Chapter · marriedlife · romance · short story

Everlasting part 2

Author : Chokyulate

Tittle : Everlasting

Main Cast : Cho Kyuhyun, Hwang Nara

Genre : Romance, Married life

 

kalo ada yang belum baca ff can you love me. kalian bisa baca di wattpadku https://www.wattpad.com/story/58155385-can-you-love-me

happy reading ^.^

Sudah empat hari Nara ijin karena Kyuhyun melarangnya bekerja. Namun hari ini Nara bersikeras untuk berangkat bekerja. Kyuhyun yang tak bisa melarang Nara pun akhirnya mengijinkan istrinya untuk berangkat.

Nara sampai di kantor lebih pagi dari biasanya untuk menghindari bertemu Park Sena di lobby ataupun di lift. Tapi ternyata keberuntungan tidak berpiihak pada Nara. Sekarang dia malah berada di dalam satu lift dengan Sena. Hanya mereka berdua.

“bagaimana rasanya? Aku bisa melakukan lebih dari itu jika kau berani mencampuri urusanku lagi” ujar Sena sinis

“aku tidak takut denganmu. Mari kita lihat, seberapa jauh kau melangkah” tantang Nara

Mata Sena tertuju pada tas jinjing milik Nara. Keluaran terbaru dari chanel edisi terbatas berwarna pink lipstick. “woah, apa kau menjual tubuhmu untuk membeli tas edisi terbatas itu?”

Plak!!

Nara menampar Sena keras. “jaga bicaramu Park Sena”

Sena membalas dengan menarik rambut Nara kebelakang. “beraninya kau!”

Lift berhenti di lantai ruangan Sena berada, lantai 16. Sena mendorong Nara sebelum keluar dari lift dengan emosi yang memuncak. Ingin sekali dia menghajar Nara, tapi dia harus menjaga sikapnya di perusahaan ini untuk melancarkan misinya.

.

.

Mood Nara sangat kacau hari ini, kejadian tadi pagi membuat emosinya meluap. Sena sudah membuatnya terjatuh hingga kaki dan tangannya terkilir. Dia juga membuat Nara di marahi Kyuhyun. mengingat suaminya, Nara menjadi ingin makan siang bersama Kyuhyun.

Saat jam makan siang tiba, Nara menuju ruangan Kyuhyun. Dia masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Awalnya dia ingin memberi Kyuhyun kejutan karena tak biasanya Nara mengajak makan siang terlebih dahulu. Namun, sekarang malah Nara yang mendapat kejutan dari Kyuhyun.

Nara baru sampai diambang pintu ketika melihat Kyuhyun memeluk Sena. Gadis yang sangat menyebalkan itu. Nara membalik tubuhnya lalu pergi dari ruangan Kyuhyun. Hatinya terasa nyeri hingga air matanya keluar begitu saja. Apa hubungan Sena dan Kyuhyun? kenapa mereka sangat dekat seperti itu?

Setelah Nara dari ruangan Kyuhyun, dia meminta ijin kepada Yesung untuk pulang lebih awal. Dan di sinilah Nara sekarang. Sebuah café tempat Kyuhyun bekerja dulu. Café yang menjadi saksi bisu kisahnya dengan Kyuhyun saat itu. Bagaikan film yang sedang di putar, kenangan-kenangan Nara dan Kyuhyun saat itu datang secara bergantian di pikiran Nara.

Nara kembali menyesap raspberry blossom frapucino-nya. Rasanya agak berbeda dengan yang terakhir kali dia minum. Saat itu minuman Nara dibuatkan oleh Kyuhyun, dan sekarang minuman itu dibuatkan oleh barista baru di café ini.

Kyuhyun

Kyuhyun

Dan Kyuhyun.

Pikiran Nara hanya dipenuhi tentang Kyuhyun sekarang. Kyuhyun yang memeluk Park Sena. Entah kenapa Nara merasa Kyuhyun berselingkuh. Perasaan cemburunya membuat dia tidak bisa berfikir jernih. Padahal belum tentu juga Kyuhyun selingkuh.

Nara mengingat lagi kejadian-kejadian saat Nara cemburu ataupun saat Kyuhyun menjelaskan tentang teman wanitanya ketika ia ingin menemuinya. Namun seingat Nara Kyuhyun tidak pernah bercerita tentang Sena. Dan Nara yakin Kyuhyun tidak akan seperti itu dengan pegawainya jika tidak memiliki hubungan khusus.

.

.

Jarum jam sudah menunjukan pukul 21:10 ketika Nara masuk dengan keadaan basah kuyup. Malam ini hujan turun dengan sangat deras dan Nara lupa membawa payung hingga dia harus kehujanan dari halte hingga apartemen. Apalagi dengan keadaan kakinya yang tidak bisa berjalan seperti biasanya, membuatnya semakin lama di bawah guyuran hujan.

“apa saja yang kau lakukan diluar sana? kau pergi sejak siang tadi” Kyuhyun melipat tangannya di depan dada.

Langkah Nara terhenti ketika melihat Kyuhyun berdiri didepan tangga “menenangkan hatiku” Nara berjalan melewati Kyuhyun begitu saja. Dia menaiki tangga lalu masuk kekamarnya.

Setelah Nara membersihkan dirinya, dia duduk di sofa yang berada di samping jendela. Melihat keindahan lampu kota Seoul. Kyuhyun belum juga masuk kedalam kamar. Nara berfikir jika pria itu masih sibuk dengan pekerjaannya. Atau mungkin suaminya sedang sibuk berhubungan dengan Sena melalui saluran telepon.

“apa yang sedang kau pikirkan?”

“apa hubunganmu dengan Park Sena?” tanya Nara langsung. Jika Kyuhyun tidak menjelaskan padanya dengan sukarela, maka dia yang akan bertanya sendiri pada kyuhyun.

“jadi Sena yang membuatmu seperti ini?” Kyuhyun terkekeh meremehkan. Ia meletakan segelas coklat panas di meja.

“cemburu lagi nyonya Cho?” Kyuhyun mengusap kepala Nara.

“jangan sentuh aku” Nara menepis tangan kyuhyun yang sedang mengusap kepalanya.

“bicaralah, aku akan mendengarkanmu” Kyuhyun duduk di samping Nara dan menghadap kearah istrinya itu.

“aku keruanganmu tadi siang. Awalnya aku ingin mengajak oppa untuk makan siang bersama tapi ternyata oppa sedang sibuk berpelukan dengan wanita menyebalkan itu. Bagaimana bisa oppa memeluk wanita lain saat istrimu sedang sakit?” Nara bicara dengan nada yang sedikit keras. Dia meluapkan semua emosinya di perkataannya.

“apa oppa sedang mencari wanita untuk melampiaskan kebutuhanmu saat aku sedang sakit? Aku masih bisa melayani oppa” kini suara Nara mulai bergetar. Dia berusaha keras menahan tangisnya.

Kyuhyun tersenyum geli sekilas. Ia sangat gemas dengan istrinya yang akhir-akhir ini semakin sensitive. “apa yang kau maksud dengan memeluk? Aku hanya menolongnya saat dia akan terjatuh. Aku hanya memegang tangannya”

“aku melihatnya sendiri” bantah Nara

“kau melihat dari sisi sebelah mana? Dari pintu? jika dari sudut itu memang yang terlihat adalah aku memeluk Sena. Tapi jika kau melihatnya dari samping, maka kau akan melihatku memegang tangan Sena agar dia tidak terjatuh.” Jelas Kyuhyun

Nara diam, yang dikatakan Kyuhyun memang ada benarnya tadi siang dia hanya melihat punggung Kyuhyun dan tangan Sena yang memegang pundak Kyuhyun, dia tidak melihat tangan suaminya melingkar di tubuh Sena. “oppa tidak pernah menceritakan apapun tentang Sena padaku”

“karena dia adik Park Yonbi. Aku tidak mau kau teringat kejadian buruk saat Yonbi menyekapmu” Kyuhyun mengambil cokelat panas yang ia bawa tadi lalu memberikannya pada Nara. “minumlah agar tubuhmu hangat”

Sekarang Nara mengerti dengan maksud Kyuhyun yang tidak menceritakan tentang Sena. Suami tercintanya itu tidak mau membuat Nara mengingat kejadian buruk waktu silam. Nara tersentak kaget saat kyuhyun mengambil kakinya dan meletakannya diatas pangkuan Kyuhyun. Pria itu sedang melepas perban yang melilit kakinya dengan hati-hati. Setelah perbannya terlepas, Kyuhyun menggerakan pergelangan kaki Nara. Kyuhyun yakin jika kaki Nara sudah sembuh karena istrinya tidak mengeluh sakit saat Kyuhyun menggerakan kakinya.

“apa seharian ini kau bersedih di café tempat aku bekerja waktu itu? berlaku seperti anak SMA yang baru saja diputuskan pacarnya? Hmm?” Kyuhyun meledek Nara.

“bagaimana oppa tahu aku mendatangi S café?”

“aku tahu kemanapun kau pergi” jawab Kyuhyun enteng. Tentu saja Kyuhyun selalu mengetahui keberadaan Nara karena pria itu memasang alat pelacak di cincin pernikahan Nara. kalung bisa saja terlepas, tapi cincin pernikahan? Kyuhyun yakin jika cincin pernikahan Nara tidak akan pernah lepas dari jari manis istrinya. Ia tidak mau kejadian buruk saat pernikahannya terulang kembali.

“kenapa tanganmu malah bengkak seperti ini? terjatuh lagi?” tanya Kyuhyun saat membuka perban tangan Nara. kakinya sudah sembuh, seharusnya tangannya juga sudah sembuh.

Nara menggeleng tidak tahu. Nara menggunakan tangannya untuk menampar Sena dan dia juga menggunakan tangannya untuk menopang tubuhnya agar tidak jatuh saat Sena mendorongnya di lift. Mungkin itu yang menyebabkan tangannya bengkak. Tapi sangat tidak mungkin dia memberitahu Kyuhyun jika tangannya dipergunakan untuk menampar Sena sangat keras tadi pagi.

.

.

Akhir pekan telah tiba, semua orang menyambutnya dengan gembira. Seperti Nara yang terlihat sangat senang mengetahui bahwa hari ini dia tidak perlu berangkat bekerja. Bahkan Nara membuat sarapan yang berbeda. Jika setiap hari kerja Nara hanya membuat roti panggang, sosis dan telur goreng. Maka hari ini dia memasak nasi, ikan asam manis, sup rumput laut.

“Hebat sekali memasak dengan satu tangan. Jung ahjuma tidak ke sini?” Kyuhyun memeluk Nara dari belakang saat istrinya sedang memasukan berbagai buah kedalam blender.

Nara menolehkan wajahnya kesamping untuk memberi senyuman pada suaminya dan saat itu juga Kyuhyun langsung mengecup bibir Nara. Awal yang indah untuk memulai hari ini. Selesai Nara membuat jus, barulah mereka mulai sarapan.

“bagaimana jika nanti kita ke taman bermain? Pasti menyenangkan menghabiskan hari ini di Everland” Ujar Nara saat dia hampir menyelesaikan sarapannya.

“tidak. Tanganmu belum sembuh dan jika di taman bermain kau pasti berlarian”

“aku berjanji tidak akan berlari”

“jangan membuat janji yang tidak bisa kau tepati” ujar Kyuhyun dengan wajah yang sangat datar.

Nara mendengus sebal. Dia harus mengubur keinginannya untuk ke taman bermain hari ini. Lalu apa yang akan dia lakukan seharian ini?

.

.

Seusai sarapan Nara mengambil masker wajah lalu duduk di sofa tengah. Jika dia tidak bisa bermain, setidaknya dia bisa merawat wajahnya di rumah. Nara mencoba mengikat rambutnya agar tidak mengganggu kegiatan memakai maskernya.

Kyuhyun yang melihat istrinya kesulitan langsung mengambil alih pekerjaan mengikat rambut Nara. Kyuhyun mengambil semua helaian rambut Nara dan mengingatnya menjadi satu dengan karet berwarna merah muda yang telah Nara siapkan. Setelahnya Nara menempelkan masker bergambar babi pada wajahnya.

“oppa juga mau memakainya? Aku akan ambilkan satu untuk oppa” Nara meninggalkan Kyuhyun di ruang tengah untuk mengambil masker dan headband.

Kyuhyun melihat headband pita berwarna pink yang di bawa Nara. “aku harus memakai itu?”

Nara mengangguk senang.

“bermimpi saja”

“baiklah, hanya memakai masker. Pinggirkan rambutmu” Nara mengambil masker dari bungkusnya dan menempelkan ke wajah Kyuhyun. setelahnya Nara menggunakan sisa cairan masker untuk di oleskan pada tangan Kyuhyun “ini akan melembabkan tanganmu” ujarnya.

Nara tertawa geli “oppa sangat lucu. Ayo kita foto”

“bukankah kita sapi dan babi yang sangat lucu?” ujar Nara saat melihat foto yang baru saja diambilnya. Kyuhyun hanya tertawa melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil.

Sudah 15 menit berlalu, Nara membantu Kyuhyun melepas maskernya setelah melepas masker yang dia pakai. Nara berdiri dengan lututnya di atas sofa agar tubuhnya lebih tinggi dari Kyuhyun.

“Oppa sangat tampan” untuk beberapa saat Nara mengagumi ketampanan suaminya.

Nara menepuk pelan pipi Kyuhyun “kulitmu sangat lembab sekarang. Sentuh lah”

Kyuhyun tersenyum. Ia menarik Nara ke pangkuannya. Dan saat itu juga ia langsung mengerang karena tanpa sadar Nara mendaratkan tangannya pada Kyuhyun. Nara terkejut dengan Kyuhyun yang tiba-tiba menariknya hingga dia tidak sadar tangannya menyentuh milik Kyuhyun.

“kau membangunkannya nyonya Cho. Mungkin seharian ini kita akan terkurung di kamar” Kyuhyun menggendong Nara menuju kamar mereka.

Walaupun Kyuhyun mengatakan akan terkurung di kamar seharian, tapi kenyataannya tidak karena pria itu selalu ingat dengan penyakit lambung istrinya.

.

.

Tak terasa sudah satu bulan Nara bekerja. Dan selama itu dia mampu menyembunyikan statusnya sebagai istri Kyuhyun. Nara juga mempunyai teman yang selalu baik padanya seperti Bo Na.

Siang ini Nara makan di cafeteria perusahaan. Dia merasa enggan untuk makan di luar jika tidak bersama Kyuhyun. Dia bergabung dengan Lee Bona di meja yang tak jauh dari keramaian. Nara mendesis pelan saat meja kosong di sebelahnya diisi oleh Park Sena dan beberapa temannya dari divisi lain.

Tak seperti Nara dan Bona yang bicara pelan saat makan, Sena dan temannya mengobrol dengan suara yang lumayan keras. Nara yakin jika suara Sena terdengar hingga meja ketiga.

“ada gossip terbaru?” tanya Sena memulai pembicaraan

“aku dengar presdir kita akan melakukan perjalanan bisnis dengan mantan pacarnya. Siaplah patah hati jika presdir kembali menjalin hubungan dengan mantan pacarnya itu” ujar gadis di depan Sena

“aku pernah melihatnya saat pertama kali aku bekerja disini. Namanya Park Minyoung, dia sangat cantik. Tak heran jika presdir terpesona oleh kecantikannya” tambah pria yang duduk di samping Sena

Gadis yang duduk di sebelah Sena masuk ke dalam pembicaraan mereka “aku yakin kalian belum pernah melihat presdir tersenyum. Aku pernah melihatnya saat presdir bersama Minyoung. Mereka terlihat sangat serasi”

Nara tersedak begitu mendengar percakapan mereka. Perjalanan bisnis dengan mantannya? menjalin hubungan kembali? Park Minyoung? Nara menggelengkan kepalanya, mengingat kejadian dulu saja sudah membuat dadanya sangat sesak. Dan tentang perjalanan bisnis, Kyuhyun belum mengatakan apapun padanya. Bagaimana bisa dia tidak mengetahui tentang hal itu?

Nara meminum jus strawberry-nya berharap jus itu menyejukan hatinya dan menghilangkan sakit kepala Nara yang tiba-tiba saja datang. Bona yang mengetahui perubahan sikap Nara merasa khawatir. Sesuatu telah terjadi pada temannya. “kau sakit? kau terlihat pucat sekali Nara-aa”

“aku hanya sakit kepala sedikit. Aku harus cepat menyelesaikan pekerjaanku agar aku bisa pulang lebih awal. Ayo kembali ke dalam” Nara mengajak Bona kembali keruangan mereka. pekerjaan mereka masih menumpuk dan harus di selesaikan hari ini.

Apartement

Tepat pukul 5 sore Nara memasuki halaman apartement. Mobil Kyuhyun sudah terparkir rapi di tempat parkir VIP, itu artinya suaminya sudah berada di apartement mereka. Begitu Nara membuka pintu apartement-nya, dia di sambut oleh Kyuhyun yang sudah memakai celana dan kaos santainya.

“oppa” panggil Nara manja. Dia memeluk tubuh Kyuhyun yang berdiri di depannya. Sakit kepalanya belum hilang, dan sekarang Nara merasa tubuhnya mulai panas.

Kyuhyun menatap bingung istrinya. Biasanya mereka akan berciuman saat bertemu, tapi sekarang Nara melupakan rutinitas itu dan memilih untuk memeluknya. Kyuhyun yang merasakan tubuh hangat Nara dipelukannya menyentuh kening Nara dengan punggung tangannya. Panas. Istrinya demam.

Kyuhyun membawa istrinya kekamar. Menggantikan baju Nara dengan baju tidur lalu menyelimuti istrinya. Ia mencium kening Nara sebelum keluar dari kamar. Tak lama kemudian Kyuhyun masuk dengan membawa nampan yang berisi segelas air mineral, paracetamol, semangkuk air es, dan handuk kecil.

CEO kaya itu rela merawat istrinya dengan cara sederhana, mengingat ia tidak mungkin membawa Nara kerumah sakit. Kyuhyun juga tidak memanggil dokter karena ia tahu Nara sakit karena terlalu memikirkan sesuatu.

Dengan cekatan Kyuhyun membantu Nara meminum obatnya lalu mengompres Nara. Matanya terus menatap wajah Nara yang pucat. Kyuhyun sangat penasaran tentang apa yang dipikirkan Nara hingga membuatnya sakit seperti ini. Tapi ia tidak akan bertanya sekarang, ia akan membiarkan Nara beristirahat dulu sampai panasnya mereda.

Setelah dua jam Nara tertidur, akhirnya dia membuka matanya. Nara tersenyum manis ketika melihat Kyuhyun sedang memperhatikannya. Kyuhyun mengambil thermometer yang ada di atas nakas lalu meletakannya di telinga Nara.

“panasmu sudah mereda, apa masih pusing?” tanya Kyuhyun setelah membaca angka pada thermometer. Nara mengangguk

“makan malam di kamar atau ruang makan?”

“aku bisa berjalan kebawah” Nara bangun dari tidurnya lalu duduk dengan menggenggam tangan suaminya.

Mereka berjalan keruang makan bersama. Diatas meja makan sudah tersedia beberapa makanan untuk makan malam mereka. Tentu saja bukan Kyuhyun yang memasak karena yang dilakukan Kyuhyun hanya memandangi dan sesekali mengganti kompres istrinya. Saat Nara mulai tertidur, Kyuhyun menelfon Jung ahjumma agar datang keapartemennya untuk memasak makan malam.

“Jung ahjumma sudah pulang?”

Kyuhyun mengangguk lalu meletakan sendok garpu yang sedang dipegangnya. Tangannya ia satukan diatas meja. “apa yang kau pikirkan hingga sakit seperti ini?” tanya Kyuhyun tanpa basa-basi.

Tidak ada jawaban dari Nara, bahkan gadis itu tidak berani menatap Kyuhyun. Nara teringat dengan kejadian ketika dia cemburu dengan teman Kyuhyun saat berada di Paris. Waktu itu Kyuhyun mengatakan padanya agar tidak jadi wanita pencemburu karena Kyuhyun hanya mencintai dirinya. Dan apa yang Nara lakukan sekarang? Dia termakan oleh gossip yang dikatakan teman kantornya. Dia takut jika Kyuhyun kembali bertemu dengan Minyoung dan tergoda oleh wanita itu.

“jawab aku Hwang Nara!” ujar Kyuhyun dengan penekanan di setiap katanya

“oppa akan melakukan perjalanan bisnis bersama Minyoung?”

Kyuhyun menghela nafasnya “Ya Tuhan sayang. Ini belum ada sebulan sejak kau cemburu tidak jelas pada Sena. Dan sekarang kau cemburu pada Minyoung? Bukankah aku su…”

“sudah bilang jika oppa hanya mencintaiku” potong Nara cepat “aku tahu yang aku lakukan salah. Maafkan aku” lanjutnya

“itu bukan perjalanan bisnis. Bahkan aku juga akan mengajakmu untuk ke Dubai. Minyoung akan menikah bulan depan” jelas Kyuhyun

Bam. Bagaikan dihempas ke jurang. Nara merasa dirinya menjadi gadis paling bodoh di dunia ini. Bisa-bisanya dia memikirkan sesuatu yang tidak benar hingga jatuh sakit seperti ini.

“aku sudah selesai. Aku akan mandi sekarang”Nara bersiap untuk berdiri saat tangan Kyuhyun menahannya.

“jangan, kau belum sembuh total” larang Kyuhyun dengan nada yang sangat halus.

“tapi aku ingin keramas” Nara tetap bersikeras untuk mandi.

“tetaplah di sini sampai aku memintamu kekamar mandi” Kyuhyun pergi menuju kamar mandi dengan membawa dua kursi. Sedangkan Nara menatap Kyuhyun bingung. Sebenarnya apa yang akan dilakukan oleh suaminya?

Kyuhyun menata dua kursi itu di sebelah bathup, lalu memanggil istrinya. Kyuhyun menyuruh Nara berbaring di kursi dengan kepala berada di atas bath up. Sekarang Nara tahu apa yang dilakukan oleh suaminya itu. Suami tercintanya akan mencuci rambutnya.

“karena kau sakit, kau hanya boleh keramas” Kyuhyun membasahi rambut Nara dengan shower sebelum mencucinya dengan shampoo. Nara mengangguk ringan.

Kyuhyun sangat berhati-hati ketika mencuci rambut istrinya itu. walaupun harus menahan rasa pegal dikakinya karena tidak nyaman dengan posisinya sekarang. Kaki kanannya berada dilantai dan kaki kirinya yang ditekuk berada di pinggiran bathup.

“sudah mengantuk? Hmm?” tanya Kyuhyun saat melihat Nara menguap. “jangan tidur di sini. bernyanyilah” perintah Kyuhyun

“tidak mau” tolak Nara pelan. Bernyanyi hanya akan membuatnya tambah mengantuk. “oppa saja yang benyanyi”

“aku tidak bisa benyanyi” Kyuhyun mengambil shower dan mulai membilas rambut Nara dari shampoo

“ah dingin” triak Nara saat merasakan air yang sangat dingin membasahi kepalanya.

“maaf” Kyuhyun tertawa geli. Ia salah memutar kran, seharusnya dia memutar kran air hangat namun malah air dingin yang keluar.

“terimakasih tuan Cho, rasa kantukku benar-benar hilang sekarang”

Kyuhyun sudah selesai membilas rambut Nara. Ia mengambil Handuk untuk membungkus rambut Nara agar airnya tidak menetes di badan istrinya. “duduk di sofa”

“kita akan menonton film?” tanya Nara polos. Kyuhyun tersenyum gemas melihat istrinya yang terkadang bodoh itu. “aku kemarin membeli kaset baru, Lights out. Ayo kita menonton itu” lanjut Nara.

Nara berjalan keruang tengah terlebih dahulu untuk menyalakan home theater yang mereka miliki. Sedangkan Kyuhyun pergi ke kamar untuk mengambil selimut dan hairdryer.

Film dimulai bersamaan dengan Kyuhyun yang mulai mengeringkan rambut Nara dengan hairdryer. Posisi Kyuhyun lebih tinggi dari Nara sekarang karena pria itu duduk di bantalan tangan sofa dengan Nara di depannya.

Setelah rambut Nara cukup kering, Kyuhyun duduk di samping Nara dan memeluk istrinya dari samping. Mereka menonton film tersebut dalam keheningan. Walaupun terkadang Nara berteriak atau menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Kyuhyun ketika melihat hantu yang bernama Diana muncul.

Entah siapa yang tertidur duluan, namun sekarang sepasang suami istri itu sudah tertidur pulas dengan keadaan saling memeluk. Beruntung sekali sofa di ruang tengah ini sangat lebar seperti kasur hingga dapat menampung tubuh mereka. Tepat tengah malam Kyuhyun terbangun. Ia mematikan tv lalu menggendong Nara ke kamarnya.

Sebelum tidur Kyuhyun memandang wajah istrinya yang akhir-akhir ini menjadi terlalu sensitive. Istrinya yang selalu cemburu pada wanita-wanita di sekitar Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum gemas saat mengingat tingkah Nara yang sedang cemburu. Pria itu mencium kening Nara sebelum memeluk istrinya erat dan menyusul Nara ke alam mimpi.

Annyeong ^-^ gimana part 2 nya? Bosen yaa? Hahaha aku juga bosen sendiri, pengennya sih bikin yang manis-manis tapi jadinya malah ngebosenin gini 😦 mian mian

Keknya part 3 bakal aku protect, soalnya ada ncnya. Kkk~

If you wanna ask something about the ff, feel free to ask me on my my instagram : citraariska or on my facebook https://www.facebook.com/citraaariska

 ^-^ kisskiss :*

withlove,

Chokyulate

Advertisements

87 thoughts on “Everlasting part 2

  1. Wah mrka so sweet bngt ya ak jd iri sm nara dia tuh d syng bngt sm suaminya,ak ga ska ma sena dia sllu aj nyri mslh mlu ma nara dsr tkang gosip

    Like

  2. Meski belom baca can u love me tapi berasa udah baca,,, jadi nyambung aja gitu baca ini,,, boleh pesen yng kek kyuhyun 1,,, aku juga mau dikeramasin,terus rambutnya dikeringin,,,hehehe

    Liked by 1 person

  3. Kenapa sena sebenci itu sih ke nara??? Udah nyegat sampek jatoh. Ngedorong seenak jidatnya…ckckck
    Ntar dikiranya nara yg ceroboh ma kyu klo pas tdi didorong trus jatoh…

    Disini bisa dibilang tema dri nih part is jealousy. … berturut2 itu. Ma sena, ma mantannya minyoung itu… jangka waktuny itu lho cemburuny.. blm kelar satu cemburu lagi ma yg lain…hahaha

    Tapi nara nih polos ya… gk bisa nyimpen unek2. Apa yg ada dipikaranny langsung ditanyain…

    Liked by 1 person

  4. gga habis oikir sama pemikiran nara yg ‘sok’ pura2 gga kenal sama kyuhyun
    ahahahahahhaha

    tp bagus yessss tntt nara gga d mna gga d mana tto berani, sena diangan mah dilibass

    semoga kehamilan.a lancar2 yaa

    Liked by 1 person

  5. Awww kyuhyun so sweet banget si, suami idaman banget tuh kekeke 😀
    yaelah si sena ngapain si ganggu2 nara, belum tau aja tu orang nara istrinya siapa…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s