Chapter · marriedlife · romance · short story · Uncategorized

Time Machine part 15

tittle : Time Machine part 15

character :

  • Cho Kyuhyun
  • Hwang Nara (OC)

 

Pagi-pagi sekali Kyuhyun dan Nara kembali ke Seoul. Sebenarnya Nara masih ingin di Jinan, namun mereka harus meninggalkan Jinan karena Kyuhyun diwajibkan untuk menghadiri rapat yang sangat penting jam 11. Selain itu, hari ini Dennis juga akan pulang ke rumah. Setelah seminggu ia mengikuti sekolah tata karma di desa.

Jalanan yang masih sepi membuat Kyuhyun bisa melajukan mobilnya dengan cepat. Tepat pukul 09:30 Kyuhyun dan Nara sudah sampai di rumah mereka.

“oppa” Nara mengikuti Kyuhyun masuk ke dalam kamar mandi mereka.

Kyuhyun mengkerutkan keningnya lalu mengeluarkan smirk yang ia miliki.

“jangan berfikir kita akan bercinta pagi ini” perkataan Nara merubah raut wajah Kyuhyun. Terlihat jelas jika pria itu kecewa.

“lalu? Kau akan memandikanku, hmm?” bisik Kyuhyun sebelum mendudukan istrinya diatas meja wastafel lalu mencium bibir milik Nara. Kyuhyun melumat bibir Nara atas bawah secara bergantian. Sesekali diselingi dengan sebuah kecupan. Pria itu mengakhiri ciumannya dengan sebuah kecupan saat nafas Nara mulai terengah.

“bukan itu juga” tangan Nara mengambil sebuah botol yang terletak tak jauh dari tubuhnya. dia mengeluarkan isinya lalu mengoleskan foam itu di wajah Kyuhyun bagian bawah. “aku akan membantumu menjadi lebih tampan”

Dengan hati-hati Nara mnjalankan pisau cukur diwajah suaminya. Sedangkan Kyuhyun terus menatap Nara. Menatap mata kecoklatan milik istrinya, mata cantik yang membuatnya jatuh cinta saat pertama kali melihatnya.

“jangan menatapku seperti itu. Aku akan meleleh nanti” canda Nara

“kau sangat cantik. Aku sangat mencintaimu”

“aku tahu” Nara tersenyum. Dia mengambil handuk kecil yang berada tak jauh darinya lalu membersihkan sisa-sisa foam yang masih menempel pada wajah Kyuhyun. “selesai. Aku sangat beruntung memiliki suami yang sangat tampan sepertimu. Cepat mandi, aku menunggumu di bawah”

Nara mengecup bibir Kyuhyun sekilas lalu keluar dari kamar mandi. Dia berjalan menuju dapur dan mulai membuat sarapan untuknya dan Kyuhyun.

20 menit sudah Nara berkutat di dapur dengan masakannya. Sekarang dia tinggal menghidangkan nasi goreng spesial buatannya di meja makan. Kyuhyun yang sudah selesai mandi dan sudah memakai kemeja kantornya menyusul Nara yang telah duduk di ruang makan. Pria itu mencium puncak kepala Nara sebelum duduk di kursinya. Memimpin doa dan mulai memakan sarapannya. Tak ada yang berbicara saat makan. Mereka terlalu menikmati makanannya setelah menanggung rasa lapar sejak di Jinan tadi pagi.

“Dennis akan pulang siang ini. Setelah rapat aku akan menjemputnya” ujar Kyuhyun setelah menyelesaikan sarapannya.

Nara mengangguk. Dia mengerti jika dalam perkataan Kyuhyun tadi mengandung kalimat ‘kau di rumah saja’, dan Nara akan menuruti itu. Lagipula Nara merasakan tubuhnya sangat lelah hari ini. Mungkin karena dia kurang tidur, atau kekebalan tubuhnya sudah dimakan oleh kankernya.

Nara menggelengkan kepalanya. Dia tidak boleh memikirkan hal-hal buruk tentang dirinya. Sebentar lagi dia akan sembuh. Kyuhyun mengatakan jika dia akan mendappatkan donor sum sum tulang belakang bulan depan.

Kyuhyun yang sedari tadi memperhatikan Nara mulai cemas saat melihat istrinya melamun. “sayang?”

“jangan khawtir. Aku hanya merindukan Dennis” Nara tersenyum.

Kyuhyun berdiri lalu memakai jas yang ditaruhnya di Kursi kosong di sampingnya. Dengan cepat Nara mendekat Kyuhyun dan merapikan jas yang dipakai suaminya. “jangan melakukan pekerjaan rumah. Aku akan menelfon Jung ahjumma untuk mengirim orang ke sini”

“pulanglah setelah rapat dan jangan membawa pekerjaan ke rumah. Oppa juga perlu istirahat”

Kyuhyun memeluk erat istrinya. “rasanya aku tidak ingin meninggalkanmu”

“oppa harus pergi rapat karena aku akan menjadi istri yang sangat malas hari ini. Setelah ini aku akan tidur” Nara terkekeh pelan.

Kyuhyun mencium bibir Nara. Sebuah ciuman basah. Ia merindukan saat-saat ini. Bibir pink cherry yang selalu terasa manis untuk Kyuhyun. Bibir yang pernah ditinggalkannya hanya untuk Minyoung yang tak sebanding dengan kenikmatan ia peroleh dari Nara.

Pria itu melepaskan Nara saat nafas mereka mulai tersengal. “istirahatlah. Aku berangkat”

saranghae” Nara tersenyum

“aku jauh lebih mencintaimu” Kyuhyun kembali mengecup Nara. Lihatlah, ia memang tidak akan pernah puas dengan bibir istrinya itu.

Setelah Kyuhyun pergi, Nara membereskan piring kotor yang ada di meja makan, mencucinya lalu pergi ke kamarnya untuk tidur. Nara tidak berbohong dengan perkataannya pada Kyuhyun tadi. Dia sangat lelah dan matanya menginginkan tidur sesegera mungkin setelah Kyuhyun berangkat bekerja.

 

^.^

Jam makan siang sudah tiba dan Kyuhyun sudah berada di rumah sejak beberapa menit yang lalu. Pria itu sempat khawatir karena Nara tidak menyahut saat Kyuhyun memanggilnya, namun perasaannya langsung lega ketika menemukan istrinya tidur dengan tenang di ranjang kamar mereka. Sedari tadi yang dilakukan Kyuhyun hanya duduk di tepian ranjang dan memandang wajah damai istrinya. Ia sama sekali tidak ada niat untuk membangunkan istrinya walaupun perutnya sudah minta diisi makanan. Ia rela menahan rasa laparnya sebentar lagi agar bisa menikmati makan siang bersama Nara.

Terlihat ada pergerakan dari tangan mata Nara. Perlahan mata cantik itu terbuka perlahan.

“kau benar-benar menjadi istri pemalas hari ini” Kyuhyun tersenyum

Mata Nara membulat seketika saat menemukan sosok Kyuhyun yang sedang menatapnya seraya tersenyum. Dia langsung bangun dan menutup muka dengan kedua tangannya. Entah kenapa dia merasa sangat malu sekarang, malu akan penampilannya yang jauh dari kata rapi. Nara belum mandi sejak kemarin sore dan wajahnya pasti mengembang karena terlalu banyak tidur hari ini.

Kyuhyun terkekeh melihat tingkah istrinya yang menggemaskan. Ia menjauhkan tangan Nara dari wajah cantiknya. “kenapa?”

“aku belum mandi” Nara menunduk

“kau cantik sayang”

Nara cemberut. Wanita itu tidak menerima rayuan gombal dari Kyuhyun sekarang. Dia menoleh untuk melihat jam yang berada diatas nakas. Dan lagi, dia terkejut. “Omo! Hampir jam satu dan aku belum memasak”

“maafkan aku suamiku yang tampan” Nara mengatakannya dengan nada penuh penyesalan. Butuh waktu satu setengah jam untuk membuat makanan tersaji diatas meja makan. karena wanita itu ingin mandi terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan lainnya.

“mandilah. Aku akan membeli makanan di restaurant kesukaanmu” Kyuhyun mencium kening Nara lalu beranjak pergi.

“ah, di mana Dennis?” tanya Nara cepat sebelum Kyuhyun membuka pintu.

“belum pulang. Seo sonsaengnim memberitahuku bahwa Dennis akan diantar ke rumah”

 

 

Sudah 25 menit berlalu, Nara juga sudah selesai mandi. Namun Kyuhyun belum juga pulang. Wanita itu duduk di sofa yang terletak di samping jendela dan mulai membaca novel yang dibelikan Kyuhyun.

Suara pintu terbuka membuat Nara meletakan novelnya. Dia berjalan cepat menuju pintu utama rumahnya. Itu bukan Kyuhyun, melainkan jagoan kecil yang sangat dirindukannya, Cho Dennis. Nara berlutut seraya merentangkan tangannya saat Dennis sudah didekatnya. Anak laki-laki itu memeluk erat ibunya. Ia juga merasakan kerinduan yang amat dalam pada ibunya, terlebih ia meninggalkan ibunya saat sedang sakit.

“mama sangat merindukanmu sayang”

“aku sangat merindukan eomma”

“Eomma?” Nara menatap Dennis tak percaya saat anak itu memanggilnya eomma. Dennis tidak pernah bisa memanggilnya eomma walaupun sudah diajari Nara berulang kali. Mungkin karena sudah terbiasa memanggilnya mama. Tapi sekarang putranya memanggilnya eomma.

“sonsaengnim yang mengajarkan itu” Dennis menoleh kearah pintu yang diikuti dengan Nara.

Seorang pria sedang berdiri diambang pintu. Pria yang sudah lama tidak dilihatnya.

“oppa?” ujar Nara pelan

“apa aku tidak diijinkan masuk?” pria itu melangkah masuk lalu duduk di sofa.

“ah, silahkan masuk oppa” Nara berjalan menuju sofa dengan Dennis digendongannya.

“aku akan mengambilkan minum untuk sonsaengnim” Dennis turun dari gendongan Nara dan melesat ke dapur.

Nara menatap pria didepannya dengan raut wajah gembira. Pria itu adalah Lee Donghae, sabahat Kyuhyun yang juga menjadi tempatnya berkeluh kesah. Setahun setelah Nara dan kyuhyun menikah, Donghae pamit untuk pergi ke kampung halamannya dan sejak itu mereka tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi lagi.

“mama” pernyataan Donghae mengandung kalimat perintah untuk menjelaskan kenapa Nara tidak mengajari Dennis untuk memanggilnya eomma.

“saat Dennis kecil, kami tinggal di New York selama satu tahun. Aku sudah mengajarkannya untuk memanggil eomma, tapi ia sudah terbiasa dengan panggilan itu” jelas nara

Donghae mengangguk mengerti.

Dennis kembali dengan sekaleng soda di tangannya. “silahkan diminum sonsaengnim”

“sayang, ganti pakaianmu terlebih dahulu. Setelah itu kita makan siang bersama”

“baik eomma” Dennis membungkukan badannya kepada Donghae lalu pergi.

“woaa, oppa sangat berpengaruh padanya. Jadi kenapa oppa lebih memilih menjadi guru tata karma daripada mengurus perusahaanmu itu?”

“aku ingin menjadi orang yang berguna disisa umurku”

“oppa bicara seperti orang yang akan mati” Nara berdecak

“memang benar. Aku mengidap Leukemia Mielositik Kronis dan kanker batang otak” Donghae tersenyum getir.

“benarkah? Sebenarnya aku juga mengidap Leukemia Mielositik Kronis. Itu artinya aku juga akan matiNara menatap sendu mata Donghae.

“tidak Nara-aa, leukemia itu tidak terlalu ganas. Aku masih bisa bertahan selama dua tahun dengan penyakit itu. Namun kau juga harus menemukan donor secepatnya”

“pendonornya akan siap bulan depan” sambung Kyuhyun yang sudah ada disamping Nara.

Donghae dan Nara hanyut dalam obrolan mereka, sehingga tidak menyadari jika Kyuhyun sudah pulang.

“kau akan sembuh Nara-aa” ujar Donghae tulus

“kau juga harus sembuh. Pergilah ke Amerika, mereka akan melakukan apapun untuk menghilangkan kankermu hyung.” Ujar Kyuhyun. Tentu saja pria itu tahu penyakit Donghae karena ia sudah berada di dekat mereka saat Donghae bercerita tentang penyakitnya.

Tak mau berlama-lama membahas masalah penyakit mereka, Nara berdiri dari duduknya. Mengambil 5 box makanan yang berada ditangan Kyuhyun. “aku akan menyiapkan makan siang. Datang ke ruang makan 10 menit lagi”

.

.

Setelah makan siang bersama, Donghae pamit untuk kembali ke desa. Sedangkan keluarga kecil Kyuhyun memilih menghabiskan sore mereka dengan berkumpul di ruang tengah. Kyuhyun dan Dennis sedang bermain game. Sedangkan Nara hanya memandangi mereka berdua sesekali tersenyum karena tingkah lucu ayah dan anak itu.

Walaupun Kyuhyun sudah menjadi ayah, namun saat bermain game ia seperti anak kecil. Ia tidak mau mengalah untuk putranya sendiri. Dan jika Dennis berhasil mengalahkan ayahnya, Kyuhyun akan meminta pertandingan ulang. Sungguh seperti anak kecil.

“appa…” Dennis mulai sebal karena tidak berhasil mengalahkan Kyuhyun. Anak itu meletakkan stick PS-nya lalu menghambur kepangkuan ibunya.

“sayang?” panggil Nara khawatir. Dia merasakan badan Dennis sangat hangat dipangkuannya. “sayang, apa kepalamu pusing?” tanya Nara yang dijawab dengan anggukan Dennis.

Kyuhyun berdiri dari duduknya lalu mengangkat Dennis. “ambil paracetamol untuk Dennis. Biar aku yang membawanya ke kamar”

Nara berjalan cepat menyusul Kyuhyun dan Dennis setelah mengambil paracetamol. Dengan hati-hati dia meminumkan obat sirup rasa strawberry itu. Setelahnya dia mengompres Dennis dengan handuk kecil yang sudah dibasahi dengan air es.

Hoeek..

Dennis memuntahkan semua yang ada diperutnya. Dengan cekatan Nara mendudukan Dennis dan melepas pakaiannya. Kekhawatiran sangat terlihat diwajahnya sekarang. Putranya tidak pernah sakit sampai muntah seperti ini.

Kyuhyun mengambil botol paracetamol setelah menyadari ada kejanggalan pada putranya. Matanya membelalak ketika melihat tanggal kadaluarsa yang tercetak tutup botol itu. Sudah 2 bulan yang lalu. Itu artinya Dennis muntah bukan karena penyakitnya yang parah, melainkan karena anak itu meminum obat yang sudah kadaluarsa.

Segera Kyuhyun menggendong Dennis yang baru saja selesai dibersihkan Nara. “obat itu sudah kadaluarsa. Kita ke rumah sakit sekarang”

 

 

Seoul Hospital

 

Setelah 15 menit berlalu, Nara menemani Dennis di kamar inapnya. Sementara Kyuhyun pergi keruangan dokter Oh untuk mendengarkan hasil pemeriksaan.

“putra anda hanya kelelahan”

“bagaimana dengan obat kadaluarsa yang masuk ke tubuhnya?” tanya Kyuhyun cepat

“beruntung sekali tubuh Dennis langsung menolaknya dan mengeluarkan obat kadaluarsa itu. Jika lusa keadaannya membaik, Dennis diijinkan meninggalkan rumah sakit”

“terimakasih dok. Saya permisi” Kyuhyun berdiri dan keluar dari ruangan dokter Oh.

Pria itu berhenti sejenak ketika memasuki kamar inap Dennis. Anak itu sudah tertidur, tapi ibunya masih saja menangis tersedu di samping ranjang Dennis. Kyuhyun memeganng kedua lengan Nara, mengangkatnya lalu memeluk istrinya. “putra kita baik-baik saja” ujar Kyuhyun menenangkan

Tubuh Nara masih bergetar dipelukan Kyuhyun. Suara isakan kecil juga masih terdengar. “aku ibu yang ceroboh. Aku membahayakan kesehatannya”

“Ssst, jangan berkata seperti itu. Kau ibu terhebat untuk Dennis. Ia bangga memilikimu sebagai ibunya” Kyuhyun mencium puncak kepala Nara. Tangannya terus mengusap punggung Nara untuk menenangkan wanita itu.

Nara menggeleng cepat setelah mendengar perkataan Kyuhyun. Perasaan bersalah masih menyelimutinya. Terlebih jika dia teringat betapa kesakitannya Dennis saat memuntahkan obat itu.

“kau juga harus istirahat. Pulanglah, biar aku yang menjaga dennis di sini”

Nara mendongak untuk menatap wajah Kyuhyun. Raut wajahnya mengatakan jika dia tidak ingin pergi. Kyuhyun yang mengerti langsung mengecup bibir istrinya sekilas. “baiklah, kau boleh di sini”

Kyuhyun menatap tubuh Nara yang hanya menggunakan dress rumah yang tipis dan panjangnya hanya mampu menutupi setengah pahanya. “Aku akan ke mobil untuk mengambil selimut dan jaket untukmu”

Beruntung Nara belum mengeluarkan selimut kecil dan jaketnya yang dia bawa saat perjalanan ke Jinan kemarin. Sudah menjadi kebiasaan Nara ketika pergi jauh untuk membawa selimut kecil berwarna pink dan bergambar karakter line itu. Dan sekarang dia bisa memakainya.

Kyuhyun dan Nara duduk di sofa seraya memandang Dennis yang sudah tertidur pulas diatas ranjang pasien. Nara menyandarkan kepalanya pada dada bidang Kyuhyun. Kedua tangannya terus meremas ujung selimut saat dia berusaha menahan air matanya agar tidak keluar.

Tangan Kiri Kyuhyun terus memeluk Nara. Sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk membelai kepala istrinya. Ia tidak tega melihat istrinya yang terus menangis dan menyalahkan dirinya. “aku mencintaimu. Jangan menangis” bisik Kyuhyun. Sekali lagi ia mencium kening Nara.

Nara semakin meringsek kedalam pelukan Kyuhyun. Dia memejamkan matanya setelah menemukan kenyamanan dan kehangatan dari Kyuhyun. Nara tertidur dipelukan Kyuhyun. Sedangkan sepasang mata Kyuhyun masih memperhatikan Dennis. Ingin sekali ia menutup matanya, tapi ia tidak ingin meninggalkan Dennis tanpa penjagaan. Selang satu jam kemudian barulah Kyuhyun tidur.

 

 

Keesokan harinya Kyuhyun terbangun lebih awal. Ia membenarkan posisi tidur Nara di sofa agar lebih nyaman. Setelahnya ia berjalan mendekati Dennis. Anak itu terbangun bertepatan dengan Kyuhyun yang sudah duduk di samping ranjangnya.

“selamat pagi jagoan appa. Masih pusing?” Kyuhyun menyentuh dahi Dennis dengan telapak tangannya.

“sedikit”

“ingin minum?” tanya Kyuhyun lagi. Dennis mengangguk

Kyuhyun menaikan ranjang pasien hingga posisi Dennis menjadi duduk. Lalu memberikan segelas air pada putranya. Dennis meminum air itu sampai habis setengah gelas. Ia menoleh kesamping, melihat Nara yang masih tertidur di sofa.

“apa eomma menangis semalam? Aku pasti membuat eomma khawatir” sesal Dennis. Kesedihan tercetak diraut wajah mungilnya.

Kyuhyun mengacak rambut Dennis. Ia sangat gemas dengan putranya yang bertingkah seperti pria dewasa. Kyuhyun mengangguk ”eomma sangat menyayangimu. Karena itu, selalu jaga kesehatanmu agar tidak membuat eomma khawatir dan menangis. Jika kau sakit eomma juga akan merasakan hal yang sama”

Dennis mengangguk mengerti. “appa harus istirahat. Biar Dennis yang menjaga eomma sekarang”

“appa tidak bisa mempercayakan eomma pada jagoan yang sedang sakit sekarang. Dennis harus cepat sembuh agar bisa menjaga eomma lagi. Sekarang tidurlah” Kyuhyun menekan tombol untuk membenarkan ranjang Dennis. Anak itu kembali menutup matanya. Begitu juga dengan Kyuhyun yang juga kembali tidur dengan posisi duduk.

Advertisements

9 thoughts on “Time Machine part 15

  1. Duhhh

    Donghae sakit juga
    Kasian donghae

    Siapa pendonor nara nantii
    Penasaran. Bngetttt

    Denis gemesin n cute bnget. Sihh
    Pdhhal biassanya anak tunggal biasanya manja. N. Nakal

    Like

  2. Aaaaaaaa dannis kiyowo bgt,tingkahnya kya orang dewasa aja hihi dasar ni dannis,semoga cepet sembuh buat dannis eomamya dannis sma donghae oppa

    Like

  3. mudah2an nara cepat pulih dan segera di operasi tapi aku penasaran siapa pendonor itu. kasihan donghae semoga donghae juga bisa sembuh. kyu harus menjaga nara dan denis jangan melakukan kesalahan yang sama lagi.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s