Chapter · romance · short story · Uncategorized

Time Machine part 13

tittle : Time Machine part 13

character :

  • Cho Kyuhyun
  • Hwang Nara (OC)

 

“kau jahat Cho Kyuhyun. Kau orang paling jahat yang pernah aku temui. Tapi aku sangat mencintaimu” gumam Nara di sela isak tangisnya.

Suara serak Nara terasa menusuk hati Kyuhyun. Di mana suara lembut dan merdu Nara? Kenapa Nara mengeluarkan suara yang mampu menyayat hati Kyuhyun? Membuat pria itu tak bisa memaafkan dirinya sendiri atas kesalahan di masa lalu.

“aku sangat mencintaimu oppa. Hatiku hanya untukmu dan Dennis” itu adalah kata terakhir Nara sebelum menutup matanya. Dia pingsan karena sudah tidak kuat dengan rasa sakit yang terus menyerang kepala dan hatinya.

Kyuhyun membenarkan posisi Nara lalu menyelimutinya sebatas bahu. Ia membelai pipi Nara dengan kasih sayang, menghapus jejak air mata istrinya yang belum mengering. Dan untuk kesekian kalinya Kyuhyun kembali menyalahkan dirinya yang pernah menghianati Nara.

Ini semua salahmu Cho Kyuhyun! Kau sendiri yang membuat istrimu menjadi tak berdaya seperti sekarang ini. Kau yang menyakiti hati istrimu! Kau yang membuat kerapuhan istrimu muncul setelah selama ini dia sembunyikan dengan sikap tegarnya.

Kalimat-kalimat itu terus membayangi Kyuhyun untuk beberapa saat. Ia merasa telah menjadi suami yang sangat buruk. Menyia-nyiakan istrinya yang telah memberi kebahagiaan selama ini hanya untuk kesenangan sesaat bersama wanita jalangnya.

.

.

Seseorang yang biasanya bangun lebih pagi dari suaminya dan menyiapkan sarapan, sekarang masih terjebak di alam mimpinya. Sebaliknya, Kyuhyun malah bangun lebih pagi dari biasanya. Ia turun dari ranjang perlahan agar tidak membangunkan Nara yang baru saja tertidur. Walaupun Kyuhyun masih ingin tertidur karena semalaman ia terjaga, tapi ia harus membangunkan Dennis dan mengantarnya ke sekolah. Semalam Nara terus histeris dan menangis, hingga pukul 4 dini hari. Beruntung kamar mereka kedap suara, jadi Dennis ataupun Jung ahjumma tidak terbangun karena mendengar teriakan Nara.

Sesampainya di kamar Dennis, Kyuhyun melihat Dennis sedang merapikan tempat tidurnya. Untuk sejenak hati Kyuhyun merasa senang dan bangga melihat putranya yang mandiri. “selamat pagi jagoan papa” Kyuhyun mengangkat Dennis lalu memberi kecupan.

“selamat pagi papa”

“sudah mempersiapkan yang akan di bawa?” tanya Kyuhyun yang dijawab oleh anggukan kecil Dennis

“sekarang Dennis mandi dan bersiaplah, selesai langsung ke ruang makan. Papa juga akan bersiap lalu menyusul Dennis ke ruang makan” Kyuhyun menurunkan Dennis dari gendongannya.

“baik papa” anak itu langsung berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamarnya.

Kyuhyun kembali ke kamarnya dengan sebaskom air hangat dan washlap di tangannya. Ia akan membersihkan tubuh Nara sebelum membersihkan tubuhnya sendiri. Kyuhyun termenung sejenak setelah melihat tubuh istrinya. Tubuh Nara sangat kurus, bahkan tulang rusuk wanita itu tercetak jelas. Hati-hati kyuhyun membersihkan tubuh istrinya. Setelah selesai pria itu memakaikan lotion di tangan dan kaki Nara lalu memakaikan baju tidur yang baru saja diambilnya dari almari. Ia mengecup bibir Nara sebelum beranjak ke kamar mandi.

Dennis sudah ada diruang makan saat Kyuhyun datang. Sekarang pria itu terlihat lebih segar dari sebelumnya. Dennis meletakan ipadnya saat Kyuhyun sudah duduk. “Mama di mana?” tanya Dennis

“mama sedang tidak enak badan, karena itu mama masih tertidur”

Dennis mengangguk “Dennis akan menemui mama selesai makan”

“ya” Kyuhyun mulai menyesap kopi paginya. Ia tidak sarapan karena nafsu makannya hilang. Ia juga berniat akan sarapan bersama Nara setelah istrinya terbangun. Dalam hatinya ia sangat berharap Nara sudah seperti biasanya saat dia terbangun nanti.

Dennis menyelesaikan sarapannya dengan cepat. Anak itu ingin segera menemui ibunya, terlebih Kyuhyun mengatakan jika ibunya sakit. Dennis berdiri di samping Nara yang sedang tidur di kasur. Raut wajah anak itu terlihat sangat sedih.

“mama cepat sembuh ya, Dennis berangkat dulu. Saat Dennis pulang nanti, mama harus sudah sembuh. Dennis menyayangi mama” Dennis mengecup pipi Nara lalu keluar dengan pelan agar tidak membangunkan ibunya.

Dennis menyeka air matanya yang keluar. Hati anak itu sangat lembut, ia tidak bisa melihat keluarganya sakit, terlebih itu ibunya. Saat ada di depan Kyuhyun anak itu sudah kembali memasang senyum cerianya “ayo papa, aku sudah siap”

Perasaan Kyuhyun bercampur antara terharu dan bangga terhadap anaknya. Tentunya ia melihat raut wajah Dennis saat keluar dari kamarnya tadi. Kyuhyun berjongkok agar tingginya sejajar dengan putranya “Dennis dengarkan papa, disini papa akan menjaga mama. Jadi Dennis jangan khawatir tentang keadaan mama. Saat Dennis di desa, dengarkan semua yang dikatakan Seo saem. Jangan melanggar aturan yang sudah diberitahu. Papa memasukan beberapa makanan ringan di koper Dennis untuk dimakan pada malam hari tapi Dennis juga..”

“harus berbagi dengan yang lain” potong Dennis cepat, ayahnya memang selalu mengajarkannya untuk berbagi. Ayah dan anak itu tertawa bersama setelahnya.

“jagoan papa memang hebat. Papa bangga memiliki Dennis sebagai putra papa” Kyuhyun mencium kening Dennis lalu berangkat kesekolah Dennis.

.

.

Setelah mengantar Dennis ke sekolahnya, Kyuhyun segera menemui Nara. Saat ini Nara sedang duduk di ranjang dengan memeluk lututnya. Dia menatap pemandangan luar melalui jendela. Kyuhyun berjalan mendekat. Duduk di depan Nara lalu menyingkirkan sebagian rambut Nara yang menutupi wajah cantiknya. Kesedihan sangat terlihat pada raut wajah Kyuhyun yang tampan. Sebenarnya kemana Nara yang dulu? Istrinya yang selalu ceria dan tidak pernah berdiam diri seperti ini. Bahkan dia melupakan rutinitasnya untuk menemui Dennis dipagi hari.

“ceraikan aku” ujar Nara pelan dan penuh dengan keputus asaan.

“a..apa?” Kyuhyun memastikan bahwa pendengarannya salah. Ia tidak ingin mendengar kata cerai keluar dari mulut istrinya karena demi apapun Kyuhyun tidak akan pernah menceraikan istrinya. Ia ingin Nara menjadi istrinya selamanya.

“ceraikan aku” ulang Nara dengan penekanan disetiap suku katanya.

“tapi kenapa? Bukankah kau sudah memaafkanku dan kita sepakat untuk memulai lembaran baru? Kenapa kita harus bercerai?”

“aku lelah Cho Kyuhyun. Aku lelah dengan semua sikap baikmu yang ternyata palsu. Aku lelah menerima kebohongan darimu. Kau bilang tidak akan berhubungan dengan mantan selingkuhanmu lagi, tapi ternyata kau masih bermain dengannya dibelakangku” Nara kembali menangis

“aku sudah tidak berhubungan dengannya lagi, percayalah padaku” pinta Kyuhyun

Nara tertawa “percaya? Harus sampai kapan aku harus percaya dengan kebohonganmu?”

“aku tidak akan menceraikanmu!”

“ceraikan aku Cho Kyuhyun, aku mohon. Ayo kita bercerai”

Kyuhyun berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu “aku bilang tidak Hwang Nara!” Kyuhyun mendesis lalu menutup pintu kamarnya dengan kasar.

Untuk sekarang, meninggalkan Nara sendirian adalah yang terbaik. Kyuhyun akan memberinya waktu untuk menjernihkan pikirannya dan memikirkan kata-katanya tadi. Bercerai? Apa dia sudah kehilangan akal sehatnya? Kyuhyun tersenyum miris mengingat permintaan Nara.

Kyuhyun berdiam diri di ruang kerjanya. Awalnya ia ingin menyelesaikan pekerjaannya karena tidak berangkat ke kantor. Namun kenyataannya, pikirannya hanya terfokus pada istrinya. Ia bahkan tidak bisa selesai membaca satu dokumen.

Kyuhyun mengusap wajahnya kasar, Nara benar-benar membuatnya gila. Ia kembali menghela nafas sebelum mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang yang selalu ada saat ia kesusahan.

Tanpa menunggu lama, orang yang sedang dihubungi Kyuhyun mengangkat telefonnya. “noona, pulanglah. Aku sangat membutuhkan bantuan noona sekarang” perintah Kyuhyun tanpa basa-basi.

“YA CHO KYUHYUN! apa kau gila? Baru kemarin aku sampai di sini dan kau menyuruhku pulang saat ini juga?” omel Ahra dari sebrang telefon. Wanita itu kembali ke Amerika kemarin dan sekarang Kyuhyun menyuruhnya untuk ke korea, sangat wajar jika dia marah seperti itu.

“apa yang terjadi?” tanya Ahra sarat akan kekhawatiran. Wanita itu khawatir setelah mendengar Kyuhyun menghela nafas kasar.

“Nara” kyuhyun berhenti sejenak “dia sekarang seperti pasien gangguan mental. Tatapannya selalu kosong dan dia terus menangis, terkadang dia memaki dirinya sendiri ataupun Minyoung. Bahkan dia melupakan Dennis, sangat beruntung saat ini Dennis sedang mengikuti sekolah tata krama yang mengharuskannya menginap, kalau tidak ia pasti sedih karena melihat ibunya seperti itu. Dan yang terakhir, Nara baru saja memintaku untuk menceraikannya. Oleh arena itu, aku ingin noona mengajak Yura agar Dennis tidak kesepian di rumah eomma” jelas Kyuhyun

Ahra terhenyak dengan cerita Kyuhyun, dia tau pasti beban yang sedang ditanggung adiknya itu. “baiklah aku akan pulang, aku akan ikut penerbangan besok pagi. Dan cobalah untuk menghubungi dokter Kyu”

“ya” Kyuhyun langsung memutuskan sambungaan telefonnya begitu saja tanpa peduli orang di sebrang sana mengumpat karena adiknya tidak sopan.

.

.

Jam makan siang telah tiba. Kyuhyun masuk ke kamarnya dengan senampan makanan yang sudah disiapkan Jung ahjumma untuk Nara. Pria itu langsung panik saat melihat tubuh istrinya tergeletak di lantai. Ia meletakan nampan diatas meja yang tak jauh darinya dan berlari mendekati Nara. Tubuh Nara diangkat dengan hati-hati lalu direbahkannya di kasur. Segera Kyuhyun menghubungi dokter Park.

Tak perlu waktu lama dokter Park sudah sampai di rumah Kyuhyun. Dengan cekatan dokter setengah baya itu mengeluarkan alat medisnya lalu memeriksa Nara yang masih memejamkan matanya.

“tuan Cho, istri anda hanya kelelahan, saya sudah memberinya obat dan nanti setelah sadar segera minum dan makan walaupun sedikit. Sepertinya istri anda terlalu banyak pikiran” jelas dokter Park setelah memeriksa Nara.

“Dokter, sebenarnya dari kemarin istri saya hanya melamun, dia seperti mayat hidup dan terkadang dia histeris untuk meluapkan emosinya. Dia juga berbicara dengan orang yang tidak sedang bersamanya”

Dokter Park berdeham sebentar “sepertinya istri anda sedang stress hingga berhalusinasi. Nyonya Cho terlalu memikirkan orang itu, membuat dia seolah melihat orang tersebut sedang bersamanya. Coba lakukan pendekatan dengan istri anda, ajak dia bicara, ingatkan tentang masa lalu yang bahagia agar dia melupakan kejadian buruk yang embuatnya terpukul dan segera kembali seperti sebelumnya”

“ya aku akan mencobanya” ucap Kyuhyun mantap tanpa mengalihkan pandangan sendunya pada Nara.

“kalau begitu saya permisi tuan Cho” pamit dokter Park. Ia berjalan keluar sendiri, tentu saja Kyuhyun lebih memilih duduk di samping Nara daripada mengantar dokter itu sampai pintu rumahnya.

Kesadaran Nara telah kembali bertepatan dengan Jung ahjumma yang membawakan bubur dan minuman untuknya. Jung ahjumma juga merasakan apa yang Kyuhyun rasakan, dia juga menghawatirkan Nara dan juga mengkhawatirkan kyuhyun, terlebih pria itu juga belum mengisi perutnya sejak tadi pagi. Jung ahjumma menaruh nampan diatas nakas lalu berjalan mendekati Kyuhyun, meremas bahu Kyuhyun untuk memberikan kekuatan pada pria yang sudah diasuhnya sejak bayi. “kau juga harus makan, jaga kesehatanmu” ujar Jung ahjumma sebelum pergi yang dibalas dengan anggukan Kyuhyun.

Kyuhyun membantu Nara untuk duduk, namun sepertinya ia tidak terlihat di mata istrinya. setelah duduk Nara hanya memandang lurus kedepan. Memandang foto pernikahannya bersama Kyuhyun. Tidak ada pergerakan apapun lagi dari Nara, dia mematung dan terus menatap foto itu.

“sayang, kau harus makan sekarang” Kyuhyun mengambil bubur dan menyendoknya sedikit lalu ditiup agar bubur itu tidak panas saat Nara memakannya.

Nara masih tak bergeming, seakan tidak mendengar suara Kyuhyun. Dia terus menutup mulutnya walaupun Kyuhyun sudah menyuruhnya untuk membuka mulut.

“buka mulutmu, setidaknya perutmu terisi walaupun sedikit. Jangan menyakiti dirimu Nara-aa” geram Kyuhyun.

“buka mulutmu sekarang atau aku akan menidurimu sekarang juga? Kalau kau ingin sakitmu bertambah parah, aku juga akan ikut andil memperparah dengan menguras tenagamu yang tersisa diatas ranjang” ancam Kyuhyun. Pada akhirnya Nara membuka mulutnya, namun dia sama sekali tidak memandang wajah Kyuhyun. Pandangannya masih tertuju pada foto pernikahan mereka.

Kyuhyun mulai menyuapi Nara. Menjadi suami yang baik, itulah keinginan Kyuhyun sekarang. Ia sudah berjanji akan lebih memperhatikan keluarga kecilnya.

Selesai menyuapi Nara, Kyuhyun memilih untuk meninggalkan istrinya. Ia akan membiarkan istrinya menyendiri untuk saat ini karena Nara sama sekali tidak menganggapnya ada di sisinya. Ingin sekali ia melakukan apa yang disarankan dokter Park, tapi ia merasa percuma jika melakukannya sekarang. Kyuhyun sudah mengajak istrinya bicara saat menyuapinya, tapi tidak ada respon apapun dari Nara.

Kyuhyun yang frustasi memilih untuk menghabiskan waktunya di ruang kerja. Dia duduk disofa yang menghadap ke jendela. Melihat pemandangan taman belakang rumah mereka. Kyuhyun tersenyum saat melihat kolam renang yang sudah lama tidak dipakainya. Dulu ia dan Nara sering menghabiskan waktu dengan berenang bersama. Tentunya sebelum ia bertemu dengan Minyoung.

Ia juga sering membuat pesta barbeque kecil-kecilan bersama keluarga kecilnya. Taman belakang rumahnya merupakan bagian rumah favoritnya setelah kamar tidurnya dan ruang keluarga. Mata Kyuhyun membulat tajam saat melihat istrinya yang terus berjalan menenggelamkan dirinya dikolam renang. Segera pria itu berlari menuju kolam renang.

Tanpa melepas pakaian yang dikenakannya, Kyuhyun berenang untuk membawa Nara kepermukaan. Ia mengangkat Nara ke bibir kolam dan mulai membuat nafas buatan untuk istrinya. Nara tidak sadarkan diri dan sepertinya dia terlalu banyak meminum air. Ia terus memberi nafas buatan dan diselingi dengan memberi tekanan pada dada Nara dengan tangannya yang bergetar. Kyuhyun sangat ketakutan, takut jika Nara meninggalkannya sekarang.

Nara terbatuk dengan mengeluarkan air dari mulutnya. Dia sudah sadar, namun masih memejamkan matanya. Semua energinya seakan hilang hingga untuk membuka matanya saja dia tidak mampu. Ia hanya merasakan pelukan erat dari Kyuhyun sebelum suaminya mulai menggendongnya, berjalan serampangan menuju kamarnya.

Kyuhyun segera mengganti pakaian Nara dan pakaiannya setelah berada di kamar. Penyesalan mendalam semakin membayanginya. Meninggalkan Nara sendirian adalah keputusan yang sangat buruk. Bagaimana jika tadi ia tidak melihat Nara, sudah dipastikan Dennis tidak akan bertemu ibunya sepulang dari desa. Kyuhyun terus merutuki keputusan bodohnya.

“kau sudah gila? Apa yang ada dipikiranmu saat kau menenggelamkan dirimu seperti itu? Kau ingin membunuh dirimu? Kau tahu kan Tuhan akan langsung mengirimmu ke neraka setelah kau mati dengan cara seperti itu?” cerca Kyuhyun dengan nada tinggi. Memang benar dia terus menyalahkan dirinya yang tidak menjaga Nara dengan baik. Namun tidak bisa dipungkiri jika ia juga sangat marah pada istrinya sekarang.

Nara menangis tersedu setelah mendengar kalimat Kyuhyun. Suaminya benar, Tuhan akan langsung melemparnya ke neraka setelah dia meninggal. Sakit hati yang dideritanya sekarang belum seberapa dengan kenyataan yang akan dia terima dikehidupan selanjutnya. Nara pasti akan sangat sedih dan menyesali perbuatannya jika tidak bertemu dengan Kyuhyun dan Dennis dikehidupan selanjutnya.

“ya Tuhan, sayang maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk memarahimu. Jangan menangis” Kyuhyun duduk disamping Nara untuk mengusap air mata istrinya dan memeluk tubuh istrinya yang masih bergetar karena tangisnya.

Membutuhkan waktu beberapa menit untuk kyuhyun menenangkan Nara agar berhenti menangis. Nara sangat sensitive sekarang. Jika dulu dia selalu tegar, maka sekarang Nara lebih bisa mengeluarkan perasaannya. Meluapkan kesedihan yang ada di dalam hatinya. Sehingga dia tidak ragu untuk menangis didepan suaminya. Sangat rapuh, seperti itulah Nara sekarang.

Ah tidak hanya sekarang, namun sejak wanita itu mengetahui suaminya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.

Kyuhyun membelai rambut hitam milik Nara. Wanita itu menyandarkan kepalanya yang terasa berat di dada Kyuhyun. Tatapannya tertuju pada cincin pernikahan ditangan Kyuhyun. Pernikahannya sudah bertahan sepuluh tahun lebih, harusnya dia juga bertahan. Tidak lemah seperti sekarang ini. Seharusnya dia tidak terjerat perkataan Minyoung dan berlaku seperti orang gila. Dia harus kuat, demi anak dan pernikahannya. Ya, Nara harus kembali kuat seperti dulu. Walaupun hatinya sudah hancur, setidaknya dia bisa menyatukan lagi butiran hatinya menjadi hati utuh seperti sedia kala.

“apa kau ingat saat kau sakit dan aku harus mengurus Dennis sendirian?” ujar Kyuhyun mencoba mengingatkan, pria itu akan melakukan apa yang disarankan dokter Park. “saat itu aku benar-benar bingung harus melakukan apa” Kyuhyun tersenyum getir.

“kau sakit, sedangkan dennis selalu merengek. Aku sangat takut saat itu, aku takut tidak bisa menjaga Dennis dengan benar” kyuhyun terdiam, ia memberi waktu untuk Nara mengingat kejadian itu. Tak lama kemudian Nara tersenyum, kejadian itu memang sangat membekas diingatan Nara. Saat itu adalah pertama kalinya kyuhyun menjaga Dennis sendiri.

Flashback

Hatchiii

Nara bersin untuk kesekian kalinya. Matahari baru saja mengeluarkan sinarnya,tapi Nara sudah merasa tak berdaya diatas kasur. “aah flu di musim panas benar-benar sangat buruk” keluhnya.

“istirahatlah dan jangan keluar dari kamar. Aku tidak mau Dennis tertular” ujar Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi. Hari ini Kyuhyun tidak bekerja karena Nara sedang sakit.

Nara mengangguk lalu membenarkan selimut hingga menutupi setengah mukanya. “kepalaku terasa berat”

“aku akan menyiapkan bubur untukmu. Tunggu sebentar” Kyuhyun mencium kening Nara yang hangat

Kyuhyun memang tidak mempekerjakan pembantu untuk mengurus rumah ataupun pembantu untuk mengurus anak mereka yang masih balita. Nara ingin mengurus rumah dan anaknya sendiri karena dia ingin memperhatikan keluarganya secara utuh. Namun jika Nara sakit seperti sekarang, Kyuhyun akan menelfon Jung ahjumma untuk datang dan membersihkan rumah mereka.

Tangan terampil Kyuhyun dengan cepat membuat bubur untuk istrinya. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya, hanya 20 menit dan sekarang Kyuhyun sudah berada di samping Nara untuk menyuapi istrinya yang sedang sakit itu.

“ini enak sekali. Apa aku harus sakit terlebih dahulu supaya bisa merasakan masakan suamiku yang sangat enak ini?” ujar Nara setelah menghabiskan segelas air mineralnya.

“kau tidak perlu sakit, hanya katakan saja apa yang kau mau dan aku akan membuatkannya untukmu” Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Nara. Morning kiss, seperti pada hari biasanya.

Nara menghindar sebelum bibir Kyuhyun mendarat dibibirnya, dia menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua telapak tangannya “tidak ada morning kiss tuan Cho. Aku tidak mau kau tertular”

Cup

Tentu saja Kyuhyun tidak mendengarkan Nara. Ia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Kyuhyun mengecup bibir Nara sekilas lalu tersenyum menang. Ia merapikan selimut Nara dan beranjak dari kasur “aku akan mengajak Dennis ke kafe Yesung hyung, jadi kau bisa keluar jika bosan dikamar”

Nara mengangguk dengan kekhawatiran yang menghiasi wajah cantiknya “jangan pulang terlalu sore”

“jangan khawatir. Semalam aku sudah membanya puluhan blog tentang menjaga bayi yang benar” Kyuhyun mengecup kening Nara. Yang dikatakan pria itu memang benar. Setelah menemani Nara sampai wanita itu tertidur, Kyuhyun berkutat dengan macbooknya.

Departmenent store

Kyuhyun menghentikan mobilnya di salah satu mall yang ada di daerah gangnam setelah mengunjungi kafe milik Yesung. Mall yang dikunjungi Kyuhyun sedang mengadakan baby fair, jadi Kyuhyun akan berbelanja kebutuhan Dennis di sini. Pria itu juga ingin membelikan makanan ringan untuk anaknya, mengingat sekarang usia Dennis sudah 8 bulan.

Kyuhyun mendorong stroller Dennis menuju booth yang menawarkan makanan untuk bayi. Ia melihat-lihat snack dan mencobanya. Memastikan Dennis akan suka dengan rasa yang akan dipilihnya.

“apa ini aman untuk bayi berusia 8 bulan?” tanya Kyuhyun setelah mencoba snack berwarna coklat.

“ya, itu akan melumer ketika terkena saliva-nya. Anak-anak menyukainya” jelas wanita yang menjual makanan bayi.

“ah begitu, kalau begitu aku ambil ini” Kyuhyun mengambil 2 bungkus snack yang terbuat dari sayuran itu lalu menyerahkannya pada wanita penjual.

“10ribu won untuk 5 bungkus”

“aku rasa lima bungkus terlalu banyak. Sampai kapan ini bisa dimakan?”

“satu tahun”

“kalau begitu aku ambil lima” Kyuhyun memberi card-nya untuk membayar tagihan.

Pria itu mengangkat Dennis dari stroller. Ia menggendong Dennis di depan tubuhnya karena ia menaruh belanjaannya di stroller Dennis. Kyuhyun melanjutkan perjalanannya mengelilingi baby fair ini. Ia mendatangi setiap booth dan membeli apa yang diperlukan Dennis, seperti susu, diapers, mainan, dan topi-topi lucu untuk putranya.

Kyuhyun berhenti ditempat untuk istirahat. Dengan cekatan ia membuatkan susu untuk Dennis, mulai dari menakar susu dan mengisi botol dengan air hangat. Tak lupa dia meneteskan susu pada tangannya terlebih dahulu untuk memastikan bahwa suhunya tidak terlalu panas.

Hari ini Kyuhyun menjalankan tugasnya sebagai ayah dengan baik. Walaupun tadi pagi Dennis selalu merengek, tapi Kyuhyun bisa mengatasinya dengan baik. Mungkin anak itu sangat rindu dengan ibunya tadi pagi.

Rumah Kyuhyun

Nara terlihat sangat khawatir saat Kyuhyun memasuki rumahnya pada malam hari, dan yang pasti dia sangat rindu pada putranya yang seharian ini tidak dilihatnya. Nara berjalan mendekati Kyuhyun yang membawa beberapa plastik di tangannya.

“jangan mendekat. Aku akan menidurkan Dennis dikamarnya terlebih dahulu, baru kau boleh mendekatiku” Kyuhyun berjalan melewati Nara yang memasang muka sedih. Menaruh semua plastik diatas meja lalu berjalan menuju kamar putranya.

Nara sedang memeriksa isi dari semua plastic yang dibawa suaminya saat Kyuhyun mendekatinya.

“jangan bersedih, aku tetap mencintaimu” Kyuhyun memeluk istrinya dari belakang.

“oppa lebih mencintai Dennis sekarang” jawab Nara dengan Nada sedih.

Kyuhyun membalik tubuh Nara. Ia menatap wajah Nara secara intens, seperti tidak melihat istrinya selama bertahun-tahun. Namun tak lama kemudian ia melihat ada keanehan di wajah Nara mengkerutkan keningnya. “kau menangis? Kenapa? Padahal kau sudah terlihat lebih sehat daripada tadi pagi”

“aku merindukan Dennis” Nara memeluk Kyuhyun, menyandarkan kepalanya pada dada bidang milik suami tercintanya. “dan merindukanmu. Kalian membuatku khawatir karena tidak segera pulang pada sore hari” Nara mulai meneteskan air matanya kembali.

Tentu saja dia sangat khawatir pada anak dan suaminya. Ini adalah pertama kalinya dia meninggalkan Dennis bersama Kyuhyun. Hanya bersama Kyuhyun tanpa campur tangan dari orang lain. Nara khawatir dengan Kyuhyun, dia sempat berfikir Kyuhyun akan kualahan menjaga putraya. Namun ternyata pikirannya salah, suaminya bisa menjaga Dennis dengan baik. Bahkan Kyuhyun berbelanja semua kebutuhan Dennis saat dia sedang sakit.

“cup.. cup.. sayangku jangan menangis” Kyuhyun mengusap rambut istrinya.

“oppa juga mengatakan itu pada Dennis”

“apa kau cemburu pada putramu sendiri? Ah lihatlah, betapa lucunya istriku tercinta ini” Kyuhyun menanggapi candaan Nara. Mereka tertawa bersama.

Nara menatap Kyuhyun seakan meminta penjelasan dengan belanjaannya yang sangat banyak.

“aku mendatangi baby fair. Ada banyak diskon di sana, jadi aku membeli semua ini” jelas Kyuhyun.

“suamiku memang yang terbaik. Sekarang aku yang akan membereskan ini semua” Nara memungut plastik- plastik itu dan menata isrinya di dalam lemari penyimpanan.

Sedangkan Kyuhyun berjalan menuju kulkas untuk mengambil daging dan sayuran yang ada. “dan aku akan membuat makan malam untuk kita. Tunggu sebentar”

Flashback end

Nara memang memperhatikan cerita Kyuhyun dan sesekali tersenyum, namun setelah Kyuhyun selesai bercerita. Ingatan tentang Minyoung yang menemuinya di toilet restaurant kembali berputar dikepalanya. Rasa sakit dan sesak yang ada dihatinya kembali lagi. Dia menutup matanya, berharap Minyoung tidak ada dipikirannya saat ini. Namun pada kenyataannya, Nara malah melihat Minyoung berdiri di depannya dan sedang tertawa mengejeknya.

“kau terlalu bodoh Hwang Nara, Kyuhyun sudah tidak mencintaimu. Lepaskan dia”

Tubuh Nara mulai bergetar dipelukan Kyuhyun. Air mata sudah membasahi pipinya “pergi.. menjauhlah dari kami” gumam Nara “menjauhlah dari kami”

“kau yang seharusnya pergi. Kau sudah tidak mempunyai siapapun Hwang Nara. Pergilah karena anak dan suamimu lebih menicntaiku” ujar Minyoung dalam halusinasi Nara. Tangis Nara semakin terisak dalam ketakutannya.

Kyuhyun terkejut saat Nara mulai berteriak. Apa Nara sedang berhalusinasi? Kenapa saran dokter Park tidak berhasil? Dan malah membuat Nara semakin histeris.

Tidak

Jangan

Menjauhlah dari keluargaku

Aku mohon

Biarkan kami bahagia

Hanya kata-kata itu yang keluar dari mulut Nara. Kyuhyun memeluk istrinya untuk menenangkan, berharap istrinya segera melewati masa sulitnya. Pria itu tahu jika sekarang Minyoung sedang mengatakan yang tidak-tidak dihalusinasi Nara.

Hati Kyuhyun terasa sangat nyeri ketika mendengar Nara terus memohon agar keluarga kecilnya bahagia. “sayang, tenanglah. Aku dan Dennis akan selalu bersamamu. Lupakan wanita jalang itu, dia tidak ada di sini sekarang”

Kyuhyun menangkup wajah Nara dengan kedua tangannya. Mata mereka bertemu, saling memancarkan kesedihan yang mendalam. “dengarkan aku sayang, di sini hanya ada kita berdua dan aku sangat menyayangimu. Aku dan Dennis selalu akan menyayangimu dan selalu bersamamu. Aku mohon jangan seperti ini”

Nara terdiam melihat Kyuhyun. Dia sudah tidak histeris, tapi dia kembali menjadi seperti pasien gangguan jiwa. Tubuhnya jatuh dipelukan Kyuhyun karena sudah tidak memiliki tenaga. Tangannya yang bergetar saling bertautan dan dia terlihat sangat ketakutan.

Kyuhyun tak kuasa menahan air matanya saat melihat istri tercintanya seperti itu. Ia tidak bisa membantu istrinya yang sedang ketakutan. Ia tidak bisa menenangkan istrinya dan mengembalikan keceriaannya seperti dahulu. Apakah ini karma yang harus ia terima? Jika iya, kenapa Nara juga ikut menanggungnya? Apa yang harus dilakukannya sekarang?

annyeong~

aku seneng ff ini yang baca banyak, tapi kok komennya sedikit yaa 😦

aku bakal post cepet kalo komennya banyak, wkwk apa aku protect aja biar pada comment? muehehehe

Advertisements

23 thoughts on “Time Machine part 13

  1. aduh kasihan ya nara… semoga cepet sembuh dan kyuhyun mungkin benar itu karma untukmu…semoga gx sad ending ya…terima kasih,ttp semangat

    Like

  2. Annyeong juga hihi
    Menaggapi caption kamu yang di bawah ,menurut aku karna ini ff perdana kamu ,jadi jangan diprotect dulu . tunggu pembaca pada ketagihan sama tulisan kamu ,kalo masih g mau komen juga ,ya di protect aja ^^

    Ok btw part ini agak menyedih kan yah
    Kenapa kyu g bawa nara kerumah skit aja sih, kasian kan dennis jadi terlantar begitu
    Lagian kemana keluarga cho, apa mereka g tau keadaan keluarga anaknya ?!

    Ohh ya ,kalo boleh kasih saran. Part yg sesudahnya di masukin aja ke part yg selanjutnya biar g bingung part sebelumnya sampe dimana
    Sekian ,terima kasih

    Like

  3. Annyeong kak^^
    Ff yang di tunggu akhirnya di publish juga^^
    Kasihan sama Nara moga cepet sembuh dan Kyuhyun juga harus sabar ngadepinnya😐
    Moga part selanjutnya cepet di publish^^
    Fighting kak^^

    Like

  4. Annyeong, jangan di pw ya ff nya, ceritanya bagus. Ayo Nara cepat sembuh kasian kyu dan dennis, Kyu sdh beneran berubah kok. Ditunggu lanjutannya….

    Like

  5. Aq bru nemu ne ff.. Gak pa2 ya kmen dpart ne skalian.. Bru bca part ne ja dah nyesek n sakit bngt.. Ksian nara ya.. Cho yakinkan nara klo kau dan minyoung dah gak da hbungan..

    Like

  6. Nara jadi kayak kena skizofrenia lama” kalo terus menerus berhalusinasi
    Pengaruh munyoung begitu kuat dan akan membekas sangat jelas dibenak nara

    Like

  7. Aku akuuuu belom komen di hampir semua part hehehe bacapun belom baca benerrrrrrrr. Lagi liburan jd nanti pas udha pulang mau baca yg bemer sekaligus komenn heheh maaf yaaaaaa tp aku totally anticipated bgt sama cerita kamu ini hihi kesian nara kesian kyuhyun huhu

    Like

  8. Miris lihat nara.. Idah sakit ganguan mental juga gra2 omongan miyoung. . harus cepet2 di musnahin tu nenek sihir miyoung.. Heee

    Like

  9. Nah lohh
    Ngp jd gini
    Stress atau frutasi. Atau akibat. Dari kemo

    Duhhhh please lowpun nanti nara. Mati
    Jgn buat dia mati dlm keadaan gila

    Like

  10. Nah lohh
    Ngp jd gini
    Stress atau frutasi. Atau akibat Dari kemo

    Duhhhh please lowpun nanti nara. Mati
    Jgn buat dia mati dlm keadaan gila

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s