Chapter · romance

Tima Machine part 14

Author : Chokyulate

Tittle : Time Machine part 14

Character : Cho Kyuhyun, Hwang Nara

 

 

Setelah semalam Kyuhyun membujuk Nara agar istrinya mau ke rumah sakit. Akhirnya hari ini Kyuhyun membawa Nara ke pskiater. Tentunya dengan alasan jika teman Nara ingin bertemu dengannya di rumah sakit. Pria itu membawa istrinya ke rumah sakit karena dia sudah tidak tahan melihat Nara seperti itu dan juga karena Dennis akan segera pulang. Ahra yang mengatakan akan kembali ke korea, ternyata wanita itu tak kunjng datang. Suaminya, Choi Siwon sedang sakit dan lebih membutuhkannya daripada Kyuhyun. Mau tidak mau Kyuhyun harus segera membuat Nara sembuh agar putranya tidak bersedih saat pulang nanti.

Pukul 10 pagi Kyuhyun dan Nara tiba di rumah sakit. Pria itu menggandeng tangan istrinya mesra. Pastinya tidak ada yang menyangka jika Nara sedang sakit karena wanita itu terlihat biasa saja. Mereka juga terlihat seperti pasangan suami istri yang kehidupannya selalu dipenuhi dengan cinta. Tanpa memperdulikan orang-orang yang sedang duduk menunggu gilirannya, mereka langsung memasuki ruangan dokter Yoon.

Dokter Yoon Myeong Joo adalah seorang pskiater terkenal dan juga teman Nara saat mereka berada di sekolah menengah. Pertemanan mereka berlangsung sampai sekarang. Dokter Yoon juga menghadiri pernikahan Nara dan Kyuhyun beberapa tahun yang lalu. Dia prihatin dengan keadaan Nara setelah Kyuhyun menceritakan semua yang terjadi padanya tadi malam. Selalu berhalusinasi dan ketakutan sangatlah menyedihkan bukan?

“selamat pagi, kalian datang lebih awal dari yang kukira” sapa dokter cantik itu.

Kyuhyun mendudukan Nara disofa yang seperti tempat tidur. Terlihat sangat nyaman dan menenangkan jika duduk di sana.

“aku keluar dulu, aku akan menemuimu saat kalian sudah selesai bercerita. Aku mencintaimu” Kyuhyun mencium kening Nara sebelum meninggalkannya. Bukan meninggalkan ruangan, tapi pria itu duduk di sofa yang ada di balik tirai. Ya pria itu sedang bersembunyi agar Nara bisa menceritakan apa yang terjadi padanya pada dokter Yoon. Karena Kyuhyun juga ikut andil dalam depresi Nara, karena itu ia tidak diperbolehkan menemani Nara saat pengobatan di mulai.

“apa tidurmu nyenyak?” tanya dokter Yoon seraya memberi teh hangat pada Nara.

Wanita itu mengangguk lalu menyesap teh yang diberikan dokter Yoon. “kau terlihat sangat baik sekarang” Nara tersenyum, wanita itu mulai tenang.

“sebaliknya dengan dirimu. Apa yang sangat mengganggu pikiranmu?” tanya dokter Yoon. Nara hanya menggeleng dan tatapannya kembali kosong. Menerawang kejadian beberapa waktu yang lalu. Tangannya mulai menyatu dan saling meremas.

Dokter Yoon menepuk pundak Nara dan memberi remasan sedikit untuk mengembalikan kesadaran Nara. “aku baru saja mempelajari cara agar tidak terlalu memikirkan sesuatu. Kau mau mencobanya?”

Nara menatap bingung dokter Yoon yang berjalan mendekati DVD player dan tak lama kemudian mulai mengalun musik yang sangat menenangkan. “mulai sekarang lagu ini akan menjadi sinyal yang membuatmu terhipnotis dan juga yang akan menyadarkanmu. Aku tahu kau khawatir sekarang, tapi aku janji kau akan merasa tenang setelahnya.”

Dokter Yoon mem-pause dvd lalu mendesah pelan, mungkin membutuhkan waktu yang lama untuknya membuat Nara melupakan kejadian buruk yang menimpanya. Dia berjalan menuju kulkas kecil dan mengambil bingsoo strawberry. Dia duduk diatas karpet dan menaruh bingsoo itu di meja. Diikuti dengan Nara yang sekarang juga duduk diatas karpet didepan dokter Yoon. Mereka mulai memakan bingsoo bersama. Dulu mereka selalu memakan bingsoo strawberry sepulang sekolah.

“terakhir kali kau pergi ke mana?” tanya dokter Yoon.

Nara mencoba mengingatnya sejenak “ke restaurant itali”

Dokter Yoon menekan tombol play dan musik mulai terdengar kembali. “kau pergi ke restaurant itali sore hari dan kau pergi ke toilet setelah makan. Satu dua tiga” dokter Yoon menjentikan jarinya hingga terdengar suara nyaring.

“lihat tempatnya” lanjutnya

Nara mulai memejamkan mata dan terjatuh kesamping, menyandar pada sofa.

“apa yang kau lakukan?” tanya dokter Yoon.

“sedang bercermin”

“lalu?”

“P…Park Minyoung” ujar Nara mulai gelisah.

“apa yang dia katakan?”

“dia mengatakan akan melakukan seks kilat dengan Kyuhyun” Nara sudah terisak dengan tangisnya. “dia mengatakan Kyuhyun sudah tidak mencintaiku. Aku wanita jalang yang selalu menempel padanya” tubuh Nara bergetar hebat. Dia menangis sesunggukan.

Kyuhyun yang terkejut dengan perkataan Nara langsung mendekati istrinya dan memeluknya. Walaupun sekarang Nara sedang tidak sadar karena dihipnotis, tapi Kyuhyun ingin Nara tahu jika yang dikatakan Minyoung itu tidak benar. Dalam hatinya dia bersumpah akan membuat Minyoung menyesal dengan apa yang telah dilakukannya pada Nara. Tak heran jika Nara seperti itu, Kyuhyun yakin perkataan Minyoung sangat melukai hatinya. Pria itu menatap tajam dokter Yoon karena tidak segera membuat Nara tersadar, setidaknya membuat Nara tenang agar tubuhnya tidak bergetar hebat seperti ini.

“Nara, dengarkan aku. Semua yang baru saja kau lihat itu tidak pernah terjadi. Semuanya hanya halusinasimu. Kyuhyun hanya milikmu, dia hanya milikmu selamanya. Minyoung hanya sampah yang sudah dibuang oleh Kyuhyun” Dokter Yoon mengecilkan sedikit suara musik.

“Kyuhyun hanya milikmu Hwang Nara dan kau tidak pernah bertemu dengan Minyoung di restaurant itali beberapa hari yang lalu” dokter Yoon menjentikan jarinya kembali lalu mematikan dvd playernya.

Tidak ada pergerakan dari Nara. Wanita itu terkulai lemas dipelukan Kyuhyun. Sedangkan dokter Yoon tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada temannya. Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya, semua pasiennya langsng membuka matanya setelah dia menjentikan jarinya.

“Yoon Myeong Joo!! Apa yang kau lakukan pada istriku?” Kyuhyun berteriak khawatir. Tangannya terus menepuk pelan pipi Nara.

Dokter Yoon kembali memutar dvdnya pelan. Lagu itu kembali mengalun indah. “Nara-aa, apa kau mendengarku? Lagu ini adalah sinyalmu untuk kembali. Cepat kembalilah dan lupakan semuanya”

“Hwang Nara, kau harus kembali sekarang juga. Sadarlah” dokter Yoon kembali menjentikan jarinya tepat di sebelah telinga Nara.

Kyuhyun mulai panik. Ia mendekatkan wajahnya pada wajah Nara “sayang buka matamu, aku mohon buka matamu sekarang juga” air mata Kyuhyun menetes membasahi wajah Nara.

“aku sangat mencintaimu sayang. Dengarkan Myeong Joo dan bukalah matamu” Kyuhyun mencium dahi dan mengecup bibir cerry milik Nara.

Dokter Yoon menambah volume dvd player miliknya. “dengarkan baik-baik eoh. Jika kau mendengar lagu ini, kau akan tersadar dan melupakan pertemuanmu dengan Minyoung di restaurant itali”

“dengarkan musik ini dan sadarlah” dokter Yoon menjentikan jarinya bersamaan dengan Kyuhyun yang mencium bibir Nara.

Tak lama setelahnya tangan Nara bergerak. Kyuhyun mengusap air mata Nara sebelum wanita itu membuka matanya. Wanita itu mengerjapkan matanya sejenak lalu melepaskan pelukan Kyuhyun dan membenarkan posisi duduknya.

“woaaa, kau selalu bermesraan didepanku. Apa kau sengaja mengejekku yang belum menikah ini?” dokter Yoon menghembuskan nafasnya kasar.

“apa yang baru saja terjadi?” tanya Nara. Dia merasa ada sesuatu yang dilewatkannya baru saja.

“suamimu menciummu, kau terbuai dengan lumatannya, dan berakhir dengan berpelukan. Kau seperti istri yang akan berpisah dengan suaminya”

Nara tersipu malu, pipinya merona seketika. “mungkin itu benar, aku mengidap leukemia stadium akhir”

“kenapa tidak menceritakannya padaku? Sedari tadi kau hanya bercerita tentang Dennis dan kehidupan keluarga kecilmu yang sangat bahagia” acting dokter Yoon sangat meyakinkan. Mungkin jika dia tidak menjadi dokter, dia akan menjadi aktris terkenal.

“Nara akan mendapatkan donornya bulan depan” jelas Kyuhyun.

Nara menatap Kyuhyun tak percaya. Suaminya tidak pernah mengatakan jika dia akan mendapatkan donor bulan depan. Dan yang dia tahu, belum ada pendonor sum-sum tulang belakang untuknya.

“lebih baik kita sekarang pulang. Biarkan Myeong Joo bekerja. Dia kan dokter hebat, pasti banyak yang sudah membuat janji dengannya dan menunggu agar diobati olehnya”

“ah benar juga. Kami pulang dulu yaa, kau harus mampir ke rumah” Nara berdiri dari duduknya dan menggandeng tangan Kyuhyun

“aku tidak mau kerumahmu jika kau selalu bermesraan di depanku” ujar dokter Yoon berpura-pura marah.

Nara mengangkat bahunya tak peduli. Saat Kyuhyun melihatnya, pria itu sangat senang. Yoon Myeong Joo memang dokter hebat. Sekarang Nara sudah kembali seperti biasanya. Tanpa segan Kyuhyun mengecup bibir Nara sebelum keluar dari ruangan dokter Yoon.

“aku sangat merindukan Dennis, seperti sudah bertahun-tahun aku tak melihatnya” ujar Nara sedih begitu keluar dari ruangan dokter Yoon.

“kau demam sebelum Dennis berangkat ke desa, jadi hampir seminggu kau tidak bertemu dengannya. Wajar sekali jika kau sangat merindukannya” Kyuhyun merangkul Nara posesif. Mereka berjalan seperti itu sampai di tempat parkir. Bermesraan di depan umum tanpa memperdulikan reaksi orang-orang disekitarnya.

^-^

Sesampainya di rumah, Nara langsung mengganti bajunya dan mulai memasak. Dia akan membuat beberapa macam cookies dan kue untuk anak-anak di panti asuhannya yang terletak di Jinan. Tiba-tiba saja dia ingin mengunjungi panti asuhan yang didirikan orang tuanya di kampung halamannya.

Awalnya Kyuhyun sudah melarangnya agar tidak terlalu lelah. Ia menyuruh Nara untuk membeli semuanya di bakery, tapi Nara tetaplah Nara yang keras kepala. Dia tetap membuat semuanya sendiri. Bahkan tanpa bantuan Jung ahjumma yang sudah pulang ke rumah besar.

Sedangkan Kyuhyun masuk ke ruang kerjanya. Mengamati perkembangan perusahaannya yang beberapa hari ia tinggalkan. Beruntung ia mempunyai Henry sebagai sekretarisnya yang cukup cekatan menangani semuanya. Ia mulai membaca semua e-mail yang masuk, mempelajari proyek yang akan datang, dan menandatangani beberapa dokumen yang diantarkan Henry ke rumahnya. Lihatlah, walaupun Kyuhyun tidak berada di kantor, tetap saja pekerjaannya sangat banyak.

Jarum jam menunjukan tepat pukul 02:00 ketika Nara selesai dengan semua yang dibuatnya. Tak hanya cookies dan kue, Nara juga memasak pancake untuk dimakannya bersama suami tercintanya sebelum pergi ke Jinan. Wanita itu meletakan apron berwarna pink yang terkena banyak tepung lalu berjalan menuju ruang kerja suaminya.

Kyuhyun terlalu serius dengan dokumennya hingga tidak tahu jika Nara masuk ke dalam ruang kerjanya. Ia sadar istrinya sudah berada di sampingnya ketika mencium aroma Nara. Wangi Vanilla yang dicampur dengan aroma mawar. Nara selalu membuat parfumnya sendiri karena dia tidak ingin parfumnya terlalu manis.

Kyuhyun tersenyum manis “kita berangkat sekarang?” tanyanya

“kita makan sebentar, aku sudah membuat pancake strawberry dengan ekstra madu”

Kyuhyun menutup dokumen yang sedang dibacanya dan berdiri dari duduknya. Ia tertawa pelan sebelum mengusap pipi Nara yang terkena tepung. Menghilangkan tepung itu lalu mengecupnya. “kau selalu tahu saat aku sedang lapar. Saranghae” Kyuhyun merangkul Nara dan berjalan bersama ke ruang makan.

Sudah tertata dua piring pancake dan satu piring buah strawberry di atas meja makan. Mereka makan dengan tenang. Hanyut ke dalam perasaan masing-masing yang merindukan saat-saat bersama seperti sekarang ini. keduanya merasa sudah lama merasa tidak bersama seperti ini.

“entah kenapa aku merasa sudah lama kita tidak makan bersama dan ada sesuatu yang selalu mengganjal di pikiranku” ucap Nara setelah memakan potongan pancake terakhirnya. Dia mulai memakan buah strawberry yang sudah disiapkannya.

“apa yang sedang kau pikirkan?”

“aku merasa ada sesuatu yang hilang dari ingatanku. Aku mencoba mengingatnya tapi tidak bisa”

Kyuhyun terdiam, Myeong Joo tidak mengatakan jika Nara akan merasakan sesuatu yang hilang itu. “apa demam itu merusak pikiranmu? Kita harus ke rumah sakit sekarang” Kyuhyun berbasa-basi. Ia tahu jika Nara tidak akan ke rumah sakit.

“ah tidak perlu. Aku sudah sehat sekarang, untuk apa ke rumah sakit”

Bingo! Benar tebakan Kyuhyun. Istrinya tidak akan mau ke rumah sakit. Setidaknya ia sekarang sudah tenang karena Nara telah kembali seperti dulu. “jangan memikirkan hal yang tidak penting”

arraseo

“dan jangan memakan strawberry terlalu banyak. Kau sudah manis sayang” Kyuhyun menarik piring berisi strawberry di depan Nara. Tatapan Nara yang semula hangat menjadi menghunus kearah Kyuhyun.

“segera bersiap jika tidak ingin sampai di Jinan malam hari”

“baiklah tuan Cho yang banyak aturan”

^.^

Sesampainya di Jinan, mereka disambut oleh Oh ahjumma. Oh Yeon Ju, wanita yang usianya hampir memasuki 80 tahun itu adalah kepala panti asuhan. Dia juga teman dekat ibu Nara saat masih sekolah dan sudah seperti keluarga sendiri. Sejak panti asuhan ini dibuka, Oh Ahjumma menawarkan diri untuk membantu. Dan setelah orang tua Nara meninggal, Oh ahjumma lah yang bertanggung jawab atas panti asuhan ini.

Setelah menyerahkan box-box kue dan cookies pada Oh ahjumma, Nara dan Kyuhyun bekeliling melihat keadaan panti. Sekarang anak yang tinggal di panti asuhan ini semakin banyak. Nara tidak menyangka jika banyak sekali anak yang ditelantarkan orang tuanya. Hatinya bergetar saat melihat bayi yang sangat lucu. Bayi itu sedang digendong oleh baby sitter yang bekerja di panti asuhan ini.

“apa aku boleh menggendongnya?” tanya Nara seraya mendekati baby sitter itu.

“tentu saja nyonya” baby sitter itu memindahkan bayi kepelukan Nara.

“oppa, bukankah dia sangat lucu?” tanya nara dengan mata berbinar. Kyuhyun mengangguk, menyetujui pendapat Nara. bayi laki-laki itu memang sangat lucu. Entah kenapa orang tuanya tega meninggalkannya di panti ini.

“apakah aku masih bisa mengandung? Aah, aku ingin mempunyai bayi lagi” gumam Nara pelan. Sangat pelan tapi masih terdengar oleh Kyuhyun yang berdiri tak jauh darinya.

Kyuhyun merangkul Nara sembari memberi sedikit remasan pada lengan istrinya agar tidak bersedih “kau masih bisa mengandung sayang”

“tapi kanker itu?” mata Nara mulai berkaca-kaca. Dia sangat ingin mempunyai bayi sekarang.setidaknya rumah tidak akan terlalu sepi dan Dennis juga akan mendapatkan saudara yang bisa menemaninya jika Nara meninggal kelak.

“aku pastikan bulan depan kau akan mendapatkan donor, dan kau akan sembuh sayang. Kau bisa memiliki anak sebanyak yang kau mau”

Nara menatap Kyuhyun ragu. Bagaimana mungkin Kyuhyun yakin jika dirinya akan sembuh? Dan mengenai anak, apakah benar Nara masih bisa mengandung? Apakah aman baginya saat mengandung nanti?

“aku masih bisa menghamilimu Nara-aa” bisik Kyuhyun tepat di telinga Nara membuat pipi wanita itu merona. “jika kau tidak bisa hamil, kita adopsi saja bayi lucu ini”

Kata-kata terakhir Kyuhyun terdengar oleh Oh ahjumma yang baru saja memasuki kamar bayi. “kau tidak bisa mengambilnya Kyuhyun-a. Ibunya akan mengambilnya 4 bulan lagi, anak itu hanya dititipkan di sini untuk sementara waktu” jelasnya

“tidak perlu khawatir ahjumma, kami akan membuatnya sendiri setelah ini” celoteh Kyuhyun disambut oleh tawa Oh ahjumma dan tawa kaku Nara. Tentu saja Nara malu, bagaimana mungkin suaminya mengatakan itu? yang ada di sini bukan hanya mereka, tapi juga 3 baby sitter yang sedang menidurkan bayi lainnya.

“pergilah ke taman, aku sudah menyuruh seseorang untuk membuatkan kalian minuman”

“baiklah ahjumma, kami akan ke taman sekarang”Nara menyerahkan bayi laki-laki itu pada Oh ahjumma. Sepasang suami istri itu sedikit membungkukan badan sebelum keluar.

^.^

Nara dan Kyuhyun tiba di taman bertepatan dengan seorang gadis yang membawakan minum. Gadis itu pergi setelah menaruh minuman di atas meja. Kyuhyun dan Nara duduk di kursi taman panti asuhan. Menikmati angin sore dan secangkir teh cammomile.

“oppa” panggil Nara pelan

Kyuhyun menoleh kearah istrinya yang sedang menatapnya sendu “hmm? Kenapa wajahmu seperti itu?”

“oppa pasti kelelahan, maaf”sesal Nara. Dia tidak tega melihat Kyuhyun, mengingat suaminya belum istirahat sejak pagi dan harus menyetir sampai di Jinan. “Lebih baik malam ini kita menginap di sini.”

Kyuhyun mengangguk, mengiyakan ajakan Nara.

^.^

Rumah Orang Tua Nara di Jinan

Cahaya jingga dari matahari sudah hilang digantikan oleh cahaya bulan sejak beberapa jam yang lalu. Suasana rumah orang tua Nara juga terlihat sangat sepi. Tidak ada aktivitas apapun yang dilakukan oleh sepasang suami istri itu.

Sepasang mata cantik masih terpaku pada novel yang sedang dibacanya. Senyumnya mengembang ketika mendengar suara dengkuran halus milik Kyuhyun yang berbaring disampingnya seraya memeluk perut istrinya posesif. Padahal beberapa saat yang lalu Kyuhyun bersikeras tidak akan tidur sebelum Nara tertidur, tapi sekarang pria itu sudah menjelajahi alam mimpinya.

Nara meletakan novelnya di nakas lalu ikut berbaring di samping suaminya. Memandang wajah tampan suaminya. Tangannya tergerak menyentuh rambut Kyuhyun yang mulai panjang, turun menuju pipi Kyuhyun yang tampak lebih tirus, dan berakhir pada dagu Kyuhyun yang terasa sedikit kasar karena belum bercukur. Nara merasa seperti dia tidak bertemu dengan Kyuhyun sangat lama. Seingat Nara, suaminya terlihat sangat tampan sebelum sebagian ingatannya hilang. Sangat berbeda dengan Kyuhyun yang sedang dipandangnya.

“Sebenarnya apa yang terjadi padaku? Kenapa aku tidak bisa mengingat apapun semua yang terjadi saat aku sedang sakit? dan setelah melihat oppa seperti ini, aku merasa seperti orang yang tersadar setelah koma berbulan-bulan” gumam Nara pelan.

Perlahan Nara melepaskan pelukan Kyuhyun. Dia memindahkan tangan Kyuhyun dengan hati-hati agar pria itu tidak terbangun dari tidurnya. “jaljja. Saranghae” Nara mengecup bibir Kyuhyun dan pergi meninggalkan Kyuhyun.

Wanita itu berjalan melewati anak tangga yang membawanya ke lantai dasar. Pandangannya tertuju pada sebuah figura foto yang tertempel di dinding ruang keluarga. Figura foto yang sangat besar. potret dirinya bersama kedua orang tuanya. Ingatan Nara melayang ke masa kecilnya, disaat orang tuanya masih hidup. Mereka selalu ada untuk Nara dan selalu membuat Nara tersenyum. Dia tersenyum mengingat keadaannya sekarang. Dulu dia sangat manja, dan sifat manjanya hilang setelah menikah dengan Kyuhyun. Terlebih sesudah memiliki Dennis. Sifat keibuan Nara keluar begitu saja dan dia menjadi istri yang sempurna untuk Kyuhyun.

“appa.. eomma.. entah kenapa aku yakin jika kita akan segera bertemu. Apa kalian akan datang ke mimpiku? Ataukah aku yang…” Nara menghentikan perkataannya. Dia menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran buruk tentang dirinya. Jika dia yang akan menyusul orang tuanya, itu berarti dia akan meninggal bukan? Dan Nara tidak ingin meninggal terlebih dahulu sebelum dia memberi banyak kenangan yang manis pada Dennis dan Kyuhyun.

Pandangannya teralihkan pada almari kaca yang berisi piala dan penghargaannya yang Nara dapatkan sewaktu belum menikah. Ia memenangkan puluhan perlombaan piano, tak heran jika almari kaca bertingkat 5 itu penuh. Nara berjalan mendekati piano yang sudah lama tidak dimainkannya. Dia duduk dan membuka penutup tuts piano. Jari-jari lentiknya mulai menekan tuts-tuts piano. Tak lama kemudian jemari lentiknya mulai menari diatas tuts piano, menghasilkan alunan nada yang sangat indah.

Sejak kecil Nara memang menyukai piano dan karena pianolah dia dipertemukan dengan Kyuhyun. pria yang menjadi suaminya dan sangat dicintainya itu. Pada tahun pertama Nara kuliah, dia mengikuti musikal antar angkatan di jurusannya. Dia mendaftar menjadi pemain piano dan penyanyi latar. Saat itulah dia bertemu dengan Kyuhyun. Mereka bertemu hampir setiap hari Karena jadwal latihan musikal mereka sangat padat. Saat itu juga Kyuhyun mulai menunjukan rasa tertariknya kepada Nara. Dengan terang-terangan Kyuhyun yang masih muda mendekati Nara. Melakukan apapun agar Nara menjadi miliknya hingga akhirnya ia mendapatkan hati Nara setelah 2 tahun mengejarnya. Sekali lagi Nara tersenyum saat teringat masa indah itu.

Dia tidak menyadari jika ada seorang pria yang sedang berdiri menatapnya. Tak hanya Nara, senyuman manis juga menghiasi wajah tampannya. Melihat Nara tersenyum seperti itu membuat hatinya berdebar dan bahagia. Nara selalu membuat ia jatuh cinta padanya lagi dan lagi. semua itu karena hal kecil yang Nara miliki. Pria itu berjalan mendekati Nara. Memeluknya dari belakang dan mencium pipi Nara “ini sudah waktunya tidur sayang” ujarnya dengan suara serak khas bangun tidur.

“apa aku membangunkanmu?”

Kyuhyun menggeleng cepat. “tidak. Aku memang terbangun karena istriku tidak ada di sisiku” Kyuhyun duduk di samping Nara. “kau harus tidur sayang, kau harus menjaga kesehatanmu”

“tapi…” Nara belum sempat menyelesaikan kalimatnya ketika Kyuhyun membungkam mulutnya dengan ciuman pria itu.

Kyuhyun melepaskan ciumannya lalu berdiri “jangan membantah. Ayo” ia mengulurkan tangannya pada Nara.

Nara menyambut tangan Kyuhyun. Mereka berjalan menuju kamar Nara seraya bergandengan tangan. Layaknya pasangan remaja yang sedang berpacaran. Nara merebahkan tubuhnya di samping Kyuhyun. Dia menatap langit-langit kamarnya yang penuh dengan bintang. Jujur saja, saat ini dia belum ingin tertidur. Entah pergi kemana rasa mengantuknya hingga dia tidak bisa tidur sampai sekarang.

Kyuhyun memiringkan tubuhnya dan merentangkan tangannya. Mengundang Nara untuk masuk kedalam pelukannya. Nara yang mengerti maksud Kyuhyun langsung berhambur kepelukan pria itu. Kyuhyun menarik Nara agar tubuhnya lebih menempel. Mengecup puncak kepala Nara dengan penuh kasih sayang. “tidurlah” ujar Kyuhyun. Tangannya terus bergerak membelai kepala Nara.

Tak menunggu lama Nara sudah terlelap. Kenyamanan yang diberikan Kyuhyun dan belaian tangan kekar itu membuat Nara merasa aman, sehingga dia tertidur dengan mudahnya.

Annnyeong~

baru sempet post sekarang, mianhaeeeee 😦

hopefully you’ll like this part dan tidak lelah menunggu ff ini sampe selesai. kekeke

keep in touch with me on instagram : citraariska

see you on next part. kisskiss

with love,

Chokyulate

Advertisements

10 thoughts on “Tima Machine part 14

  1. Efek dari terapi psiologis nara jd lupa sebagian dari ingatannya, ttg ingatan yg menyakitkan tepatnya. Gmn nasib nara selanjutnya? Akankah dy bisa bahagia bersama anaknya denis dan kyuhyun. Knp dy ngerasa ortunya mau ngejemputnya 😦 semoga ceritanya happy ending ya teman πŸ™‚ next part di tunggu..

    Like

  2. Semoga Nara cepet dapat donor dan bisa sembuh
    Dan kyu moga gak selingkuh lagi dan nyakitin Nara lagi πŸ˜ƒ di tunggu part selanjutnya thor FightingπŸ˜ƒ
    *Part selanjutnya jangan lama-lama ya nge-post nya semangat thorπŸ˜ƒ

    Like

  3. Kyu kamu shrusny bner “sadar bhwa apa yg kau lkukan dblkang nara itu smpe membuat nara tertekan hinnga depresi,,,tpi untunglah nara di bwa ke psikiater hingga efekny nara lupa dgn ingtan “yg mnykitkn…smga stlhny nara dpt donor scptny dan bsa sembuh

    Like

  4. Whoaa akhirnya publish

    Seneng liat nara udah kembali seperti semula walaupun aku yakin itu g akan bertahan lama ,dy pasti akan segera inget sama kejadian sebelumnya
    Akhirnya kyu juga sadar kalo dy itu masih cinta sama nara ,hihi

    Tadi nara di hipnotis kan ,tapi kenapa pas di suruh bangun dy malah g bangun?

    Bener ,nara udah dapet donor ?
    Baguslah moga dy cepet sembuh juga biar bisa punya anak buat temen dennis πŸ˜€

    Like

  5. Aduhhhhhhh
    Jd ngeri sendiri dech jdiiny

    Masa iy ga bs. Lebih ccpet lagi dtg tu pendonorny

    Please jgn lama2 ntar kambuh
    Dennis jg pulanglahh dong sayang dr acaranya

    Like

  6. ada bagusnya therapi yang dilakukan nara jadikan imajinasi sosok jahat minyoung menghilang tapi kalo perlu ya minyoungnya dihilangkan sekalian ngeselin banget jadi orang
    Cepet sembuh nara kasian dennis

    Like

  7. Kira2 hyemi marah gaaya klo dia di terapi kya bgtu,takutnya dia inget lagi trs marah sma kyuhyun lagi trs kambuh kya semula lagi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s