Chapter · romance · short story · Uncategorized

Time Machine part 6

tittle : Time Machine part 6

character :

  • Cho Kyuhyun
  • Hwang Nara (OC)

 

 

Matahari sudah meninggi dan sinarnya mulai memasuki kamar sepasang suami istri yang baru saja berbaikan. Sinar matahari tak mampu untuk membangunkan seorang wanita yang masih tertidur pulas dibawah selimut. Biar saja dia tidur sepuasnya untuk melupakan kejadian terburuk dalam hidupnya.

Seorang pria yang sudah terbangun beberapa puluh menit yang lalu menatapnya dengan tatapan sendu. Penyesalan masih membayangi pria itu. Kyuhyun, yang dengan teganya menghianati Nara. Meminta ijin untuk menikah lagi dengan sahabat istrinya. Tangan pria itu tergerak untuk membelai wajah cantik milik istrinya. Menyelipkan beberapa rambut yang menutupi wajah cantik Nara kebelakang telinga. Mata istrinya sudah tidak sembab dan juga bibirnya sudah tidak begitu pucat. Bibir yang selalu terasa manis, yang menjadi rasa favorite Kyuhyun semenjak mereka berpacaran.

Kyuhyun menempelkan bibirnya diatas bibir Nara. Hanya menempel, tidak lebih. Lewat ciumannya, Kyuhyun meminta maaf sebesar-besarnya pada istrinya. Dia tahu kesalahannya tak termaafkan dan sekarang dia sangat menyesal dengan apa yang telah dilakukannya. Air mata mulai membasahi pipi pria itu kemudian menetes di pipi Nara. Kyuhyun merasa sangat bodoh karena pernah menyia-nyiakan istri terbaiknya. Wanita yang selalu mendukungnya, merawatnya, memberinya kebahagiaan, selalu mencintai dan menyayanginya dengan tulus. Istrinya yang mau memaafkan dan memberinya kesempatan kedua walaupun pernah berselingkuh.

Kyuhyun melepaskan ciumannya lalu memeluk posesif istrinya yang masih tertidur. wajahnya dibenamkan didada Nara. Air mata penyesalan Kyuhyun keluar semakin banyak. Hingga membasahi piyama yang dipakai Nara. Kyuhyun ingin kembali kemasa-masa sebelum dia bertemu dengan MInyoung. Jika ada mesin waktu, Kyuhyun pasti akan kembali dan tidak akan melakukan tindakan bodohnya.

Nara membuka matanya perlahan ketika merasakan pinggangnya dipeluk erat. Dia agak terkejut melihat suaminya yang memeluknya erat. Bukan karena Kyuhyun menyakitinya dengan pelukannya. Tapi karena pria itu sedang menangis. Ya, Nara tahu jika suaminya sedang menangis walaupun tidak mengeluarkan suara isakan. Tubuh suaminya bergetar dan Nara merasakan piyamanya basah.

Hati Nara mencelos saat melihat suaminya seperti ini. Untuk pertama kalinya dia melihat suami yang sangat dicintainya menangis. Rasanya sangat sakit, bahkan lebih sakit daripada saat Kyuhyun mengatakan jika ia ingin menikah lagi. Tatapan Nara mulai kabur saat air mata memenuhi pelupuk matanya.

Kepala Kyuhyun terangkat saat merasakan sebuah pelukan. Nara membalas pelukannya. Dalam beberapa detik Kyuhyun dan Nara hanya saling berpandangan. Sebelum Kyuhyun memberi ciuman penuh kasih pada kening Nara “maafkan aku, aku mohon” pria itu kembali memeluk Nara.

Nara mengangguk dalam pelukan Kyuhyun. Dia semakin meringsek kedalam pelukan Kyuhyun, menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya untuk mendapat kehangatan di penghujung musim dingin ini. “kita lupakan kejadian yang lalu, dan mulai hidup yang baru seperti katamu” suara Nara sedikit teredam oleh pelukan Kyuhyun, namun telinga Kyuhyun yang sangat peka bisa mendengar itu.

“cepatlah mandi dan bersiap untuk kekantor” Nara melonggarkan pelukan Kyuhyun

“hari ini aku tidak ingin bekerja”

“kau akan merugi miliyaran won jika tidak bekerja hari ini. Apa oppa senang jika kita jatuh miskin?” Candaan Nara mampu membuat sudut bibir Kyuhyun terangkat.

“aku tidak akan miskin walaupun tidak pergi kekantor selama seminggu”

“hanya karena Minyoung sudah tidak menjadi sekretarismu bukan berarti pertemuan saham dengan perusahaan Mr. Daniel dibatalkan bukan?” Nara mengetahui jadwal Kyuhyun karena tak sengaja melihat agenda suaminya. Dan hari ini adalah hari dimana Kyuhyun akan membicarakan saham dengan pemilik perusahaan dari kanada. Nara bisa melihat ketidaksukaan Kyuhyun ketika mendengar nama Minyoung.

Segera Kyuhyun bangun dari tidurnya, ia mencium bibir Nara sebelum berjalan serampangan kekamar mandi. Pria itu melupakan jadwal pertemuannya. Seingatnya hari ini ia hanya membaca dokumen-dokumen dibalik meja kerjanya. Tapi alasan yang lebih kuat adalah karena dia tidak mau mendengar Nara membahas tentang Minyoung. Bahkan sekarang Kyuhyun sangat enggan hanya untuk mendengar nama MInyoung.

Tak butuh waktu lama Kyuhyun sudah merapikan kemejanya didepan cermin. Nara berjalan mendekat dan mengambil alih memasangkan dasi Kyuhyun. “aku sangat mencintaimu” ujar Kyuhyun saat Nara selesai memasangkan dasi.

Mereka berjalan beriringan keruang makan. diatas meja makan sudah tersaji dua piring yang berisi dua lembar roti panggang dan omelet. Tak lupa segelas susu berada di samping piring tersebut. Nara menyiapkan sarapan saat Kyuhyun sedang mandi.

“hari ini aku akan menjemput Dennis di rumah besar. Aku sangat merindukannya”

“aku akan menjemput kalian. Jangan pulang dulu jika aku belum datang. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku secepatnya” Kyuhyun menenggak susunya sampai habis.

Nara masih menyelesaikan roti terakhirnya saat Kyuhyun menyelesaikan sarapannya. Pria itu sekarang sibuk memandangi istrinya yang sedang memasukan potongan roti terakhirnya kedalam mulut. Sementara Nara menatap Kyuhyun dengan tatapan menyuruh pria itu agar segera berangkat kekantor.

“aku tidak akan pergi kekantor sebelum kau menyelesaikan sarapanmu” ujar Kyuhyun menjawab tatapan Nara. Nara meminum susunya cepat, dia tidak mau suaminya terlambat sampai kantor. Walaupun Kyuhyun sudah sangat kaya raya, tapi dia tidak mau suaminya merugi walaupun kerugian itu tidak berimbas terhadap kekayaannya.

“aku sudah selesai” Nara tersenyum, dia berdiri dari duduknya diikuti Kyuhyun. mereka berdua berjalan sambil bergandeng tangan menuju halaman depan.

“hati-hati menyetir, aku tidak mau menjadi janda”

“aku mencintaimu” Kyuhyun mencium bibir Nara agak lama sebelum masuk kedalam mobilnya.

.

.

Saat sore tiba, Nara baru menjemput Dennis di rumah besar. Seharian tadi kepalanya sangat pusing hingga dia tidak bisa pergi kerumah besar. Begitu anak laki-laki itu melihat Nara, ia berlari mendekati ibunya. Nara bersimpuh dan merentangkan kedua tangannya saat Dennis mulai mendekat. Anak kecil itu mendarat dengan mulus dipelukan ibunya “aku sangat merindukan mama”

“mama juga sangat merindukan Dennis. Apa jagoan mama nakal saat disini?” Dennis menggeleng lalu mencium pipi ibunya.

Kyuhyun yang sebelumnya sedang dduk di sofa bersama ibunya berjalan mendekati keluarga kecilnya. “kenapa baru datang? Kami sudah menunggumu sejak siang tadi”

“aku harus membersihkan rumah dulu sebelum kemari” Dusta Nara, dia tidak ingin membuat Kyuhyun khawatir.

Nara berjalan menuju ibu Kyuhyun untuk menyapanya. Sudah lama dia tidak bertemu dengan mertuanya ini. Sifat ibu Kyuhyun yang sangat ramah membuat Nara terlibat dalam percakapan yang sangat lama dengan mertuanya itu. Sampai suara Jung ahjumma terdengar memperingatkan bahwa makan malam sudah siap.

Tak lama kemudian semua telah berkumpul di ruang makan, duduk di kursi masing-masing. Di kursi ujung ada Nyonya besar Cho yang menghadap kedepan, kearah anak dan menantunya. Sejak tuan besar Cho meninggal, Kyuhyun dan Ahra sepakat untuk memberikan kursi itu kepada ibunya. Sementara kursi yang berada di sisi kanan meja diisi oleh keluarga kecil Kyuhyun, dan kursi di sisi kanan meja diisi oleh keluarga kecil Ahra. Mereka menikmati makan malam dengan suasana yang sangat hangat.

Seusai makan malam Kyuhyun, Nara, dan Dennis tidak langsung pulang. Mereka menyempatkan diri untuk bercengkrama di sofa ruang tengah bersama ibu Kyuhyun, Ahra, dan suami Ahra, Choi Siwon. Sementara anak-anak sedang bermain lego diatas karpet bulu didepan mereka. mala mini adalah malam terakhir keluarga kecil kakak perempuan Kyuhyun itu di Korea karena besok pagi mereka sudah kembali ke Amerika lagi. mereka tinggal di Amerika karena Choi Siwon sedang memperluas perusahaannya di negeri paman Sam.

.

.

Pukul 11:30 malam mobil Kyuhyun baru memasuki pekarangan rumah mereka. Mereka keluar dari rumah besar tepat pukul 11, itupun karena ibu Kyuhyun sudah sangat mengantuk. Jika tidak, sudah dipastikan mereka akan mengobrol sampai pagi karena kesempatan keluarga besar Cho untuk berkumpul seperti ini sangat jarang.

Kyuhyun membangunkan Nara yang tertidur, dengan hati-hati Kyuhyun mengangkat Dennis saat melepaskan seat belt Nara. “aku akan menunggu kau benar-benar sadar baru kita akan keluar dari mobil ini”

Nara tersenyum kearah Kyuhyun, dia merapikan jaket dibadan Dennis yang tertidur pulas. “aku sudah bangun”

Kyuhyun keluar dan segera membukakan pintu untuk Nara. setelah Nara keluar, ia segera menutup pintu mobilnya dan segera menyusul Nara untuk membuka pintu rumah mereka. baru memasuki rumah beberapa langkah, Nara dikejutkan dengan Kyuhyun yang mengangkat tubuhnya. Menggendongnya di depan, padahal saat ini Nara juga sedang menggendong Dennis. Mereka terlihat sangat mesra seperti pengantin baru.

“suamiku kuat sekali” bisik Nara seraya terkekeh pelan, dia geli dengan apa yang dilakukan Kyuhyun sekarang.

Malam ini Dennis tidur dengan orang tuanya karena ayahnya turut membawanya masuk kedalam kamar ini. Padahal Kyuhyun sendiri yang bilang pada anak itu jika Dennis sudah tidak boleh tidur dengan orang tuanya karena sudah sekolah. Setelah berganti pakaian dan mengganti pakaian Dennis, Kyuhyun dan Nara berbaring disebelah Dennis.

“kau harus makan yang banyak. aku yakin berat badanmu turun lebih dari lima kilo” Kyuhyun membuka percakapan malam mereka.

“kalau aku gendut dan tidak cantik lagi, apa oppa akan meninggalkanku?”

“tidak akan” kata Kyuhyun mantap. “apa kau melakukan diet agar kau terlihat kurus dan tambah cantik? Percayalah padaku, kau jelek saat kurus” lanjutnya

Nara menggeleng “aku tidak diet, aku juga tidak tahu kenapa aku semakin kurus”

“tidurlah, ini sudah terlalu larut. Selamat malam sayang” Kyuhyun tersenyum yang di sambut oleh senyuman Nara sebelum wanita itu menutup matanya dan mulai menjelajahi dunia mimpi. Kyuhyun menaikan selimut sampai leher Nara dan mencium kepala Dennis sebelum menyusul kedua orang yang paling ia cintai ke dunia mimpi.

 

Advertisements

12 thoughts on “Time Machine part 6

  1. Aku ikut seneng liat keluarga mereka seperti ini 😊
    Minimal kyuhyun mau minta maaf aja semua bakal baik baik aja,apalagi ditambah sikap kyu yg manis begini,bukan cuma nara yg luluh, aku pun juga bakal luluh *eaakkkk πŸ˜‚πŸ˜‚
    Btw apa nara hamil? Eh?
    Kepalanya pusing kan? Semoga dy hamil πŸ™

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s