Chapter · romance · short story · Uncategorized

Time Machine part 12

tittle : Time Machine part 12

character :

  • Cho Kyuhyun
  • Hwang Nara (OC)

 

Hari ini keluarga kecil Kyuhyun mendatangi sebuah taman bermain. Seperti janjinya tempo hari, Kyuhyun akan menghabiskan akhir pekan bersama Dennis dan Nara di taman bermain ini. Begitu mereka masuk ke dalam, senyum ceria Dennis langsung menghiasi wajah tampannya. Mereka bertiga mulai menaiki wahana permainan yang ada di sini. Tentunya wahana permainan yang memperbolehkan anak-anak menaikinya. Mulai dari komedi putar, bom bom car, kereta gantung, dan lainnya.

Selesai dengan wahana permainan mereka menuju tempat yang memamerkan berbagai hewan, dan untuk pertama kalinya Kyuhyun melihat putranya takut pada sesuatu. Dennis langsung bersembunyi di belakang Kyuhyun saat mereka mendekati petugas wanita dengan ular sanca melingkar di pundaknya.

“jagoan papa takut? Ular itu tidak akan menggigitmu” ujar Kyuhyun. Ia mengangkat Dennis lalu mendekat kepada wanita itu.

“bolehkah aku menyentuhnya?” tanya Kyuhyun pada wanita itu

“tentu saja, ular di sini sudah jinak semua” wanita itu mengulurkan badan ular kearah Kyuhyun.

Kyuhyun mengelus ular itu pelan untuk meyakinkan pada putranya bahwa binatang ini tidak menakutkan. “coba sentuhlah, tidak perlu takut”

Dengan keberanian yang tersisa, Dennis menuruti perintah Kyuhyun. Tangan kecilnya mulai menyentuh ular itu dengan hati-hati “waah, ini sangat halus” kata Dennis setelah menyentuh ular itu yang disambut oleh tawa kecil Kyuhyun.

Kyuhyun mengedarkan pandangannya, istrinya berdiri lumayan jauh sekarang. Saat itu juga Kyuhyun menyadari jika istrinya sedang ketakutan. Pria itu menggenggam tangan Nara lalu melanjutkan perjalanan mereka untuk melihat-lihat koleksi hewan lainnya taman bermain ini.

“apa Dennis pernah ke sini sebelumnya?” tanya Kyuhyun pada putranya

Dennis mengangguk “mama pernah mengajakku saat papa sedang sibuk”

Kyuhyun menatap Nara seakan meminta penjelasan. Nara yang menyadari arti tatapan Kyuhyun pun langsung menjawabnya. “saat oppa sibuk berkencan dengan sahabatku” bisik Nara sepelan mungkin agar Dennis tidak mendengar.

Kyuhyun bersikap seperti tidak mendengar ucapan Nara. Selanjutnya tidak ada percakapan yang terjadi antara Nara dan Kyuhyun. Hanya ada suara Dennis yang selalu bertanya dan Kyuhyun yang menjelaskan setiap pertanyaan anaknya.

Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah istrinya saat merasakan tangan Nara mencengkram kuat lengannya. Kyuhyun menyadari ada yang salah pada istrinya saat Nara hanya menunduk. “sayang, lihat aku” perintah Kyuhyun tak terbantahkan

Nara mengangkat wajahnya yang sangat pucat tapi masih bisa menunjukan senyumnya. “aku tidak apa-apa” ujar Nara menenangkan.

“mama sakit?” tanya Dennis saat menyadari perubahan pada wajah ibunya.

“mama hanya lelah sayang. Kita duduk dulu yaa” jawab Kyuhyun. Ia melepaskan genggaman tangan Nara di tangannya lalu merangkulnya. Sehingga Nara dapat menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun.

Mereka duduk di kursi yang terletak di dekat air terjun buatan. Setelah memastikan Nara telah duduk, Kyuhyun menurunkan Dennis dari gendongannya. “beli minum untuk mama dan Dennis. Papa akan di sini menjaga mama. jagoan papa berani membeli minum sendiri kan?”

Dennis mengangguk. Kyuhyun memberi Dennis selembar uang 50ribu won sebelum anak itu berjalan menjauh.

Nara menunduk seraya memegangi hidungnya. Cairan berwarna merah itu menetes kembali dari hidungnya. Dengan cekatan Kyuhyun mengambil sapu tangannya dan membersihkan darah dari wajah Nara. “kita harus ke rumah sakit sekarang. Aku akan menyusul Dennis” ujar Kyuhyun khawatir.

Nara menggenggam tangan Kyuhyun lalu menggelengkan kepalanya. “tidak perlu, aku hanya kelelahan”

“hanya kelelahan kau bilang? Wajahmu pucat sekali”

“Dennis sangat menginginkan pergi ke taman bermain bersama kedua orang tuanya. Jangan membuatku menjadi ibu yang jahat dengan merusak acara hari ini” jelas Nara

Kyuhyun hanya mendesah pasrah. Istrinya sangat keras kepala, tidak ada gunanya ia membantah Nara sekarang. Wajah tegang Kyuhyun mulai terlihat biasa saat darah itu sudah tidak keluar lagi.

“bolehkah aku memakai lipstick di sini? Aku merasa sangat lelah jika harus ke toilet” tanya Nara dengan hati-hati. Tentunya dia tidak mau membuat Kyuhyun malu dengan memakai lipstick di tempat umum.

Tanpa menjawab pertanyaan nara, Kyuhyun mencium bibir istrinya. Melumatnya dengan intens seperti biasanya. Pria itu tidak peduli dengn tatapan orang-orang yang risih melihat mereka bermesraan di depan umum ataupun orang-orang yang iri dengan kemesraan mereka. Dan saat pasokan oksigen di paru-paru mereka mulai menipis, Kyuhyun melepaskan ciumannya.

“bibirmu sudah memerah dengan sendirinya” Kyuhyun terkekeh “ah lihatlah, sekarang pipimu juga ikut memerah. Kau sangat cantik sayang” goda Kyuhyun lalu mengecup bibir Nara sekilas.

“ingin membuat mereka menganggap kita pasangan yang romantis, tuan Cho?” Nara berusaha menyembunyikan rasa malunya. Dulu saat mereka kuliah, Kyuhyun pernah menciumnya di depan umum lalu teman-temannya menyebut mereka adalah pasangan paling romantis.

“seperti saat kita masih di universitas” pikiran Kyuhyun melayang ke masa lalu. Masa-masa paling bahagia karena bisa menakhlukan hati Nara. Mendapatkan cinta Nara dan bisa menjadikan Nara sebagai istrinya adalah sesuatu yang sangat membahagiakan untuk Kyuhyun.

Kyuhyun dan Nara tersenyum saat melihat Dennis berjalan mendekat dengan 1 botol minuman bebentuk cars di tangan kanannya dan sebuah kantong plastik yang berisi 2 cup minuman berada di tangan kirinya. Anak itu berjalan dengan hati-hati agar minuman untuk orang tuanya tidak tumpah.

Nara akan berdiri untuk menghampiri Dennis saat Kyuhyun menggenggam tangannya lalu menggelengkan kepalanya seakan mengatakan biarkan anak itu membawanya sendiri. Kyuhyun selalu mendidik Dennis agar menjadi laki-laki yang mandiri dan bertanggung jawab. Maka dari itu, tak jarang Kyuhyun membiarkan putranya membawa barang-barangnya sendiri.

“aku membeli jus strawberry untuk mama dan jus mangga untuk papa” ujar Dennnis seraya menyerahkan kantung pelastik berisi dua cup minuman.

“terima kasih sayang” Nara mengangkat Dennis ke pangkuannya.

“makan di sini atau di luar?” tanya Kyuhyun

“aku ingin makan pasta” jawab Dennis dengan muka memohon

“baiklah, kita ke restaurant biasanya” Nara berdiri dengan Dennis yang masih menempel di tubuhnya

Dengan sigap Kyuhyun mengambil Dennis dari gendongan Nara, menurunkan anak itu agar berjalan sendiri. Tangan kanan Kyuhyun menggandeng tangan Dennis, sedangkan tangan kirinya berada di pundak Nara. Merangkul Nara agar semua tahu jika wanita cantik di di sampingnya adalah istrinya.

.

.

Mereka tiba di salah satu restaurant terkenal yang menyajikan masakan itali. Keluarga kecil Kyuhyun duduk di meja paling ujung yang jauh dari keramaian. Kyuhyun duduk di samping Dennis, sementara Nara duduk di depan Kyuhyun. Tak lama setelah mereka duduk seorang pelayan memberikan buku menu.

“Pasta alla vongolle dan orange juice”ujar Kyuhyun

“pasta alla vongolle dan orange juice” pelayan itu mengetik pesanan Kyuhyun di tab yang ia bawa “Nyonya?” tanyanya pada Nara.

“pasta Kids dua, lasagna satu, orange juice dan strawberry juice”

“ada tambahan lagi?”

“tidak” ucapan Nara membuat pelayan itu mengangguk dan mengambil kembali buku menu lalu pergi.

“kids” ujar Kyuhyun datar, mengarah ke permintaan kejelasan dengan pesananan Nara.

“aku tidak terlalu lapar”

Begitu makanan mereka tiba, mereka makan sambil mendengarkan cerita dari Dennis. Anak itu terlalu bersemangat menceritakan tentang teman-temannya kepada Kyuhyun. Nara lebih dulu selesai makan karena porsi pastanya memang lebih sedikit dari Kyuhyun.

Nara menyuapi Dennis lasagna. Porsi untuk anak-anak memang sangat sedikit karena itu Nara memesankan sebuah lasagna untuk Dennis. Dan alasan kenapa Nara tidak memesankan pasta porsi dewasa untuk Dennis adalah karena anaknya itu tidak akan mampu menghabiskan pasta porsi dewasa.

Nara sibuk menyuapi Dennis, sesekali tertawa karena cerita lucu yang di lontarkan oleh anak laki-laki itu. Nara sedang minum strawberry juicenya ketika Kyuhyun menyuruhnya untuk membuka mulut. “hentikan minummu dan buka mulutmu sayang”

Kyuhyun langsung menyuapi Nara dengan pasta miliknya begitu istrinya membuka mulut. Mereka terlihat seperti keluarga yang sangat harmonis dan dikelilingi banyak cinta. Sang suami menyuapi istrinya yang sedang menyuapi anak mereka. benar-benar keluarga yang penuh kasih sayang bukan?

Satu suapan

Dua suapan

Tiga suapan

Hingga setengah pasta Kyuhyun habis dimakan Nara. Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan saat istrinya menyadari bahwa yang menghabiskan pasta Kyuhyun adalah dirinya. “lihatlah, kau mampu menghabiskan porsi untuk orang dewasa. Kenapa pesan ukuran anak-anak”

Nara memandang Kyuhyun kesal. Sekarang dia merasa kekenyangan, seakan perutnya akan meledak jika dia makan lagi. “sebenarnya aku ingin makan toppoki setelah ini”

“kita akan membelinya, kita akan mampir di kedai bibi Seo”

“terima kasih atas basa-basinya tuan Cho, tapi aku sudah sangat kenyang sekarang” Nara menghela nafas kasar.

“aku tidak membual, aku benar-benar akan membelikanmu jika kau mau” Kyuhyun menahan tawanya.

“lupakan saja” Nara melenggang ke toilet, meninggalkan Kyuhyun yang tertawa dan Dennis yang masih fokus dengan ipad-nya.

Begitu Nara memasuki toilet, seorang wanita mengikutinya lalu berdiri tepat di samping Nara yang sedang merapikan rambutnya.

Tubuh Nara mendadak menjadi kaku, dia melihat mantan selingkuhan suaminya berada di satu cermin dengannya. “Park Minyoung?” ujarnya tertahan

“hai Nara-aa” Minyoung mengeluarkan senyumannya, senyuman mengejek.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Nara menatap Minyoung lewat cermin yang ada di depannya. Terlihat sekali jika Nara sangat tegang sekarang.

Minyoung kembali tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Nara. “Seks kilat dengan Kyuhyun?” Walaupun Minyoung mengatakannya dengan nada bertanya, tapi ucapan Minyoung adalah sebuah pernyataan.

Sebuah pernyataan yang menghantam hebat hati Nara. Seks kilat dengan Kyuhyun, itu berarti Kyuhyun masih menyentuh wanita di sampingnya. Semua penyesalan Kyuhyun hanya dusta belaka. Tapi, bukankah kemarin suaminya sangat menyesal sampai merusak dirinya sendiri? Pikiran Nara mendadak kalut, dadanya terasa sangat sesak.

“Sebenarnya kau wanita apa? Kenapa tidak tahu diri? Kyuhyun sudah tidak menginginkanmu dan kau malah terus menempel padanya. Dasar jalang!”

Nara menoleh untuk menatap Minyoung secara langsung. “Cukup. Hentikan Park Minyoung!” Nara menggeram. Dia mengatur nafasnya lalu pergi meninggalkan Minyoung yang sedang tersenyum puas.

.

.

Jarum jam menunjukan pukul 22:10 dan Dennis telah tertidur sejak satu jam yang lalu. Setelah menidurkan Dennis, Nara berdiam diri di sofa ruang tengah. Ucapan Minyoung membuatnya tidak tenang. Pikirannya melayang jauh memikirkan kejadian-kejadian buruk yang menimpa pernikahannya belakangan ini.

Kyuhyun yang baru saja keluar dari ruang kerjanya berjalan mendekati Nara. Duduk di belakang Nara lalu memeluk istrinya dari belakang. “apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Kyuhyun. Pria itu meletakan dagunya pada bahu kanan Nara. Ia merasakan perubahan sikap Nara sejak istrinya kembali dari toilet restaurant tadi sore.

“apa yang oppa lakukan padaku hingga aku bisa memaafkan kesalahan terbesarmu?” Nara tetap pada posisi awalnya, dia tidak menatap Kyuhyun sama sekali. Kesalahan terbesar Kyuhyun adalah berselingkuh. Dan Nara masih bisa memaafkannya. Bukannya itu sangat aneh? Di saat semua wanita akan marah dan memaksa untuk bercerai saat mengetahui suaminya berselingkuh, dia malah dengan mudahnya memaafkan suaminya yang bejat itu.

“maafkan aku, aku ti..”

“oppa tidak mencintaiku” potong Nara cepat

Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya. Ia menggeleng pelan “aku sangat mencintaimu”

“jangan bohong” suara Nara meninggi

“apa yang terjadi? Kau marah padaku?”

“tidak. Aku marah pada diriku yang telah memaafkanmu”

“jadi kau tidak memaafkanku? Lalu kau akan meninggalkanku?” Kyuhyun membalik tubuh Nara hingga mereka saling berhadapan.

Nara diam, dia tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun. Bibirnya terlalu kelu untuk bicara. Air matanya menetes begitu saja, dan dalam hitungan detik Nara sudah menangis sesunggukan. Dia histeris mengingat penghianatan suami dan sahabatnya. Dadanya sangat sesak mengingat hal itu kembali.

Entah kenapa tiba-tiba saja Nara teringat akan kenangan terburuknya yang sudah mati-matian dia lupakan. Saat dia merenung, ingatan tentang Minyoung yang bergerak liar diatas Kyuhyun berputar bagai film pendek di kepalanya. Perasaannya menjadi sangat sakit seperti saat pertama kali Nara mengetahui suaminya berselingkuh. Hatinya hancur berkeping-keping.

Kyuhyun memeluk tubuh Nara yang semakin bergetar dengan erat. Walaupun Nara terus meronta agar Kyuhyun melepaskan pelukannya, tapi pada kenyataannya Kyuhyun terus memeluk istrinya dan tidak sedikitpun terlintas untuk melepaskan pelukannya.

Setelah puas dengan tangisnya Nara mulai tenang. Namun ada sesuatu yang salah pada dirinya. Tubuhnya tak bergerak sama sekali dan tatapannya kosong. Kyuhyun memanggil Nara namun tak ada pergerakan apapun dari wanita itu.

Dengan hati-hati Kyuhyun menggendong Nara lalu membaringkannya diatas kasur. Nara meringkuk membelakangi Kyuhyun setelah pria itu membenarkan selimutnya. Saat ini Nara seperti pasien yang sedang mengalami gangguan jiwa. Tatapan Nara kosong dan dia hanya menangis, sedangkan Kyuhyun hanya menatapnya sedih. Sebenarnya apa yang terjadi pada istrinya? kenapa tiba-tiba Nara menjadi seperti ini?

Tanpa sadar Kyuhyun ikut menangis melihat keadaan istrinya yang sangat terpuruk. Kyuhyun duduk di pinggiran kasur, sedangkan tangannya tak berhenti membelai rambut Nara dengan penuh kasih sayang dan penyesalan. YA, PENYESALAN karena telah berselingkuh tentu saja. Bukan hanya sekali, tapi dua kali. Sudah dua kali Kyuhyun telah menghianati istrinya yang sangat mencintainya. Walaupun yang kedua karena terpaksa, tapi tetap saja ia tidak termaafkan. Ia sangat egois karena lebih memilih harta daripada perasaan Nara.

“kau jahat Cho Kyuhyun. Kau orang paling jahat yang pernah aku temui. Tapi aku sangat mencintaimu” gumam Nara di sela isak tangisnya.

Suara serak Nara terasa menusuk hati Kyuhyun. Di mana suara lembut dan merdu Nara? Kenapa Nara mengeluarkan suara yang mampu menyayat hati Kyuhyun? Membuat pria itu tak bisa memaafkan dirinya sendiri atas kesalahan di masa lalu.

“aku sangat mencintaimu oppa. Hatiku hanya untukmu dan Dennis” itu adalah kata terakhir Nara sebelum menutup matanya.

Advertisements

12 thoughts on “Time Machine part 12

  1. Minyoung bikin gemesss!!!! Sangking gemesnya ingin ku cakar-cakar sampai tidak berbentuk wajahnya. Nara moga gak terjadi hal yang lebih buruk lagi😢
    Fighting di tunggu kelanjutannya😃

    Like

  2. Kata terakhir? Nara g meninggal kan ?!

    Minyoung ,apa apaan sih perempuan itu ,aisshhh belum pernah di gigit dinosaurus yah .ckck
    Moga nara cepet sembuh biar bisa bales dendam sama minyoung sama kyu juga ,ishh gemes sendiu bacanya
    Lebih mantep lagi kalo nara punya pacar juga hihi *gila

    Next ,cepet lanjut lagi hihi
    Semangat ^^

    Like

  3. Huaaa.. Ikutan mewek bacanya. Kyuhyun knp setega itu, penyesalan selalu terlambattt..
    Next part di tunggu teman sangat penasaran sama kelanjutannya, gmn nasib hana. Terakhir dy di tulis menutup mata, knp? Tidur? Atau pingsan dan koma? Pingiin banget liat kyu lebih nyesal lagi, seperti hana koma dan sadar setelah op dapet donor.. Jahat banget ya!!! Hohoho

    Like

  4. harusnya sijalang minyoung mah dihabisin aja biar gk semakin merusak rumah tangga nara
    Ini mah membunuh nara secara perlahan lahan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s