Chapter · marriedlife · romance

Everlasting (sequel Can You Love Me?)

 

Author : Chokyulate

Tittle : Everlasting

Main Cast : Cho Kyuhyun, Hwang Nara

Genre : Romance, Married life

 

kalo ada yang belum baca ff can you love me. kalian bisa baca di wattpadku https://www.wattpad.com/story/58155385-can-you-love-me

happy reading ^.^

 

Apartment

 

Matahari sudah mulai tinggi dan menelisikkan sinarnya ke kamar sepasang suami istri melalui celah-celah gorden yang tertutup tidak rapat. Kyuhyun dan Nara, mereka baru saja tiba di Korea pukul 23:00. Dan tiba dirumahnya tepat setengah dua belas malam. Perjalanan dari Eropa ke Korea memang sangat menyita waktu meskipun sudah menggunakan jet pribadi. Jadi sangat wajar jika pasangan itu belum terbangun walaupun sudah jam 09:40.

 

Kyuhyun yang tidur menghadap arah jendela mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya matahari yang sudah berada di kamarnya. Ia menatap Nara yang masih tidur dalam pelukannya, dan saat itu juga rasa tidak ingin beranjak dari ranjang menyergapnya. Kyuhyun mengeratkan pelukannya dan kembali menutup matanya. Tapi itu tidak berlangsung lama ketika teringat penyakit Nara yang sering kambuh jika terlambat makan.

 

Kyuhyun tersenyum jahil, cara yang sangat bagus untuk membangunkan istrinya terlintas begitu saja di kepalanya. Ia mengambil posisi untuk push up tepat diatas tubuh Nara yang sekarang berbaring terlentang dan memulai gerakan push up. Setiap turun, ia mengecup bibir Nara. Bukankah ini cara membangunkan yang sangat manis? Tepat pada kecupan kesepuluh barulah Nara terbangun “apa yang oppa lakukan?” tanya Nara masih dengan mata yang mengantuk ketika melihat Kyuhyun berada diatasnya.

 

“membangunkan istriku seraya berolah raga” Kyuhyun menyambar bibir Nara begitu saja saat Nara menatapnya kesal. “sarapan”

 

Nara mengangguk “aku akan menyiapkan sarapan, roti panggang atau pancake?”

 

“ah roti panggang, telur mata sapi tidak terlalu matang, dan sosis” lanjut Nara sebelum Kyuhyun menjawab “baiklah Mr.Cho, menyingkir dari atasku sekarang agar kita bisa sarapan”

 

Mereka berdua berjalan menuju kamar mandi bersama. Menyikat gigi dan mencuci muka bersama. Mereka terlihat seperti anak kecil yang sedang bermain air di satu wastafel. Setelah mencuci muka mereka saling mengeringkan wajah masing-masing. Sungguh pasangan yang sedang dimabuk asmara. Pasti semua orang akan sangat iri dengan mereka.

 

Nara langsung turun menuju dapur dan menyiapkan sarapan praktisnya. Tak butuh waktu yang lama bagi Nara untuk menggoreng sosis dan telur. Hanya dalam waktu sepuluh menit sarapan sudah tertata rapi diatas meja makan.

“oppa” panggil Nara pelan, dia masih tidak terlalu yakin untuk mengajak bicara Kyuhyun saat makan. Terakhir kali mereka mengobrol saat makan dua minggu yang lalu ketika mereka berbulan madu di Italia.

 

“hmm?” Kyuhyun hanya bergumam membuat Nara mengurungkan niatnya. Gadis itu menggelengkan kepalanya sekilas lalu kembali memakan roti panggangnya.

 

Kyuhyun tahu jika istrinya sedang dilanda ketakutan saat melihat Nara langsung menunduk. “ada apa?”

 

“tidak, kita selesaikan sarapan dulu baru bicara”

 

“bicaralah, bukankah aku sudah bilang jika kau bisa mengajakku mengobrol walaupun sedang di meja makan asalkan tidak ada makananan dimulutmu ketika bicara” Kyuhyun rela mengubah kebiasaannya demi istrinya.

 

Nara tersenyum seraya menelan roti yang ada di mulutnya. Dia menegak susunya sebelum bicara “besok aku akan bekerja”

 

Kyuhyun menaikan alisnya bingung “bekerja? Dimana? Apa jumlah uang yang aku berikan tiap bulan kurang untukmu?” cerca Kyuhyun.

 

Nara menggeleng cepat “bahkan aku tidak bisa menghabiskan semua uang itu dalam satu bulan, jumlah angka nol terlalu banyak”

 

Kyuhyun memang mengatakan kepada Nara jika dia akan mengisi rekening Nara sebanyak 100 juta won perbulan untuk kebutuhan istrinya. ingat! Hanya kebutuhan istrinya, tidak termasuk kebutuhan rumah tangga.

 

“aku hanya ingin menjadi wanita karir, bukankah oppa sendiri yang bilang agar aku menjadi gadis yang pintar?”

 

Kyuhyun teringat kejadian saat ia menceritakan kisah Ahra pada Nara “tapi sekarang aku sudah tahu jika istriku adalah gadis yang sangat kuat. Jadi tidak mungkin depresi seperti Ahra noona. Bahkan saat bom merubuhkan rumahnya, istriku bisa mengatasi ketakutannya dengan mudah”

 

“tapi tetap saja aku ingin menjadi wanita karir”

 

Kyuhyun menghela nafasnya, sebenarnya dia hanya ingin Nara tidak terlalu lelah dengan bekerja. Dia hanya ingin istrinya menghabiskan waktunya di rumah atau berbelanja barang yang dia inginkan. Tapi Nara tetaplah seorang gadis yang keras kepala, dia tidak akan berhenti sebelum kemauannya terpenuhi “baiklah, tapi kau harus sudah berada di rumah sebelum aku pulang”

 

“bagaimana bisa? Aku bukan CEO, aku hanya akan menjadi pegawai biasa”

 

“kau akan bekerja dimana?”  tanya Kyuhyun sebelum meminum habis segelas susunya. Lihatlah, walaupun sarapan mereka sudah habis namun perdebatan antara suami istri itu belum juga selesai.

 

“di perusahaanmu” Nara tersenyum senang

 

“aku akan menempatkanmu sebagai wakil CEO”

 

“oppa! Aku tidak mau memanfaatkan statusku sebagai istrimu. Usahaku untuk belajar dan mendapatkan nilai yang bagus akan sia-sia jika akhirnya aku menggunakan statusku untuk mendapatkan pekerjaan. lagipula presiden direktur sudah memberiku tiket untuk bekerja diperusahaannya tanpa seleksi” jelas Nara

 

“sekarang aku menyesal memberi tiket bekerja tanpa seleksi pada para pegawai magangku” Kyuhyun mendengus

 

“oppa.. tolong ijinkan aku untuk bekerja” Nara kembali merengek

 

“baiklah”

 

“ada satu lagi, oppa jangan mengatakan hubungan kita pada orang-orang kantor. Aku tidak mau mereka bersikap aneh padaku” pinta Nara. Dia tidak mau kejadian saat di restaurant milik Kyuhyun kembali terulang. Saat Kyuhyun mengatakan bahwa Nara adalah istrinya, semua pegawai restaurant itu langsung bersikap santun dan ramah. Nara tidak ingin orang-orang bersikap ramah hanya karena dia istri dari seorang Cho Kyuhyun.

 

“baiklah” Kyuhyun mengalah mengingat tak akan ada hasilnya mendebat istrinya yang keras kepala itu.

 

.

.

Hari ini Nara mulai bekerja, dia bangun pagi sekali karena dia ingin berangkat kekantor menggunakan bus. Tentu saja dia tidak mau semobil dengan Kyuhyun karena nanti semua orang akan tahu statusnya sebagai istri Kyuhyun. Mengingat tidak semua pegawai kantor Kyuhyun tahu tentang istri Kyuhyun. hanya beberapa petinggi perusahaan ini yang diundang ke pesta pernikahan Kyuhyun yang tertutup itu.

 

Seperti biasanya Kyuhyun dan Nara hanya sarapan roti panggang. Nara membuatnya dengan cepat lalu memanggil suaminya agar segera turun untuk sarapan bersama. Kyuhyun turun dengan dasi yang belum terikat di lehernya dan jas yang tersampir di tangan kirinya. Nara mendekati Kyuhyun yang sudah berdiri di samping meja makan untuk mengikatkan dasi suaminya.

 

“apa kau yakin? Lebih baik ambil salah satu mobil yang ada di garasi rumah besar untuk kau pakai” Kyuhyun kembali membahas tentang transportasi Nara kekantor.

 

“kita sudah membahasnya semalam” jawab Nara dengan nada jengah. Memang benar semalam mereka sudah berdebat mengenai masalah ini. Nara ingin menggunakan bus saja namun Kyuhyun terus memaksanya menggunakan mobil pribadi.

 

“mana mungkin pegawai yang baru akan bekerja sepertiku membawa mobil yang sangat mewah seperti mobil-mobilmu” lanjut Nara.

 

“mereka tidak akan memperhatikanmu”

 

Cup!

Nara tidak mendebat perkataan Kyuhyun lagi. Dia mengecup bibir Kyuhyun untuk mendiamkan suaminya yang sangat cerewet dan banyak aturan itu. “sarapan sekarang atau aku akan terlambat sayang” ujarnya seraya menarik kursinya. Nara duduk lalu memulai sarapannya saat Kyuhyun juga sudah menyentuh garpunya.

 

.

.

Nara masuk pada divisi keuangan lagi. Nara merasa sudah lama sekali sejak hari terakhirnya magang. Beberapa wajah baru menghiasi ruangan ini. Namun tak sedikit pula yang masih dia kenali, seperti Jisoo temannya waktu magang dulu, dan Yesung yang sekarang sudah menjadi kepala divisi.

 

Nara berjalan menuju meja kosong yang sudah disiapkan untuknya. Meja yang berada di paling ujung ruangan ini. Sebelah kiri meja Nara adalah kaca besar yang menampakan kota Seoul. Nara duduk dan menyalakan komputernya agar dia bisa memulai menyelesaikan pekerjaannya. Pagi ini dia sudah di beri tugas oleh Yesung untuk mengerjakan laporan keuangan bulan ini.

 

Tak lama kemudian seorang gadis dengan nafas yang tersengal-sengal duduk di meja kerja yang ada di samping kanan Nara. Gadis itu terlambat. Nara memberinya sebotol air mineral miliknya yang belum dia minum.”minumlah”

 

“ah terima kasih” gadis itu mengambil botol Nara dan meminumnya sampai habis setengahnya. “pegawai baru? Halo, namaku Lee Bo Na. Ini memasuki bulan keempatku bekerja di sini jadi kau tidak perlu memanggilku sunbae” Bo Na mengulurkan tangannya seraya tersenyum.

 

Nara membalas uluran tangan Bo Na. “aku Nara, Hwang Nara. aku juga tidak akan memanggilmu sunbae karena kita sepantaran” ujar Nara diakhiri dengan tawa pelan.

 

“baiklah. Mari kita mulai bekerja atau bos berkepala besar yang ada di ruangan itu akan memarahi kita” Bo Na menunjuk ruangan dimana Yesung bekerja.

 

Nara menggangguk seraya menahan tawanya. Bos berkepala besar? bagaimana reaksi Yesung jika ia tahu bawahannya memanggilnya seperti itu? Hanya membayangkannya saja Nara sudah ingin tertawa terbahak.

 

Setelah kembali ke meja kerjanya, Nara mulai sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan dia sampai tidak tahu sekarang sudah waktunya untuk makan siang jika Bo Na tidak menegurnya.

 

Ddrrrrtt. Ponsel Nara bergetar menandakan ada pesan masuk. Dia menyenderkan tubuhnya kepunggung kursi sebelum membuka ponselnya. Pesan itu dari suaminya yang menyuruhnya makan.

 

Dari : Mr.Cho

Jangan lupakan makan siangmu. Ayo kita makan siang bersama.

 

Nara tersenyum saat membalas pesan Kyuhyun.

 

Aku akan makan di cafeteria perusahaan  sekarang.

 

Tidak ingin makan bersama suamimu yang tampan ini?

 

Maaf.  Aku harus menyelesaikan pekerjanku secepatnya. Aku sangat mencintaimu :*

 

Nara memasukan ponselnya kedalam tasnya lalu berjalan menuju cafeteria perusahaan. Cafeteria ini  untuk para pegawai perusahaan. Hanya dengan Id card untuk membuka pintu cafetaria, para pegawai perusahaan Kyuhyun bisa mendapatkan makan siang secara gratis.

 

Baru saja masuk ke cafeteria Nara sudah mendengar suara gaduh yang berasal dari beberapa gadis tak jauh darinya. Nara berjalan  mendekati mereka, dia melihat Bo Na sedang di maki oleh seorang gadis berambut sebahu.

 

Gadis itu melepas sepatunya dan menunjukannya di depan wajah Bo Na “kau lihat ini? Christian Louboutin SS collection edisi terbatas warna merah muda. Hanya ada dua pasang di Negara ini, total gajimu tidak akan bisa membeli ini” teriak gadis itu pada Bo Na.

 

“Christian Louboutin SS collection edisi terbatas warna merah muda berharga 8 ribu dollar. Gaji diperusahaan ini sangat besar. Bo Na bisa membelinya dengan gaji utuhnya selama 5 bulan. Tolong jaga sikapmu nona..” Nara menghentikan kalimatnya sejenak untuk melihat Id card gadis berambut sebahu di depannya. “tolong jaga sikapmu nona Park Sena” lanjutnya

 

“siapa kau?” tanya Sena dengan nada membentak

 

“aku Nara, pegawai baru dari divisi keuangan. Ngomong-ngomong aku adalah pemilik sepasang lainnya” ujar Nara sombong

 

“ayo Bo Na-ssi, kita makan di sebelah sana saja” Nara menarik tangan Bona menjauh dari tempat itu menuju meja yang berada jauh dari keramaian. Setelah Nara mengambil makanan untuknya dan Bona. Mereka mulai makan di selingi dengan cerita Bo Na tentang kejadian tadi.

 

 

Tanpa disadari, sepasang mata seorang pria sedari tadi mengamati tingkah laku Nara sejak masuk ke cafeteria. Mata tajam milik Kyuhyun. Ia tersenyum saat melihat ekspresi sombong Nara di depan Sena. Semuanya tampak menggemaskan dimata Kyuhyun.

 

Setelah Kyuhyun menerima pesan terakhir Nara, ia langsung mengajak Henry untuk makan di cafeteria.  Ia ingin makan siang bersama istri tercintanya. Namun sepertinya ia harus mengurungkan niatnya itu karena kejadian barusan.

 

“kita makan di restaurant biasanya saja” ujar Kyuhyun saat membalikan badan keluar dari cafeteria. Henry hanya mengangguk patuh.

 

.

.

Tak terasa sudah dua minggu Nara bekerja di perusahaan Kyuhyun. Kehidupan mereka pun tak  banyak berubah sejak Nara bekerja. Setiap pagi Nara masih melakukan aktivitasnya sebagai istri yang baik. Dari membangunkan suaminya hingga membuatkan sarapan. Dia juga selalu pulang sebelum Kyuhyun. walaupun tanpa Nara ketahui, sekarang Kyuhyun memperlambat pulangnya satu jam untuk memberi waktu agar Nara sampai di apartemen terlebih dahulu.

 

Namun hari ini tak seperti biasanya. Jarum jam sudah menunjukan pukul 08:00 malam dan Nara masih berkutat di balik meja kerjanya. Tadinya di ruangan ini ada Nara dan Bo Na yang masih setia dengan pekerjaan mereka. Hingga akhirnya Bo Na menyerah karena sudah terlalu lelah dan pulang lebih dahulu sekitar 30 menit yang lalu.

 

Nara menghempaskan tubuhnya pada punggung kursi seraya menghela nafasnya. Tangannya tergerak mengambil ponsel yang sudah lama tidak dia pegang. Terakhir kali dia memegang ponselnya saat Kyuhyun menelfonya untuk mengajaknya makan siang tadi. 16 panggilan tak terjawab dan 4 pesan belum terbaca. Semua itu dari Kyuhyun.

 

Nara menenangkan dirinya sejenak dari ketakutan yang membayanginya sebelum menelfon Kyuhyun. Jujur saja saat ini dia merasa sangat takut karena melanggar aturan Kyuhyun untuk tidak pulang malam. Baru terdengar nada sambung ketiga saat Kyuhyun memasuki ruangan divisi keuangan. Pria itu berjalan mendekati Nara tanpa melepas tatapan tajamnya itu pada istrinya.

 

“sepertinya kau lebih sibuk dariku” ujar Kyuhyun sakartis.

 

“presiden direktur yang sangat gila itu membuatku harus lembur sampai malam” Nara menyimpan semua pekerjaannya sebelum mematikan komputer.

 

“kau mengataiku gila?” Kyuhyun memandang Nara tak percaya bercampur sebal.

 

“aku tidak mengataimu sayang. Aku sedang bicara tentang presdir, bukan suamiku” bagi Nara Kyuhyunnya yang ada di kantor dan di rumah itu berbeda. Dia tidak ingin mencampurkan urusan pribadi dan urusan kerja.

 

Kyuhyun mendengus kesal, tidak ada gunanya jika dia membantah istrinya lebih lanjut. “ayo pulang”

 

Sepanjang perjalanan dari ruang divisi keuangan hingga parkir VIP tempat audi Kyuhyun berada, Kyuhyun menggandeng tangan Nara. Jika sudah larut malam seperti ini Nara tidak khawatir karena dia yakin jika di perusahaan sudah tidak ada orang. Kalaupun ada, itu pasti para pegawai lama yang sudah mengetahui jika Nara dan Kyuhyun memiliki hubungan khusus.

 

.

.

JK Company

 

Nara berlari terburu-buru menuju aula tempat dikumpulkannya para pegawai. Hari ini ada pengumuman yang akan disampaikan secara langsung oleh presien direktur. Di sepanjang perjalanannya dia terus mengutuk Kyuhyun. Berbagai umpatan keluar dari mulutnya dengan suara yang sangat pelan.

 

Ketika Nara membuka pintu, semua mata tertuju padanya. Semua pegawai sudah berkumpul di aula, Kyuhyun yang menjadi presiden direktur pun sudah berdiri di depan semua pegawainya ditemani Henry yang berada tak jauh darinya. Nara yakin jika Kyuhyun sedang menyampaikan pengumumannya.

 

Nara berlari lagi menuju gerombolan divisinya yang berdiri di depan. Dia tak memperdulikan mata Kyuhyun yang sedang menatapnya tajam.

 

Bruuuk!

Nara terjatuh karena tersandung kaki Sena. Dia mencoba untuk bangun, tapi tidak bisa. Kaki kirinya terkilir, jangan lupakan saat ini Nara memakai heels dengan tinggi 20. Dan tangan kanannya juga terkilir karena salah posisi saat Nara ingin menopang tubuhnya agar tidak terjatuh. Nara menatap tajam Sena yang sedang tersenyum meremehkannya. Jisoo yang berdiri tak jauh dari Nara langsung membantu Nara untuk berdiri dengan menahan berat Nara padanya.

 

Melihat itu Kyuhyun menyuruh Henry untuk membawa Nara keruangannya. Pertemuan hari ini diakhiri Kyuhyun begitu saja. Setelah pamit, Kyuhyun berjalan cepat menuju ruangannya. Menyusul Henry dan Nara yang lebih dulu pergi kesana.

 

“tak kusangka kau seberat ini” ujar Henry saat menurunkan Nara di sofa.

 

“jangan mengejekku” Nara membuang mukanya kesal. Henry terkekeh puas saat Hani masuk keruangan Kyuhyun membawa perban dan obat spray penghilang rasa sakit.

 

“aah lihatlah dirimu, kenapa selalu melakukan hal yang tidak di sukai Kyuhyun? dasar bodoh” Hani mengucapkannya dengan nada khawatir sekaligus kesal. Nara sudah dianggapnya sebagai adiknya sendiri, maka dari itu dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Nara. Apalagi jika bermasalah dengan Kyuhyun, pasti masalah kecil akan menjadi sangat besar.

 

“mati saja kau Nara-aa, sebentar lagi Kyuhyun pasti akan membunuhmu” Henry merangkul Hani keluar dari ruangan Kyuhyun, dan saat itu juga si pemilik ruangan masuk dengan wajah menahan emosi.

 

“jangan memarahinya, segera obati dia dulu atau cideranya akan bertambah parah” Hani memberitahu Kyuhyun saat mereka berpapasan di pintu.

 

“ini bukan yang pertama kali. Apa perlu aku memasukanmu ke playgroup agar kau belajar berjalan dengan benar?”  ujar Kyuhyun sinis dan penuh emosi. Ia mengambil obat kaleng itu lalu menyemprotkannya ke pergelangan kaki kanan Nara sebelum membalutnya dengan perban.

 

“ini bukan karena kecerobohanku” elak Nara.

 

Kyuhyun menarik keras perban yang telah melilit di kaki Nara hingga membuat Nara meringis kesakitan “sakit” rengek Nara.

 

“ini masih pagi dan kau sudah membuat banyak kesalahan” geram Kyuhyun. Nara menatap suaminya bingung. Banyak? Dia hanya terjatuh pagi ini, dan itupun karena Sena bukan dirinya yang ceroboh.

 

“kau berlari hingga terjatuh, cedera tanpa seizinku, dan yang paling parah kau membiarkan pria lain memeluk tubuhmu. Itu kesalahanmu” bentak Kyuhyun

 

“memangnya siapa yang membuatku baru bisa tidur pukul 4 hingga aku bangun kesiangan dan berlarian karena terlambat?” Nara menaikan suaranya.

 

“dan Jisoo hanya membantuku untuk berdiri. Apa bedanya Jisoo dan Henry oppa yang menggendongku sampai di sini? Kenapa oppa marah seperti ini?” lanjut Nara penuh emosi, bahkan sekarang cairan bening sudah memenuhi kelopak matanya.

 

Hati Kyuhyun mencelos saat melihat Nara hampir menangis. Kau membuat istrimu menangis Cho Kyuhyun. Selesai dengan kaki dan tangan Nara yang terkilir, Kyuhyun meninggalkan istrinya begitu saja. Ia sudah ada janji untuk bertemu dengan rekan bisnisnya siang ini. Sebenarnya ia tidak ingin meninggalkan Nara sendirian sekarang ini. Namun ia harus menenangkan pikiran dan hatinya yang masih memanas terlebih dahulu. Karena jika tidak, pasti Kyuhyun akan membentak istrinya lagi.

 

Suami mana yang rela melihat istrinya di sentuh pria lain? Kyuhyun sangat marah ketika melihat tangan pria itu melingkar di perut istrinya dengan badan yang menempel erat. Dan apa yang tadi Nara katakan? Henry dan jisoo tidak ada bedanya? Sudah jelas jika mereka sangat berbeda, kenapa Nara menanyakannya? Henry adalah orang yang paling dipercaya Kyuhyun, sedangkan Jisoo? Siapa dia? Bahkan Kyuhyun tidak kenal dengannya, yang Kyuhyun tahu pria itu adalah pegawai di perusahaannya. Kyuhyun kembali berdecak sebal, mengingat kejadian tadi hanya akan membuatnya gila.

 

.

.

Apartement

 

Jam sudah menunjukan pukul 8 malam, namun belum juga ada tanda-tanda Kyuhyun memasuki apartemen. Sejak pagi tadi Kyuhyun mendiamkan Nara, tak ada sms ataupun telefon seperti biasanya. Bahkan tadi siang Nara diantarkan pulang oleh Hani.

 

Nara menekan tuts piano asal, perasaan sebal karena dihiraukan Kyuhyun membuatnya tidak bisa bermain piano. “aku tidak boleh dekat dengan pria lain, padahal dia sendiri berdekatan dengan semua wanita. Dasar suami egois” racau Nara frustasi

 

“lalu sekarang dia sudah tidak memperdulikanku lagi? Apa dia tidak ingat dengan janjinya saat menikah? Dikala sehat maupun sakit! Bagaimana bisa aku menikahi pria seperti dia? aaaaargh” Nara membanting penutup tuts piano dengan keras.

 

“menyesal menikah denganku?” suara berat milik Kyuhyun membuat Nara tersentak kaget.

 

Sejak kapan Kyuhyun berdiri di belakangnya? Bagaimana bisa Nara tidak mendengar suara pintu di buka? Tanpa sadar Nara berdiri dan berjalan karena dia sangat malu dengan Kyuhyun sekarang. Namun baru satu langkah dia sudah terjatuh. Membuat Kyuhyun kembali menggeram marah. Kyuhyun mengangkat Nara kegendongannya dan membawa istrinya duduk di sofa ruang tengah.

 

“besok jangan bekerja, istirahatlah beberapa hari” ujar Kyuhyun sesudah ia duduk di meja yang ada di depan Nara. Ia tak melepaskan Nara dari jangkauan matanya.

 

“apakah aku harus beristirahat? Aku bisa pergi bekerja dengan alat itu” Nara menunjuk tongkat stainless steel yang membantunya berjalan tadi. Namun ia segera merutuki dirinya karena mengatakan kalimat itu setelah melihat rahang Kyuhyun mengeras.

 

“aku peringatkan, sekarang aku sangat marah. Atas ijin siapa kau menyakiti dirimu sendiri?” Kyuhyun menekankan di setiap kalimatnya.

 

“dan jika kau melangkah keluar dari apartemen ini, aku tidak akan memaafkanmu” ancam Kyuhyun. Nara hanya mengangguk patuh. Ancaman Kyuhyun benar-benar mengerikan baginya.

 

Kyuhyun menggeser duduknya di sebelah Nara lalu memeluk istrinya. “jangan ceroboh. Kau harus menjaga dirimu sendiri karena aku tidak bisa bersamamu setiap menit”

 

Tidak ada jawaban lagi dari Nara. Dia menyenderkan kepalanya pada dada bidang Kyuhyun. “maafkan aku telah membuat oppa khawatir” gumam Nara sangat pelan. Entah dari mana datangnya rasa ingin tidur yang menyergap Nara. Tak perlu menunggu waktu lama Nara sudah memejamkan matanya. Kenyamanan yang diberikan oleh pelukan Kyuhyun membuatnya mudah terlelap.

 

 

To Be Continue…

 

 

Annyeong ^^,

Karena banyak yang minta sequel, jadi aku datang lagi dengan ff ini. Aku udah punya ide untuk beberapa part selanjutnya tapi tetep liat gimana tanggapan kalian, jadi berikan komentar yaa.

Kisskiss :*

Advertisements

57 thoughts on “Everlasting (sequel Can You Love Me?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s