Chapter · marriedlife · romance · short story

Time Machine part 16

Seminggu telah berlalu. Kegiatan keluarga kecil Kyuhyun kembali normal. Dennis sudah dinyatakan sembuh 6 hari yang lalu. Sekarang anak itu sudah ceria seperti biasanya.

Hari ini keluarga kecil Kyuhyun pergi ke Busan untuk menghabiskan akhir pekan mereka. Kyuhyun merencanakan liburan singkat dan sangat sederhana ini karena ia ingin menikmati kebersamaan dengan istri dan putranya.

Mereka pergi ke busan pada jumat sore menggunakan KTX. Di Busan Kyuhyun sudah menyewa hotel di dekat pantai. Sehingga mereka bisa merasakan ketenangan yang diberikan alam dan melupakan kebisingan kota Seoul sejenak.

 

Keesokan harinya Kyuhyun dan Dennis bangun lebih pagi daripada Nara. Mereka berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka bersama, dan setelahnya pergi ke dapur. Kyuhyun ingin membuat sarapan untuk keluarga kecilnya. Kemarin sore Kyuhyun dan Dennis pergi ke pasar tradisional untuk membeli bahan makanan.

Dennis mendekati gurita yang berada di panci. “gurita, bangun!”  triak anak laki-laki itu.

Kyuhyun tersenyum saat melihat tingkah putranya. “appa akan membersihkannya lalu memasaknya” Kyuhyun mengambil gurita dari panci dan membawanya ke wastafel. Dengan menggunakan pisau, ia menguliti gurita itu.

Rasa ingin tahu yang sangat besar membuat Dennis menarik kursi ke samping Kyuhyun dan memanjatnya agar bisa melihat gurita yang sedang dibersihkan ayahnya. Walaupun Kyuhyun tidak pernah memasak, tapi ia terlihat seperti koki professional. Kyuhyun sudah mempelajari cara membersihkan dan memasak gurita semalam. Setelah membersihkannya, Kyuhyun merebus gurita itu.

“ah selamat pagi eomma” sapa Dennis saat melihat Nara keluar dari kamar mandi. Anak itu turun dari kursinya dan berjalan mendekati Nara untuk mencium ibunya.

“selamat pagi sayang. Tunggulah di sofa, eomma akan membuatkanmu susu” Nara mencium pipi Dennis sebelum beranjak mendekati suaminya yang sedang mencuci tangannya.

“perlu bantuan?” tanya Nara yang sudah berdiri di samping Kyuhyun.

Kyuhyun menundukan kepalanya untuk memberi morning Kiss istri tercintanya. “tidak. Aku yang akan menyiapkan sarapan”

“baiklah” Nara beranjak dari dapur setelah membuatkan susu untuk Dennis.

 

Tak memerlukan waktu terlalu lama bagi Kyuhyun untuk memasak spageti gurita. Sekarang keluarga kecil Kyuhyun sudah menikmati sarapan mereka. Pria itu memotong gurita menjadi bagian kecil dan menaruhnya di piring Nara dan Dennis. Untuk beberapa saat mereka terhenyak dngan rasa masakan Kyuhyun yang sangat lezat.

“appa, ini sangat enak” ujar Dennis dengan bibir yang sudah berlumuran saus spageti.

“aku ingin makan masakan oppa tiap hari” lanjut Nara

Kyuhyun tersenyum “terima kasih. Aku senang jika kalian menyukainya”

 

Siang harinya Keluarga kecil Kyuhyun mengunjungi pantai Songdo. Kyuhyun ingin mengajak Dennis bermain air di pantai. Dengan kaos santai dan celana pendek, Kyuhyun menggandeng tangan Dennis dan Nara. Mereka memilih tempat yang agak sepi. Nara membuka kain yang cukup besar sebagai alas duduk mereka diatas pasir. Lalu mengeluarkan minuman dan makanan ringan yang sudah dibawanya.

“ayo jagoan appa, kita coba naik itu” Kyuhyun menunjuk banana boat yang berada tak jauh darinya. Dennis mengangguk dan berlari mendahului Kyuhyun menuju banana boat.

“istriku yang cantik di sini saja yaa. Jaga barang-barang kita” Kyuhyun mengecup bibir Nara “aku mencintaimu” ujar Kyuhyun sebelum menyusul Dennis.

Nara tersenyum senang. Pada awalnya Nara juga ingin bermain air dengan Kyuhyun dan Dennis. Tapi karena dia mengatakan akan memakai bikini, Kyuhyun tidak mengijinkannya. Suaminya itu langsung melarangnya dan seperti yang dilihat sekarang, Nara duduk di tepi pantai seraya melihat anak dan suaminya bersenang-senang. Lagipula dia tidak boleh terlalu lelah dan berada dibawah terik matahari terlalu lama.

Dua jam berlalu dengan cepat. Sekarang Kyuhyun dan Dennis sudah duduk disamping Nara dengan kulit mereka yang kemerahan. Segera Nara mengambil handuk dan mengeringkan tubuh Dennis. “eomma, aku ingin es krim” ujar Dennis.

Nara mengangguk. Dia mengambil uang 10ribu won lalu menyerahkannya pada Dennis. “eomma dan appa menunggu di sini”

Anak itu membuat tanda ‘ok’ dengan tangannya lalu berlari mencari kios yang menjual es krim di area jualan.

“apa kau bosan?” tanya Kyuhyun

“tidak. Aku senang melihat kalian bahagia menaiki semua permainan itu. Ternyata putra kita pemberani”

“ia juga tidak manja. Kau mendidiknya dengan baik sayang” Kyuhyun mengacak rambut Nara.

“oppa juga berperan besar dalam membentuk sikapnya”

“eomma! Mereka tidak punya rasa strawberry kesukaan eomma. Jadi aku membelikan rasa vanilla seperti appa” Dennis menyerahkan es krim kepada orang tuanya.

“terimakasih sayang” ujar Nara ceria. Dia mencium pipi Dennis.

Keluarga kecil Kyuhyun larut dalam kenikmatan memakan es krim di musim panas. Mereka bertiga hanya fokus memakan es krim seraya menatap ombak. Hingga tak terasa es krim mereka sudah habis. Nara tersenyum mengingat sesuatu yang pernah dilihatnya di film. Dia menggali lubang yang cukup besar di pasir dengan sekop mainan milik Dennis.

“Dennis, duduk disini” Nara menepuk tangannya di lubang yang telah dia buat. Lubang itu tidak terlalu dalam dan menyerupai bathup.

Dennis menurut begitu saja, ia duduk di lubang yang telah dibuat Nara. Segera Nara menutupi setengah badan Dennis dengan pasir hingga setengah badan anaknya tertutup oleh pasir semua.

“kau ingin mengubur putra kita hidup-hidup eoh?” Kyuhyun menahan tawanya.

“ini adalah spa pasir alami” Nara merapikan pasir yang menutupi tubuh Dennis. “selesai. Orang-orang melakukan ini jika mereka bermain dipantai.” Wanita itu membukakan botol jus jeruk dan memberikannya ke Dennis.

Anak laki-laki itu terlihat menikmati dengan apa yang terjadi padanya sekarang. Ia bersandar pada gundukan pasir yang dibentuk Nara seperti punggung kursi. Pandangannya lurus kedepan melihat orang-orang yang asyik bermain dipantai seraya menikmati angin sejuk yang berhembus. Kedua tangannya menggenggam botol berisi jus jeruk, sesekali ia meminumnya.

“eomma, aku ingin makan kimbab”

“aku juga” sambung Kyuhyun

“tunggu di sini. Eomma akan belikan kimbab untukmu dan appa” Nara mengambil dompetnya lalu pergi meninggalkan Dennis dan Kyuhyun yang sekarang sedang berbaring. Beristirahat untuk mengembalikan energy mereka yang hilang karena permainan air.

Antrian pembeli kimbab sangatlah panjang karena hanya ada satu kios penjual kimbab. Mau tidak mau Nara harus mengantri dibawah teriknya paparan sinar matahari untuk membeli kimbab keinginan anak dan suaminya. Tidak ada atap ataupun payung untuk pembeli yang mengantri. Lama-kelamaan Nara merasa kepalanya pusing karena paparan sinar matahari yang begitu kuat.

Tes

Tes

Tes

Darah segar menetes dari hidung Nara, mengotori kaosnya yang berwarna baby pink. Wanita itu segera memegangi hidungnya dan berjalan cepat menuju toilet umum. Di dalam toilet umum Nara merasa lega. Pasalnya di dalam toilet terasa lebih sejuk. Dia duduk dikursi tunggu yang ada didalam toilet umum itu. Kepalanya masih terasa pusing walaupun darah yang menetes sudah berhenti, badannya juga terasa sangat letih. Dengan tenaga yang tersisa, Nara berjalan menuju wastafel untuk membersihkan kaosnya yang terkena darah.

Kyuhyun merasa cemas ketika Nara tak kunjung kembali. Berulang kali ia mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok istri tercintanya tapi sepasang mata elangnya tidak menemukan Nara. Ia sudah tidak tahan lagi berdiam diri di tempat duduknya. Ia bergegas pergi setelah memberi pesan Dennis untuk tidak pergi kemanapun sampai ia kembali.

Kyuhyun menerobos kerumunan orang yang sedang mengantri untuk membeli makanan. Ia terus berjalan mencari Nara dengan kekhawatiran yang sudah melampaui batas. Yang paling ia takutkan adalah jika Nara bertemu dengan Minyoung. Ia tidak ingin melihat Nara sakit lagi, apalagi sampai depresi seperti waktu itu.

Pria itu merasa sedikit lega saat melihat Nara keluar dari toilet umum. Segera ia berlari mendekati istrinya. “kau sakit?” tanya Kyuhyun saat menyadari wajah pucat istrinya.

“siapa yang menjaga Dennis?” Nara mengalihkan pembicaraan. Dia tidak mau Kyuhyun khawatir.

Rahang Kyuhyun mengeras. Ia sudah tahu dengan perilaku istrinya yang selalu mengalihkan pembicaraan agar dia tidak berbohong. “kau sakit. kita ke rumah sakit sekarang”

“tidak! Aku tidak mau ke rumah sakit” kata Nara tak terbantahkan. “sayang, aku hanya kepanasan. Aku baik-baik saja” lanjutnya dengan nada yang lembut.

Kyuhyun tidak berkata apapun lagi. Ia menatap mata Nara dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan. Tatapan marah, khawatir, dan sedih bercampur menjadi satu. Nara melangkah maju hingga dia sangat dekat dengan tubuh Kyuhyun. Kakinya agak berjinjit agar bisa mencium Kyuhyun. Wanita itu memberi ciuman pada Kyuhyun dengan harapan suaminya tidak terlalu menghawatirkannya lagi. Nara sudah merasa baik sekarang. Sakit kepala yang dirasakannya tadi sudah benar-benar pergi.

“kembalilah, temani Dennis. Aku akan membeli kimbab dan kembali secepatnya”

“aku akan bersamamu” Kyuhyun meletakan tangannya dipinggang Nara lalu berjalan bersama untuk membeli kimbab.

Walaupun Kyuhyun sudah bercanda saat makan kimbab bersama keluarga kecilnya, tapi sejujurnya ia masih merasa khawatir dengan keadaan istrinya. oleh karena itu ia memutuskan kembali ke hotel setelah memakan semua kimbab yang dibeli.

Jarum jam menunjukan pukul 03:15. Dennis sedang tidur di kamar karena kelelahan ditemani dengan Nara. Sedangkan Kyuhyun telah sibuk dengan macbooknya diatas sofa. Nara beranjak duduk di samping Kyuhyun saat Dennis sudah tertidur pulas.

“oppa yang mengajak liburan, tapi oppa sendiri yang tidak menikmati liburan ini”

“aku menikmatinya. Kenapa tidak tidur?” Kyuhyun meletakan macbooknya di meja.

“aku bukan anak kecil yang harus tidur siang”

“ingin jalan-jalan di sekitar hotel nyonya Cho?” Kyuhyun menghentikan ucapannya. Ia terlihat sedang berfikir. “emmm, kita memiliki waktu sekitar 2 jam sebelum Dennis terbangun”

Nara mengangguk. Jalan-jalan dengan suaminya adalah hal yang sangat dia sukai. Kyuhyun menatap pakaian yang dikenakan Nara. Saat ini wanita itu memakai dress berwarna pink yang panjangnya sampai lutut dan memiliki lengan pendek.

“tidak perlu berganti baju, kau sudah sangat cantik. Ayo” Kyuhyun merangkul Nara.

Hotel yang Kyuhyun sewa memiliki pantai pribadi untuk para pengunjungnya. Dan di sanalah Kyuhyun dan Nara sekarang. Berjalan seraya bersenda gurau dibawah sinar matahari sore yang sudah tidak terlalu menyengat. Tangan Kyuhyun terus bertautan dengan milik istrinya seakan takut jika istrinya pergi meninggalkannya.

Saat Nara sudah merasa lelah, mereka duduk di kursi yang ada dibawah pohon. Memandang birunya lautan dan merasakan angin laut yang menerpa tubuh mereka. Wanita itu menyandarkan kepalanya di pundak suaminya. Mereka melanjutkan pembicaraan  yang sempat tertunda. Pembicaraan ringan yang mampu menambah rasa cinta mereka terhadap satu sama lain.

Kemesraan mereka tidak berlangsung lama karena rintik hujan turun begitu saja. Kyuhyun menarik tangan Nara untuk berlari menghindar dari serbuan rintik hujan. Sesampainya di lobi hotel, Kyuhyun menatap Nara yang masih tersengal dengan nafasnya. Pria itu menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian muka Nara.

“sepertinya kita tidak diijinkan meninggalkan Dennis terlalu lama” canda Kyuhyun, ia memasang muka sedihnya seakan tidak mau kehilangan waktu berduanya bersama Nara.

Nara tersenyum geli “oppa benar, sebaiknya kita…” ucapan Nara terputus. Tubuh wanita itu menjadi tegang dan tatapan matanya terus menatap lurus kedepan.

Tidak. Dia tidak melihat Kyuhyun, melainkan melihat sesosok wanita yang dia benci. Park Minyoung. Wanita itu berdiri didepan resepsionis. Mata mereka yang saling bertemu membuat Nara semakin kaku. Dia tidak merasakan apapun selain ketakutan akan wanita itu mengambil Kyuhyun darinya.

Kyuhyun yang merasakan kejanggalan pada istrinya mengikuti arah mata Nara. Ia menoleh kebelakang untuk melihat apa yang dilihat istrinya. Dan saat itu juga rahangnya mengeras. Raut wajah Kyuhyun yang senang hilang begitu saja digantikan dengan kemarahan yang tegas dari wajahnya. Ia merangkul Nara, memapah Nara untuk berjalan menuju lift yang berada tak jauh dari Minyoung. Beruntung pintu lift segera terbuka setelah Kyuhyun menekan tombol pada lift itu.

Nara mengeratkan pegangannya pada Kyuhyun saat dirinya mulai merasa lemas. Semua kenangan tentang Minyoung berputar bagaikan film di kepalanya. Dia mengingat semuanya. Bahkan dia juga mengingat saat dia depresi beberapa minggu lalu. Sekarang perasaannya tentang memori yang hilang sudah tidak ada. Nara sadar jika kenangannya yang hilang adalah kenangan buruk saat dia bertemu dengan Minyoung di restoran itali hingga menyebabkan depresi selama seminggu.

Badan Nara mulai limbung dan merosot saat itu juga. Kyuhyun yang sangat cekatan langsung menggendong Nara saat tubuh istrinya mulai merosot. Ia berjalan menuju kamar hotel dengan Nara digendongannya. Pria itu merebahkan Nara di sofa, sebelum ke kamar tidur untuk mengambil pakaian ganti Nara.

“aku bisa berganti baju sendiri” ujar Nara pelan saat Kyuhyun akan membuka dressnya. Dia mengambil pakaian gantinya yang berada di sampingnya lalu ke kamar mandi.

Kyuhyun tak tahu harus bagaimana sekarang. Di dalam hatinya, ia hanya berdoa agar Nara tidak depresi seperti waktu itu. Kyuhyun mengganti bajunya dengan serampangan lalu membuatkan Nara cokelat panas. Kyuhyun selesai membuatkan cokelat panas untuk Nara bertepatan dengan Nara yang keluar dari kamar mandi. Nara duduk di sofa, diikuti dengan Kyuhyun.

“minumlah, ini akan menghangatkan tubuhmu”

Nara menyesapnya sedikit, dan menaruh gelasnya di meja. Dia melingkarkan tangannya di tubuh Kyuhyun. Ya, Nara memeluk suaminya. Wanita itu membenamkan wajahnya pada dada bidang suaminya. “oppa jangan pergi meninggalkanku” ujarnya pelan dengan suara yang agak serak. Dia sedang menahan dirinya untuk tidak menangis.

“aku tidak akan kemanapun. Aku akan selalu bersamamu dan Dennis. aku sangat mencintaimu sayang” Kyuhyun mencium puncak kepala Nara. Tangan kanannya bergerak naik turun dipunggung Nara untuk menenangkan wanita itu.

Saat di kamar mandi tadi, Nara berusaha untuk mengubur kembali memori tentang Minyoung. Dia menguatkan dirinya agar tidak lemah dan terjatuh pada jurang kesedihan. Nara akan mempertahankan suaminya. Dia tidak akan kalah hanya karena Minyoung. Lagipula Kyuhyun sangat mencintainya dan sudah berjanji untuk tidak meninggalkannya.

Nara melonggarkan pelukannya, dia tersenyum seraya menatap wajah Kyuhyun. “jangan khawatir seperti itu. Aku baik-baik saja”

Tanpa pria itu sadari, sedari tadi raut wajah Kyuhyun terlihat sangat tegang dan khawatir. Kini ia bisa menghembuskan nafas leganya setelah mendengar kalimat Nara. Ucapan Nara bagaikan oksigen bagi Kyuhyun yang sedari tadi tidak bisa bernafas dengan baik.

“waktu itu aku pasti merepotkan oppa. Maafkan aku, tidak seharusnya aku membiarkan perkataan Minyoung menguasaiku hingga aku seperti itu”

Kyuhyun menggeleng cepat. “kau tidak perlu meminta maaf. Ini semua salahku. Aku yang membuatmu seperti itu. Jika saat itu aku hanya melihatmu, wanita jalang itu tidak akan masuk dikehidupan kita”

“mari kita lupakan semuanya. Kita sudah berjanji untuk membuka lembaran baru” Nara mengecup bibir Kyuhyun sekilas.

Wanita itu menyandarkan punggungnya disofa. “masih ada satu jam sebelum Dennis bangun. Aku ingin tidur sebentar”

“di kasur”

“aku sudah nyaman di sini, jangan ganggu aku 30 menit kedepan” Nara memejamkan matanya. Tak lama kemudian dia sudah menelusuri mimpinya yang indah.

Sementara itu, Kyuhyun hanya duduk di samping Nara seraya memandangi wajah istrinya yang damai. Nara tidak berbohong padanya. Dia sudah bisa mengendalikan emosi dan perasaannya. Tidak ada lagi hal yang ditakutkan Kyuhyun. Pria itu juga sudah terbebas oleh rasa bersalahnya karena menghilangkan ingatan Nara. Dulu jika Nara bertanya tentang perasaan anehnya, Kyuhyun selalu gelagapan dalam memberi jawaban. Tapi sekarang tidak lagi. Nara sudah mengetahuinya dan dia tidak depresi. Itu adalah hal yang patut untuk disyukuri Kyuhyun.

 

Malam harinya mereka pergi ke kedai yang sangat terkenal dengan belut panggangnya di Busan. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pesanan mereka tiba. Asap putih mulai mengepul beberapa saat setelah Kyuhyun meletakan beberapa potong belut diatas pemanggang. Dennis terkejut saat belut tanpa kepala itu bergerak diatas pemanggang.

“appa, mereka bergerak”

“ya, mereka sedang menari” Kyuhyun tertawa setelah mengucapkan kalimat yang menurutnya konyol itu.

Dennis diam dan terus menatap belut itu. Ia terkesiap saat melihat ekor bergerak cepat. Ketakutan sedikit terpancar di wajahnya. Nara tertawa kecil melihat putranya yang menggemaskan.

Ketika belut-belut itu mulai matang, Kyuhyun memotongnya menjadi bagian kecil dan menaruhnya di piring Dennis. Anak itu mengambilnya dengan sumpit, meniup potongan kecil itu sebelum memakannya.

“oppa, berikan padaku juga”

aigooo, istriku juga sudah lapar ternyata” Kyuhyun menaruh potongan belut yang sudah matang dipiring Nara.

Nara dan Dennis sibuk memakan daging yang ada di piring mereka. Sedangkan Kyuhyun sedari tadi hanya memanggang belut untuk anak dan istrinya. piring Kyuhyun masih bersih. Pria itu hanya sesekali memakan belut langsung dari pemanggang.

“appa, coba makan ini. Belut ini sangat enak” Dennis menyuapi Kyuhyun dengan potongan belut yang besar.

“terimakasih”

“sekarang giliranku” Nara mengambil capitan dari tangan Kyuhyun.

“ahjumma berikan belut lagi untuk kami” triak Kyuhyun

Pemilik kedai datang dengan sepiring besar potogan daging belut dan beberapa ekor belut. “setelah semuanya habis, aku akan memberikan bonus untuk kalian” ujar bibi pemilik kedai

“terimakasih”  Nara mulai menaruh sebagian belut ke pemanggang. Membolak-baliknya agar matang merata, lalu menaruh belut yang sudah matang diatas piring Kyuhyun dan Dennis. Dia tersenyum senang melihat anak dan suaminya yang makan dengan lahap.

Potongan demi potongan masuk ke dalam perut mereka bertiga. Hingga tak terasa, mereka sudah menghabiskan semua belut yang ada dimeja. Seperti yang sudah dikatakan pemilik kedai. Saat mereka sudah menghabiskan semuanya, pemilik kedai datang dengan sepiring potongan gurita yang bergerak.

“kalian sudah menghabiskan semuanya. Ini ada potongan gurita yang masih segar. hati-hati memakannya, ini masih hidup” ujar bibi pemilik kedai. Dibantu dengan kedua pekerjanya, dia membersihkan meja.

“apa bibi punya strawberry?” tanya Dennis sebelum bibi itu pergi. Kyuhyun dan Nara langsung menatap Dennis bingung untuk beberapa saat.

“aku memiliki beberapa strawberry. Kau ingin memakan strawberry?”

“tidak. Eomma selalu makan strawberry sesudah menghabiskan makanannya”

“ah kau ingin aku memberikan pada eomma-mu? Akan kuambilkan, tunggu sebentar ya” bibi pemilik kedai tersenyum melihat Dennis yang menggemaskan “aigoo, anak ini sangat baik. Kalian sangat beruntung memilikinya” lanjutnya

“ya, kami orang tua yang sangat beruntung” Nara menyetujui ucapan bibi itu.

Acara makan malam mereka berakhir setelah Nara menghabiskan strawberry dan Kyuhyun menghabiskan gurita. Mereka bertiga berjalan kembali ke hotel dengan bergandengan tangan. Menikmati angin malam musim panas yang menyejukan setelah makan terasa sangat menyenangkan.

Nara berterimakasih pada Kyuhyun karena telah merencanakan liburan yang berkesan ini. Ada banyak cara untuk mendapatkan kebahagiaan. Salah satunya dengan berlibur bersama seperti ini. Dan yang pasti mereka tidak perlu keluar negeri hanya untuk  mencari tempat berlibur yang menyenangkan. Walaupun Kyuhyun seorang miliarder, namun ia tidak segan untuk mengajak keluarganya berlibur dengan cara sederhana.

Entah kesalahan apa yang telah diperbuat Nara hingga kesialan datang padanya lagi. Dia melihat Minyoung lagi di depan hotel. Wanita itu duduk di kursi yang berada di taman hotel, seperti sedang menunggu seseorang. Cengkraman tangan Nara di lengan Kyuhyun mengerat. Ketakutan akan kehilangan suaminya kembali datang pada dirinya. Walaupun dia sudah menguatkan hatinya, tetap saja pertahanannya tidak terlalu kuat jika harus melihat langsung mantan selingkuhan suaminya. Kyuhyun yang mengerti itu langsung merangkul Nara posesif. Memberi remasan kecil pada bahu Nara untuk menguatkannya. Mereka berjalan terus melewati Minyoung yang terus menatap keluarga kecil Kyuhyun.

Sebenarnya apa yang dilakukannya di sini? Tidak mungkin jika ini semua hanya kebetulan saja. Atau, jangan-jangan dia dan suaminya melakukan ‘itu’ di salah satu kamar hotel ini…

Nara terus bergelut dengan pikirannya sendiri. Memikirkan segala kemungkinan yang ada. Tepukan kecil pada bahunya menyadarkan Nara dari lamunannya. Dia menoleh kesamping, lalu memaksakan senyumnya pada Kyuhyun.

“Dennis bisa tidur dulu, ada beberapa hal yang harus eomma siapkan agar besok pagi kita bisa langsung pulang ke Seoul” ujar Nara seraya membenarkan selimut Dennis.

Nara berbohong kepada Dennis karena pada kenyataannya dia malah duduk di balkon. Berdiam diri. Angin malam menerbangkan beberapa helai rambutnya yang tergerai indah. Dia terlalu larut dalam pikirannya hingga tidak tahu jika Kyuhyun sudah duduk di sampingnya. Kyuhyun membalut tubuh Nara dengan selimut kecil lalu memeluknya.

“aku tidak tahu kenapa dia juga ada di hotel ini. Aku sudah lama tidak berhubungan lagi dengannya, dan kau tahu itu” Entah kenapa Kyuhyun mengatakan itu. Tapi menurut Kyuhyun sekarang Nara ingin mendengar itu sebagai jawaban atas sikap anehnya saat dia bertemu dengan Minyoung.

Kyuhyun menatap mata istrinya. “aku tahu kau menahan air matamu sejak tadi, dan aku mohon untuk tetap tidak menangis”

“tidak ada yang perlu kau takutkan sayang. Aku disini bersamamu, kita tidak akan pernah terpisah. Aku sangat mencintaimu” diakhir kalimatnya ia mencium bibir Nara.

Memang sedari tadi Nara hanya diam, namun Kyuhyun yakin jika perasaan Nara sudah membaik sekarang. Istrinya sudah tidak terlarut dengan pikirannya sendiri yang bisa menyebabkan dia kembali depresi.

“kau membahasnya” Nara berpura-pura merajuk saat ciuman mereka berakhir.

“kau yang membuatku membahasnya. Ingatanmu sangat tajam dan kau suka memikirkan hal yang tidak-tidak. Aku hanya tidak ingin kau sakit sayang”

“oh tuan Cho, kau memang pandai membuatku jatuh sejatuh-jatuhnya padamu” Nara tersenyum, suaminya selalu tahu tentang apa yang sedang dipikirkannya.

“tidur?” itu bukan kalimat tanya, melainkan perintah dari Kyuhyun yang menyuruh Nara untuk tidur sekarang.

Nara menggeleng. Dia semakin meringsek kepelukan Kyuhyun. Mencari kehangatan yang sangat dijanjikan tubuh Kyuhyun. “nyanyikan lagu untukku”

I love you Deutgo issnayo

Only you Nuneul gamabwayo. 

Barame heutnallyeo on geudae sarang 

Whenever, wherever you are 

 

“oppa mengatakan tidak menyukai drama itu” ujar Nara saat Kyuhyun selesai menyanyikan reff lagu kesukaannya.

“tapi kau membuatku menontonnya sampai akhir” Kyuhyun mencubit pipi Nara gemas

“nyanyikan lagi sampai aku tertidur”

“tidak mau” kyuhyun melipat tangannya.

I love you, ijji marayo” suara Nara sedikit teredam oleh pelukan Kyuhyun.

“aku tidak pernah lupa jika kau selalu mencintaimu” jawab Kyuhyun

Nara tersenyum senang dipelukan Kyuhyun sebelum perlahan masuk kedalam alam mimpinya. Selama satu jam Kyuhyun memeluk Nara dibalkon. Hingga akhirnya Kyuhyun menggendong Nara dan merebahkannya di ranjang karena angin yang semakin dingin. Tentunya ia tidak ingin istrinya terkena flu besok pagi. Kyuhyun mengganti pakaiannya sebelum menyusul tidur disamping Nara.

Advertisements

11 thoughts on “Time Machine part 16

  1. semoga nara bisa sembuh ya… gx twga liatnya mereka aekarang bahagia, klo nara pergi, bagaimana dengan denis sma kyuhyun…. di tunggu ya klanjutannya.. ttp semangat, terima kasih

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s