^^
    Makin penasaran sama ff.a
    Di tunggu kelanjutannya Fighting^^

    Liked by 1 person

  5. Kyu oppa ngapain sh sm minyoung lg. Ksiankan nara. Ksel deh sm kyu oppa yg ga jujur sm nara.please buat nara bahagia walaupun bkan sm kyu oppa, egois memang tpi kyu oppa ga bsa jga prsaan nara jga sh..tggu ya chap slnjutnya

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s