Chapter · romance · short story · Uncategorized

Time machine part 7

tittle : Time Machine part 7

character :

  • Cho Kyuhyun
  • Hwang Nara (OC)

 

Annyeong ^^, di part ini Kyuhyun bakal nyanyi, tapi bukan lagunya. Kyuhyun bakal nyanyi lagunya Alex – I want to love you, soundtrack-nya my lovely girl. Jadi yang belum punya lagunya bisa disiapin dulu. Hehe

Selamat membaca ^.^ kisskiss

~~

Terlihat peluh membasahi kening seorang wanita yang sedang bergerak kesana kesini. Anak rambut yang tidak ikut terikat sudah basah karena peluhnya. Pekerjaannya seharian ini sangat membuatnya lelah. Bagaimana tidak, setelah suami dan anaknya berangkat dia mulai membersihkan seluruh rumah. Menyapu, mengepel, mengelap prabotan dari debu-debu, dan sekarang memasak untuk makan siang. Siang ini Kyuhyun berjanji akan makan siang di rumah, dan dia yang akan menjemput Dennis sehingga Nara tidak perlu menaiki bus untuk menjemput anak kesayangannya.

Asap putih dan aroma sedap yang keluar dari masakannya menandakan bahwa dia harus segera mematikan kompor. Udang asam manis adalah masakan terakhir yang dibuatnya untuk siang ini. Nara sudah memasak beberapa makanan dan menatanya diatas meja makan. 15 menit lagi Kyuhyun dan Dennis akan sampai di rumah, jadi dia hanya mempunyai waktu 15 menit untuk membersihkan dirinya.

Prediksi Nara tentang kepulangan suami dan putranya sangat benar. Tepat 15 menit kemudian terdengar suara mobil Kyuhyun terparkir di garasi rumah. Nara yang baru saja mandi dan sedang menyisir rambutnya langsung turun menuju lantai satu untuk menyambut Kyuhyun dan Dennis. Seperti biasanya, wanita itu bersimpuh dan merentangkan tangannya saat melihat putranya mendekat padanya.

“mama” panggil Dennis seraya tersenyum, senyum yang dipaksakan. Nara tahu itu.

“jagoan mama kenapa murung? Ada sesuatu yang terjadi di sekolah?” tanya Nara saat Dennis sudah berada dipelukannya. Dennis menjauh dari pelukan Nara dan memperlihatkan lututnya yang diperban.

“terjatuh saat berlarian di sekolah dan mendapatkan 3 jahitan” ujar Kyuhyun menjelaskan pada Nara

“ya Tuhan sayang, lain kali kau harus lebih berhati-hati” Nara mencium pipi Dennis yang membuat anak itu tersenyum seakan rasa sakit dilututnya telah menghilang.

“oppa, ganti pakaianmu. Aku akan membantu Dennis mengganti pakaian dan kita akan makan siang bersama” Nara menggendong Dennis menuju kamar bernuansa biru muda.

Dengan cekatan Nara menggantikan seragam Dennis dengan kaos bergambar woody. Hampir semua pakaian Dennis bergambar karakter Toy Story dan Cars karena anak itu sangat menyukainya. Saat Nara dan Dennis turun, Kyuhyun sudah berada di ruang makan.

.

.

Dua jam sudah berlalu sejak selesainya makan siang keluarga kecil Kyuhyun. sekarang Kyuhyun sedang berkutat dengan pekerjaannya diruang kerjanya. Sementara Nara sedang menemani Dennis bermain di ruang tengah.

Pusing. Itulah yang Nara rasakan sekarang. Kepalanya terasa sangat sakit seperti ada orang yang sedang mencabut rambutnya satu persatu dari kepalanya. Namun dia berusaha menahan sakitnya, dia tidak mau terlihat sakit didepan Dennis karena Nara tahu putra semata wayangnya itu akan menangis. Dulu saat Nara pingsan karena kelelahan, Dennis menangis dari Nara pingsan sampai sadar. Walaupun masih kecil, tapi Dennis sudah peka terhadap keluarganya. Ia pasti akan sedih dan ketakutan saat ayah dan ibunya sakit.

Tes

Tes

Tes

Cairan merah mengalir dari hidung Nara hingga membasahi kerajaan lego yang sedang ia bangun dengan putranya. Dan tak lama setelahnya Nara mulai tak sadarkan diri. Dia pingsan. Dennis yang melihatnya langsung menangis ketakutan dan berteriak memanggil Kyuhyun “papaa…. Papaaa…”

“papa, mama sakit” begitu mendengar triakan Dennis yang mengatakan istrinya sakit, Kyuhyun berjalan bar-bar menuju ruang tengah. Dia terkejut dengan pemandangan yang didapatnya. Nara terbaring tak sadarkan diri dengan darah yang keluar dari hidung hingga mengotori pipinya. Sementara Dennis terus memanggil mamanya sambil menangis, tangan kecilnya terus membersihkan darah yang mengotori wajah ibunya dengan tissue.

Segera Kyuhyun menggendong Nara untuk membawanya kerumah sakit. tak lupa Dennis juga diajak karena Dennis terhitung masih sangat kecil untuk ditinggalkan sendirian dirumah. Sepanjang perjalanan Dennis terus mengusap pipi ibunya. Anak itu sudah tidak menangis sejak ia melihat Kyuhyun. Dulu Kyuhyun pernah melarangnya untuk menangis. “jagoan papa tidak boleh menangis. Janji pada papa jika Dennis tidak akan menangis lagi, papa tidak mau mempunyai anak yang cengeng.”. Itulah yang Kyuhyun katakan pada Dennis saat anak itu masih berusia 3 tahun. Dan semenjak saat itu Dennis memang tidak pernah menangis kecuali saat orang tua atau neneknya sedang sakit.

.

.

Sudah 30 menit Nara berada di ruang IGD. Kyuhyun terus memeluk Dennis yang berusaha menahan tangisnya. Bagi orang lain Dennis akan terlihat sangat lucu saat menahan tangisnya, tapi bagi Kyuhyun itu adalah hal yang sangat membuat hatinya tergetar sangat terharu dan juga bangga. Putranya menepati janjinya untuk tidak menangis.

Dokter Park keluar dari ruangan, dia mengatakan ingin berbicara pada Kyuhyun di ruangannya. Kyuhyun hanya mengangguk. Ia menunggu Nara di pindahkan ke kamar inap karena ia tidak mau Dennis ikut mendengar penjelasan dokter. Firasat Kyuhyun mengatakan jika sesuatu yang sangat buruk sedang menimpa istrinya.

Setelah Nara di pindahkan ke kamar inap, Kyuhyun menyuruh Dennis untuk menjaga mamanya sementara ia pergi menemui dokter Park.

Dokter Park sedang memandangi gambar x-ray di mejanya ketika Kyuhyun masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu. “apa yang terjadi pada istriku?” tanya Kyuhyun langsung. Ia sudah sangat penasaran sejak dokter Park keluar dari IGD tadi.

“setelah dilakukan tes darah dan CT scan, istri anda menderita Leukemia Mielositik Kronis

“tidak mungkin, dia terlihat sehat selama ini. hanya saja” Kyuhyun menerawang kemasa lalunya, mengingat keadaan Nara selama ini. Nara sering terlihat pucat dan lelah, tubuhnya juga bertambah kurus. Dokter Park menatap Kyuhyun seakan meminta pria itu menyelesaikan kalimatnya.

“dia sering terlihat pucat dan kelelahan. Tubuhnya juga terlihat semakin kurus akhir-akhir ini”

“kanker ini memang tidak terasa, para penderita tidak akan menyadarinya sampai kanker sudah parah”

“lakukan apa saja agar istriku bisa sembuh”

“selalu ada harapan untuk sembuh, tapi kami tidak bisa menjaminnya tuan Cho. Kanker di tubuh istri anda berkembang sangat cepat”

“bagaimana dengan kemoterapi?”

“untuk beberapa penderita kanker, kemo bisa menyembuhkan tapi untuk beberapa pasien yang sudah stadium lanjut kemo hanya sedikit memperpanjang usianya. Tapi kita bisa mencobanya pada nyonya Cho. Bicarakan hal ini dulu dengan nyonya Cho secara perlahan, banyak pasien wanita tidak mau di kemo karena mereka menganggap kemo membuatnya menjadi buruk rupa”

Kyuhyun mengangguk mengerti “aku akan bicara padanya. Lakukan apapun yang terbaik untuk istriku”

.

.

Kyuhyun membuka pelan kamar rawat inap Nara, dia sangat sedih melihat keluarga kecilnya sekarang. Nara yang masih menutup matanya dan Dennis yang terus menggenggam tangan Nara seraya menghapus setiap air mata yang membasahi pipinya.

Air mata pria itu juga hampir terjatuh namun ia menahannya. Kyuhyun menenangkan hati dan pikirannya sebentar sebelum mendekati putranya. Mengangkat putranya kedalam pangkuannya dan memeluknya. Tak bisa ia bayangkan jika Nara meninggalkan mereka. Dennis masih sangat kecil, dia masih bersekolah di taman kanak-kanak. Apa jadinya kalau ia kehilangan ibunya diusianya yang masih belia ini?

Nara mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya ruangan. Ini bukan kamar tidurnya, kamar ini bercat putih. Ini rumah sakit. Nara menoleh kekanan, dia menemukan Dennis tidur di pangkuan suaminya yang juga ikut tertidur. Nara sudah merasa lebih baik sekarang. Dia membalas genggaman tangan Kyuhyun yang membuat pria itu membuka matanya. istrinya sudah sadar.

“oppa, bawalah Dennis pulang. Dia pasti kelelahan” ujar Nara pelan.

Kyuhyun melepaskan tangan Nara, ia mengangkat Dennis menuju sofa. Menidurkan anak itu di sana dan menyelimutinya menggunakan selimut tipis yang ada di sofa.

Pria itu membantu istrinya untuk duduk. Membiarkan istrinya minum untuk meredakan rasa hausnya sebelum Kyuhyun memberitahunya kenyataan yang sangat pahit. Sementara Nara minum, sebenarnya Kyuhyun sedang memantapkan hatinya untuk memberitahu Nara. ia tidak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Nara nanti saat tahu tentang penyakitnya.

Nara menaruh gelas kosongnya di nakas lalu menatap Kyuhyun dalam-dalam. “katakan padaku tentang penyakitku” tuntut Nara

“Leukimia Mielositik Kronis” Kyuhyun mengatakan itu pelan. Ia tak bisa menyembunyikan raut sedih dari wajahnya.

Untuk beberapa detik Nara sangat terkejut, lalu dia tersenyum menenangkan Kyuhyun. lihatlah Cho Kyuhyun, istri yang kau hianati sangat tegar menerima cobaan hidupnya. Di saat dia sakit parah, dia masih memikirkan perasaan suaminya agar tidak bersedih. “ah, ternyata aku sakit parah” bibir nara bergetar, dia akan menangis tapi dia masih bertahan untuk tetap terlihat tegar.

“Selagi kita menunggu pendonor sum sum tulang belakangmu. Besok kita coba membunuh sel-sel kanker dengan melakukan kemoterapi. Kau mau kan?”

Nara diam, dia berfikir. kemoterapi? Itu akan membuatnya tidak memiliki rambut, dan katanya itu sangat menyakitkan. Nara menggeleng. “aku tidak mau. Semua rambutku akan rontok”

“jangan egois dengan hanya memikirkan dirimu sendiri. Pikirkan aku dan Dennis. Kami membutuhkanmu disisi kami. Sayang, sembuhlah demi kami”

Lagi-lagi Nara tediam. Apa yang dikatakan Kyuhyun benar, Dennis masih membutuhkannya. Tidak mungkin dia meninggalkan Dennis, dia harus berjuang melawan penyakitnya agar tetap bersama Dennis dan suaminya. “baiklah aku akan kemo, tapi jangan selingkuh saat aku menjadi jelek”

“tidak akan! aku akan berbicara dengan dokter Park mengenai tindakan selanjutnya” Kyuhyun memeluk istrinya “kau harus sembuh sayang. Harus!” bisik Kyuhyun penuh penekanan

“maaf aku tidak bisa mendonorkan sum sum tulang belakang milikku karena tidak cocok denganmu. Menangislah sekarang jika kau ingin menangis” Kyuhyun berbisik dengan nada yang bergetar. Pria itu juga sedang merasakan sakit didalam dadanya.

Air mata yang sedari tadi berusaha ditahannya mengalir membasahi pipinya. Siapa yang tidak sedih ketika dia divonis menderita kanker. Penyakit yang sangat ganas dan sudah banyak mematikan orang. Nara belum ingin berpisah dengan suami dan putranya.

.

.

Siang ini hanya ada Kyuhyun dan Nara, Dennis ikut pulang bersama neneknya yang pagi-pagi sekali datang untuk melihat keadaan Nara. sebenarnya Dennis merengek tidak mau pulang karena ingin menjaga mamanya, namun setelah diberi pengertian oleh orang tuanya, akhirnya anak itu mau diajak pulang oleh neneknya.

Malam hampir datang ketika Nara masih terlelap sejak siang tadi. Sedangkan Kyuhyun masih berkutat dengan macbooknya dan beberapa dokumen yang ada di atas meja. Tadi pagi pria itu menyuruh Henry untuk bekerja lagi dan membawakan beberapa berkas yang harus diselesaikan Kyuhyun kerumah sakit.

Kyuhyun kembali melirik jam, sudah jam setengah 7 malam dan istrinya belum terbangun. Ia berjalan mendekati istrinya dan menatap wajah cantik yang sedang tertidur itu. sebentar lagi jam makan malam, maka dari itu Kyuhyun membangunkannya.

“kita seharusnya pulang saat menunggu jadwal kemo, semakin lama di sini aku merasa semakin bosan. Oppa juga pasti lelah kan?” ujar Nara saat membuka matanya, memang itu yang dirasakan Nara. dia merasa tenaganya habis begitu saja, padahal seharian ini dia hanya berbaring diatas tempat tidur.

Kyuhyun menggeleng lalu mencium bibir Nara sekilas “aku lebih percaya kau ada di sini daripada dirumah. Kau tau sendiri kan jarak rumah kita dengan rumah sakit” kalimat terakhir Kyuhyun lebih mengarah pada kalimat pertanyaan daripada pernyataan.

Nara melihat kearah nakas yang ada di samping ranjangnya. Ada meja kecil yang berisi makanan, makan malamnya. “oppa sudah makan?”

Kyuhyun mengangguk mantap. Memang benar ia sudah makan tadi, walaupun hanya memakan dua potong roti kecil itupun siang tadi. Pria itu mengambil semangkuk bubur dan mulai menyuapi Nara. “apa uang bulanan yang aku berikan terlalu sedikit?”

Nara memandang Kyuhyun bingung. Dia tidak tahu dengan apa yang sedang dibicarakan suaminya. Setiap bulan Kyuhyun memberinya 25 juta won hanya untuk keperluan rumah tangga, dan 50 juta won untuk kebutuhan Nara. bukankah itu sudah sangat banyak? Lalu apa yang dibicarakan Kyuhyun? apa dia akan meminta uangnya?

“kenapa kau bisa sangat kurus seperti ini? kau hanya perlu bilang padaku kalau uang untuk membeli makanan kurang”

“oppa bercanda? Uang-uang itu masih tersisa sangat banyak. Aku makan nasi, bukan uang” Nara memandang Kyuhyun malas.

“kalau begitu kau seharusnya gemuk, tidak kurus begini. Hilang kemana tubuhmu yang seksi itu?”

“apa ini alasan oppa berselingkuh dengan Minyoung? Karena aku sudah tidak seksi lagi?” Nara mengangguk mengerti

Kyuhyun terdiam, dia tidak pernah menyangka Nara akan berkata seperti itu. Ia menatap tajam istrinya seraya menggeram marah. Bukankah Nara sudah memaafkannya? Lalu kenapa Nara kembali menyebut wanita jalang itu? “sudah malam, kau harus tidur” Kyuhyun membantu Nara berbaring dan membenarkan selimut istrinya.

“oppa, nyanyikan lagu yang kau buat saat kita pacaran” pinta Nara, tiba-tiba saja dia ingin mengenang masa-masa berpacaran dengan Kyuhyun. Dulu Kyuhyun membuatkannya lagu yang dinyanyikannya saat pria itu menyatakan perasaannya pada Nara. Karena Nara suka sekali dengan piano, jadi Kyuhyun berniat menarik perhatian Nara dengan bermain piano dan bernyanyi.

“saat kita di ruang musik?” tanya kyuhyun memastikan, Nara hanya mengangguk dan tersenyum

On a night where no one looks for me

I hear a quietly ringing sound

Like a scene from the movies

I lost that moment

When I opened my eyes in the morning

I kept thinking of you

My heart that I saved, that I hid away

I will show it all to you

I want to tell you

Words that you haven’t ever hear

Words I want to tell you when I see you

Words I can’t say by myself

I love you

Will you come to me?

I wanna close my eyes and hug you

I’m not good but I wanna wishper to the person in front of me, LOVE YOU

I want to love you

I want to be by your side

Kyuhyun memandang Nara setelah nyanyiannya selesai. Istrinya sudah memejamkan mata, dia tertidur. saat bernyani tadi, memori kebahagiaan tentangnya dan Nara terus berputar bagaikan film romantis dikepala kyuhyun. Hal itu membuat penyesalan terbesarnya kembali menghantui dirinya.

“aku sangat mencintaimu, sembuhlah demi aku dan putra kita” bisik Kyuhyun dengan suara bergetar. Kyuhyun menangis. Ya, dia sedang menangis sekarang. Ia sangat menyesal. Kenapa ia tidak memperhatikan istrinya dari dulu? Seharusnya ia membawa istrinya ke dokter saat melihat keadaan istrinya yang sering terlihat lelah dan bertambah kurus agar ia mengetahui penyakit Nara sejak kanker itu belum menjadi ganas seperti sekarang. Dengan asyiknya ia malah berselingkuh saat ternyata istri tercintanya menderita kanker. Sungguh ia pria yang kejam.

Advertisements

16 thoughts on “Time machine part 7

  1. Gilaaaa huaa… hiks… kejam bgt kyu, memang penyesaln itu selalu dan pasti dtg diakhir, jika penyesaln dtg dri awal mka tdak ad kata penysaln

    Like

  2. Aku g nyangka kalo ternyata nara sakit,aku kira dy hamil
    Next chap lah ya ,penasaran bakal happy end atau sebaliknya
    Semangat 😉

    Like

  3. Duhhhhhhh
    Ya ampun
    Ga cm gyunya yg. Tega
    Authornya jg kejam
    Knp nara sakit keras gitu
    Pleaseeeeee jgn buat nara mninggal scepat ini

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s