Chapter · romance · short story · Uncategorized

Time Machine part 8

tittle : Time Machine part 8

character :

  • Cho Kyuhyun
  • Hwang Nara (OC)

 

tepat sudah dua jam yang lalu Nara selesai melakukan kemoterapi pertamanya. Dan sekarang dia sudah berada di rumah karena dokter mengijinkannya untuk langsung pulang. Dokter Park mengatakan jika kemoterapi bisa dilakukan sebagai pengobatan rawat jalan, jadi Nara bisa pulang setelah kemo.

Sedari tadi Nara hanya berbaring di kasur. Dia merasa tubuhnya sangat lemah. Sepertinya efek kemoterapi yang dikatakan oleh dokter Park mulai terlihat. Kyuhyun terus berada di samping Nara. Walaupun merasa sangat lelah, tapi Kyuhyun tetap terus terjaga untuk menemani Nara.

Saat ini rumah terasa sangat sepi karena Dennis baru akan diantarkan pulang malam nanti. Biasanya anak itu akan meminta ditemani bermain atau belajar. Air mata Nara menetes saat mengingat putranya. Jika kemo pertama saja efeknya sudah seperti ini, bagaimana dengan kemo selanjutnya? Apakah dia hanya bisa berbaring di ranjang terus sampai ajal menjemputnya? Jujur saja Nara belum siap meninggal, dia belum mau meninggalkan Dennis.

“sayang, ada yang sakit?” tanya Kyuhyun khawatir. Kyuhyun yang semula duduk di samping Nara, kini berada diatas Nara dengan bertopang pada tangan kirinya agar badannya tidak menjatuhi Nara. Jemari tangan kanannya sibuk menghapus air mata Nara yang keluar.

Nara menggeleng lemah dan saat itu juga Kyuhyun menggeram marah. Seperti yang ia ketahui, istrinya selalu menyembunyikan rasa sakit. Menanggungnya sendirian karena dia tidak mau membuat orang lain khawatir.

“Demi Tuhan Hwang Nara. katakan saja jika kau merasa sakit” geram Kyuhyun

“tiba-tiba saja kematian membayangiku. Aku takut oppa… Aku belum ingin meninggalkan kalian” perkataan Nara berhasil membuat Kyuhyun terdiam. Kyuhyun merasa hatinya baru saja dihantam oleh beri yang beratnya beribu-ribu ton. Ia sangat tahu apa yang dirasakan istrinya sekarang. Dennis masih kecil, tentu saja dia belum rela jika berpisah dengan Dennis. Ibu mana yang mau berpisah dengan anaknya?

“kau akan sembuh sayang. Mereka akan mencarikanmu donor dan kita akan melakukan kemo agar sel-sel kanker itu tidak berkembang lagi, bahkan mati” Kyuhyun mencium Nara, berharap bisa mengurangi rasa sedih yang sedang melanda istrinya. Sama halnya dengan Nara. Kyuhyun pun merasa sangat takut jika Nara meninggalkannya.

Kyuhyun memeluk Nara erat saat gadis itu semakin terisak dengan tangisnya. bahkan sekarang, air mata Kyuhyun juga terjatuh tanpa di suruh. Kyuhyun menyeka air matanya dengan cepat ketika mendengar suara pintu rumahnya terbuka. Pasti ibunya dan Dennis sudah tiba.

Kyuhyun melonggarkan pelukannya lalu menyeka air mata Nara. memberi kecupan pada kedua mata istrinya dan berakhir pada bibir yang masih pucat milik istrinya itu. “jangan menangis lagi, Dennis sudah pulang”

Nara mengangguk paham. Dibantu oleh suaminya dia berdiri dari kasur. Tubuhnya sudah tidak selemah saat dia sampai di rumah tadi siang. Sekarang Nara sudah bisa menopang tubuhnya untuk berdiri. Nara berjalan dengan tangan kiri Kyuhyun berada dipinggangnya. Hal itu membantu Nara untuk menopang tubuhnya.

“mama” Dennis berlari untuk memeluk ibunya yang sudah dua hari tidak dilihatnya.

“mama sudah sembuh? Janji pada Dennis, mama jangan sakit seperti kemarin lagi” ujar Dennis yang membuat semua orang tersenyum. Anak berusia 5 tahun itu bicara seperti orang dewasa.

“mama sangat merindukan Dennis” alih-alih menjawab Dennis, Nara mengalihkan pembicaraannya. Dia tidak bisa berjanji untuk tidak sakit lagi. Penyakitnya sangat parah sehingga dia tidak mau berharap terlalu jauh untuk kesembuhannya. Apalagi memebri harapan kepada putranya yang masih kecil itu.

“mama harus berjanji dulu”

Mata Nara menatap Kyuhyun, berharap suaminya bisa mengalihkan perhatian Dennis. “apa jagoan papa menangis saat dirumah nenek?”

“tentu saja tidak. Aku kan bukan anak yang cengeng” ucap Dennis bangga

Berhasil. Kyuhyun berhasil membuat Nara tidak mengucapkan janji pada anaknya. Nara tersenyum manis kepada Kyuhyun.

“makanan sudah siap” ujar ibu Kyuhyun dari ruang makan. Sesampainya di rumah Kyuhyun, Hanna menyiapkan makanan yang telah dimasak Jung ahjumma di meja makan.

“maaf merepotkan eomma” Nara mendekati ibu Kyuhyun untuk memeluknya.

“tidak. Ini tidak merepotkan. Bagaimana kemo pertamamu?” tanya ibu Kyuhyun pelan dan sarat akan kecemasan.

“sejauh ini tubuhku bisa menerimanya. Aku hanya merasa lemas saja tadi” jelas Nara

“kau harus sembuh. Kita semua masih ingin bersamamu” ibu Kyuhyun meremas tangan Nara. Wanita paruh baya itu ingin memberi semangat pada menantunya.

Nara mengangguk sebelum mempersilahkan ibu Kyuhyun untuk duduk dan memulai makan malam mereka. Kyuhyun yang menyelesaikan makan malamnya terlebih dahulu menatap tajam Nara. mata elang milik pria itu tak sedikit pun melepaskan Nara dari tatapannya, terlebih saat melihat Nara akan meletakan sendok dan garpunya. Dari matanya Kyuhyun seakan berkata pada Nara “habiskan makananmu!”.

Nara mengangkat sendok garpunya kembali setelah melihat Kyuhyun. Walaupun Kyuhyun tidak berucap, tapi Nara tahu Kyuhyun mengatakan kalimat itu dengan penuh penekanan di setiap katanya. Jangan lupakan kebiasaan Kyuhyun yang selalu marah jika ada orang melakukan hal yang tidak ia suka. Seperti Nara sekarang, yang hampir saja tidak menghabiskan makanannya.

Setelah makan malam bersama ibu Kyuhyun pamit untuk kembali kerumah besar. Sedangkan Nara dan Kyuhyun sedang menemani Dennis menonton kartun kesayangannya di ruang tengah.

.

.

Pagi ini Nara sudah merasa sehat. Seperti biasanya, dia menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya. Roti panggang dengan sosis dan telur goreng. Sarapan yang sederhana namun sangat disukai oleh Kyuhyun dan Dennis. Setelah memasukan roti kedalam pemanggang roti, Nara pergi kekamar putranya untuk membangunkan Dennis. Lalu ke kamarnya untuk membangunkan suaminya.

“oppa… cepat bangun dan bersiap untuk ke kantor” Nara menyibakan selimut yang menutupi tubuh suaminya. Seketika itu juga Kyuhyun menarik Nara kedalam dekapannya

“aku akan bekerja dari rumah” ujar Kyuhyun santai

“apa yang baru saja sajangnim katakan? Bekerja dari rumah? Kenapa?”

“tentu saja agar bisa menjaga istriku”

“aku sudah baikan. Sekarang bangun dan mandi, aku akan menunggumu di bawah” Nara bangun dari pelukan Kyuhyun

Bukan Kyuhyun namanya jika menurut begitu saja pada istrinya. “baiklah, tapi aku akan hanya akan di kantor sampai jam 11” ujarnya seraya berjalan memasuki kamar mandi. Meninggalkan Nara yang sedang menatapnya kesal.

.

.

Sudah seminggu sejak Kyuhyun mengatakan jika ia hanya di kantor sampai jam 11 setiap harinya. Dan pria itu menepati ucapannya. Kyuhyun selalu keluar dari kantor jam 11 lalu mengambil ali tugas Nara untuk menjemput Dennis dan pulang bersama jagoan kecilnya itu.

Malam ini hujan turun sangat deras ketika Nara baru saja menidurkan Dennis. Nara berjalan ke ruang keluarga dan duduk di sofa seraya melihat hujan. Dia tersenyum senang karena di saat hujan seperti ini keluarga kecilnya sudah berada di dalam rumah semua. Nara akan khawatir jika Kyuhyun belum pulang dan hujan sangat deras, Nara takut terjadi sesuatu yang buruk kepada suaminya.

Kyuhyun keluar dari ruang kerjanya ketika pekerjaannya sudah selesai. Ia berjalan pelan mendekati Nara yang masih asyik melihat hujan. “apa yang sedang kau lakukan di sini?” Kyuhyun memeluk Nara dari belakang. “kenapa tidak tidur? lanjutnya.

“sedang melihat hujan dan menunggu suamiku keluar dari ruang kerjanya” Nara membalik tubuhnya agar berhadapan dengan Kyuhyun.

“sekarang aku sudah disini nyonya Cho”

“oppa… bagaimana jika sabtu besok kita mengajak Dennis ke taman bermain? Dia pasti sangat senang”

“tidak! Kita tidak akan kesana.” Tolak Kyuhyun langsung. Pria itu tak mengerti dengan jalan pikiran istrinya yang tidak memperdulikan kesehatannya.

“tapi setidaknya aku harus membuat kenangan terindah untuk Dennis sebelum aku mati”

“katakan itu sekali lagi dan aku tak akan segan untuk memukulmu” Kyuhyun menggeram

“jangan sembunyikan kenyataan itu dariku lagi. Aku mendengar semua perkataan dokter Park sebelum kita keluar dari rumah sakit” Nara menguatkan dirinya agar tidak menangis

“jika aku tidak mendapatkan donor secepatnya, kemo ini tidak akan membuatku sembuh. Pengobatan ini hanya memerpanjang umurku” lanjutnya. Kali ini Nara sudah tidak bisa menahan tangisnya. Dia menangis di pelukan Kyuhyun.

Kyuhyun tidak berkata lagi. Ia hanya memeluk Nara erat. Dalam hatinya ia menangis dan merutuki dirinya sendiri. Apakah ini balasan atas dosa yang telah kuperbuat? Kalau ini adalah balasan dari dosaku, kenapa Nara yang menanggungnya? Aku yang berbuat salah, tapi kenapa istiku yang sakit? sembuhkan dia ya Tuhan. Aku mohon, sembuhkanlah istriku.

Advertisements

8 thoughts on “Time Machine part 8

  1. Kasian nara, setelah sekian banyak di sakitin sama suaminya skrg dy malah di kasih sakit begitu
    Tapi kasian juga kyu sama dennis ,apalagi dennis masih 5thn *kalo g slah
    Masih terlalu kecil kalo harus kehilangan eommanya

    Ayeee ,publish sampe part 12 hihi lanjut baca ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s